Diyat
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2675
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَيَّاشٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدُ الْمُسْلِمِينَ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ وَأَمْوَالُهُمْ وَيُجِيرُ عَلَى الْمُسْلِمِينَ أَدْنَاهُمْ وَيَرُدُّ عَلَى الْمُسْلِمِينَ أَقْصَاهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Ammar}, telah menceritakan kepada kami {Hatim bin Isma’il} dari {Abdurrhaman bin Ayyasy} dari {Amru bin Syu’aib} dari {Ayahnya} dari {Kakeknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Kaum muslimin saling menolong dengan sesama mereka dan nyawa dan harta mereka mempunyai kedudukan setingkat (dalam hal qishas dan diyat), yang lemah dan yang jauh mempunyai hak yang sama dalah perihal ghanimah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2676
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib}, telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} dari {Al Hasan bin Amru} dari {Mujahid} dari {Abdullah bin Amru} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membunuh seorang kafir mu’ahad, maka ia tidak dapat mencium aroma surga. Dan sesungguhnya aroma surga dapat dirasakan dari jarak per jalanan selama empat puluh tahun.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2677
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مَعْدِيُّ بْنُ سُلَيْمَانَ أَنْبَأَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basyar}, telah menceritakan kepada kami {Ma’di bin Sulaiman}, telah memberitakan kepada kami {Ibnu ‘Ajalan} dari {Ayahnya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barang siapa membunuh orang kafir mu’ahad yang berada dalam perlindungan Allah dan perlindungan RasulNya, maka dia tidak dapat mencium harumnya surga, sedangkan harumnya dapat di cium dari perjalanan tujuh puluh tahun.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2678
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ شَدَّادٍ الْقِتْبَانِيِّ قَالَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَمِعْتُهَا مِنْ عَمْرِو بْنِ الْحَمِقِ الْخُزَاعِيِّ لَمَشَيْتُ فِيمَا بَيْنَ رَأْسِ الْمُخْتَارِ وَجَسَدِهِ سَمِعْتُهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَمِنَ رَجُلًا عَلَى دَمِهِ فَقَتَلَهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ لِوَاءَ غَدْرٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Syawarib}, telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abdul Malik bin Umair} dari {Rifa’ah bin Syaddad Al Qitbani} berkata Kalaulah bukan satu kalimat yang pernah aku dengar dari {Amru bin Hamiq Al Khuza’i}, maka niscaya aku telah berjalan diantara kepala Al Mukhtar dan tubuhnya, aku mendengarnya berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengamankan nyawa seseorang lalu ia membunuhnya, maka di hari Kiamat kelak ia akan membawa bendera pengkhianatan.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2679
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبُو لَيْلَى عَنْ أَبِي عُكَّاشَةَ عَنْ رِفَاعَةَ قَالَدَخَلْتُ عَلَى الْمُخْتَارِ فِي قَصْرِهِ فَقَالَ قَامَ جِبْرَائِيلُ مِنْ عِنْدِيَ السَّاعَةَ فَمَا مَنَعَنِي مِنْ ضَرْبِ عُنُقِهِ إِلَّا حَدِيثٌ سَمِعْتُهُ مِنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا أَمِنَكَ الرَّجُلُ عَلَى دَمِهِ فَلَا تَقْتُلْهُ فَذَاكَ الَّذِي مَنَعَنِي مِنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad}, telah menceritakan kepada kami {Waki’}, telah menceritakan kepada kami {Abu Laila}, dari {Abu Ukasyah} dari {Rifa’ah} berkata “Aku mendatangi Mukhtar di rumahnya lalu ia berkata Pada saat itu Jibril berdiri di sisiku, tidak ada yang menghalangiku untuk memenggal lehernya kecuali sebuah Hadits yang pernah aku dengar dari {Sulaiman bin Shard} dari Nabi Rasulullah saw. beliau bersabda: “Jika kamu merasa aman dari kejahatan seseorang, maka janganlah kamu membunuhnya.” Itulah yang menahan aku dari memenggalnya.
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2680
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَتَلَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُفِعَ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَفَعَهُ إِلَى وَلِيِّ الْمَقْتُولِ فَقَالَ الْقَاتِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا أَرَدْتُ قَتْلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْوَلِيِّ أَمَا إِنَّهُ إِنْ كَانَ صَادِقًا ثُمَّ قَتَلْتَهُ دَخَلْتَ النَّارَ قَالَ فَخَلَّى سَبِيلَهُ قَالَ فَكَانَ مَكْتُوفًا بِنِسْعَةٍ فَخَرَجَ يَجُرُّ نِسْعَتَهُ فَسُمِّيَ ذَا النِّسْعَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Ali bin Muhammad}, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} dari {Al `A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah}, ia berkata “Seorang laki-laki di masa Rasulullah saw. telah melakukan pembunuhan, hal ini diadukan kepada Nabi saw., lalu diserahkan kepada keluarga terbunuh. Si pembunuh berkata “Wahai Rasulullah! Demi Allah! Aku sebenarnya tidak bermaksud membunuhnya.” Rasulullah saw. bersabda kepada wali korban, “Jika ia (pembunuh) benar lalu kamu membunuhnya, maka kamu akan masuk neraka. ” Maka ia pun berkata “Sudah, lepaskanlah ia.” perawi berkata “Terdakwa diikat dengan tali yang terbuat dari kulit lalu ia keluar menariknya dengan tali tersebut hingga ia dijuluki dengan panggilan si pemilik tali kulit.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2681
حَدَّثَنَا أَبُو عُمَيْرٍ عِيسَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ النَّحَّاسِ وَعِيسَى بْنُ يُونُسَ وَالْحُسَيْنُ بْنُ أَبِي السَّرِىِّ الْعَسْقَلَانِيُّ قَالُوا حَدَّثَنَا ضَمْرَةُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ ابْنِ شَوْذَبٍ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَأَتَى رَجُلٌ بِقَاتِلِ وَلِيِّهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْفُ فَأَبَى فَقَالَ خُذْ أَرْشَكَ فَأَبَى قَالَ اذْهَبْ فَاقْتُلْهُ فَإِنَّكَ مِثْلُهُ قَالَ فَلُحِقَ بِهِ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ اقْتُلْهُ فَإِنَّكَ مِثْلُهُ فَخَلَّى سَبِيلَهُ قَالَ فَرُئِيَ يَجُرُّ نِسْعَتَهُ ذَاهِبًا إِلَى أَهْلِهِ قَالَ كَأَنَّهُ قَدْ كَانَ أَوْثَقَهُقَالَ أَبُو عُمَيْرٍ فِي حَدِيثِهِ قَالَ ابْنُ شَوْذَبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ فَلَيْسَ لِأَحَدٍ بَعْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقُولُ اقْتُلْهُ فَإِنَّكَ مِثْلُهُ قَالَ ابْن مَاجَةَ هَذَا حَدِيثُ الرَّمْلِيِّينَ لَيْسَ إِلَّا عِنْدَهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Umair Isa bin Muhammd bin Nahas} dan {Isa bin Yunus} serta {Husain bin Abu Sari Al ‘Asqalani}, semuanya berkata telah menceritakan kepada kami {Dlamrah bin Rabi’ah} dari {Ibnu Syaudzab} dari {Tsabit Al Bunani} dari {Anas bin Malik}, ia berkata “Seseorang membawa pembunuh salah satu keluarganya dan menemui Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: “Maafkanlah. ” Lalu ia menolak. Rasulullah bersabda kembali “Ambillah diyat untukmu.” ia tetap menolak. Rasulullah saw. bersabda: “Pergilah dan bunuhlah, sesungguhnya kamu seperti dirinya.” perawi berkata “Lalu diikuti olehnya.” Kemudian dikatakan kepadanya, Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: “Bunuhlah sesungguhnya kamu seperti dirinya.” Lalu Rasulullah saw. membiarkannya. perawi berkata “Kemudian ia menarik pembunuh tersebut dan mengikatnya dengan tali hingga menemui keluarganya.” Perawi berkata “Seakan-akan Nabi saw. telah percaya kepadanya.” Abu Umair berkata di dalam Haditsnya, Ibnu Syaudzab berkata dari Abdurrahman bin Al Qasim, ia berkata “Tidak ada seorang pun yang layak berbicara setelah Nabi saw. bersabda: “Bunuhlah karena sesungguhnya kamu sepertinya.” Ibnu Majah berkata Hadits ini adalah dari suku Ramli, tiada yang lain kecuali dari mereka.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2682
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَنْبَأَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ الْمُزَنِيُّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ قَالَ لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَمَا رُفِعَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ فِيهِ الْقِصَاصُ إِلَّا أَمَرَ فِيهِ بِالْعَفْوِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Manshur}, telah memberitakan kepada kami {Habban bin Hilal}, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Bukair Al Muzanni} dari {‘Atha`bin Abu Maimunah} berkata Aku tidak mengetahuinya kecuali dari jalur {Anas bin Malik}, ia berkata “Tidak pernah suatu perkara diajukan kepada Rasulullah yang di dalamnya terdapat masalah qishash kecuali beliau memerintahkan untuk memberi pengampunan.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2683
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي السَّفَرِ قَالَ قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يُصَابُ بِشَيْءٍ مِنْ جَسَدِهِ فَيَتَصَدَّقُ بِهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهِ خَطِيئَةً سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Muhammad}, telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Yunus bin Abu Ishaq} dari {Abu Safar} berkata {Abu Darda`} berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang lelaki yang tertimpa sesuatu di tubuhnya lalu ia meninggalkan untuk mengqishasnya kecuali Allah akan mengangkat derajatnya atau dihapus kesalahan darinya.” Aku mendengarnya dengan kedua telingaku dan hatiku dapat memahaminya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 2684
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ ابْنِ لَهِيعَةَ عَنْ ابْنِ أَنْعُمَ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ وَعُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ وَشَدَّادُ بْنُ أَوْسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَرْأَةُ إِذَا قَتَلَتْ عَمْدًا لَا تُقْتَلُ حَتَّى تَضَعَ مَا فِي بَطْنِهَا إِنْ كَانَتْ حَامِلًا وَحَتَّى تُكَفِّلَ وَلَدَهَا وَإِنْ زَنَتْ لَمْ تُرْجَمْ حَتَّى تَضَعَ مَا فِي بَطْنِهَا وَحَتَّى تُكَفِّلَ وَلَدَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yahya}, telah menceritakan kepada kami {Abu Shalih} dari {Ibnu Lahi’ah} dari {Ibnu `An’um} dari {Ubadah bin Nusai} dari {Abdurrahman bin Ghanam}, telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Jabal}, {Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah}, {‘Ubadah bin As-Shamit} dan {Syaddad bin Aus} Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Seorang perempuan apabila membunuh dengan sengaja, maka janganlah dibunuh sehingga dia melahirkan anak yang ada di perutnya jika dia dalam keadaan hamil dan sampai dia dapat memelihara anaknya. Dan jika dia berzina jangan dirajam sampai dia melahirkan anak yang ada di perutnya dan sampai dapat memelihara anaknya.”