Musnad Dari Beberapa Kabilah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26131
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّئُوا مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Abu Dzi’b} berkata, telah menceritakan kepadaku {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Abu Sufyan bin Sa’id} dari {Ummu Habibah} dari Nabi saw. bersabda: “Berwudhulah dari sesuatu yang disentuh oleh Api.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26132
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي الْجَرَّاحِ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَصْحَبُ الْمَلَائِكَةُ رُفْقَةً فِيهَا جَرَسٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ubaidullah} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} dari {Salim} dari {Abu Al Jarrah} dari {Ummu Habibah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Para Malaikat tidak akan menyertai suatu rombongan yang di dalamnya ada lonceng.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26133
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَ سُفْيَانُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَصْحَبُ الْمَلَائِكَةُ رُفْقَةً فِيهَا جَرَسٌقَالَ فَقُلْتُ لَهُ تَعِسْتَ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لِي كَيْفَ هُوَ قُلْتُ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي الْجَرَّاحِ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَدَقْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Khallad} berkata, aku mendengar {Yahya bin Sa’id} berkata, Sufyan telah menceritakan dari {‘Ubaidullah bin ‘Umar} dari {Nafi’} dari Ibnu Umar dari Nabi saw., beliau bersabda: “Malaikat tidak akan menyertai perkumpulan yang di dalamnya terdapat lonceng.” Nafi’ lalu berkata, “Aku lalu berkata kepadanya, “Celaka kamu wahai Abu Abdullah.” Kemudian dia ganti bertanya kepadaku, “Terus bagaimana (yang benar)?” Aku lalu menyebutkan, “Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Nafi’} dari {Salim} dari {Abu Al Jarrah} dari {Ummu Habibah} dari Nabi saw.” Lalu Abdullah bin Umar berkata, “Kamu benar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26134
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَعَلَيْهِ وَعَلَيَّ ثَوْبٌ وَفِيهِ كَانَ مَا كَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Dlamrah bin Habib} dari {Muhammad bin Abu Sufyan} dari {Ummu Habibah} dia berkata, “Rasulullah saw. melaksanakan shalat, sementara beliau dan aku mengenakan pakaian yang padanya ada sesuatu (bekas) yang telah terjadi (yaitu pakaian yang habis dipakai untuk bersetubuh).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26135
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الشُّعَيْثِيُّ وَيَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الشُّعَيْثِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أُخْتِهِ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَ يَزِيدُ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ الْمُقْرِيُّ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَاسَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعًا بَعْدَهَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman Al Muqri} berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Asy Syu’aitsi}, dan {Yazid} berkata telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Asy Syu’aitsi} dari {ayahnya} dari {Anbasah bin Abu Sufyan} dari sudara perempuannya {Ummu Habibah}, {Yazid} berkata (Ummu Habibah adalah) {Binti Abu Sufyan} dari Nabi saw., dan {Al Muqri} berkata, (Ummu Habibah) adalah {isteri Nabi} saw., bahwa dia telah mendengar Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa melaksanakan shalat empat rakaat sebelum zhuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah akan mengharamkan Neraka kepadanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26136
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وَشُعَيْبُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا لَيْثٌ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ سُوَيْدِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ حُدَيْجٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ أَنَّهُسَأَلَ أُخْتَهُ أُمَّ حَبِيبَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ الَّذِي يُجَامِعُهَا فِيهِ قَالَتْ نَعَمْ إِذَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ أَذًى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dan {Syua’ib bin Harb} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Laits} berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Suwaid bin Qais} dari {Mu’awiyah bin Hudaij} dari {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} bahwa dia bertanya kepada saudara perempuannya {Ummu Habibah} isteri Nabi saw., apakah Rasulullah saw. pernah shalat dengan menggunakan satu pakaian yang dipakainya untuk bersetubuh?” Dia menjawab, “Ya, jika tidak terdapat kotoran padanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26137
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ وَرَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ ابْنُ شَوَّالٍ أَنَّهُدَخَلَ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ فَأَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا بَعَثَ وَقَالَ ابْنُ بَكْرٍ أَنَّهُ بَعَثَ بِهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَمْعٍ بِلَيْلٍ وَقَالَ يَحْيَى قَدَّمَهَا مِنْ جَمْعٍ بِلَيْلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Juraij} dan {Rauh} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} dan {Muhammad bin Bakr} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Atha’} bahwa {Ibnu Syawal} telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia menemui {Ummu Habibah binti Abu Sufyan}, lalu Ummu Habibah mengabarkan kepadanya bahwa dia berangkat, sedangkan {Ibnu Bakr} menyebutkan, bahwa Nabi saw. berangkat menuju Mina dari Jam’ semenjak malam hari.” Dan {Yahya} menyebutkan bahwa beliau berangkat menuju Mina dari Jam’ sejak malam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26138
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا حَرْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا سُفْيَانَ بْنَ الْمُغِيرَةِ الثَّقَفِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُدَخَلَ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَتْ لَهُ بِسَوِيقٍ فَشَرِبَ فَقَالَتْ لَهُ يَا ابْنَ أَخِي أَلَا تَتَوَضَّأُ فَقَالَ إِنِّي لَمْ أُحْدِثْ قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَوَضَّئُوا مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdus Shamad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Harb} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} bahwa {Abu Sufyan bin Al Mughirah Ats Tsaqafi} mengabarkan kepadanya, bahwa dia menemui {Ummu Habibah} isteri Nabi saw., kemudian Ummu Habibah menyuguhkan kepadanya sawiq (makanan yang terbuat dari adonan tepung) dan ia pun meminumnya. Ummu Habibah lantas bertanya kepadanya, “Wahai anak saudaraku, apakah kamu tidak berwudhu terlebih dahulu?” Abu Sufyan menjawab, “Aku belum berhadats.” Ummu Habibah berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Berwudhulah dari sesuatu yang disentuh oleh api.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26139
حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا دَرَّاجٌ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَأَنَّ أُنَاسًا مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْلَمَهُمْ الصَّلَاةَ وَالسُّنَنَ وَالْفَرَائِضَ ثُمَّ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لَنَا شَرَابًا نَصْنَعُهُ مِنْ الْقَمْحِ وَالشَّعِيرِ قَالَ فَقَالَ الْغُبَيْرَاءُ قَالُوا نَعَمْ قَالَ لَا تَطْعَمُوهُ ثُمَّ لَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ بِيَوْمَيْنِ ذَكَرُوهُمَا لَهُ أَيْضًا فَقَالَ الْغُبَيْرَاءُ قَالُوا نَعَمْ قَالَ لَا تَطْعَمُوهُ ثُمَّ لَمَّا أَرَادُوا أَنْ يَنْطَلِقُوا سَأَلُوهُ عَنْهُ فَقَالَ الْغُبَيْرَاءُ قَالُوا نَعَمْ قَالَ لَا تَطْعَمُوهُ قَالُوا فَإِنَّهُمْ لَا يَدَعُونَهَا قَالَ مَنْ لَمْ يَتْرُكْهَا فَاضْرِبُوا عُنُقَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Darraj} dari {Umar bin Hakam} bahwa dia telah menceritakan kepadanya dari {Ummu Habibah binti Abu Sufyan}, bahwa orang-orang dari penduduk Yaman datang kepada Rasulullah saw., kemudian beliau mengajarkan kepada mereka tentang shalat, sunnah-sunnah dan kewajiban-kewajiban. Mereka kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami memiliki minuman yang terbuat dari gandum dan tepung?” Beliau balik bertanya: “Al Ghubaira’?” mereka menjawab, “Ya.” Nabi lalu bersabda: “Jangan kalian mengkonsumsinya.” Dua hari setelah itu mereka menanyakan hal itu lagi kepada beliau, maka beliau pun bertanya: “Al Ghubaira’?” mereka menjawab, “Ya.” Lantas beliau bersabda: “Jangan kalian mengkonsumsinya.” Hingga ketika mereka hendak pergi, mereka masih bertanya tentang minuman itu kepada beliau, dan beliau bertanya lagi: “Al Ghubaira’?” mereka menjawab, “Ya.” Nabi pun bersabda: “Jangan kalian mengkonsumsinya.” Kemudian para sahabat berkomentar, “Sungguh, mereka adalah suatu kaum yang susah untuk meninggalkannya.” Maka beliau pun bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkannya maka potonglah lehernya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26140
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ أَبِي وَعَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ أَنَّهَاكَانَتْ تَحْتَ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍ وَكَانَ أَتَى النَّجَاشِيَّ وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ وَكَانَ رَحَلَ إِلَى النَّجَاشِيِّ فَمَاتَ وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَ أُمَّ حَبِيبَةَ وَإِنَّهَا بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ زَوَّجَهَا إِيَّاهُ النَّجَاشِيُّ وَمَهَرَهَا أَرْبَعَةَ آلَافٍ ثُمَّ جَهَّزَهَا مِنْ عِنْدِهِ وَبَعَثَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ شُرَحْبِيلَ ابْنِ حَسَنَةَ وَجِهَازُهَا كُلُّهُ مِنْ عِنْدِ النَّجَاشِيِّ وَلَمْ يُرْسِلْ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَيْءٍ وَكَانَ مُهُورُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ مِائَةِ دِرْهَمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Mubarak} dari {Ma’mar}, Bapakku berkata dan {Ali bin Ishaq} telah memberitakan kepada kami {Abdullah} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Urwah} dari {Ummu Habibah} dia adalah isteri Ubaidullah bin Jahsy yang saat itu datang menemui Raja Najasyi -Ali Bin Ishaq menyebutkan-, Ubaidullah pergi menemui Najasyi kemudian meninggal. Kemudian Rasulullah saw. menikahi Ummu Habibah, yang saat itu Ummu Habibah masih berada di negeri Habasyah, dan Najasyi lah yang menikahkannya dengan Rasulullah dengan mahar empat ribu. Kemudian Najasyi mempersiapkan semua perbekalan Ummu Habibah dari peribadinya lantas mengirimkannya untuk Rasulullah saw. dengan di kawal oleh Syurahbil bin Hasanah. Semua persiapan Ummu Habibah yang menyediakana adalah Najasyi, sementara Rasulullah saw. tidak mengirim sesuatu apapun kepadanya. Dan mahar para isteri Nabi saw. adalah empat ratus dirham.”