Hukuman

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 2204

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ عَمِّهِ وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Yahya bin Habban} dari pamannya yaitu {Wasi’ bin Habban} dari {Rafi’ bin Khadij}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada had potong tangan karena mengambil buah dan mayang (kurma).” Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Yahya bin Habban} dari {Rafi’ bin Khadij} dari Nabi saw. seperti hadits di atas.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2205

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ وَالثَّقَفِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ قَالَ وَهُوَ شَحْمُ النَّخْلِ وَالْكَثَرُ الْجُمَّارُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq} telah menceritakan kepadaku {Jarir} serta {Ats Tsaqafi} dari {Yahya bin Sa’id} telah mengabarkan kepadaku {Muhammad bin Yahya bin Habban} dari {Rafi’ bin Khadij}, ia berkata Aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Tidak ada had potong tangan karena mengambil buah dan mayang (kurma).” Rafi’ berkata “Yaitu kurma yang paling lunak, sedangkan katsar adalah mayang (kurma).”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2206

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ أَبِي مَيْمُونٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي كَثَرٍ قَالَ أَبُو مُحَمَّد الْقَوْلُ مَا قَالَ أَبُو أُسَامَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin Manshur} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muhammad} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Yahya bin Habban} dari {Abu Maimun} dari {Rafi’ bin Khadij} ia berkata aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Tidak ada had potong tangan karena mengambil mayang (kurma).” Abu Muhammad berkata “Perkataan yang benar adalah yang dikatakan oleh Abu Usamah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2207

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ جَابِرٌ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ عَلَى الْمُنْتَهِبِ وَلَا عَلَى الْمُخْتَلِسِ وَلَا عَلَى الْخَائِنِ قَطْعٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij} ia berkata {Abu Az Zubair} berkata {Jabir} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang merampas dan yang menggelapkan harta serta orang yang berkhianat tidak dipotong tangannya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2208

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِرَجُلٍ قَدْ شَرِبَ خَمْرًا فَضَرَبَهُ بِجَرِيدَتَيْنِ ثُمَّ فَعَلَ أَبُو بَكْرٍ مِثْلَ ذَلِكَ فَلَمَّا كَانَ عُمَرُ اسْتَشَارَ النَّاسَ فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَخَفُّ الْحُدُودِ ثَمَانِينَ قَالَ فَفَعَلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Anas} bahwa seorang laki-laki yang meminum khamer dihadapkan kepada Nabi saw., kemudian beliau mencambuknya dengan dua pelepah kurma, Abu Bakr juga melakukan seperti itu. Setelah Umar berkuasa, maka ia meminta pendapat orang-orang, kemudian Abdurrahman bin ‘Auf berkata “Had (hukuman) yang paling ringan adalah delapan puluh kali cambukan.” Anas berkata “Kemudian Umar melakukannya hal itu.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2209

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ الدَّانَاجُ حَدَّثَنَا حُضَيْنُ بْنُ الْمُنْذِرِ الرَّقَاشِيُّ قَالَ شَهِدْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ وَأُتِيَ بِالْوَلِيدِ بْنِ عُقْبَةَ فَقَالَ عَلِيٌّ جَلَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعِينَ وَجَلَدَ أَبُو بَكْرٍ أَرْبَعِينَ وَعُمَرُ ثَمَانِينَ وَكُلٌّ سُنَّةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muslim bin Ibrahim} telah mengabarkan kepada kami {Abdul Aziz bin Al Mukhtar} telah menceritakan kepada kami {Abdullah Ad Danaj} telah menceritakan kepada kami {Hudhain bin Al Mundzir Ar Raqasyi}, ia berkata aku menyaksikan Utsman bin ‘Affan dan dihadapkan kepadanya Al Walid bin ‘Uqbah, kemudian {Ali} berkata “Nabi saw. pernah mencambuknya empat puluh kali dan Abu Bakr juga empat puluh kali sementara Umar delapan puluh kali, dan semuanya adalah sunnah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2210

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ هُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُتْبَةَ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَاضْرِبُوهُ ثُمَّ إِنْ عَادَ فَاضْرِبُوهُ ثُمَّ إِنْ عَادَ فَاضْرِبُوهُ ثُمَّ إِنْ عَادَ الرَّابِعَةَ فَاقْتُلُوهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Ar Raqasyi} telah menceritakan kepada kami {Yazid yaitu Ibnu Zurai’} telah menceritakan kepada kami {Muhammad yaitu Ibnu Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin ‘Utbah bin ‘Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqafi} dari {‘Amr bin Asy Syarid} dari {Ayahnya} ia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian minum khamer, maka cambuklah dia, apabila ia mengulangi, maka cambuklah dia, apabila ia masih mengulangi, maka cambuklah dia, dan apabila ia tetap mengulangi yang keempat kalinya, maka bunuhlah dia.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2211

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ هُوَ ابْنُ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ جَابِرٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يَضْرِبَ أَحَدًا فَوْقَ عَشَرَةِ أَسْوَاطٍ إِلَّا فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Yazid} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu Ayyub} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Bukair bin Abdullah bin Al Asyaj} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Abdurrahman yaitu Ibnu Jabir} dari {Abu Burdah bin Niyar}, ia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seseorang untuk mencambuk orang lain lebih dari sepuluh kali, kecuali dalam hukuman diantara hukuman-hukuman (yang ditetapkan) Allah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2212

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثَهُ أَنَّهُ زَنَى فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَنَّهُ زَنَى أَرْبَعًا فَأَمَرَ بِرَجْمِهِ وَكَانَ قَدْ أُحْصِنَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah} dari {Jabir} bahwa seorang laki-laki dari Aslam datang kepada Nabi saw., dia lalu menceritakan kepadanya bahwa dia telah berzina. Kemudian ia bersumpah atas dirinya sebanyak empat kali bahwa dirinya telah berzina. Kemudian beliau memerintahkan agar laki-laki itu dirajam, sementara laki-laki itu adalah orang yang telah menikah.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2213

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ سِمَاكٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ يَقُولُ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ رَجُلٍ قَصِيرٍ فِي إِزَارٍ مَا عَلَيْهِ رِدَاءٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَّكِئٌ عَلَى وِسَادَةٍ عَلَى يَسَارِهِ فَكَلَّمَهُ فَمَا أَدْرِي مَا يُكَلِّمُهُ بِهِ وَأَنَا بَعِيدٌ مِنْهُ بَيْنِي وَبَيْنَهُ الْقَوْمُ ثُمَّ قَالَ اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ ثُمَّ قَالَ رُدُّوهُ فَكَلَّمَهُ أَيْضًا وَأَنَا أَسْمَعُ غَيْرَ أَنَّ بَيْنِي وَبَيْنَهُ الْقَوْمَ فَقَالَ اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ ثُمَّ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَطَبَ وَأَنَا أَسْمَعُهُ ثُمَّ قَالَ كُلَّمَا نَفَرْنَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَلَفَ أَحَدُهُمْ لَهُ نَبِيبٌ كَنَبِيبِ التَّيْسِ يَمْنَحُ إِحْدَاهُنَّ الْكُثْبَةَ مِنْ اللَّبَنِ وَاللَّهِ لَا أَقْدِرُ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ إِلَّا نَكَّلْتُ بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Musa} dari {Isra`il} dari {Simak} bahwa ia mendengar {Jabir bin Samurah} berkata Ma’iz bin Malik seorang yang memiliki kain sarung yang pendek dan tidak memakai selendang dihadapkan kepada Nabi saw., sementara Rasulullah saw. bersandar pada bantal di sisi kirinya. Kemudian beliau berbicara kepadanya, aku tidak tahu apa yang beliau bicarakan, sementara aku jauh darinya, sebab antara diriku dan dirinya terdapat beberapa orang. Kemudian beliau bersabda: “Bawalah dia pergi dan rajamlah dia! ” Kemudian beliau bersabda: “Suruhlah dia kembali! ” Kemudian beliau berbicara kepadanya dan aku sempat mendengar, hanya saja antara diriku dan dirinya terdapat beberapa orang, kemudian beliau bersabda: “Bawalah dia pergi dan rajamlah dia! ” Kemudian Nabi saw. berdiri dan berkhutbah, sementara aku mendengarnya, beliau bersabda: “Setiap kali kita hendak pergi di jalan Allah, masih saja salah seorang dari mereka tidak ikut serta, lalu dia memberikan sesuatu (kepada istrinya -pent) seperti suara kambing pejantan yang sedang terbakar nafsu birahi, Demi Allah, sekiranya saya di berikan kemungkinan, niscaya saya akan memberikan hukuman kepadanya sebagai suatu pelajaran.”