Hukum-Hukum

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2479

حَدَّثَنَا عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ خَالِدٍ النُّمَيْرِيُّ أَبُو الْمُغَلِّسِ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ أَخْبَرَنِي إِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ الْوَلِيدِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى فِي النَّخْلَةِ وَالنَّخْلَتَيْنِ وَالثَّلَاثَةِ لِلرَّجُلِ فِي النَّخْلِ فَيَخْتَلِفُونَ فِي حُقُوقِ ذَلِكَ فَقَضَى أَنَّ لِكُلِّ نَخْلَةٍ مِنْ أُولَئِكَ مِنْ الْأَسْفَلِ مَبْلَغُ جَرِيدِهَا حَرِيمٌ لَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdu Rabbih bin Khalid An Numair Abu Al Mughallis} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Fudlail bin Sulaiman} berkata, telah menceritakan kepada kami {Musa bin Uqbah} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ishaq bin Yahya bin Al Walid} dari {Ubadah bin Ash Shamit} berkata, “Rasulullah saw. memberi keputusan tentang satu pohon kurma, dua pohon kurma dan tiga untuk seorang dari beberapa pohon kurma, maka mereka berbeda-beda di hak-hak itu, sehingga beliau memberi keputusan bahwa batas setiap pohon kurma bagi mereka adalah dari bawah sampai dahannya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2480

حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَبِي الصُّغْدِيِّ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ صُقَيْرٍ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَبْدِيُّ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرِيمُ النَّخْلَةِ مَدُّ جَرِيدِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sahl bin Abu Ash Shughdi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Manshur bin Shuqair} berkata, telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin Muhammad Al ‘Abdi} dari {Ibnu Umar} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Wilayah bagi sebatang pohon kurma adalah sepanjang dahannya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2481

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ حُرَيْثٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَاعَ دَارًا أَوْ عَقَارًا فَلَمْ يَجْعَلْ ثَمَنَهُ فِي مِثْلِهِ كَانَ قَمِنًا أَنْ لَا يُبَارَكَ فِيهِحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ عَنْ أَخِيهِ سَعِيدِ بْنِ حُرَيْثٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata, telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim bin Muhajir} dari {Abdul Malik bin Umair} dari {Sa’id bin Huraits} ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menjual rumah atau penginapan lalu ia tidak memasang harga sebagaimana umumnya maka ia layak untuk tidak mendapatkan berkah di dalamnya.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Abdul Majid} berkata, telah menceritakan kepadaku {Isma’il bin Ibrahim bin Muhajir} dari {Abdul Malik bin Umair} dari {Amru bin Huraits} dari saudaranya {Sa’id bin Huraits} dari Nabi saw. sebagaimana dalam hadits.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2482

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ وَعَمْرُو بْنُ رَافِعٍ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مَالِكٍ النَّخَعِيُّ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ حُذَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَاعَ دَارًا وَلَمْ يَجْعَلْ ثَمَنَهَا فِي مِثْلِهَا لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Ammar} dan {Amru bin Rafi’} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Mu’awiyah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Malik An Nakha’i} dari {Yusuf bin Maimun} dari {Abu Ubaidah bin Khudzaifah} dari bapaknya {Khudzaifah bin Al Yaman} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menjual tempat tinggal dengan harga yang tidak wajar (dengan harga umum), maka ia tidak akan mendapatkan berkah dalam penjualannya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2483

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ نَخْلٌ أَوْ أَرْضٌ فَلَا يَبِيعُهَا حَتَّى يَعْرِضَهَا عَلَى شَرِيكِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Ammar} dan {Muhammad bin Ash Shabbah} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memiliki pohon kurma atau sebidang tanah, maka janganlah menjualnya hingga ia perlihatkan kepada sekutunya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2484

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانَ وَالْعَلَاءُ بْنُ سَالِمٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَأَرَادَ بَيْعَهَا فَلْيَعْرِضْهَا عَلَى جَارِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Sinan} dan {Al ‘Ala bin Salim} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} berkata, telah memberitakan kepada kami {Syarik} dari {Simak} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa memiliki tanah kemudian ingin menjualnya, maka hendaklah ia tawarkan kepada tetangganya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2485

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَارُ أَحَقُّ بِشُفْعَةِ جَارِهِ يَنْتَظِرُ بِهَا وَإِنْ كَانَ غَائِبًا إِذَا كَانَ طَرِيقُهُمَا وَاحِدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Husyaim} berkata, telah memberitakan kepada kami {Abdul Malik} dari {‘Atha} dari {Jabir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tetangga itu lebih berhak atas syuf’ah tetangganya (dari orang lain), jika ia tidak ada hendaklah ia menunggunya jika memang jalan keduanya hanya satu.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2486

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِي رَافِعٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْجَارُ أَحَقُّ بِسَقَبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Ali bin Muhammad} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Ibrahim bin Maisarah} dari {Amru bin Ash Syarid} dari {Abu Rafi’} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tetangga itu lebih berhak karena kedekatannya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2487

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرْضٌ لَيْسَ فِيهَا لِأَحَدٍ قِسْمٌ وَلَا شِرْكٌ إِلَّا الْجِوَارُ قَالَ الْجَارُ أَحَقُّ بِسَقَبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Husain Al Mu’allim} dari {Amru bin Syu’aib} dari {Amru bin Asy Syarid bin Suwaid} dari bapaknya {Asy Syarid bin Suwaid} ia berkata, “Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sebidang tanah tidak ada pembagian dan persekutuan (dalam kepemilikannya) kecuali tetangga?” beliau bersabda: “Tetangga itu lebih berhak karena kedekatannya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2488

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِالشُّفْعَةِ فِيمَا لَمْ يُقْسَمْ فَإِذَا وَقَعَتْ الْحُدُودُ فَلَا شُفْعَةَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَمَّادٍ الطِّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ قَالَ أَبُو عَاصِمٍ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ مُرْسَلٌ وَأَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مُتَّصِلٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yahya} dan {‘Abdurrahman bin Umar} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Malik bin Anas} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} dan {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {Abu Hurairah} berkata, “Rasulullah saw. memberi putusan bahwa syuf’ah yang belum dibagi jika batas-batasnya telah jelas, maka tidak ada syuf’ah lagi.” Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Hammad Ath Thahrani} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Malik} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dan {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. seperti hadits di atas, Abu ‘Ashim berkata (riwayat dari) Sa’id bin Al Musayyab mursal, sementara (riwayat dari) Abu Salamah dari Abu Hurairah bersambung.