Haji

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1537

حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ثُمَّ تَلَا{ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ إِسْوَةٌ حَسَنَةٌ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Makkiy bin Ibrahim} dari {Ibnu Juraij} berkata, telah mengabarkan kepada saya {‘Amru bin Dinar} berkata: “Aku mendengar {Ibnu’Umar ra.ma} berkata: “Nabi saw. pernah datang ke Makkah untuk menunaikan haji lalu Beliau thawaf di Baitullah kemudian shalat dua raka’at lalu melakukan sa’iy antara bukit Shafa dan Marwah”. Kemudian dia membaca firman Allah Ta’ala (QS al Ahzab ayat 21 yang artinya): (“Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah”).

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1538

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا عَاصِمٌ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ السَّعْيَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ قَالَ نَعَمْ لِأَنَّهَا كَانَتْ مِنْ شَعَائِرِ الْجَاهِلِيَّةِ حَتَّى أَنْزَلَ اللَّهُ{ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوْ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Muhammad} telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah} telah mengabarkan kepada kami {‘Ashim} berkata Aku berkata, kepada {Anas bin Malik ra.}: “Apakah kalian tidak menyukai melaksanakan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah? ‘. Dia menjawab: “Ya benar, karena itu bagian dari syi’ar-syi’ar jahiliyyah hingga kemudian Allah menurunkan (QS Al Baqarah ayat 158) yang artinya (“Sesungguhnya Ash-Shafaa dan Al Marwah adalah bahagian dari syi’ar-syi’ar Allah, barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’iy antara keduanya”).

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1539

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَإِنَّمَا سَعَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ لِيُرِيَ الْمُشْرِكِينَ قُوَّتَهُزَادَ الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَمْرٌو سَمِعْتُ عَطَاءً عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Amru bin Dinar} dari {‘Atho’} dari {Ibnu ‘Abbas ra.ma} berkata: “Rasulullah saw. melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah dan sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah untuk menunjukkan kepada kaum musyrikin kekuatan Beliau”. {Al Humaidiy} menambahkan telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {‘Amru} aku mendengar {‘Atho’} dari {Ibnu ‘Abbas ra.ma} seperti ini juga”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1540

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْقَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ وَلَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ وَلَا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ قَالَتْ فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ افْعَلِي كَمَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {‘Abdurrahman bin Al Qasim} dari {bapaknya} dari {‘Aisyah ra.} bahwa dia berkata: “Aku mengunjungi Makkah (untuk menunaikan hajji) sedang aku mengalami haidh sehingga aku tidak melakukan thawaf di Ka’bah Baitullah dan juga tidak sa’iy antara bukit Shafaa dan Marwah”. Dia berkata: “Kemudian hal ini aku adukan kepada Rasulullah saw. maka Beliau bersabda: “Lakukanlah semua manasik seperti yang dilakukan para hujjaj selain thawaf di Ka’bah Baitullah hingga kamu suci”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1541

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ ح وَقَالَ لِي خَلِيفَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَأَهَلَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ وَأَصْحَابُهُ بِالْحَجِّ وَلَيْسَ مَعَ أَحَدٍ مِنْهُمْ هَدْيٌ غَيْرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَلْحَةَ وَقَدِمَ عَلِيٌّ مِنْ الْيَمَنِ وَمَعَهُ هَدْيٌ فَقَالَ أَهْلَلْتُ بِمَا أَهَلَّ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصْحَابَهُ أَنْ يَجْعَلُوهَا عُمْرَةً وَيَطُوفُوا ثُمَّ يُقَصِّرُوا وَيَحِلُّوا إِلَّا مَنْ كَانَ مَعَهُ الْهَدْيُ فَقَالُوا نَنْطَلِقُ إِلَى مِنًى وَذَكَرُ أَحَدِنَا يَقْطُرُ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَوْ اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ مَا أَهْدَيْتُ وَلَوْلَا أَنَّ مَعِي الْهَدْيَ لَأَحْلَلْتُ وَحَاضَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَنَسَكَتْ الْمَنَاسِكَ كُلَّهَا غَيْرَ أَنَّهَا لَمْ تَطُفْ بِالْبَيْتِ فَلَمَّا طَهُرَتْ طَافَتْ بِالْبَيْتِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَنْطَلِقُونَ بِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ وَأَنْطَلِقُ بِحَجٍّ فَأَمَرَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرٍ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا إِلَى التَّنْعِيمِ فَاعْتَمَرَتْ بَعْدَ الْحَجِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin AL Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Wahhab} berkata,. Dan diriwayatkan pula, telah berkata kepadaku {Khalifah} telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Wahhab} telah menceritakan kepada kami {Habib Al Mu’allim} dari {‘Atho’} dari {Jabir bin ‘Abdullah ra.a} berkata: “Nabi saw. dan para sahabatnya berihram untuk hajji dan tidak ada seorangpun dari mereka yang membawa Al Hadyu (hewan qurban) kecuali Nabi saw. dan Tholhah. Sementara itu ‘Ali baru saja datang dari negeri Yaman dengan membawa Al Hadyu, dia berkata: Aku berihram (berniat hajji) sebagaimana Nabi saw. berihram. Maka Nabi saw. memerintahkan para sahabatnya agar menjadikan ihram mereka sebagai ‘umrah lalu melaksanakan thawaf kemudian mencukur rambut lalu bertahallul kecuali mereka yang membawa Al Hadyu. Maka mereka berkata: “Maka kami berangkat menuju Mina lalu diantara kami ada yang menyebut bahwa dia menarik diri. Hal ini kemudian sampai kepada Nabi saw., maka Beliau berkata: “Kalau aku bisa mengulang kembali apa yang telah lewat, aku tidak akan menyembelih, dan seandainya aku tidak membawa Al Hadyu, sudah pasti aku akan bertahallul”. Kemudian ‘Aisyah ra. mengalami haidh sedangkan dia telah menuntaskan seluruh manasik kecuali thawaf di Ka’bah Baitullah. Ketika dia sudah suci, dia melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah. Dia berkata: ‘Wahai Rasulullah, kalian berangkat dengan niat hajji dan ‘umrah sedangkan aku dengan niat hajji saja”. Maka Beliau perintahkan ‘Abdurrahman bin Abu Bakar agar keluar bersama ‘Aisyah ra. ke Tan’im. Maka ‘Aisyah ra. melaksanakan ‘umrah setelah melaksanakan manasik hajji”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1542

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْكُنَّا نَمْنَعُ عَوَاتِقَنَا أَنْ يَخْرُجْنَ فَقَدِمَتْ امْرَأَةٌ فَنَزَلَتْ قَصْرَ بَنِي خَلَفٍ فَحَدَّثَتْ أَنَّ أُخْتَهَا كَانَتْ تَحْتَ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غَزَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ غَزْوَةً وَكَانَتْ أُخْتِي مَعَهُ فِي سِتِّ غَزَوَاتٍ قَالَتْ كُنَّا نُدَاوِي الْكَلْمَى وَنَقُومُ عَلَى الْمَرْضَى فَسَأَلَتْ أُخْتِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ هَلْ عَلَى إِحْدَانَا بَأْسٌ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا جِلْبَابٌ أَنْ لَا تَخْرُجَ قَالَ لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا وَلْتَشْهَدْ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُؤْمِنِينَ فَلَمَّا قَدِمَتْ أُمُّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا سَأَلْنَهَا أَوْ قَالَتْ سَأَلْنَاهَا فَقَالَتْ وَكَانَتْ لَا تَذْكُرُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَدًا إِلَّا قَالَتْ بِأَبِي فَقُلْنَا أَسَمِعْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَذَا وَكَذَا قَالَتْ نَعَمْ بِأَبِي فَقَالَ لِتَخْرُجْ الْعَوَاتِقُ ذَوَاتُ الْخُدُورِ أَوْ الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُورِ وَالْحُيَّضُ فَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى فَقُلْتُ أَالْحَائِضُ فَقَالَتْ أَوَلَيْسَ تَشْهَدُ عَرَفَةَ وَتَشْهَدُ كَذَا وَتَشْهَدُ كَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’ammal bin Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Ayyub} dari {Hafshah} berkata: “Dahulu kami melarang anak-anak gadis remaja kami keluar rumah”, hingga datang seorang wanita lalu mendatangi Qashra Banu Khalaf lalu aku menemuinya. Kemudian dia menceritakan tentang saudara perempuannya yang menjadi suami seorang dari sahabat Rasulullah saw. yang pernah ikut berperang bersama Nabi saw. sebanyak dua belas peperangan, dan saudaranya telah mendampingi suaminya dalam enam kali peperangan. Saudara perempuannya berkata: “Maka (dalam peperangan itu) kami sering mengurus orang yang sakit dan mengobati orang-orang yang terluka. Saudaraku bertanya kepada Nabi saw.: “Wahai Rasulullah, apakah berdosa bila seorang dari kami tidak keluar rumah karena tidak memiliki jilbab?” Beliau saw. menjawab: “Hendaklah temannya meminjamkan jilbabnya dan agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan mendo’akan Kaum Muslimin”. Berkata, Hafshah: “Ketika {Ummu ‘Athiyah} datang aku menemuinya lalu aku bertanya atau dia berkata, lalu kami bertanya kepadanya. Dan setiap kali dia menceritakan tentang Rasulullah saw. dia selalu mengatakan demi bapakku. Kami bertanya: “Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah saw. berkata, tentang ini dan ini?”. Dia menjawab: “Iya, demi bapakku”. Beliau bersabda: “Keluarkanlah para gadis remaja dan wanita-wanita yang dipingit di rumah dan wanita yang sedang haidh agar mereka dapat menyaksikan kebaikah dan mendo’akan Kaum Muslimin namun para wanita yang sedang haidh harus dijauhkan dari tempat shalat”. Aku (Hafshah) bertanya: “Juga wanita yang sedang haidh?” Dia berkata: “Bukankah mereka juga hadir di ‘Arafah, dan menyaksikan ini dan itu?”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1543

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ الْأَزْرَقُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قُلْتُأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ عَقَلْتَهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيْنَ صَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ يَوْمَ التَّرْوِيَةِ قَالَ بِمِنًى قُلْتُ فَأَيْنَ صَلَّى الْعَصْرَ يَوْمَ النَّفْرِ قَالَ بِالْأَبْطَحِ ثُمَّ قَالَ افْعَلْ كَمَا يَفْعَلُ أُمَرَاؤُكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada saya {‘Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Ishaq Al Azraq} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Abdul ‘Aziz bin Rufai’} berkata Aku bertanya kepada {Anas bin Malik ra.}, kataku: “Kabarkan kepadaku sesuatu yang kamu ingat dari Nabi saw., dimanakah beliau melaksanakan shalat Zhuhur dan ‘Ashar pada hari Tarwiyah?”. Dia berkata: “Di Mina”. Aku tanyakan lagi: “Dimana Beliau shalat ‘Ashar pada hari Nafar?”. Dia menjawab: “Di Al Abthoh (Al Bathha’) “. Lalu dia berkata: “Kerjakanlah (manasik) sebagaimana para pemimpin, kamu telah mengerjakannya”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1544

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ سَمِعَ أَبَا بَكْرِ بْنَ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ لَقِيتُ أَنَسًا ح و حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَخَرَجْتُ إِلَى مِنًى يَوْمَ التَّرْوِيَةِ فَلَقِيتُ أَنَسًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ذَاهِبًا عَلَى حِمَارٍ فَقُلْتُ أَيْنَ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا الْيَوْمَ الظُّهْرَ فَقَالَ انْظُرْ حَيْثُ يُصَلِّي أُمَرَاؤُكَ فَصَلِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada saya {‘Ali} dia nebdebgar {Abu Bakar ‘Ayyasy} telah menceritakan kepada kami {‘Abdul ‘Aziz} Aku menemui {Anas ra.}. Dan diriwaatkan pula, telah menceritakan kepada saya {Isma’il bin Aban} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} dari {‘Abdul ‘Aziz} berkata: “Aku keluar menuju Mina pada hari Tarwiyah lalu aku menemui {Anas} ra. yang juga sedang berangkat dengan menunggang keledai. Aku bertanya kepadanya: “Dimana Nabi saw. melaksanakan shalat Zhuhur pada hari ini?”. Maka dia menjawab: “Perhatikanlah dimana para pemimpin kamu shalat lalu shalatlah (disana) “.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1545

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِنًى رَكْعَتَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ صَدْرًا مِنْ خِلَافَتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Al Mundzir} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepada saya {Yunus} dari {Ibnu Syihab} berkata, telah mengabarkan kepada saya {‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Umar} dari {bapaknya} berkata Nabi saw. shalat dua raka’at di Mina. Begitiu pula Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman pada awal kekhilafahannya.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 1546

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيِّ عَنْ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبٍ الْخُزَاعِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَصَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ أَكْثَرُ مَا كُنَّا قَطُّ وَآمَنُهُ بِمِنًى رَكْعَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adam} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Ishaq Al Hamdaniy} dari {Haritsah bin Wahb Al Akhza’iy ra.} berkata: “Nabi saw. shalat bersama kami, saat itu jumlah kami belum pernah sebanyak itu, sebagaimana Beliau selalu lakukan seperti saat di Mina hanya dua raka’at”.