Waris
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2509
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنًأَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ ابْنَ ابْنِي مَاتَ فَمَا لِي مِنْ مِيرَاثِهِ فَقَالَ لَكَ السُّدُسُ فَلَمَّا أَدْبَرَ دَعَاهُ فَقَالَ لَكَ سُدُسٌ آخَرُ فَلَمَّا أَدْبَرَ دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ السُّدُسَ الْآخَرَ طُعْمَةٌقَالَ قَتَادَةُ فَلَا يَدْرُونَ مَعَ أَيِّ شَيْءٍ وَرَّثَهُ قَالَ قَتَادَةُ أَقَلُّ شَيْءٍ وَرِثَ الْجَدُّ السُّدُسُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Katsir}, telah mengabarkan kepada kami {Hammam}, dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Imran bin Hushain}, bahwa seorang laki-laki telah datang kepada Nabi saw. dan berkata sesungguhnya cucu laki-laki saya meninggal, maka berapakah warisan untuk saya? Kemudian Nabi saw. bersabda: “Engkau mendapatkan seperenam.” Kemudian tatkala laki-laki tersebut pergi beliau berkata: “Engkau mendapat seperenam yang lain.” Kemudian tatkala orang tersebut pergi beliau berkata: “Seperenam yang lain adalah makanan.” Qatadah berkata mereka tidak mengetahui bersama siapakah beliau memberinya warisan tersebut. Qatadah berkata bagian minimal yang diperoleh seorang kakek adalah seperenam.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2510
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ عَنْ خَالِدٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ الْحَسَنِأَنْ عُمَرَ قَالَ أَيُّكُمْ يَعْلَمُ مَا وَرَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَدَّ فَقَالَ مَعْقِلُ بْنُ يَسَارٍ أَنَا وَرَّثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّدُسَ قَالَ مَعَ مَنْ قَالَ لَا أَدْرِي قَالَ لَا دَرَيْتَ فَمَا تُغْنِي إِذًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Baqiyyah}, dari {Khalid} dari {Yunus}, dari {Al Hasan} bahwa Umar berkata siapakah di antara kalian yang mengetahui berapakah Rasulullah saw. memberikan warisan seorang kakek? Kemudian {Ma’qil bin Yasar} berkata saya, Rasulullah saw. memberinya seperenam. Umar berkata bersama siapa? Ma’qil berkata aku tidak tahu. Umar berkata engkau tidak tahu, kalau demikian engkau tidak cukup (dalam memberikan persaksian).
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2511
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ وَمخْلَدُ بْنُ خَالِدٍ وَهَذَا حَدِيثُ مَخْلَدٍ وَهُوَ الْأَشْبَعُ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْسِمْ الْمَالَ بَيْنَ أَهْلِ الْفَرَائِضِ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ فَمَا تَرَكَتْ الْفَرَائِضُ فَلِأَوْلَى ذَكَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih}, dan {Makhlad bin Khalid}, dan ini adalah hadits Makhlad dan hadits tersebut lebih bagus (patut diterima). Mereka berdua mengatakan telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq}, telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ibnu Thawus} dari {ayahnya} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata Rasulullah saw. berkata: “Bagikan harta diantara para pemilik faraidl (bagian harta waris) berdasarkan Kitab Allah. Maka bagian harta yang tersisa setelah pembagian tersebut, lebih utama diberikan kepada (ahli waris) laki-laki.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2512
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ بُدَيْلٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ لُحَيٍّ عَنْ الْمِقْدَامِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ كَلًّا فَإِلَيَّ وَرُبَّمَا قَالَ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ وَأَنَا وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ أَعْقِلُ لَهُ وَأَرِثُهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ يَعْقِلُ عَنْهُ وَيَرِثُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Umar}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Budail} dari {Ali bin Abu Thalhah}, dari {Rasyid bin Sa’d}, dari {Abu ‘Amir Al Hauzani Abdullah bin Luhai} dari {Al Miqdam}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan kall (keluarga dan hutang) maka menjadi tanggunganku.” Dan terkadang beliau mengatakan: “Menjadi tanggungan Allah dan rasulNya.” “Dan barangsiapa yang meninggalkan harta maka untuk para pewarisnya, dan aku adalah pewaris orang yang tidak memiliki pewaris. Aku menanggung diyatnya dan mewarisinya. Paman (dari pihak ibu) adalah pewaris orang yang tidak memiliki pewaris, ia menanggung diyatnya dan mewarisinya.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2513
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ فِي آخَرِينَ قَالُوا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ بُدَيْلٍ يَعْنِي ابْنَ مَيْسَرَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَنْ الْمِقْدَامِ الْكِنْدِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ فَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيْعَةً فَإِلَيَّ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ وَأَنَا مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ أَرِثُ مَالَهُ وَأَفُكُّ عَانَهُ وَالْخَالُ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ يَرِثُ مَالَهُ وَيَفُكُّ عَانَهُقَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ الزُّبَيْدِيُّ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ عَائِذٍ عَنْ الْمِقْدَامِ وَرَوَاهُ مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ رَاشِدٍ قَالَ سَمِعْتُ الْمِقْدَامَ قَالَ أَبُو دَاوُد يَقُولُ الضَّيْعَةُ مَعْنَاهُ عِيَالٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Harb} di antara para syekh yang lain, mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad}, dari {Budail bin Maisarah}, dari {Ali bin Abu Thalhah}, dari {Rasyid bin Sa’d} dari {Abu Amir Al Hauzani}, dari {Al Miqdam Al Kindi}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Aku adalah orang yang paling berhak (menanggung) terhadap seorang mukmin daripada dirinya. Barangsiapa yang meninggalkan hutang atau keluarga maka menjadi tanggunganku, dan barangsiapa yang meninggalkan harta maka untuk para pewarisnya, aku adalah pewaris orang yang tidak memiliki pewaris, aku warisi hartanya dan aku bebaskan tanggungannya.” Abu Daud berkata hadits tersebut diriwayatkan oleh {Az Zubaidi}, dari {Rasyid bin Sa’d}, dari {Ibnu ‘Aidz} dari {Al Miqdam}, dan telah diriwayatkan oleh {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Rasyid}, ia berkata saya mendengar {Al Miqdam}, ia berkata Abu Daud berkata dha’ah adalah keluarga.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2514
حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَتِيقٍ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ حُجْرٍ عَنْ صَالِحِ بْنِ يَحْيَى بْنِ الْمِقْدَامِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَنَا وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ أَفُكُّ عَانِيَهُ وَأَرِثُ مَالَهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ يَفُكُّ عَانِيَهُ وَيَرِثُ مَالَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdussalam bin ‘Atiq Ad Dimasyqi}, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mubarak}, telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Yazid? bin Hujr} dari {Shalih bin Yahya bin Al Miqdam} dari {ayahnya}, dari {kakeknya}, ia berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Aku adalah pewaris orang yang tidak memiliki pewaris, aku bebaskan tanggungannya dan mewarisi hartanya. Paman (dari pihak ibu) adalah pewaris orang yang tidak memiliki pewaris yang akan membebaskan tanggungannya dan mewarisi hartanya.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2515
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ عَنْ سُفْيَانَ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ الْأَصْبَهَانِيِّ عَنْ مُجَاهِدِ بْنِ وَرْدَانَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَاأَنَّ مَوْلًى لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاتَ وَتَرَكَ شَيْئًا وَلَمْ يَدَعْ وَلَدًا وَلَا حَمِيمًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطُوا مِيرَاثَهُ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ قَرْيَتِهِقَالَ أَبُو دَاوُد وَحَدِيثُ سُفْيَانَ أَتَمُّ و قَالَ مُسَدَّدٌ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَاهُنَا أَحَدٌ مَنْ أَهْلِ أَرْضِهِ قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَأَعْطُوهُ مِيرَاثَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad}, telah menceritakan kepada kami {Yahya}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami {Utsman Ibnu Abu Syaibah?}, telah menceritakan kepada kami {Waki’ bin Al Jarrah}, dari {Sufyan}, semuanya berasal dari {Ibnu Al Ashbahani}, dari {Muhajid bin Wardan}, dari {‘Urwah} dari {Aisyah} radliallahu ‘anha, bahwa mantan budak Nabi saw. meninggal dan ia tidak meninggalkan sesuatupun, dan tidak meninggalkan anak serta kerabat. Kemudian Nabi saw. berkata: “Berikan warisannya kepada seseorang yang merupakan penduduk kampungnya.” Abu Daud berkata dan hadits Sufyan lebih sempurna. Musaddad berkata Nabi saw. berkata: “Apakah di sini terdapat seseorang yang berasal dari penduduk negerinya?” Mereka berkata Iya. Beliau bersabda: “Berikan warisan tersebut kepadanya!”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2516
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ الْكِنْدِيُّ حَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ عَنْ جِبْرِيلَ بْنِ أَحْمَرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ إِنَّ عِنْدِي مِيرَاثَ رَجُلٍ مِنْ الْأَزْدِ وَلَسْتُ أَجِدُ أَزْدِيًّا أَدْفَعُهُ إِلَيْهِ قَالَ اذْهَبْ فَالْتَمِسْ أَزْدِيًّا حَوْلًا قَالَ فَأَتَاهُ بَعْدَ الْحَوْلِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَجِدْ أَزْدِيًّا أَدْفَعُهُ إِلَيْهِ قَالَ فَانْطَلِقْ فَانْظُرْ أَوَّلَ خُزَاعِيٍّ تَلْقَاهُ فَادْفَعْهُ إِلَيْهِ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ عَلَيَّ الرَّجُلُ فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ انْظُرْ كُبْرَ خُزَاعَةَ فَادْفَعْهُ إِلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa’id Al Kindi}, telah menceritakan kepada kami {Al Muharibi}, dari {Jibril bin Ahmar} dari {Abdullah bin Buraidah} dari {ayahnya}, ia berkata terdapat seorang laki-laki yang datang kepada Nabi saw. kemudian berkata sesungguhnya aku memiliki warisan seseorang yang berasal dari Azd, dan aku tidak mendapatkan seseorang yang berasal dari Azd yang dapat aku serahkan warisan tersebut kepadanya. Beliau berkata: “Pergilah dan carilah orang yang berasal dari Azd selama satu tahun.” Buraidah berkata kemudian orang tersebut datang kepada beliau setelah satu tahun, kemudian ia berkata wahai Rasulullah, aku belum mendapatkan orang Azd yang dapat aku serahkan warisan tersebut kepadanya. Beliau berkata: “Pergilah dan lihatlah orang Khuza’ah pertama yang engkau temui, kemudian serahkan warisan tersebut kepadanya!” kemudian tatkala orang tersebut telah pergi beliau berkata: “Hadirkan orang tersebut!” kemudian tatkala orang tersebut telah datang kepadanya beliau berkata: “Lihatlah orang Khuza’ah yang paling tua, kemudian serahkan warisan tersebut kepadanya! ‘
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2517
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ أَسْوَدَ الْعِجْلِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ جِبْرِيلَ بْنِ أَحْمَرَ أَبِي بَكْرٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَمَاتَ رَجُلٌ مِنْ خُزَاعَةَ فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِيرَاثِهِ فَقَالَ الْتَمِسُوا لَهُ وَارِثًا أَوْ ذَا رَحِمٍ فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ وَارِثًا وَلَا ذَا رَحِمٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطُوهُ الْكُبْرَ مِنْ خُزَاعَةَ وَقَالَ يَحْيَى قَدْ سَمِعْتُهُ مَرَّةً يَقُولُ فِي هَذَا الْحَدِيثِ انْظُرُوا أَكْبَرَ رَجُلٍ مِنْ خُزَاعَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Aswad Al ‘Ijli}, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam}, telah menceritakan kepada kami {Syarik}, dari {Jibril bin Ahmar Abu Bakr}, dari {Ibnu Buraidah} dari {ayahnya}, ia berkata terdapat seorang laki-laki yang meninggal kemudian Nabi saw. diberi warisannya. Kemudian beliau bersabda: “Carikan pewarisnya atau kerabatnya!” kemudian mereka tidak mendapatkan pewaris dan kerabatnya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Berikan warisan tersebut kepada orang tertua dari Khuza’ah.” Yahya berkata pernah suatu kali aku mendengar beliau dalam hadits ini berkata: “Lihatlah orang Khuza’ah yang paling tua!”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 2518
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ عَوْسَجَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَجُلًا مَاتَ وَلَمْ يَدَعْ وَارِثًا إِلَّا غُلَامًا لَهُ كَانَ أَعْتَقَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ لَهُ أَحَدٌ قَالُوا لَا إِلَّا غُلَامًا لَهُ كَانَ أَعْتَقَهُ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِيرَاثَهُ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il}, telah menceritakan kepada kami {Hammad}, telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin Dinar}, dari {‘Ausajah}, dari {Ibnu Abbas} bahwa seorang laki-laki meninggal dan tidak meninggalkan pewaris kecuali seorang budak yang telah ia bebaskan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Apakah ia memiliki seseorang?” Mereka berkata tidak, kecuali seorang budak yang telah ia bebaskan. Kemudian Rasulullah saw. memberikan warisannya untuk mantan budak tersebut.