Hukuman

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 2194

أَخْبَرَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الصَّغِيرِ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ وَقَدْ قَالَ حَمَّادٌ أَيْضًا وَعَنْ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} dari {‘Aisyah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Pena diangkat dari tiga orang, yaitu orang yang tidur hingga terbangun, orang yang masih kecil hingga ia dapat bermimpi (baligh), dan dari orang yang gila hingga berakal.” Hammad berkata “Juga dari orang yang kurang akal hingga ia berakal.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2195

أَخْبَرَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ عُثْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ بِكُفْرٍ بَعْدَ إِيمَانٍ أَوْ بِزِنًى بَعْدَ إِحْصَانٍ أَوْ يَقْتُلُ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ فَيُقْتَلُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu An Nu’man} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Abu Umamah bin Sahl bin Hani} dari {Utsman}, ia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan tiga perkara, yaitu kafir setelah beriman (murtad), berzina setelah menikah, atau membunuh jiwa bukan karena hak, sehingga ia dibunuh.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2196

حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ دَمُ رَجُلٍ يَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا أَحَدَ ثَلَاثَةِ نَفَرٍ النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّيِّبُ الزَّانِي وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abdullah bin Murrah} dari {Masruq} dari {Abdullah} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal darah seorang wanita yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan aku adalah Rasulullah, kecuali salah satu dari tiga orang ini, yaitu jiwa dibalas dengan jiwa (qishahs), janda yang berzina, orang yang meninggalkan agamanya dan memisahkan diri dari jama’ah kaum muslimin.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2197

أَخْبَرَنَا سَعْدُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ صَفْوَانُ بْنُ أُمَيَّةَ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ وَهُوَ نَائِمٌ فَاسْتَلَّ رِدَاءَهُ مِنْ تَحْتِ رَأْسِهِ فَنَبِهَ بِهِ فَلَحِقَهُ فَأَخَذَهُ فَانْطَلَقَ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كُنْتُ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ فَأَتَانِي هَذَا فَاسْتَلَّ رِدَائِي مِنْ تَحْتِ رَأْسِي فَلَحِقْتُهُ فَأَخَذْتُهُ فَأَمَرَ بِقَطْعِهِ فَقَالَ لَهُ صَفْوَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ رِدَائِي لَمْ يَبْلُغْ أَنْ يُقْطَعَ فِيهِ هَذَا قَالَ فَهَلَّا قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَنِي بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’d bin Hafsh} telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Asy’ats} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata Shafwan bin Umayyah pernah tidur di masjid, kemudian seorang laki-laki datang kepadanya sementara ia masih tidur, aki-laki itu lalu mengambil selendangnya dari bawah kepalanya. Katika terjaga, dia langsung mengejar laki-laki itu dan berhasil menangkapnya, setelah itu dia membawanya menghadap kepada Rasulullah saw. seraya berkata “Wahai Rasulullah, tadi aku tidur di masjid, kemudian orang ini mendatangiku dan mengambil selendangku dari bawah kepalaku. Lalu aku mengejarnya dan berhasil menangkapnya.” Kemudian beliau memerintahkan agar tangan laki-laki itu dipotong. Ternyata Shafwan berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak sampai harus dipotong tangannya karena selendangku.” Beliau bersabda: “Seandainya kamu mengatakannya sebelum kamu membawanya kepadaku.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2198

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُقْطَعُ الْيَدُ فِي رُبْعِ دِينَارٍ فَصَاعِدًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sulaiman bin Daud Al Hasyimi} telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Sa’d} dari {Az Zuhri} dari {‘Amrah binti Abdurrahman} dari {‘Aisyah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tangan dipotong karena mengambil sesuatu yang nilainya seperempat dinar atau lebih.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2199

أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ وَإِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ وَعُبَيْدِ اللَّهِ وَمُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَطَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مِجَنٍّ قِيمَتُهُ ثَلَاثَةُ دَرَاهِمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dan {Isma’il bin Umayyah} dan {‘Ubaidullah} serta {Musa bin ‘Uqbah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, ia berkata Rasulullah saw. memotong tangan pencuri tameng yang nilainya sebesar tiga dirham.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2200

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقَالُوا مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ فَقَالَ إِنَّمَا هَلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Ibnu Syihab} dari {‘Urwah bin Az Zubair} dari {‘Aisyah} bahwa orang-orang Quraisy disibukkan oleh perkara wanita Makhzum yang mencuri, kemudian mereka berkata “Siapakah yang akan menjadi jubir kepada Rasulullah saw. mengenai wanita tersebut?” Orang-orang yang lain mengatakan “Sepertinya tidak ada yang berani kecuali Usamah bin Zaid, orang yang dicintai Rasulullah saw.” Kemudian Usamah berbicara kepada beliau. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Apakah engkau akan memberikan pertolongan dalam perkara had diantara had-had Allah?” kemudian beliau berdiri dan berkhutbah, beliau bersabda: ‘Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa, bahwa jika terdapat orang mulia diantara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya dan jika terdapat orang yang lemah diantara mereka mencuri, maka mereka menegakkan hukuman atasnya. Demi Allah apabila Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan potong tangannya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2201

أَخْبَرَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ مَوْلَى أَبِي ذَرٍّ عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الْمَخْزُومِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِسَارِقٍ اعْتَرَفَ اعْتِرَافًا لَمْ يُوجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ فَقَالَ مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ قَالَ بَلَى قَالَ مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ قَالَ بَلَى قَالَ فَاذْهَبُوا فَاقْطَعُوا يَدَهُ ثُمَّ جِيئُوا بِهِ فَقَطَعُوا يَدَهُ ثُمَّ جَاءُوا بِهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرْ اللَّهَ وَتُبْ إِلَيْهِ فَقَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hajjaj bin Minhal} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Abu Al Mundzir} mantan budak Abu Dzar dari {Abu Umayyah Al Makhzumi} bahwa seorang pencuri yang mengaku telah mencuri dihadapakan kepada Rasulullah saw., namun tidak didapatkan barang padanya. Kemudian beliau bersabda: “Aku tidak menyangka engkau mencuri.” Ia berkata “Benar.” Beliau bersabda: “Aku tidak menyangka engkau mencuri.” Ia berkata “Benar.” Beliau bersabda (kepada para sahabatnya): “Pergilah kalian dan potonglah tangannya, setelah itu bawalah dia kemari.” Kemudian mereka memotongnya setelah itu mereka membawanya (menghadap beliau), lalu beliau bersabda kepadanya: “Mohonlah ampunan kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya.” Orang itu pun mengatakan “Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya.” Beliau bersabda: “Ya Allah, terimalah taubatnya, ya Allah, terimalah taubatnya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2202

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ أَخْبَرَهُ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Yahya yaitu Ibnu Sa’id} bahwa {Muhammad bin Yahya bin Habban} telah mengabarkan kepadanya dari {Rafi’ bin Khadij} ia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada had potong tangan karena mengambil buah dan mayang (kurma).”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2203

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Husain bin Manshur} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Yahnya bin Hibban} dari {seorang laki-laki} dari kaumnya dari {Rafi’ bin Khadij} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Tidak ada had potong tangan karena mengambil buah dan mayang (kurma).”