Haji
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1617
وَقَالَ لَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّهُ طَافَ طَوَافًا وَاحِدًا ثُمَّ يَقِيلُ ثُمَّ يَأْتِي مِنًى يَعْنِي يَوْمَ النَّحْرِوَرَفَعَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ
Terjemahan: Dan telah berkata, kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu’Umar ra.ma} bahwa dia melaksanakan thawaf satu kali saja kemudian qailulah (tidur sebentar di siang hari) kemudian mendatangi Mina pada hari Nahar”. Hadits ini dimarfu’kan oleh {‘Abdur Razaq}, telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah}.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1618
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْحَجَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَفَضْنَا يَوْمَ النَّحْرِ فَحَاضَتْ صَفِيَّةُ فَأَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا مَا يُرِيدُ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا حَائِضٌ قَالَ حَابِسَتُنَا هِيَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَاضَتْ يَوْمَ النَّحْرِ قَالَ اخْرُجُواوَيُذْكَرُ عَنْ الْقَاسِمِ وَعُرْوَةَ وَالْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَفَاضَتْ صَفِيَّةُ يَوْمَ النَّحْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bun Bukair} telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Ja’far bin Rabi’ah} dari {Al A’raj} berkata, telah menceritakan kepada saya {Abu Salamah bin ‘Abdurrahman} bahwa {‘Aisyah ra.} berkata: “Kami pergi menunaikan haji bersama Nabi saw. lalu kami bertolak pada hari Nahar (untuk thawaf ifadhah)). Kemudian Shafiyyah mengalami haidh. Lalu Nabi saw. ingin mendatanginya sebagaimana seorang suami mendatangi isterinya, maka aku katakan: “Wahai Rasulullah, dia sedang mengalami haidh”. Lalu Beliau berkata: “Dia telah menyusahkan kita!”. Orang-orang berkata: “Wahai Rasulullah, dia telah ikut bertolak pada hari Nahar (untuk thawaf) “. Maka Beliau berkata: “Keluarlah kalian”. Dan disebutkan dari {Al Qasim} dan {‘Urwah} dan {Al Aswad} dari {‘Aisyah ra.}: “Shafiyyah ikut bertolak (thawaf ifadhah) pada hari Nahar”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1619
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيلَ لَهُ فِي الذَّبْحِ وَالْحَلْقِ وَالرَّمْيِ وَالتَّقْدِيمِ وَالتَّأْخِيرِ فَقَالَ لَا حَرَجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Thowus} dari {bapaknya} dari {Ibnu ‘Abbas ra.ma} bahwa Nabi saw. ditanya tentang menyembelih hewan qurban, mencukur rambut dan melempar jumrah antara mendahului atau mengakhirkan amal amal tersebut satu sama lain. Beliau menjawab: “Tidak dosa”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1620
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْأَلُ يَوْمَ النَّحْرِ بِمِنًى فَيَقُولُ لَا حَرَجَ فَسَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ حَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ قَالَ اذْبَحْ وَلَا حَرَجَ وَقَالَ رَمَيْتُ بَعْدَ مَا أَمْسَيْتُ فَقَالَ لَا حَرَجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {‘Ikrimah} dari {Ibnu ‘Abbas ra.ma} berkata: Nabi saw. ditanya pada hari Nahar di Mina, Beliau menjawab: “Tidak dosa”. Ada seorang yang bertanya: “Aku mencukur rambut sebelum aku menyembelih hewan qurban?”. Beliau menjawab: “Sembelihlah dan tidak dosa”. Dan ada yang bertanya: “Aku melempar jumrah setelah sore”. Beliau menjawab: “Tidak dosa”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1621
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَفَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَجَعَلُوا يَسْأَلُونَهُ فَقَالَ رَجُلٌ لَمْ أَشْعُرْ فَحَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ قَالَ اذْبَحْ وَلَا حَرَجَ فَجَاءَ آخَرُ فَقَالَ لَمْ أَشْعُرْ فَنَحَرْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ قَالَ ارْمِ وَلَا حَرَجَ فَمَا سُئِلَ يَوْمَئِذٍ عَنْ شَيْءٍ قُدِّمَ وَلَا أُخِّرَ إِلَّا قَالَ افْعَلْ وَلَا حَرَجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Yusuf} telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {Ibnu Syihab} dari {‘Isa bin Tholhah} dari {‘Abdullah bin ‘Amru} bahwa Rasulullah saw. ketika sedang wuquf pada saat haji Wada’ orang-orang pada bertanya kepada Beliau. Berkata, seorang laki-laki: “Aku belum mengerti sehingga aku mencukur rambut sebelum aku menyembelih hewan qurban?”. Beliau menjawab: “Sembelihlah dan tidak dosa”. Lalu datang orang lain, seraya berkata: “Aku belum mengerti sehingga aku menyembelih qurban sebelum aku melempar jumrah”. Beliau menjawab: “Melemparlah dan tidak dosa”. Dan tidaklah Beliau ditanya pada hari itu tentang sesuatu apakah didahulukan atau diakhirkan melainkan Beliau selalau berkata: “Lakukanlah dan tidak dosa”.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1622
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُأَنَّهُ شَهِدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ كُنْتُ أَحْسِبُ أَنَّ كَذَا قَبْلَ كَذَا ثُمَّ قَامَ آخَرُ فَقَالَ كُنْتُ أَحْسِبُ أَنَّ كَذَا قَبْلَ كَذَا حَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَنْحَرَ نَحَرْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ وَأَشْبَاهَ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْعَلْ وَلَا حَرَجَ لَهُنَّ كُلِّهِنَّ فَمَا سُئِلَ يَوْمَئِذٍ عَنْ شَيْءٍ إِلَّا قَالَ افْعَلْ وَلَا حَرَجَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي عِيسَى بْنُ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ وَقَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى نَاقَتِهِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ تَابَعَهُ مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {bapakku} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah menceritakan kepada saya {Az Zuhriy} dari {‘Isa bin Tholhah} bahwa {‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} ra. menceritakan kepadanya bahwa ketika Nabi saw. sedang menampaikan khathbah pada hari Nahar, datang seorang laki-laki berdiri di hadapan Beliau lalu berkata: “Aku mengira amal ini sebelum ini”. Kemudian datang orang lain dan berkata: “Aku mengira amal ini sebelum ini, yaitu aku mencukur rambut sebelum aku menyembelih hewan qurban, dan aku menyembelih qurban sebelum aku melempar jumrah dan hal hal serupa itu”. Maka Nabi saw. berkata: “Lakukanlah dan tidak dosa”, kepada mereka semua. Dan tidaklah Beliau ditanya pada hari itu tentang sesuatu melainkan Beliau selalu menjawab: “Lakukanlah dan tidak dosa”. Telah menceritakan kepada kami {Ishaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Shalih} dari {Ibnu Syihab} telah menceritakan kepada saya {‘Isa bin Tholhah bin ‘Ubaidullah} bahwa dia mendengar {‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.ma} berkata: “Rasulullah saw. berhenti diatas unta Beliau” Lalu dia menceritakan hadits ini. Ini dikuatkan pula oleh {Ma’mar} dari {Az Zuhriy}.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1623
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فَأَعَادَهَا مِرَارًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ إِلَى أُمَّتِهِ فَلْيُبْلِغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Abdullah} telah menceritakan kepada saya {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Fudhail bin Ghozwan} telah menceritakan kepada kami {‘Ikrimah} dari {Ibnu ‘Abbas ra.ma} bahwa Rasulullah saw. menyampaikan khuthbah pada hari Nahar, Beliau bertanya: “Wahai sekalian manuisa, hari apakah ini? Mereka menjawab: “Hari ini hari haram (suci) “. Beliau bertanya lagi: “Negeri apakah ini?”. Mereka menjawab: “Ini negeri (tanah) haram (suci) “. Beliau bertanya lagi: “Bulan apakah ini?”. Mereka menjawab: “Ini bulan haram (suci) “. Beliau bersabda: “Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini”. Beliau mengulang kalimatnya ini berulang-ulang lalu setelah itu Beliau mengangkat kepalanya seraya berkata: “Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?, Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?. Ibnu ‘Abbas ra.ma berkata: “Maka demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh itu suatu wasiat Beliau untuk ummatnya. (Sabda Beliau selanjutnya): “Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh) “.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1624
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ بِعَرَفَاتٍتَابَعَهُ ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin ‘Umar} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, telah mengabarkan kepada saya {‘Amru} berkata Aku mendengar {Jabir bin Zaid} berkata Aku mendengar {Ibnu ‘Abbas ra.ma} berkata: Aku mendengar Nabi saw. menyampaikan khuthbah di ‘Arafah”. Hadits ini dikuatkan pula oleh {Ibnu ‘Uyainah} dari {‘Amru}.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1625
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا قُرَّةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ وَرَجُلٌ أَفْضَلُ فِي نَفْسِي مِنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَخَطَبَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ قَالَ أَتَدْرُونَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى قَالَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ فَقَالَ أَلَيْسَ ذُو الْحَجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَتْ بِالْبَلْدَةِ الْحَرَامِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا إِلَى يَوْمِ تَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ قَالُوا نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ فَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ فَلَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada saya {Abu ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Qurrah} dari {Muhammad bin Sirin} berkata, telah mengabarkan kepada saya {‘Abdurrahman bin Abu Bakrah} dari {Abu Bakrah} dan dari orang-orang yang lebih utama, dari ‘Abdurrahman {Humaid bin ‘Abdurrahman} dari {Abu Bakrah} ra. berkata: Nabi saw. menyampaikan khathbah kepada kami pada hari Nahar, Beliau bertanya: “Apakah kalian mengetahui, hari apakah ini?”. Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih mengetahui”. Sejenak Beliau terdiam sehingga kami menduga bahwa Beliau akan menamakannya bukan dengan namanya (yang sudah kami kenal) “. Beliau bersabda: “Bukankah sekarang ini hari Nahar?”. Kami menjawab: “Benar”. Beliau bertanya lagi: “Bulan apakah ini?”. Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih mengetahui”. Sejenak Beliau terdiam lagi sehingga kami menduga bahwa Beliau akan menamakannya bukan dengan namanya (yang sudah kami kenal) “. Beliau bersabda: “Bukankah ini bulan Dzul Hijjah?”. Kami menjawab: “Benar”. Kemudian Beliau bertanya lagi: “Negeri apakah ini?”. Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih mengetahui”. Sejenak Beliau kembali terdiam sehingga sekali lagi kamipun menduga bahwa Beliau akan menamakannya bukan dengan namanya (yang sudah kami kenal) “. Beliau bersabda: “Bukankah ini negeri haram?”. Kami menjawab: “Benar”. Lalu Beliau bersabda: “Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini hingga hari kalian berjumpa dengan Rabb kalian. Bukankah aku telah menyampaikannya?”. Mereka menjawab: Ya, sudah”. Kemudian Beliau melanjutkan: “Ya Allah, saksikanlah. Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, karena betapa banyak orang yang disampaikan dapat lebih mengerti dari pada orang yang mendengar. Dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh).”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 1626
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِنًى أَتَدْرُونَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَقَالَ فَإِنَّ هَذَا يَوْمٌ حَرَامٌ أَفَتَدْرُونَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ بَلَدٌ حَرَامٌ أَفَتَدْرُونَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَاوَقَالَ هِشَامُ بْنُ الْغَازِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاوَقَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ بَيْنَ الْجَمَرَاتِ فِي الْحَجَّةِ الَّتِي حَجَّ بِهَذَا وَقَالَ هَذَا يَوْمُ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ فَطَفِقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اشْهَدْ وَوَدَّعَ النَّاسَ فَقَالُوا هَذِهِ حَجَّةُ الْوَدَاعِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} telah menceritakan kepada saya {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {‘Ashim bin Muhammad bin Zaid} dari {bapaknya} dari {Ibnu’Umar ra.ma} berkata: Nabi saw. bersabda ketika berada di Mina:: “Apakah kalian mengetahui, hari apakah ini?”. Orang-orang menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Ini adalah hari haram (suci) “. Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian mengetahui, negeri apakah ini?”. Mereka menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih mengetahui”. Beliau berkata: “Ini adalah negeri haram”. Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian mengetahui, bulan apakah ini?”. Mereka menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih mengetahui”. Beliau berkata: “Ini adalah bulan haram. Sungguh Allah telah mengharamkan darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini”. Berkata, {Hisyam bin Al Ghor} telah mengabarkan kepada saya {Nafi’} dari {Ibnu’Umar ra.ma}: “Nabi wuquf pada hari Nahar diantara tempat-tempat melempar jumrah pada pelaksanaan haji yang Beliau laksanakan sebagaimana hadits ini. Maka Nabi saw. segera bersabda: “Ya Allah saksikanlah”. Maka orang-orang menjadi tenang. Mereka berkata: “Ini adalah haji wada’.