Hukum-Hukum
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2469
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَمْنَعْ أَحَدُكُمْ فَضْلَ مَاءٍ لِيَمْنَعَ بِهِ الْكَلَأَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Ammar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan kelebihan air untuk menahan munculnya rerumputan.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2470
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ حَارِثَةَ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُمْنَعُ فَضْلُ الْمَاءِ وَلَا يُمْنَعُ نَقْعُ الْبِئْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdah bin Sulaiman} dari {Haritsah} dari {Amrah} dari {‘Aisyah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kelebihan air tidak boleh ditahan, sebagaimana genangan air yang ada dalam sumur.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2471
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِأَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ خَاصَمَ الزُّبَيْرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شِرَاجِ الْحَرَّةِ الَّتِي يَسْقُونَ بِهَا النَّخْلَ فَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ سَرِّحْ الْمَاءَ يَمُرَّ فَأَبَى عَلَيْهِ فَاخْتَصَمَا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْقِ يَا زُبَيْرُ ثُمَّ أَرْسِلْ الْمَاءَ إِلَى جَارِكَ فَغَضِبَ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ كَانَ ابْنَ عَمَّتِكَ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا زُبَيْرُ اسْقِ ثُمَّ احْبِسْ الْمَاءَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى الْجَدْرِقَالَ فَقَالَ الزُّبَيْرُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَحْسِبُ هَذِهِ الْآيَةَ نَزَلَتْ فِي ذَلِكَ{ فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rumh} berkata, telah memberitakan kepada kami {Al Laits bin Sa’d} dari {Ibnu Syihab} dari {Urwah bin Az Zubair} dari {Abdullah bin Az Zubair} bahwa seorang laki-laki Anshar berselisih dengan Az Zubair di sisi Rasulullah saw. atas mata air Al Harrah yang biasa mereka gunakan untuk mengairi pohon kurma. Laki-laki Anshar itu berkata, “Biarkan air mengalir! ” namun Az Zubair menolak. Akhirnya keduanya mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw., Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Alirilah kebunmu wahai Zubair, setelah itu berikanlah kepada tetanggamu.” Tetapi laki-laki Anshar itu marah seraya berkata, “Wahai Rasulullah, apakah karena ia anak dari pamanmu! ” Wajah Rasulullah saw. memerah, kemudian beliau bersabda: “Wahai Zubair, airilah kebunmu, setelah itu tahanlah hingga airnya kembali ke dalam tanah! ” Abdullah bin Az Zubair berkata, “Az Zubair kemudian berkata, “Sungguh, aku perkirakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa itu: ‘ Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya’.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2472
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ الْحِزَامِيُّ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ مَنْظُورِ بْنِ ثَعْلَبَةَ بْنِ أَبِي مَالِكٍ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي مَالِكٍ عَنْ عَمِّهِ ثَعْلَبَةَ بْنِ أَبِي مَالِكٍ قَالَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَيْلِ مَهْزُورٍ الْأَعْلَى فَوْقَ الْأَسْفَلِ يَسْقِي الْأَعْلَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ يُرْسِلُ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Al Mundzir Al Hizami} berkata, telah menceritakan kepada kami {Zakariya bin Manzhur bin Tsa’labah bin Abu Malik} berkata, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Uqbah bin Abu Malik} dari pamannya {Tsa’labah bin Abu Malik} ia berkata, “Rasulullah saw. memberi putusan pada penggunaan aliran air Mahruz bahwa yang di atas harus di dahulukan dari yang berada di bawah, yakni sebatas dua mata kaki kemudian dialirkan untuk orang berada di bawah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2473
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ أَنْبَأَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى فِي سَيْلِ مَهْزُورٍ أَنْ يُمْسِكَ حَتَّى يَبْلُغَ الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ يُرْسِلَ الْمَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Abdah} berkata, telah memberitakan kepada kami {Al Mughirah bin ‘Abdurrahman} berkata, telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Amru bin Syu’aib} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} ia berkata, “Rasulullah saw. memberikan putusan tentang pembagian aliran air di Mahruz, agar (orang yang di atas) menahan air hingga genangannya mencapai dua mata kaki, setelah itu memberikannya kepada yang di bawah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2474
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغَلِّسِ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ يَحْيَى بْنِ الْوَلِيدِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى فِي شُرْبِ النَّخْلِ مِنْ السَّيْلِ أَنَّ الْأَعْلَى فَالْأَعْلَى يَشْرَبُ قَبْلَ الْأَسْفَلِ وَيُتْرَكُ الْمَاءُ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَاءُ إِلَى الْأَسْفَلِ الَّذِي يَلِيهِ وَكَذَلِكَ حَتَّى تَنْقَضِيَ الْحَوَائِطُ أَوْ يَفْنَى الْمَاءُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughallis} berkata, telah menceritakan kepada kami {Fudlail bin Sulaiman} berkata, telah menceritakan kepada kami {Musa bin Uqbah} dari {Ishaq bin Yahya bin Al Walid} dari {Ubadah bin Ash Shamit} berkata, “Rasulullah saw. memberi putusan tentang pembagian jatah penyiraman pohon kurma, bahwa yang di atas didahulukan dari yang bawah secara berurutan, dan air tetap dibiarkan hingga genangannya mencapai batas mata kaki, setelah itu air dialirkan ke tempat yang ada di bawahnya. Begitu seterusnya hingga semua kebun mendapatkan bagiannya atau airnya habis.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2475
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ الْحِزَامِيُّ أَنْبَأَنَا أَبُو الْجَعْدِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَدَّأُ بِالْخَيْلِ يَوْمَ وِرْدِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim Ibnul Mundzir Al Hizami} berkata, telah memberitakan kepada kami {Abu Al Ja’d ‘Abdurrahman bin Abdullah} dari {Katisr bin Abdullah bin Auf Al Muzani} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kuda didahulukan saat memberi minum kepada hewan ternak lainnya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2476
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ الطَّائِفِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ قَسْمٍ قُسِمَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَهُوَ عَلَى مَا قُسِمَ وَكُلُّ قَسْمٍ أَدْرَكَهُ الْإِسْلَامُ فَهُوَ عَلَى قَسْمِ الْإِسْلَامِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Abbas bin Ja’far} berkata, telah menceritakan kepada kami {Musa bin Dawud} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Muslim Ath Thaifi} dari {Amru bin Dinar} dari {Abu Asy Sya’tsa} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Setiap pembagian (harta waris) yang dibagikan pada masa jahiliyyah maka ia tetap berlaku atas apa yang telah dibagikan. Setelah Islam datang, maka pembagiannya sesuai dengan pembagian Islam.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2477
حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سُكَيْنٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُثَنَّى ح و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ الْمَكِيُّ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَفَرَ بِئْرًا فَلَهُ أَرْبَعُونَ ذِرَاعًا عَطَنًا لِمَاشِيَتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Amru bin Sukain} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Ibnul Mutsanna}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Muhammad bin Ash Shabbah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahhab bin ‘Atha} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Isma’il Al Makki} dari {Al Hasan} dari {Abdullah bin Mughaffal} bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa menggali sumur maka baginya empat puluh hasta sebagai tempat menderum binatang ternak.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2478
حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَبِي الصُّغْدِيِّ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ صُقَيْرٍ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ نَافِعٍ أَبِي غَالِبٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرِيمُ الْبِئْرِ مَدُّ رِشَائِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sahl bin Abu Ash Shughdi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Manshur bin Shuqair} berkata, telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin Muhammad} dari {Nafi’ Abu Ghalib} dari {Abu Sa’id Al Khudri} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Batas wilayah sumur adalah sejauh rerumputan yang tumbuh di sekitarnya.”