Diyat

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2665

حَدَّثَنَا عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ خَالِدٍ النُّمَيْرِيُّ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ الْوَلِيدِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الْمَعْدِنَ جُبَارٌ وَالْبِئْرَ جُبَارٌ وَالْعَجْمَاءَ جَرْحُهَا جُبَارٌ وَالْعَجْمَاءُ الْبَهِيمَةُ مِنْ الْأَنْعَامِ وَغَيْرِهَا وَالْجُبَارُ هُوَ الْهَدْرُ الَّذِي لَا يُغَرَّمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrabih bin Khalid An Numairi}, telah menceritakan kepada kami {Fudhail bin Sulaiman}, telah menceritakan kepadaku {Musa bin Uqbah}, telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin Yahya bin Al Walid} dari {Ubadah bin As Shamit}, ia berkata “Rasulullah saw. menetapkan hukum bahwa kematian dalam pertambangan adalah sia-sia (tidak ada jaminan diyat atau qishash), kematian karena jatuh ke sumur adalah sia-sia, dan luka/kematian yang diakibatkan hewan lain adalah sia-sia.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2666

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارُ جُبَارٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Azhar}, telah menceritakan kepada kami {Abdurrazak} dari {Ma’mar} dari {Hammam} dari {Abu hurairah}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Kecelakaan (kematian) yang diakibatkan merembaknya api tanpa disengaja adalah sia-sia.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2667

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ سَمِعْتُ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ حَدَّثَنِي أَبُو لَيْلَى بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْلٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ عَنْ رِجَالٍ مِنْ كُبَرَاءِ قَوْمِهِأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةَ خَرَجَا إِلَى خَيْبَرَ مِنْ جَهْدٍ أَصَابَهُمْ فَأُتِيَ مُحَيِّصَةُ فَأُخْبِرَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ قَدْ قُتِلَ وَأُلْقِيَ فِي فَقِيرٍ أَوْ عَيْنٍ بِخَيْبَرَ فَأَتَى يَهُودَ فَقَالَ أَنْتُمْ وَاللَّهِ قَتَلْتُمُوهُ قَالُوا وَاللَّهِ مَا قَتَلْنَاهُ ثُمَّ أَقْبَلَ حَتَّى قَدِمَ عَلَى قَوْمِهِ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُمْ ثُمَّ أَقْبَلَ هُوَ وَأَخُوهُ حُوَيِّصَةُ وَهُوَ أَكْبَرُ مِنْهُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلٍ فَذَهَبَ مُحَيِّصَةُ يَتَكَلَّمُ وَهُوَ الَّذِي كَانَ بِخَيْبَرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمُحَيِّصَةَ كَبِّرْ كَبِّرْ يُرِيدُ السِّنَّ فَتَكَلَّمَ حُوَيِّصَةُ ثُمَّ تَكَلَّمَ مُحَيِّصَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِمَّا أَنْ يَدُوا صَاحِبَكُمْ وَإِمَّا أَنْ يُؤْذَنُوا بِحَرْبٍ فَكَتَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فِي ذَلِكَ فَكَتَبُوا إِنَّا وَاللَّهِ مَا قَتَلْنَاهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحُوَيِّصَةَ وَمُحَيِّصَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ تَحْلِفُونَ وَتَسْتَحِقُّونَ دَمَ صَاحِبِكُمْ قَالُوا لَا قَالَ فَتَحْلِفُ لَكُمْ يَهُودُ قَالُوا لَيْسُوا بِمُسْلِمِينَ فَوَدَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عِنْدِهِ فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِائَةَ نَاقَةٍ حَتَّى أُدْخِلَتْ عَلَيْهِمْ الدَّارَفَقَالَ سَهْلٌ فَلَقَدْ رَكَضَتْنِي مِنْهَا نَاقَةٌ حَمْرَاءُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hakim}, telah menceritakan kepada kami {Bisyr bin Umar}, aku mendengar {Malik bin Anas}, telah menceritakan kepadaku {Abu Laila bin Abdullah bin Abdurrahman bin Sahal} dari {Sahl bin Abu Hatsmah}, dari {para pembesar} kaum mereka, “Sesungguhnya Abdullah bin Sahl dan Muhayishah, keduanya keluar dari kediamannya menuju kawasan Khaibar karena kesulitan yang menimpa mereka. Lalu Muhayishah didatangi dan diberitahu bahwa Abdullah bin Sahl telah terbunuh dan dilemparkan di sebuah sumur yang biasa disebut Faqir atau Ain di kawasan Khaibar. Orang-orang Yahudi datang lalu Muhayishah berkata kepada mereka, “Sungguh kalian telah membunuhnya! Demi Allah! Kalian telah membunuhnya.” Mereka menjawab, “Demi Allah! kami tidak membunuhnya.” Lalu ia kembali dan datang menemui kaumnya. Ia mengemukakan hal yang terjadi kepada mereka. Kemudian Muhayishah dan saudara laki-lakinya Huwayishah yang lebih besar darinya serta Abdurrahman bin Sahl berangkat kembali. Muhayishah pergi lalu berbicara, sebab dialah yang ada di kawasan Khaibar, namun Rasulullah saw. berkata kepada Muhayishah, “Yang besar, yang besar.” Maksudkan yang paling dewasa usianya. Maka Huwayishah berbicara kemudian diikuti oleh Muhayishah. Rasulullah saw. berkata “Mereka akan membayar diyat pada teman kalian atau mereka memberi isyarat untuk berperang.” Lalu Rasulullah saw. menulis surat dalam hal ini. kemudian mereka membalas dengan pernyataan: “Sungguh Demi Allah! Kami tidak membunuhnya.” lalu Rasulullah saw. bersabda kepada Huwayishah, Muhayishah dan Abdurrahman: “Apakah kalian bersedia bersumpah dengan benar hingga kalian mendapat hak darah saudara kalian?” Mereka menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda “Jika demikian berarti orang-orang Yahudi yang akan bersumpah pada kalian.” Mereka menjawab “Mereka bukan kaum Muslimin.” Rasulullah pun membayar diyat dari pribadinya. Rasulullah mengirimkan seratus ekor unta kepada mereka sampai dimasukan ke dalam rumah. Sahl berkata “Sungguh seekor unta merah darinya telah menyepakku.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2668

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ حُوَيِّصَةَ وَمُحَيِّصَةَ ابْنَيْ مَسْعُودٍ وَعَبْدَ اللَّهِ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ ابْنَيْ سَهْلٍ خَرَجُوا يَمْتَارُونَ بِخَيْبَرَ فَعُدِيَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ فَقُتِلَ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تُقْسِمُونَ وَتَسْتَحِقُّونَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُقْسِمُ وَلَمْ نَشْهَدْ قَالَ فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذًا تَقْتُلَنَا قَالَ فَوَدَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عِنْدِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sa’id}, telah menceritakan kepada kami {Abu Khalid Al Ahmar} dari {Hajjaj} dari {Amru bin Syu’aib} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} bahwa Huwayishah dan Muhayishah, dua orang anak Mas’ud dan Abdullah serta Abdurrahman dua orang anak laki-laki dari Sahl keluar dari kediamannya dalam rangka mencari makanan dikawasan Khaibar. lalu Abdullah dilukai dan terbunuh. Hal tersebut dikemukakan kepada Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: “Apakah kalian bersedia bersumpah dan mendapatkan hak kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah! Bagaimana kami dapat bersumpah sementara kami tidak menyaksikannya?” beliau bersabda: “Orang-orang Yahudi akan membebaskan kalian.” Mereka berkata “Wahai Rasulullah! Jika demikian mereka akan membunuh kami.” Perawi berkata “Maka Rasulullah saw. membayar diyat dari harta milik beliau.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2669

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلَامِ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي فَرْوَةَ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ رَوْحِ بْنِ زِنْبَاعٍ عَنْ جَدِّهِأَنَّهُ قَدِمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَخْصَى غُلَامًا لَهُ فَأَعْتَقَهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمُثْلَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah}, telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Manshur}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdus Salam} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Farwah} dari {Salamah bin Rauh bin Zinba’} dari {kakeknya} bahwasanya ia datang menemui Nabi saw., dimana telah mengebiri seorang hamba sahaya. Lalu Nabi saw. memerdekakan budak itu sebagai hukumannya tersebut.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2670

حَدَّثَنَا رَجَاءُ بْنُ الْمُرَجَّى السَّمَرْقَنْدِيُّ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَمْزَةَ الصَّيْرَفِيُّ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَارِخًا فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكَ قَالَ سَيِّدِي رَآنِي أُقَبِّلُ جَارِيَةً لَهُ فَجَبَّ مَذَاكِيرِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ بِالرَّجُلِ فَطُلِبَ فَلَمْ يُقْدَرْ عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اذْهَبْ فَأَنْتَ حُرٌّ قَالَ عَلَى مَنْ نُصْرَتِي يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يَقُولُ أَرَأَيْتَ إِنْ اسْتَرَقَّنِي مَوْلَايَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كُلِّ مُؤْمِنٍ أَوْ مُسْلِمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Raja`bin Muraja` As Samarqandi}, telah menceritakan kepada kami {Nadlar bin Syumail}, telah menceritakan kepada kami {Abu Hamzah Ash Shairafi}, telah menceritakan kepadaku {Amru bin Syu’aib} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} berkata “Seorang laki-laki mendatangi Nabi saw. sambil berteriak, maka Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Ada apa denganmu?” Ia menjawab, “Tuanku telah melihatku mencium hamba sahaya perempuannya, maka ia memotong kemaluanku.” Lalu Nabi saw. bersabda: “Datangkanlah padaku tuanmu itu!.” Lalu dicarinya, tetapi ia tidak kuasa untuk membawanya, lalu Rasulullah saw. bersabda: “Pergilah, kamu telah bebas.” Ia bertanya “Siapakah yang akan menolongku, wahai Rasulullah?” Ia berkata “Bagaimana jika ia mencariku dan mengembalikanku padanya?”Rasulullah saw. menjawab: “Yang bertanggung jawab kepadamu adalah setiap orang mukmin atau muslim.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2671

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ شِبَاكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَعَفِّ النَّاسِ قِتْلَةً أَهْلَ الْإِيمَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim Ad Dauraqi}, telah menceritakan kepada kami {Husyaim} dari {Mughirah} dari {Syibak} dari {Ibrahim} dari {Al Qamah} berkata {Abdullah} berkata “Sungguh orang yang paling dijaga dari suatu pembunuhan adalah ahli iman.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2672

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ شِبَاكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هُنَيِّ بْنِ نُوَيْرَةَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَعَفَّ النَّاسِ قِتْلَةً أَهْلُ الْإِيمَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah}, telah menceritakan kepada kami {Ghundar} dari {Syu’bah} dari {Mughirah} dari {Syibak} dari {Ibrahim} dari {Hunaiy bin Nuwairah} dari {‘Alqamah} dari {Abdullah} berkata “Sungguh yang paling diutamakan untuk dijaga dari suatu pembunuhan adalah ahli iman.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2673

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حَنَشٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُونَ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ يَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ وَيُرَدُّ عَلَى أَقْصَاهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdul `A’la Ashan’ani}, telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamir bin Sulaiman} dari {Ayahnya} dari {Hanasy} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas}, dari Nabi saw., beliau bersabda: “Nyawa umat Islam sepadan. seorang muslim harus saling membantu sesama mereka, yang lemah dan yang jauh mempunyai hak yang sama dalah perihal ghanimah.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2674

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ أَبُو ضَمْرَةَ عَنْ عَبْدِ السَّلَامِ بْنِ أَبِي الْجَنُوبِ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُونَ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ وَتَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari}, telah menceritakan kepada kami {Anas bin Iyadh Abu Dhamrah} dari {Abdussalam bin Abu Janub} dari {Al Hasan} dari {Ma’qil bin Yasar}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Kaum muslimin saling menolong dengan sesama mereka dan nyawa mereka mempunyai kedudukan setingkat (dalam hal qishas dan diyat).”