Jumat
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1394
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيٌّ وَهُوَ ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ ابْنَةِ حَارِثَةَ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَتْحَفِظْتُ ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ مِنْ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Harun bin Isma’il} dia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Al Mubarak} dari {Yahya} dari {Muhammad bin ‘Abdurrahman} dari {Bintu Haritsah bin An Nu’man} dia berkata “Aku hafal surat Qaaf Wal Qura’anil Majid dari lisan Rasulullah saw. saat itu beliau sedang berada di atas mimbar pada hari Jum’at.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1395
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حُصَيْنٍأَنَّ بِشْرَ بْنَ مَرْوَانَ رَفَعَ يَدَيْهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ فَسَبَّهُ عُمَارَةُ بْنُ رُوَيْبَةَ الثَّقَفِيُّ وَقَالَ مَا زَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Hushain} bahwasanya Bisyr bin Marwan mengangkat tangannya pada hari Jum’at diatas mimbar, maka {‘Umarah bin Ruwaibah Ats-Tsaqafi} mencelanya dan berkata “Rasulullah saw. tidak lebih dari ini.” Ia mengisyaratkan dengan telunjuknya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1396
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ حُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَجَاءَ الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَعَلَيْهِمَا قَمِيصَانِ أَحْمَرَانِ يَعْثُرَانِ فِيهِمَا فَنَزَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَطَعَ كَلَامَهُ فَحَمَلَهُمَا ثُمَّ عَادَ إِلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ قَالَ صَدَقَ اللَّهُ{ إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ }رَأَيْتُ هَذَيْنِ يَعْثُرَانِ فِي قَمِيصَيْهِمَا فَلَمْ أَصْبِرْ حَتَّى قَطَعْتُ كَلَامِي فَحَمَلْتُهُمَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdul ‘Aziz} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Fadhl bin Musa} dari {Husain bin Waqid} dari {‘Abdullah bin Buraidah} dari {bapaknya} dia berkata Rasulullah saw. sedang khutbah, lalu datang Hasan dan Husain radliallahu ‘anhuma yang memakai baju merah. Keduanya lalu terjatuh, Rasulullah saw. turun dari mimbar dan menggendong keduanya lalu kembali ke mimbar dengan berkata: “Maha benar Allah atas firman-Nya: ‘Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan’. (Qs. Al Anfaal (8): 28). Aku melihat kedua anak ini terjatuh dalam kedua bajunya, maka aku tidak sabar hingga aku memotong pembicaraanku lalu aku menggendong keduanya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1397
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ غَزْوَانَ قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ عُقَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى يَقُولُكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ الذِّكْرَ وَيُقِلُّ اللَّغْوَ وَيُطِيلُ الصَّلَاةَ وَيُقَصِّرُ الْخُطْبَةَ وَلَا يَأْنَفُ أَنْ يَمْشِيَ مَعَ الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ فَيَقْضِيَ لَهُ الْحَاجَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdul ‘Aziz bin Ghazwan} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Fadhl bin Musa} dari {Al Husain bin Waqid} dia berkata telah menceritakan kepadaku {Yahya bin ‘Uqail} dia berkata aku mendengar {‘Abdullah bin Abu Aufa} berkata “Rasulullah saw. selalu memperbanyak dzikir dan sedikit melakukan perbuatan sia-sia. Beliau juga memperpanjang shalat dan mempersingkat khutbah, serta tidak sungkan untuk berjalan bersama para janda dan orang-orang miskin lalu memenuhi kebutuhannya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1398
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَجَالَسْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا رَأَيْتُهُ يَخْطُبُ إِلَّا قَائِمًا وَيَجْلِسُ ثُمَّ يَقُومُ فَيَخْطُبُ الْخُطْبَةَ الْآخِرَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ali bin Hujr} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Simak} dari {Jabir bin Samurah} dia berkata “Aku pernah duduk bersama Rasulullah saw. dan aku tidak pernah melihatnya khutbah kecuali dengan berdiri, lalu duduk, kemudian berdiri lagi untuk khutbah yang terakhir.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1399
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ الْخُطْبَتَيْنِ وَهُوَ قَائِمٌ وَكَانَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجُلُوسٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Mas’ud} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Bisyr bin Al Mufadladlal} dia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {‘Abdullah} bahwa Rasulullah saw. menyampaikan dua khutbah sambil berdiri, dan memisahkan keduanya dengan duduk.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1400
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَائِمًا ثُمَّ يَقْعُدُ قِعْدَةً لَا يَتَكَلَّمُ ثُمَّ يَقُومُ فَيَخْطُبُ خُطْبَةً أُخْرَى فَمَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ قَاعِدًا فَقَدْ كَذَبَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin ‘Abdullah bin Bazi’} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Isra’il} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Simak} dari {Jabir bin Samurah} dia berkata “Aku pernah melihat Rasulullah saw. khutbah pada hari Jum’at dalam keadaan berdiri, kemudian duduk sejenak tanpa berbicara, lalu berdiri lagi untuk menyampaikan khutbah yang terakhir. Barangsiapa menceritakan kepadamu bahwa Rasulullah saw. menyampaikan khutbah dalam keadaan duduk, ia berdusta.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1401
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَجْلِسُ ثُمَّ يَقُومُ وَيَقْرَأُ آيَاتٍ وَيَذْكُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَكَانَتْ خُطْبَتُهُ قَصْدًا وَصَلَاتُهُ قَصْدًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amru bin ‘Ali} dari {‘Abdurrahman} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Simak} dari {Jabir bin Samurah} dia berkata “Rasulullah saw. menyampaikan khutbah dalam keadaan berdiri, kemudian duduk, lalu berdiri dan membaca beberapa ayat serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Khutbah beliau sederhana (tidak lama dan tidak sebentar) dan shalatnya juga sederhana (tidak lama dan tidak sebentar).
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1402
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْفِرْيَابِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْزِلُ عَنْ الْمِنْبَرِ فَيَعْرِضُ لَهُ الرَّجُلُ فَيُكَلِّمُهُ فَيَقُومُ مَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ ثُمَّ يَتَقَدَّمُ إِلَى مُصَلَّاهُ فَيُصَلِّي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Muhammad bin ‘Ali bin Maimun} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Firyabi} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Jarir bin Hazim} dari {Tsabit Al Bannani} dari {Anas} dia berkata Rasulullah saw. pernah turun dari mimbar, tiba-tiba seseorang menghadangnya dan berbicara kepada beliau, lalu Nabi saw. mengajaknya berbicara dan menyelesaikan kebutuhannya, setelah itu beliau maju ketempat shalatnya dan shalat.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1403
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ قَالَ عُمَرُصَلَاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْأَضْحَى رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي لَيْلَى لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُمَرَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ali bin Hujr} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Zubaid} dari {‘Abdurrahman bin Abu Laila} dia berkata {‘Umar} berkata “Shalat Jum’at dua raka’at, shalat Idul Fitri dua raka’at, dan shalat Safar dua raka’at. Itu semua adalah sempurna, bukan qashar (diringkas) menurut lisan Rasulullah saw.” Abu Abdurrahman berkata Abdurrahman bin Abu Laila tidak mendengar dari Umar.