Puasa

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 1903

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْوَلِيدِ يَعْنِي ابْنَ كَثِيرٍ حَدَّثَنِي نَافِعٌ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حَدَّثَهُأَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنَّ هَذَا يَوْمٌ كَانَ يَصُومُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُوَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَا يَصُومُهُ إِلَّا أَنْ يُوَافِقَ صِيَامَهُ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا أَبُو مَالِكٍ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْأَخْنَسِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ سَوَاءً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Al Walid bin Katsir} telah menceritakan kepadaku {Nafi’} bahwa {Abdullah bin Umar} radliallahu ‘anhuma telah menceritakan kepadanya bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di hari ‘Asyura`: “Sesungguhnya orang-orang Jahiliyah berpuasa di hari ini. Maka siapa yang suka berpuasa silahkan, dan siapa yang lebih suka meninggalkannya maka tidaklah mengapa.” Maka Abdullah radliallahu ‘anhu tidak pernah berpuasa di hari itu, kecuali memang bertepatan dengan hari puasanya. Dan telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Ahmad bin Abu Khalaf} telah menceritakan kepada kami {Rauh} -dalam riwayat lain- Telah menceritakan kepada kami {Abu Malik Ubaidullah bin Al Akhnas} telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} dari {Abdullah bin Umar} radliallahu ‘anhuma, ia berkata Suatu ketika, disebutkanlah puasa hari ‘Asyura` di sisi Rasulullah saw. Maka ia pun menyebutkan hadits sebagaimana hadits Laits bin Sa’d.

Sahih Muslim | Hadits No. : 1904

و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ النَّوْفَلِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَذُكِرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَقَالَ ذَاكَ يَوْمٌ كَانَ يَصُومُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ
Terjemahan: Dan Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Utsman An Naufali} telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Muhammad bin Zaid Al Asqalani} telah menceritakan kepada kami {Salim bin Abdullah} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Umar} radliallahu ‘anhuma, ia berkata Di sisi Rasulullah saw. pernah disebutkan tentang hari ‘Asyura`, maka beliau pun bersabda: “Itu adalah hari, yang sering dijadikan orang-orang Jahiliyah berpuasa, maka siapa di antara kalian yang suka berpuasa di hari itu silahkan, dan siapa yang tidak suka, maka tidaklah mengapa ia meninggalkannya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 1905

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ جَمِيعًا عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ قَالَدَخَلَ الْأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ يَتَغَدَّى فَقَالَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ ادْنُ إِلَى الْغَدَاءِ فَقَالَ أَوَلَيْسَ الْيَوْمُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ قَالَ وَهَلْ تَدْرِي مَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ قَالَ وَمَا هُوَ قَالَ إِنَّمَا هُوَ يَوْمٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فَلَمَّا نَزَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ تُرِكَو قَالَ أَبُو كُرَيْبٍ تَرَكَهُ و حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَا فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ تَرَكَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Abu Kuraib} semuanya dari {Abu Mu’awiyah} – {Abu Kuraib} berkata- Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} dari {Al A’masy} dari {Umarah} dari {Abdurrahman bin Yazid} ia berkata Al Asy’ats bin Qais pernah datang ke rumah Abdullah ketika dia sedang makan. Maka {Abdullah} pun berkata, “Ya Abu Muhammad! Mari silahkan makan.” Asy’ats menjawab, “Bukankah hari ini adalah hari ‘Asyura`?” Abdullah balik bertanya, “Tahukah kamu, apakah hari ‘Asyura` itu?” kemudian ia melanjutkan, “Hari ‘Asyura` adalah hari yang dijadikan Rasulullah saw. untuk berpuasa sebelum diwajibkannya puasa Ramadlan. Maka ketika puasa Ramadlan diwajibkan, maka puasa hari ‘Asyura itu pun ditinggalkannya.” Abu Kuraib mengatakan “Beliau meninggalkannya.” Dan Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} dasn {Utsman bin Abu Syaibah} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Al A’masy} dengan isnad ini, dan keduanya menyebutkan “Maka ketika kewajiban puasa Ramadlan turun, beliau pun meninggalkannya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 1906

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي زُبَيْدٌ الْيَامِيُّ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَكَنٍأَنَّ الْأَشْعَثَ بْنَ قَيْسٍ دَخَلَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهُوَ يَأْكُلُ فَقَالَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ ادْنُ فَكُلْ قَالَ إِنِّي صَائِمٌ قَالَ كُنَّا نَصُومُهُ ثُمَّ تُرِكَ
Terjemahan: Dan Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dan {Yahya bin Sa’id Al Qaththan} dari {Sufyan} -dalam riwayat lain- Dan telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Hatim} -lafazh juga miliknya- Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Zubaid Al Yami} dari {Umarah bin Umair} dari {Qais bin Sakn} bahwa Al Asy’ats bin Qais menemui {Abdullah} pada hari ‘Asyura dan saat itu Abdullah sedang makan. Maka Abdullah pun berkata, “Wahai Abu Muhammad, marilah makan.” Ia menjawab, “Saya sedang berpuasa.” Abdullah berkata, “Dulu, kami berpuasa ‘Asyura`, namun kemudian kami meninggalkannya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 1907

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَدَخَلَ الْأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ عَلَى ابْنِ مَسْعُودٍ وَهُوَ يَأْكُلُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَقَالَ قَدْ كَانَ يُصَامُ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ رَمَضَانُ فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ تُرِكَ فَإِنْ كُنْتَ مُفْطِرًا فَاطْعَمْ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Hatim} telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Manshur} telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {Alqamah} ia berkata Al Asy’ats bin Qais menemui {Abdullah bin Mas’ud} yang saat itu sedang makan di hari ‘Asyura`. Kemudian Al Asy’ats pun berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya hari ini adalah hari ‘Asyura`.” Maka Ibnu Mas’ud berkata, “Dulu sebelum diturunkannya kewajiban puasa Ramadlan, kaum muslimin memang berpuasa di hari ‘Asyura`, namun ketika puasa Ramadlan diwajibkan, maka puasa hari ‘Asyura` pun ditinggalkan. Maka jika kamu ingin berbuka, berbukalah.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 1908

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا شَيْبَانُ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي ثَوْرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَيَحُثُّنَا عَلَيْهِ وَيَتَعَاهَدُنَا عِنْدَهُ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ لَمْ يَأْمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا وَلَمْ يَتَعَاهَدْنَا عِنْدَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Musa} telah mengabarkan kepada kami {Syaiban} dari {Asy’ats bin Abu Sya’tsa`} dari {Ja’far bin Abu Tsaur} dari {Jabir bin Samurah} radliallahu ‘anhu, ia berkata: “Dulu Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk berpuasa di hari ‘Asyura` dan beliau selalu menganjurkan untuk selalu melakukannya, maka ketika puasa Ramadlan diwajibkan, beliau tidak lagi memerintahkan kami, dan tidak pula melarang kami dan tidak pula memperhatikan apakah kami berpuasa atau tidak.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 1909

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِأَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ خَطِيبًا بِالْمَدِينَةِ يَعْنِي فِي قَدْمَةٍ قَدِمَهَا خَطَبَهُمْ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ أَيْنَ عُلَمَاؤُكُمْ يَا أَهْلَ الْمَدِينَةِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِهَذَا الْيَوْمِ هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ وَلَمْ يَكْتُبْ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَأَنَا صَائِمٌ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَصُومَ فَلْيَصُمْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُفْطِرَ فَلْيُفْطِرْحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي مِثْلِ هَذَا الْيَوْمِ إِنِّي صَائِمٌ فَمَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَ فَلْيَصُمْ وَلَمْ يَذْكُرْ بَاقِي حَدِيثِ مَالِكٍ وَيُونُسَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Harmalah bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} telah mengabarkan kepadaku {Humaid bin Abdurrahman} bahwa ia mendengar {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} yang sedang menyampaikan khutbah di Madinah tepatnya pada hari ‘Asyura`. Kemudian ia pun berkata, “Di manakah ulama kalian wahai penduduk Madinah? Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda berkenaan dengan hari ini. Hari ini adalah hari ‘Asyura`, dan Allah tidaklah mewajibkan puasa padanya, namun saya saat ini sedang berpuasa. Maka siapa di antara kalian suka untuk berpuasa silahkan, dan siapa yang lebih suka untuk berbuka maka sialahkan.” Telah menceritakan kepada kami {Abu Thahir} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Malik bin Anas} dari {Ibnu Syihab} dalam isnad ini, semisalnya. Dan Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Umar} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Az Zuhri} dengan isnad ini, ia mendengar Nabi saw. bersabda sebagaimana hari ini: “Sesungguhnya saya sedang berpuasa, siapa di antara kalian yang ingin berpuasa, maka berpuasalah.” Dan ia tidak menyebutkan yang tersisa dari haditsnya Malik dan Yunus.

Sahih Muslim | Hadits No. : 1910

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَسُئِلُوا عَنْ ذَلِكَ فَقَالُوا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي أَظْهَرَ اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَبَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى فِرْعَوْنَ فَنَحْنُ نَصُومُهُ تَعْظِيمًا لَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَأَمَرَ بِصَوْمِهِو حَدَّثَنَاه ابْنُ بَشَّارٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ جَمِيعًا عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ فَسَأَلَهُمْ عَنْ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Husyaim} dari {Abu Bisyr} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhuma, ia berkata Ketika Rasulullah saw. belum lama tiba di Madinah, didapatinya orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura`. Lalu mereka pun ditanya (alasan apa mereka berpuasa di hari itu). Mereka menjawab, “Hari ini adalah hari kemenangan Musa dan Bani Isra`il atas Fir’aun. Karena itu, kami puasa pada hari ini untuk menghormati Musa.” Maka Nabi saw. pun bersabda: “Sesungguhnya kami lebih pantas untuk memuliakan Musa daripada kalian.” lalu beliau perintahkan agar kaum muslimin puasa pada hari ‘Asyura`. Dan Telah meceritakannya kepada kami {Ibnu Basysyar} dan {Abu Bakr bin Nafi’} semuanya dari {Muhammad bin Ja’far} dari {Syu’bah} dari {Abu Bisyr} dengan isnad ini, dan ia mengatakan Maka beliau pun menanyakan hal itu pada mereka.

Sahih Muslim | Hadits No. : 1911

و حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِو حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ عَنْ ابْنِ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ لَمْ يُسَمِّهِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Ibnu Abu Umar} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Abdullah bin Sa’id bin Jubair} dari {bapaknya} dari {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah saw. mendatangi kota Madinah, lalu didapatinya orang-orang Yahudi berpuasa di hari ‘Asyura. Maka beliau pun bertanya kepada mereka: “Hari apakah ini, hingga kalian berpuasa?” mereka menjawab, “Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah memenangkan Musa dan Kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun serta kaumnya. Karena itu, Musa puasa setiap hari itu untuk menyatakan syukur, maka kami pun melakukannya.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Kami lebih berhak dan lebih pantas untuk memuliakan Musa daripada kalian.” kemudian beliau pun berpuasa dan memerintahkan kaum puasa di hari itu. Dan Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} telah mengabarkan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dengan isnad ini, hanya saja ia berkata “Dari Ibnu Sa’id bin Jubair.” Ia tidak menyebutkan namanya.

Sahih Muslim | Hadits No. : 1912

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ أَبِي عُمَيْسٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَكَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Abu Syaibah} dan {Ibnu Numair} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Abu Umais} dari {Qais bin Muslim} dari {Thariq bin Syihab} dari {Abu Musa} radliallahu ‘anhu, ia berkata Hari ‘Asyura adalah hari yang sangat diangungkan oleh kaum Yahudi bahkan mereka menjadikannya sebagai hari raya. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Berpuasalah kalian pada hari itu.”