Sisa Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21170

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَبِي طَالِبٍ الضُّبَعِيِّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ أَقْعُدَ أَذْكُرُ اللَّهَ وَأُكَبِّرُهُ وَأَحْمَدُهُ وَأُسَبِّحُهُ وَأُهَلِّلُهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ رَقَبَتَيْنِ أَوْ أَكْثَرَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَمِنْ بَعْدِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَ رِقَابٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengabarkan kepada kami {‘Ali bin Zaid} dari {Abu Tholib Adh Dhuba’i} dari {Abu Umamah} bahwa Rasulullah saw. bersabda ” Sungguh aku duduk berdzikir mengingat Allah hingga terbitnya matahari, bertakbir, bertahlil dan bertasbih lebih aku sukai dari pada memerdekakan dua putra Isma’il atau lebih, dan setelah shalat ashar hingga matahari terbenam lebih aku sukai dari pada memerdekakan empat budak dari anak Isma’il.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21171

حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ وَحَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَعْقُوبَ الضَّبِّيُّ عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَأَنْشَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوًا فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ لِي بِالشَّهَادَةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ سَلِّمْهُمْ وَغَنِّمْهُمْ قَالَ فَغَزَوْنَا فَسَلِمْنَا وَغَنِمْنَا قَالَ ثُمَّ أَنْشَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوًا ثَانِيًا فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ لِي بِالشَّهَادَةِ قَالَ اللَّهُمَّ سَلِّمْهُمْ وَغَنِّمْهُمْ قَالَ فَغَزَوْنَا فَسَلِمْنَا وَغَنِمْنَا قَالَ ثُمَّ أَنْشَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوًا ثَالِثًا فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ أَتَيْتُكَ تَتْرَى مَرَّتَيْنِ أَسْأَلُكَ أَنْ تَدْعُوَ اللَّهَ لِي بِالشَّهَادَةِ فَقُلْتَ اللَّهُمَّ سَلِّمْهُمْ وَغَنِّمْهُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَادْعُ اللَّهَ لِي بِالشَّهَادَةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ سَلِّمْهُمْ وَغَنِّمْهُمْ قَالَ فَغَزَوْنَا فَسَلِمْنَا وَغَنِمْنَا ثُمَّ أَتَيْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِي بِعَمَلٍ آخُذُهُ عَنْكَ يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِهِ قَالَ عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ قَالَ فَكَانَ أَبُو أُمَامَةَ وَامْرَأَتُهُ وَخَادِمُهُ لَا يُلْفَوْنَ إِلَّا صِيَامًا فَإِذَا رَأَوْا نَارًا أَوْ دُخَانًا بِالنَّهَارِ فِي مَنْزِلِهِمْ عَرَفُوا أَنَّهُمْ اعْتَرَاهُمْ ضَيْفٌ قَالَ ثُمَّ أَتَيْتُهُ بَعْدُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قَدْ أَمَرْتَنِي بِأَمْرٍ وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ نَفَعَنِي بِهِ فَمُرْنِي بِأَمْرٍ آخَرَ يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِهِ قَالَ اعْلَمْ أَنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَ اللَّهُ لَكَ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ أَوْ قَالَ وَحَطَّ شَكَّ مَهْدِيٌّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz bin Asad} telah menceritakan kepada kami {Mahdi bin Maimun} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdullah bin Abu Ya’qub Adh Dhabi} dari {Roja` bin Haiwah} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. bersabda ” Rasulullah saw. mengadakan peperangan, saya mendatangi beliau dan saya berkata Wahai Rasulullah! Berdoalah pada Allah untuk saya agar saya mati syahid. Rasulullah saw. bersabda “Ya Allah! Berilah mereka keselamatan dan harta rampasan perang.” Berkata Abu Umamah Kami menang dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian Rasulullah saw. mengadakan perang selanjutnya, saya mendatangi beliau lalu berkata ‘Wahai Rasulullah! Berdoalah pada Allah untuk saya agar saya mati syahid.’ Rasulullah saw. bersabda “Ya Allah! Berilah mereka keselamatan dan harta rampasan perang.” Berkata Abu Umamah Kami menang dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian Rasulullah saw. mengadakan perang. Selanjutnya saya berkata wahai Rasulullah! aku mendatangi baginda dua kali sebelumnya, aku meminta baginda berdoa untuk saya agar saya mati syahid lalu baginda berdoa “Ya Allah! Berilah mereka keselamatan dan harta rampasan perang.” Kami pun menang dan mendapatkan harta rampasan perang. Berkata Abu Umamah kemudian saya mendatangi beliau dan berkata Wahai Rasulullah! Perintahkanlah aku untuk melakukan suatu amalan. Rasulullah saw. bersabda “Berpuasalah karena tidak ada amalan lain sepertinya.” Semenjak ini Abu Umamah, istri dan pembantunya tidak terlihat gigih menjaga suatu amalan selain puasa. Bila di siang hari ada asap dirumahnya, orang-orang sama-sama maklum bahwa ia sedang kedatangan tamu. Hal itu bertahan sampai waktu yang dikehendaki Allah subhanahu wata’ala kemudian aku (Abu Umamah) mendatangi Rasulullah saw. dan berkata Wahai Rasulullah! baginda memerintahkanku untuk berpuasa, saya harap Allah memberkahi kami. Wahai Rasulullah! Perintahkanlah kami untuk melakukan amalan lain. Rasulullah saw. bersabda “Ketahuilah! tidaklah engkau sujud karena Allah satu kali melainkan Allah akan mengangkat satu derajat karenanya dan menghapus satu kesalahan karenanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21172

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا أَبُو غَالِبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ يَقُولُإِذَا وَضَعْتَ الطَّهُورَ مَوَاضِعَهُ قَعَدْتَ مَغْفُورًا لَكَ فَإِنْ قَامَ يُصَلِّي كَانَتْ لَهُ فَضِيلَةً وَأَجْرًا وَإِنْ قَعَدَ قَعَدَ مَغْفُورًا لَهُ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا أَبَا أُمَامَةَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَامَ فَصَلَّى تَكُونُ لَهُ نَافِلَةً قَالَ لَا إِنَّمَا النَّافِلَةُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ تَكُونُ لَهُ نَافِلَةً وَهُوَ يَسْعَى فِي الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا تَكُونُ لَهُ فَضِيلَةً وَأَجْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Salim bin Hayyan} telah menceritakan kepada kami {Abu Ghalib} berkata Saya mendengar {Abu Umamah} berkata Bila kau letakkan taharah di tempat-tempatnya maka kau duduk dalam keadaan mendapatkan ampunan, bila ia berdiri lalu shalat, itu adalah tambahan dan pahala baginya, bila ia duduk, ia duduk dalam keadaan telah diampuni. Kemudian seseorang berkata padanya Hai Abu Umamah bagaimana menurutmu bila seseorang berdiri kemudian shalat, apakah itu menjadi ibadah tambahan baginya? Ia menjawab Tidak, ibadah tambahan hanya untuk Nabi saw. Bagaimana bisa menjadi ibadah tambahan baginya sementara ia melakukan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan, bagaimana bisa menjadi ibadah tambahan dan pahala baginya?

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21173

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا لَيْثُ بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَغْبَطَ النَّاسِ عِنْدِي عَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَفِيفُ الْحَاذِ ذُو حَظٍّ مِنْ صَلَاةٍ أَطَاعَ رَبَّهُ وَأَحْسَنَ عِبَادَتَهُ فِي السِّرِّ وَكَانَ غَامِضًا فِي النَّاسِ لَا يُشَارُ إِلَيْهِ بِالْأَصَابِعِ وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا قَالَ وَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْقُرُ بِأُصْبُعَيْهِ وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا فَعُجِّلَتْ مَنِيَّتُهُ وَقَلَّتْ بَوَاكِيهِ وَقَلَّ تُرَاثُهُقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ سَأَلْتُ أَبِي قُلْتُ مَا تُرَاثُهُ قَالَ مِيرَاثُهُ حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَنَقَرَ بِيَدِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrohim} telah mengabarkan kepada kami {Laits bin Abu Sulaim} dari {‘Ubaidillah} dari {Al Qosim} dari {Abu Umamah} dari Nabi saw. bersabda “Sesungguhnya orang yang paling aku sukai adalah hamba mu`min yang miskin, punya bagian dari shalat, ibadahnya baik, tidak dikenal orang, tidak ditunjuk dengan jari, rejekinya ala kadarnya, rejekinya ala kadarnya, -Sembari Rasulullah saw. memukul-mukulkan jari jemari beliau- rejekinya ala kadarnya, rejekinya ala kadarnya, kematiannya dipercepat, sedikit sekali orang yang menangisi kepergiannya, dan sedikit sekali warisannya.” Berkata Abu ‘Abdur Rahman Saya bertanya kepada ayah saya Apa maksud warisannya?. Ia berkata Maksudnya harta yang ditinggalkannya. Telah menceritakan kepada kami {Aswad} telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Shalih} dari {Abu Al Muhallab} dari {‘Ubaidillah bin Zahr} dari {‘Ali bin Yazid} ia menyebutkan hadits Rasulullah saw. memukul-mukulkan tangan beliau.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21174

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ عَنْ جَدِّهِ مَمْطُورٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ إِذَا سَرَّتْكَ حَسَنَتُكَ وَسَاءَتْكَ سَيِّئَتُكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا الْإِثْمُ قَالَ إِذَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ شَيْءٌ فَدَعْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepada kami {Hisyam Ad Dastuwa’i} dari {Yahya bin Abi Katsir} dari {Zaid bin Sallam} dari Kakeknya – {Mamthur} – dari {Abu Umamah} mengatakan, ada seseorang bertanya “Wahai Rasulullah, apa makna Iman? Nabi saw. menjawab “Jika kebaikan menjadikanmu gembira, dan kejelekanmu menjadikanmu gelisah, kamu seorang mukmin. Orang tersebut bertanya lagi “Apa maksud dosa? Nabi saw. menjawab “Sesuatu yang menjadikan hatimu sumpek, tinggalkanlah!”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21175

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رُفِعَتْ الْمَائِدَةُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Tsaur} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Abu Umamah} berkata Bila piring hidangan diangkat, Rasulullah saw. memanjatkan doa “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan berbarakah, yang terhadapnya Rabb kita tidak perlu dan tidak membutuhkannya.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21176

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مِسْعَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَدَبَّسِ عَنْ رَجُلٍ أَظُنُّهُ أَبَا خَلَفٍ حَدَّثَنَا أَبُو مَرْزُوقٍ قَالَ قَالَ أَبُو أُمَامَةَخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَأَيْنَاهُ قُمْنَا قَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُونِي فَلَا تَقُومُوا كَمَا يَفْعَلُ الْعَجَمُ يُعَظِّمُ بَعْضُهَا بَعْضًا قَالَ كَأَنَّا اشْتَهَيْنَا أَنْ يَدْعُوَ لَنَا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَارْضَ عَنَّا وَتَقَبَّلْ مِنَّا وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَنَجِّنَا مِنْ النَّارِ وَأَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Mis’ar} telah menceritakan kepada kami {Abu Al ‘Adabbas} dari seseorang yang saya kira ia {Abu Kholaf} telah menceritakan kepada kami {Abu Marzuq} ia berkata Berkata {Abu Umamah} Rasulullah saw. datang menghampiri kami dan beliau bersandar pada tongkat, kami berdiri menghampiri beliau, beliau bersabda “Jangan berdiri seperti orang-orang Persia berdiri seraya saling mengagungkan satu sama lain.” Sepertinya kami menginginkan beliau berdoa kepada Allah untuk kami lalu beliau berdoa “Ya Allah! Ampuni kami, rahmati kami, ridhoi kami, terimalah kami, masukkan kami ke surga, selamatkan kami dari neraka, perbaikilah kondisi kami seluruhnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21177

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ حُسَيْنٍ الْخُرَاسَانِيِّ عَنْ أَبِي غَالِبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءَحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ سَمِعْت أَبِي يَقُولُ حُسَيْنٌ الْخُرَاسَانِيُّ هَذَا هُوَ حُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Husain Al Khurasani} dari {Abu Ghalib} dari {Abu Umamah} dari Nabi saw. bersabda “Sesungguhnya Allah AzzaWajalla dalam setiap berbuka memiliki beberapa pembebasan.” Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah, ia berkata Aku mendengar ayahku berkata Husain Al Khurasani ini adalah Husain bin Waqid.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21178

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ حُسَيْنٍ الْخُرَاسَانِيِّ عَنْ أَبِي غَالِبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَاسْتَضْحَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَضْحَكَكَ قَالَ قَوْمٌ يُسَاقُونَ إِلَى الْجَنَّةِ مُقَرَّنِينَ فِي السَّلَاسِلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Husain Al Khurasani} dari {Abu Ghalib} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. tertawa pada suatu ketika kemudian dikatakan pada beliau Wahai Rasulullah! Apa yang membuat baginda tertawa. Rasulullah saw. bersabda “Sekelompok kaum yang digiring ke surga diikat dengan rantai.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21179

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ دِينَارٍ الْوَاسِطِيُّ عَنْ أَبِي غَالِبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ قَرَأَ{ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ }حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Dinar Al Wasithi} dari {Abu Ghalib} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. bersabda “Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mendapat petunjuk yang mereka miliki kecuali karena mereka gemar berbantah-bantahan.” Kemudian belaiu membaca ayat ini: ‘Tidaklah mereka membuatnya untukmu kecuali bantahan bahkan mereka adalah kaum yang membantah.” Telah menceritakan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dengan hadits serupa.