Sisa Musnad Sahabat Anshar

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21200

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحَبَّ عَبْدٌ عَبْدًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا أَكْرَمَ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrohim bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Yahya bin Al Harits} dari {Al Qosim} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. bersabda “Tidaklah seorang hamba mencintai hamba lain karena Allah AzzaWajalla melainkan ia pasti memuliakan Rabbnya AzzaWaJalla.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21201

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَبِي غَالِبٍ قَالَسَأَلْتُ أَبَا أُمَامَةَ عَنْ النَّافِلَةِ فَقَالَ كَانَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَافِلَةً وَلَكُمْ فَضِيلَةً
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {‘Abdur Razzaq} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} dari {Abu Ghalib} berkata Saya bertanya kepada {Abu Umamah} tentang nafilah. Ia menjawab Nafilah untuk Nabi saw. sedangkan bagi kalian adalah keutamaan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21202

حَدَّثَنَا سَيَّارُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ قَالَ أَتَيْتُ فَرْقَدًا يَوْمًا فَوَجَدْتُهُ خَالِيًا فَقُلْتُ يَا ابْنَ أُمِّ فَرْقَدٍ لَأَسْأَلَنَّكَ الْيَوْمَ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي عَنْ قَوْلِكَ فِي الْخَسْفِ وَالْقَذْفِ أَشَيْءٌ تَقُولُهُ أَنْتَ أَوْ تَأْثُرُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا بَلْ آثُرُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ وَمَنْ حَدَّثَكَ قَالَ حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ عَمْرٍو الْبَجَلِيُّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَدَّثَنِي قَتَادَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَحَدَّثَنِي بِهِ إِبْرَاهِيمُ النَّخَعِيُّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَبِيتُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَلَهْوٍ وَلَعِبٍ ثُمَّ يُصْبِحُونَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ فَيُبْعَثُ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَائِهِمْ رِيحٌ فَتَنْسِفُهُمْ كَمَا نَسَفَتْ مَنْ كَانَ قَبْلَهُمْ بِاسْتِحْلَالِهِمْ الْخُمُورَ وَضَرْبِهِمْ بِالدُّفُوفِ وَاتِّخَاذِهِمْ الْقَيْنَاتِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Sayyar bin Hatim} telah bercerita kepada kami {Ja’far} berkata Aku mendatangi {Farqod} dan saya menemukannya tengah menyendiri, kemudian saya berkata Hai Ibnu Ummi Farqod hari ini aku akan bertanya kepadamu tentang hadits ini. Saya berkata Beritahukan padaku pendapatmu tentang gerhana dan tuduhan berzina, apakah sesuatu yang kau katakan sendiri ataukah kau riwayatkan dari Rasulullah saw.? Ia berkata Tidak, tapi aku meriwayatkannya dari Rasulullah saw. Saya berkata Siapa yang telah bercerita kepadamu? Ia berkata Telah bercerita kepadaku {‘Ashim bin ‘Amr Al Bajali} dari {Abu Umamah} dari Nabi saw. Dan telah bercerita kepadaku {Qotadah} dari Sa’id bin Al Musayyib dan telah bercerita kepadaku {Ibrohim An Nakho’i}, bahwa Rasulullah saw. bersabda “Sekelompok ummatku bermalam lengkap dengan sajian makanan, minuman dan hiburan kemudian dipagi harinya mereka menjadi kera dan anjing, kemudian dikirimlah angin ke perkampungan mereka, lalu merobohkan mereka seperti halnya telah merobohkan orang sebelum mereka karena mereka menghalalkan khomer, menabuh rebana dan memakai biduanita.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21203

حَدَّثَنَا الْهُذَيْلُ بْنُ مَيْمُونٍ الْكُوفِيُّ الْجُعْفِيُّ كَانَ يَجْلِسُ فِي مَسْجِدِ الْمَدِينَةِ يَعْنِي مَدِينَةَ أَبِي جَعْفَرٍ قَالَ عَبْد اللَّهِ هَذَا شَيْخٌ قَدِيمٌ كُوفِيٌّ عَنْ مُطَّرِحِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ فِيهَا خَشْفَةً بَيْنَ يَدَيَّ فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالَ بِلَالٌ قَالَ فَمَضَيْتُ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِ الْجَنَّةِ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ وَذَرَارِيُّ الْمُسْلِمِينَ وَلَمْ أَرَ أَحَدًا أَقَلَّ مِنْ الْأَغْنِيَاءِ وَالنِّسَاءِ قِيلَ لِي أَمَّا الْأَغْنِيَاءُ فَهُمْ هَاهُنَا بِالْبَابِ يُحَاسَبُونَ وَيُمَحَّصُونَ وَأَمَّا النِّسَاءُ فَأَلْهَاهُنَّ الْأَحْمَرَانِ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ قَالَ ثُمَّ خَرَجْنَا مِنْ أَحَدِ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ فَلَمَّا كُنْتُ عِنْدَ الْبَابِ أُتِيتُ بِكِفَّةٍ فَوُضِعْتُ فِيهَا وَوُضِعَتْ أُمَّتِي فِي كِفَّةٍ فَرَجَحْتُ بِهَا ثُمَّ أُتِيَ بِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَوُضِعَ فِي كِفَّةٍ وَجِيءَ بِجَمِيعِ أُمَّتِي فِي كِفَّةٍ فَوُضِعُوا فَرَجَحَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجِيءَ بِعُمَرَ فَوُضِعَ فِي كِفَّةٍ وَجِيءَ بِجَمِيعِ أُمَّتِي فَوُضِعُوا فَرَجَحَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَعُرِضَتْ أُمَّتِي رَجُلًا رَجُلًا فَجَعَلُوا يَمُرُّونَ فَاسْتَبْطَأْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ ثُمَّ جَاءَ بَعْدَ الْإِيَاسِ فَقُلْتُ عَبْدُ الرُّحْمَنِ فَقَالَ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا خَلَصْتُ إِلَيْكَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنِّي لَا أَنْظُرُ إِلَيْكَ أَبَدًا إِلَّا بَعْدَ الْمُشِيبَاتِ قَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ مِنْ كَثْرَةِ مَالِي أُحَاسَبُ وَأُمَحَّصُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Al Hudzail bin Maimun Al Kufi Al Ju’fi} ia duduk dimasjid kota, kotanya Abu Ja’far. -Berkata ‘Abdullah Ini adalah guru lama dari Kufah- dari {Muthorrih bin Yazid} dari {‘Ubaidillah bin Zahr} dari {‘Ali bin Yazid} dari {Al Qasim} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. bersabda “Aku masuk surga lalu akau mendengar suara orang berjalan di hadapanku, aku bertanya Siapa dia? Ia menjawab Dia Bilal. Kemudian aku berjalan dan ternyata sebagian besar penghuni surga adalah orang-orang fakir Muhajirin dan anak-anak kaum muslimin, aku tidak melihat golongan yang paling sedikit seperti orang-orang kaya dan wanita. Dikatakan padaku Orang-orang kaya berada dipintu ini, mereka tengah dihisab dan diperiksa, orang-orang wanita dilalaikan oleh dua benda merah emas dan sutera. Kemudian kami keluar dari salah satu pintu surga ke delapan, saat berada dipintu aku mendatangi salah satu tepi timbangan kemudian aku diletakkan disana dan ummatku diletakkan disisi timbangan lain dan aku lebih berat, kemudian Abu Bakar Radhiyallahu’anhu didatangkan lalu diletakkan disalah satu tepi timbangan dan seluruh ummatku didatangkan dan diletakkan ditepi timbangan lain dan Abu Bakar Radhiyallahu’anhu lebih berat, setelah itu ‘Umar didatangkan dan letakkan disalah satu tepi timbangan dan seluruh ummatku didatangkan dan diletakkan ditepi timbangan lain dan ‘Umar Radhiyallahu’anhu lebih berat. Kemudian ummatku diperlihatkan, seorang demi seorang, mereka pun melintas kemudian aku memperlambat jalan, ‘Abdur Rahman bin ‘Auf lalu datang setelah putus asa kemudian ia berkata Engkau lebih aku muliakan melebihi ayah dan ibuku wahai Rasulullah! Demi Dzat yang mengutusmu dengan haq, saya tidak terlepas untuk menemui Tuan hingga aku mengira tidak akan melihat Tuan lagi kecuali setelah beruban. Rasulullah saw. bertanya “Kenapa?” ia menjawab Karena banyaknya hartaku, aku dihisab dan diperiksa.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21204

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ السِّيلَحِينِيُّ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِي ظَبْيَةَ الشَّامِيِّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِقَةُ فِي السَّمَاءِ فَإِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا قَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ قَالَ فَتَنْزِلُ لَهُ الْمِقَةُ فِي أَهْلِ الْأَرْضِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yahya bin Ishak As Silahini} telah bercerita kepada kami {Syarik} dari {Muhammad bin Sa’ad Al Anshori} dari {Abu Zhabyah Asy Syami} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. bersabda “Cinta ada dilangit, bila Allah mencintai seorang hamba Ia berfirman ‘Sesungguhnya Aku mencintai Fulan maka cintailah dia.’ Rasulullah saw. bersabda “Kemudian cinta turun padanya di penduduk bumi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21205

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ السِّيلَحِينِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَإِنِّي لَتَحْتَ رَاحِلَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَقَالَ قَوْلًا حَسَنًا جَمِيلًا وَكَانَ فِيمَا قَالَ مَنْ أَسْلَمَ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابَيْنِ فَلَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ وَلَهُ مَا لَنَا وَعَلَيْهِ مَا عَلَيْنَا وَمَنْ أَسْلَمَ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَلَهُ أَجْرُهُ وَلَهُ مَا لَنَا وَعَلَيْهِ مَا عَلَيْنَا
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Yahya bin Ishaq As Silahini} telah bercerita kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Sulaiman bin ‘Abdur Rahman} dari {Al Qasim} dari {Abu Umamah} berkata Aku berada dibawa kendaraan Rasulullah saw. saat penaklukkan Mekah, beliau mengucapkan kata-kata baik dan indah, diantara yang beliau sabdakan “Barangsiapa yang masuk Islam dari dua ahli kitab maka ia mendapatkan pahala dua kali, ia mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti kita, dan barangsiapa yang masuk Islam dari kaum musyrikin maka ia mendapatkan pahalanya, ia mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti kita.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21206

حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَقَالَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Kholaf bin Al Walid} telah bercerita kepada kami {Ibnu Al Mubarok} dari {Yahya bin Ayyub} dari {‘Ubaidillah bin Zahr} dari {‘Ali bin Zaid} dari {Al Qasim} dari {Abu Umamah} berkata Berkata {‘Uqbah bin ‘Amir} Saya berkata Wahai Rasulullah! Apakah keselamatan itu? Rasulullah saw. bersabda “Kendalikanlah lisanmu, hendaknya rumahmu membuatmu lapang dan menangislah karena kesalahanmu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21207

حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ وَعَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ تَمَامِ عِيَادَةِ الْمَرِيضِ أَنْ يَضَعَ أَحَدُكُمْ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ أَوْ يَدِهِ فَيَسْأَلُهُ كَيْفَ هُوَ وَتَمَامُ تَحِيَّاتِكُمْ بَيْنَكُمْ الْمُصَافَحَةُ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Kholaf bin Al Walid} telah bercerita kepada kami {Ibnu Al Mubarok}. Dan {‘Ali bin Ishaq} berkata, telah mengkhabarkan kepada kami {Ibnu Al Mubarok} dari {Yahya bin Ayyub} dari {‘Ubaidillah bin Zahr} dari {‘Ali bin Yazid} dari {Al Qasim} dari {Abu Umamah} dari Nabi saw. bersabda “Termasuk kesempurnaan menjenguk orang sakit adalah salah seorang dari kalian meletakkan tangannya diatas dahinya atau diatas tangannya lalu bertanya keadaannya, dan kesempurnaan penghormatan diantara kalian adalah berjabat tangan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21208

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ ذَرٍّ حَدَّثَنَا أَبُو الرَّصَافَةِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ مِنْ بَاهِلَةَ أَعْرَابِيٌّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيَقُومُ فَيَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي فَيُحْسِنُ الصَّلَاةَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ بِهَا مَا كَانَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الَّتِي كَانَتْ قَبْلَهَا مِنْ ذُنُوبِهِ ثُمَّ يَحْضُرُ صَلَاةً مَكْتُوبَةً فَيُصَلِّي فَيُحْسِنُ الصَّلَاةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الَّتِي كَانَتْ قَبْلَهَا مِنْ ذُنُوبِهِ ثُمَّ يَحْضُرُ صَلَاةً مَكْتُوبَةً فَيُصَلِّي فَيُحْسِنُ الصَّلَاةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الَّتِي كَانَتْ قَبْلَهَا مِنْ ذُنُوبِهِ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Rouh} telah bercerita kepada kami {‘Umar bin Dzar} telah bercerita kepada kami {Abu Ar Rashafah, seseorang dari Syam, dari Bahilah, seorang badui} dari {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. bersabda “Tidaklah seorang muslim yang sudah tiba waktunya shalat wajib lalu berdiri dan berwudhu dengan baik, lalu shalat dengan baik melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya yang ada diantara shalat itu dengan shalat sebelumnya, kemudian jika tiba waktunya shalat wajib lalu shalat dengan baik melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya yang ada diantara shalat itu dengan shalat sebelumnya, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya yang ada diantara shalat itu dengan shalat sebelumnya, ”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21209

حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ أَخْبَرَنِي حُسَيْنٌ يَعْنِي ابْنَ وَاقِدٍ حَدَّثَنِي أَبُو غَالِبٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا أُمَامَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِمَامُ ضَامِنٌ وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ
Terjemahan: Telah bercerita kepada kami {Zaid bin Al Hubab} telah mengkhabarkan kepadaku {Husain bin Waqid} telah bercerita kepadaku {Abu Ghalib} bahwa ia mendengar {Abu Umamah} berkata Rasulullah saw. bersabda “Imam itu menjamin sedangkan mu`adzin itu dipercaya.”