Musnad Dari Beberapa Kabilah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26151
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ مَوْلًى لِآلِ الزُّبَيْرِ قَالَإِنَّ بِنْتَ زَمْعَةَ قَالَتْ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ إِنَّ أَبِي زَمْعَةَ مَاتَ وَتَرَكَ أُمَّ وَلَدٍ لَهُ وَإِنَّا كُنَّا نَظُنُّهَا بِرَجُلٍ وَإِنَّهَا وَلَدَتْ فَخَرَجَ وَلَدُهَا يُشْبِهُ الرَّجُلَ الَّذِي ظَنَنَّاهَا بِهِ قَالَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهَا أَمَّا أَنْتِ فَاحْتَجِبِي مِنْهُ فَلَيْسَ بِأَخِيكِ وَلَهُ الْمِيرَاثُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} telah meceritakan kepada kami {Isra’il} dari {Manshur} dari {Mujahid} dari {seorang budak} milik keluarga Zubair, dia berkata bahwa {anak perempuan Zam’ah} berkata, “Aku menemui Rasulullah saw., kemudian aku berkata, “Sesungguhnya ayahku, Zam’ah, telah wafat dan meninggalkan Ummu Walad. Dan kami mencurigai dia telah melakukan perselingkuhan dengan laki-laki lain hingga melahirkan seorang anak, yang juga mirip dengan lelaki selingkuhannya.” Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada anak perempuan Zam’ah: “Hendaklah kamu berhijab darinya, ia bukan saudaramu, namun ia masih mempunyai hak waris.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26152
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ السَّبَّاقِ عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ مِنْ طَعَامٍ قُلْتُ لَا إِلَّا عَظْمًا أُعْطِيَتْهُ مَوْلَاةٌ لَنَا مِنْ الصَّدَقَةِ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَرِّبِيهِ فَقَدْ بَلَغَتْ مَحِلَّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Ubaid bin Sabaq} dari {Juwairiyah binti Al Harits} dia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah saw. datang kepadaku lantas bertanya “Apakah ada makanan?” Aku menjawab, “Tidak, kecuali tulang pemberian budak kita dari harta sedekah.” Beliau kemudian bersabda: “Dekatkanlah kepadaku karena dia telah sampai kepada tempatnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26153
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ قَالَ سَمِعْتُ كُرَيْبًا يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ جُوَيْرِيَةَ قَالَتْإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى جُوَيْرِيَةَ بَكَرًا وَهِيَ فِي الْمَسْجِدِ تَدْعُو ثُمَّ مَرَّ عَلَيْهَا قَرِيبًا مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ فَقَالَ مَا زِلْتِ عَلَى حَالِكِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ تَعْدِلُهُنَّ بِهِنَّ وَلَوْ وُزِنَ بِهِنَّ وُزِنَ سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ ثَلَاثًا سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَا نَفْسِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَا نَفْسِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَا نَفْسِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ وَكَانَ اسْمُهَا بَرَّةَ فَسَمَّاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُوَيْرِيَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Muhammad bin Abdurrahman} bekas budak keluarga Thalhah, berkata aku pernah mendengar {Kuraib} menceritakan dari {Ibnu Abbas} dari {Juwairiyah} dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. melewati Juwairiyah di pagi hari, ketika itu dia berada di masjid sedang berdoa. Kemudian menjelang tengah hari beliau kembali melewatinya seraya bertanya: “Apakah kamu masih pada posisimu?” dia menjawab, “Ya.” Belaiu lalu bersabda: “Maukah aku beritahukan kepadamu beberapa kalimat yang dapat menyamainya, yang seandainya ditimbang maka akan menyamainya, yaitu SUBHAANALLAAH ‘ADADA KHALQIHI, SUBHAANALLAAH ‘ADADA KHALQIHI (Maha suci Allah sebanyak ciptaan-Nya, Maha suci Allah sebanyak ciptaan-Nya) tiga kali, SUBHAANALLAAH RIDLAA NAFSIHI, SUBHAANALLAAH RIDLAA NAFSIHI, SUBHAANALLAAH RIDLA NAFSIHI (Maha suci Allah sebagaimna Dia ridla terhadap diri-Nya) tiga kali, SUBHAANALLAAH ZINATA ‘ARSYIHI, SUBHAANALLAAH ZINATA ‘ARSYIHI, SUBHAANALLAAH ZINATA ‘ARSYIHI (Maha suci Allah sebanyak hiasan yang ada di atas Arsy-Nya) tiga kali, SUBHAANALLAAH MIDAADA KALIMAATIHI, SUBHAANALLAAH MIDAADA KALIMAATIHI, SUBHAANALLAH MIDAADA KALIMAATIHI (Maha suci Allah sebanyak tinta kalimat-Nya) tiga kali.” Dulu namanya adalah Barrah, kemudian Rasulullah saw. memberinya nama dengan Juwairiyah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26154
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ وَهِيَ صَائِمَةٌ فَقَالَ لَهَا أَصُمْتِ أَمْسِ قَالَتْ لَا قَالَ أَفَتُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِي غَدًا قَالَتْ لَا قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَفْطِرِي إِذًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad} dan {Hajjaj} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Abu Ayyub} dari {Juwairiyah binti Al Harits} dia berkata, “Sesungguhnya Nabi saw. pada hari Jum’at datang menemuinya, yang ketika itu dia sedang berpuasa. Beliau kemudian bertanya kepadanya: “Apakah kamu kemarin berpuasa?” dia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi: “Apakah kamu besok mau berpuasa?” dia menjawab, “Tidak.” Maka beliau pun bersabda: “Berbukalah kamu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26155
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ يَعْنِي ابْنَ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ جَابِرٍ عَنْ خَالَتِهِ أُمِّ عُثْمَانَ عَنِ الطُّفَيْلِ ابْنِ أَخِي جُوَيْرِيَةَ عَنْ جُوَيْرِيَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ حَرِيرٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوْبَ مَذَلَّةٍ أَوْ ثَوْبًا مِنْ نَارٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad} -yakni Ibnu Amir- telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Jabir} dari bibinya {Ummu Utsman} dari {Thufail} anak laki-laki, dari saudaranya Juwairiyah dari {Juwairiyah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa mengenakan pakaian dari sutera di dunia, maka Allah Ta’ala akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan, atau pakaian dari api Neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26156
حَدَّثَنَا عَاصِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ قَالَ إِنَّ عُبَيْدَ بْنَ السَّبَّاقِ يَزْعُمُ أَنَّ جُوَيْرِيَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا فَقَالَ هَلْ مِنْ طَعَامٍ قَالَتْ لَا وَاللَّهِ مَا عِنْدَنَا طَعَامٌ إِلَّا عَظْمًا مِنْ شَاةٍ أُعْطِيَتْهَا مَوْلَاتِي مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرِّبِيهِ فَقَدْ بَلَغَتْ مَحِلَّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ashim} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} telah menceritakan kepadaku {Ibnu Syihab} berkata, bahwa {Ubaid bin Sabbaq} menyakini bahwa {Juwairiyah} isteri Nabi saw. telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. pernah menemuinya, kemudian beliau bersabda: “Apakah ada makanan?” Juwairiyah menjawab, “Kami tidak memiliki makanan, kecuali tulang kambing pemberian budakku dari harta sedekah.” Beliau lantas bersabda: “Dekatkanlah kepadaku karena dia telah sampai kepada tempatnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26157
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنِى أَبُو أَيُّوبَ الْعَتَكِىُّ عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ جُمُعَةٍ وَهِيَ صَائِمَةٌ فَقَالَ لَهَا أَصُمْتِ أَمْسِ قَالَتْ لَا قَالَ أَتُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِي غَدًا قَالَتْ لَا قَالَ فَأَفْطِرِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} telah menceritakan kepadaku {Abu Ayyub Al Ataki} dari {Juwairiyah binti Al Harits} dia berkata, “Sesungguhnya Nabi saw. pernah menemuinya pada hari Jum’at, yang saat itu dia sedang berpuasa. Beliau lalu bertanya kepadanya: “Apakah kemarin kamu berpuasa?” dia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi: “Apakah kamu besok hendak berpuasa?” dia menjawab, “Tidak.” Maka beliau pun bersabda: “Berbukalah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26158
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أُمِّ سُلَيْمٍ أَنَّهَاقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَسٌ خَادِمُكَ ادْعُ اللَّهَ لَهُ قَالَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُقَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ قَالَ فَقَالَ أَنَسٌ أَخْبَرَنِي بَعْضُ وَلَدِي أَنَّهُ قَدْ دُفِنَ مِنْ وَلَدِي وَوَلَدِ وَلَدِي أَكْثَرُ مِنْ مِائَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} berkata, aku mendengar {Qatadah} telah menceritakan dari {Anas bin Malik} dari {Ummu Sulaim} bahwa dia berkata, “Wahai Rasulullah, Anas pelayanmu, do’akanlah kepada Allah untuknya.” Anas lalu berkata, “Maka Nabi saw. pun berdoa: “Ya Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak, dan berkahilah apa yang telah Engkau berikan padanya.” Hajjaj menyebutkan dalam haditsnya, dia berkata, “Anas lalu berkata, “Sebagian anakku mengabarkan kepadaku, bahwa anak dan cucu-cucuku yang sudah dimakamkan lebih dari seratus.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26159
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَرَوْحٌ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّهُكَانَ بَيْنَ ابْنِ عَبَّاسٍ وَزَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ فِي الْمَرْأَةِ تَحِيضُ بَعْدَمَا تَطُوفُ بِالْبَيْتِ يَوْمَ النَّحْرِ مُقَاوَلَةٌ فِي ذَلِكَ فَقَالَ زَيْدٌ لَا تَنْفِرُ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهَا بِالْبَيْتِ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ إِذَا طَافَتْ يَوْمَ النَّحْرِ وَحَلَّتْ لِزَوْجِهَا نَفَرَتْ إِنْ شَاءَتْ وَلَا تَنْتَظِرُ فَقَالَتْ الْأَنْصَارُ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ إِنَّكَ إِذَا خَالَفْتَ زَيْدًا لَمْ نُتَابِعْكَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ سَلُوا أُمَّ سُلَيْمٍ فَسَأَلُوهَا عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَتْ أَنَّ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيِّ بْنِ أَخْطَبَ أَصَابَهَا ذَلِكَ فَقَالَتْ عَائِشَةُ الْخَيْبَةُ لَكِ حَبَسْتِينَا فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَنْفِرَ وَأَخْبَرَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ أَنَّهَا لَقِيَتْ ذَلِكَ فَأَمَرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَنْفِرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Rauh} secara makna, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Ikrimah}, bahwa telah terjadi perdebatan di antara {Ibnu Abbas} dan Zaid bin Tsabit tentang seorang wanita yang datang masa haidnya setelah dia melakukan Thawaf di Ka’bah pada hari Nahr (Iedul Adla). Zaid berpendapat, “Janganlah kamu meninggalkan (Makkah) sehingga akhir yang kamu lakukan adalah Thawaf di Ka’bah.” Sedangkan Ibnu Abbas berkata, “Jika ia (seorang wanita) Telah melakukan thawaf dan halal untuk suaminya, maka jika mau ia sudah boleh meninggalkan Makkah dan tidak perlu menunggu.” Orang-orang Anshar lalu berkata kepada Ibnu Abbas, “Wahai Ibnu Abbas, jika kamu menyelisihi Zaid maka kami tidak akan mengikutimu!” Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Tanyakanlah kepada Ummu Sulaim.” Maka mereka menanyakan tentang hal itu kepada Ummu Sulaim, lalu {Ummu Sulaim} memberitahukan bahwa Shafiyah binti Huyay bin Akhtab pernah mengalami hal itu, lalu ‘Aisyah berkata, “Kerugian atas kamu! Kamu telah menahan kami.” Maka hal itu disampaikan kepada Rasulullah saw., sehingga beliau memerintahkan untuk meninggalkan Makkah, dan Ummu Sulaim menceritakan bahwa dia menemui hal yang sama kemudian Rasulullah saw. memerintahkannya untuk meninggalkan Makkah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 26160
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ وَرَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْكَرِيمِ أَنَّ الْبَرَاءَ بْنَ زَيْدِ ابْنِ بِنْتِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ عَنْ أُمِّ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَقِرْبَةٌ مُعَلَّقَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَشَرِبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا مِنْ فِي الْقِرْبَةِ فَقَامَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ إِلَى فِي الْقِرْبَةِ فَقَطَعَتْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dari {Ibnu Juraij} dan {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abdul Karim} bahwa {Barra’ bin Zaid} cucunya Anas bin Malik, telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Anas bin Malik} telah menceritakan dari {Ummu Anas bin Malik} dia berkata, “Nabi saw. pernah menemui kami, sedangkan geribah yang berisikan air mengantung, kemudian Nabi saw. pun meminumnya sambil berdiri melalui mulut geriba.” Ummu Sulaim lalu bangun dan memotong mulut geribah.”