Thalaq

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 2190

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ خَالِدٍ يَعْنِي الْحَذَّاءَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا يُقَالُ لَهُ مُغِيثٌ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ يَطُوفُ خَلْفَهَا يَبْكِي وَدُمُوعُهُ تَسِيلُ عَلَى لِحْيَتِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْعَبَّاسِ يَا عَبَّاسُ أَلَا تَعْجَبُ مِنْ شِدَّةِ حُبِّ مُغِيثٍ بَرِيرَةَ وَمِنْ شِدَّةِ بُغْضِ بَرِيرَةَ مُغِيثًا فَقَالَ لَهَا لَوْ رَاجَعْتِيهِ فَإِنَّهُ أَبُو وَلَدِكِ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَأْمُرُنِي قَالَ إِنَّمَا أَنَا شَافِعٌ قَالَتْ لَا حَاجَةَ لِي فِيهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} telah mengabarkan kepada kami {Khalid bin Abdullah} dari {Khalid yaitu Al Hadzdza`} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa suami Barirah adalah seorang budak yang bernama Mughits, sepertinya aku melihat dia mengikuti di belakang Barirah dalam keadaan menangis dan air matanya mengalir hingga membasahi jenggotnya. Kemudian Nabi saw. bersabda kepada Al Abbas: “Wahai Abbas, tidakkah engkau kagum dengan besarnya kecintaan Mughits kepada Barirah dan besarnya kebencian Barirah kepada Mughits?” Kemudian beliau bersabda kepada Barirah: “Seandainya engkau kembali kepadanya, sesungguhnya ia adalah ayah dari anakmu.” Lalu Barirah berkata “Wahai Rasulullah, apakah anda memerintahkanku?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku sebagai perantara.” Ia berkata “Aku tidak butuh kepadanya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2191

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ أُسَامَةَ عَنْ أَبِي مَيْمُونَةَ سُلَيْمَانَ مَوْلًى لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَجَاءَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ إِنَّ زَوْجِي يُرِيدُ أَنْ يَذْهَبَ بِوَلَدِي فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ كُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ إِنَّ زَوْجِي يُرِيدُ أَنْ يَذْهَبَ بِوَلَدِي أَوْ بِابْنِي وَقَدْ نَفَعَنِي وَسَقَانِي مِنْ بِئْرِ أَبِي عِنَبَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَهِمَا أَوْ قَالَ تَسَاهَمَا أَبُو عَاصِمٍ الشَّاكُّ فَجَاءَ زَوْجُهَا فَقَالَ مَنْ يُخَاصِمُنِي فِي وَلَدِي أَوْ فِي ابْنِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلَامُ هَذَا أَبُوكَ وَهَذِهِ أُمُّكَ فَخُذْ بِيَدِ أَيِّهِمَا شِئْتَ وَقَدْ قَالَ أَبُو عَاصِمٍ فَاتْبَعْ أَيَّهُمَا شِئْتَ فَأَخَذَ بِيَدِ أُمِّهِ فَانْطَلَقَتْ بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Ziyad bin Sa’d} dari {Hilal bin Usamah} dari {Abu Maimunah Sulaiman} mantan budak penduduk Madinah, ia berkata aku pernah berada di rumah Abu Hurairah, kemudian seorang wanita datang kepadanya dan berkata “Sesungguhnya suamiku ingin pergi membawa anakku.” {Abu Hurairah} lalu berkata “Aku pernah bersama Rasulullah saw., tiba-tiba seorang wanita datang kepada beliau sambil berkata “Sesungguhnya suamiku ingin pergi membawa anakku -atau putraku- sementara anakku telah memberi manfaat kepadaku dan selalu mengambilkan air dari sumur Abu ‘Inabah.” Kemudian Rasulullah saw. berkata: “Hendaknya kalian berdua mengadakan undian.” -Atau beliau mengatakan: “Hendaknya kalian saling mengundi.” Abu ‘Ashim ragu mengenai redaksi haditsnya- Kemudian suaminya datang dan berkata “Siapakah yang akan melawanku terhadap anakku?” Rasulullah saw. bersabda: “Wahai anak kecil, ini adalah ayahmu dan ini adalah ibumu, peganglah tangan salah seorang diantara mereka berdua yang engkau kehendaki! ” Anak tersebut akhirnya memegang tangan ibunya, lalu wanita itu pergi dengan anaknya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2192

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي مُظَاهِرٌ وَهُوَ ابْنُ أَسْلَمَ أَنَّهُ سَمِعَ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْأَمَةِ تَطْلِيقَتَانِ وَقُرْؤُهَا حَيْضَتَانِ قَالَ أَبُو عَاصِمٍ سَمِعْتُهُ مِنْ مُظَاهِرٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Muzhahir yaitu Ibnu Aslam} bahwa ia mendengar {Al Qasim bin Muhammad} dari {‘Aisyah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Seorang budak memiliki dua kali cerai, dan quru`nya (masa iddahnya) adalah dua kali haid.” {Abu ‘Ashim} berkata aku mendengarnya dari {Muzhahir}.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2193

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ عَنْ قَيْسِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَرَفَعَهُ أَنَّهُ قَالَ فِي سَبَايَا أَوْطَاسٍ لَا تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ حَمْلَهَا وَلَا غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} telah mengabarkan kepada kami {Syarik} dari {Qais bin Wahb} dari {Abu Al Waddak} dari {Abu Sa’id} -dia telah merafa’kannya- dia berkata mengenai para tawanan wanita Authas “Wanita hamil tidak boleh digauli hingga ia melahirkan kandungannya, sedangkan yang tidak hamil, hingga ia mengalami haid satu kali.”