Faraidh (Pembagian Waris)
Muwattha Malik | Hadits No. : 958
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ كَثِيرًا يَقُولُ كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَقُولُعَجَبًا لِلْعَمَّةِ تُورَثُ وَلَا تَرِثُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Muhammad bin Abu Bakar bin Hazm} bahwa ia mendengar {Bapaknya} sering berkata ” {Umar bin Khattab} pernah mengatakan ‘Sungguh mengherankan bagi seorang bibi, dia dapat mewariskan hartanya tetapi tidak mendapatkan harta warisan (dari kerabatnya) .”
Muwattha Malik | Hadits No. : 959
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عُمَرَ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Ali bin Husain bin Ali} dari {‘Umar bin ‘Utsman bin ‘Affan} dari {‘Usamah bin Zaid} bahwa Rasulullah Shalla Allahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang muslim tidak dapat mewariskan hartanya kepada orang kafir.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 960
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُإِنَّمَا وَرِثَ أَبَا طَالِبٍ عَقِيلٌ وَطَالِبٌ وَلَمْ يَرِثْهُ عَلِيٌّ قَالَ فَلِذَلِكَ تَرَكْنَا نَصِيبَنَا مِنْ الشِّعْبِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Ibnu Syihab} dari {Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib} bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa ‘Aqil dan Thalib telah mewarisi harta dari Abu Thalib, sedang Ali tidak mewarisi hartanya. Ali bin Husain berkata “Maka dari itu, kami tidak mengambil bagian kami berupa tanah yang ada di lembah.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 961
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ الْأَشْعَثِ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَمَّةً لَهُ يَهُودِيَّةً أَوْ نَصْرَانِيَّةً تُوُفِّيَتْ وَأَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ الْأَشْعَثِ ذَكَرَ ذَلِكَ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِوَقَالَ لَهُ مَنْ يَرِثُهَا فَقَالَ لَهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَرِثُهَا أَهْلُ دِينِهَاثُمَّ أَتَى عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ فَسَأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ لَهُ عُثْمَانُ أَتُرَانِي نَسِيتُ مَا قَالَ لَكَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَرِثُهَا أَهْلُ دِينِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} dari {Sulaiman bin Yasar} bahwa {Muhammad bin Al Asy’ats} mengabarkan kepadanya bahwa bibinya yang beragama Yahudi atau Nasrani telah meninggal. Muhammad bin Al Asy’ats lalu menceritakan hal itu kepada Umar bin Khattab dan bertanya kepadanya, “Siapa yang akan mendapatkan harta warisannya?” ‘ {Umar bin Khattab} menjawab “Yang akan mendapatkan warisannya adalah orang yang seagama dengannya”. Kemudian dia mendatangi {Utsman bin Affan} untuk menanyakan hal itu juga, Utsman balik bertanya “Apakah kamu lupa dengan apa yang dikatakan Umar bin Khattab, bahwa yang mendapatkan warisan adalah orang yang seagama dengannya?”
Muwattha Malik | Hadits No. : 962
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي حَكِيمٍ أَنَّ نَصْرَانِيًّا أَعْتَقَهُ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ هَلَكَ قَالَ إِسْمَعِيلُفَأَمَرَنِي عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ أَنْ أَجْعَلَ مَالَهُ فِي بَيْتِ الْمَالِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} dari {Isma’il bin Abu Hakim} berkata, “Seorang Nasrani yang telah dibebaskan oleh Umar bin Abdul Aziz meninggal dunia. Isma’il berkata “Lalu {Umar bin Abdul Aziz} memerintahkan kepadaku agar memberikan semua hartanya ke Baitul Mal.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 963
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ عُلَمَائِهِمْأَنَّهُ لَمْ يَتَوَارَثْ مَنْ قُتِلَ يَوْمَ الْجَمَلِ وَيَوْمَ صِفِّينَ وَيَوْمَ الْحَرَّةِ ثُمَّ كَانَ يَوْمَ قُدَيْدٍ فَلَمْ يُوَرَّثْ أَحَدٌ مِنْ صَاحِبِهِ شَيْئًا إِلَّا مَنْ عُلِمَ أَنَّهُ قُتِلَ قَبْلَ صَاحِبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman} dari beberapa ulama mereka, bahwa orang-orang yang terbunuh dalam perang Jamal, perang Shiffin dan perang Harrah tidak dapat saling mewarisi. Adapun pada perang Qudaid, tidak seorangpun yang mewarisi harta temannya kecuali jika diketahui bahwa dia terbunuh sebelum temannya.”