Sejarah
Sunan Darimi | Hadits No. : 2367
أَخْبَرَنَا أَسَدُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ أَبِي عُمَرَ الشَّامِيِّ الْهَمْدَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى امْرَأَةً مُجِحَّةً يَعْنِي حُبْلَى عَلَى بَابِ فُسْطَاطٍ فَقَالَ لَعَلَّهُ قَدْ أَلَمَّ بِهَا قَالُوا نَعَمْ قَالَ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَلْعَنَهُ لَعْنَةً تَدْخُلُ مَعَهُ قَبْرَهُ كَيْفَ يُوَرِّثُهُ وَهُوَ لَا يَحِلُّ لَهُ وَكَيْفَ يَسْتَخْدِمُهُ وَهُوَ لَا يَحِلُّ لَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Asad bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid bin Humair Abu Umar Asy Syami Al Hamdani}, ia berkata aku mendengar {Abdurrahman bin Jubair bin Nufair} dari {Ayahnya} dari {Abu Ad Darda`} bahwa Nabi saw. pernah melihat seorang wanita hamil berada di depan pintu tenda besar. Kemudian beliau bersabda: “Kemungkinan (tuannya) telah menggauli wanita tersebut.” Para sahabat berkata “Ya.” Beliau bersabda: “Sungguh aku ingin melaknat laki-laki itu dengan laknat yang masuk bersamanya dalam kuburnya, bagaimana mungkin ia menjadikan anak yang ada dalam kandungan tersebut sebagai pewarisnya, sementara hal itu tidak halal baginya, dan bagaimana ia mempergunakannya sebagai budak, sementara hal itu tidak halal baginya?”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2368
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ قِرَاءَةً عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُنَادَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِىِّ أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ كَانَ فِي جَيْشٍ فَفُرِّقَ بَيْنَ الصِّبْيَانِ وَبَيْنَ أُمَّهَاتِهِمْ فَرَآهُمْ يَبْكُونَ فَجَعَلَ يَرُدُّ الصَّبِيَّ إِلَى أُمِّهِ وَيَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الْوَالِدَةِ وَوَلَدِهَا فَرَّقَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْأَحِبَّاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Qasim bin Katsir} dari {Al Laits bin Sa’d} dengan membacakan riwayat, dari {Abdullah bin Junadah} dari {Abu Abdurrahman Al Hubuli} bahwa {Abu Ayyub} berada dalam pasukan, ternyata diantara anak-anak dipisahkan dengan ibu mereka. Ketika Abu Ayyub melihat mereka menangis, ia langsung mengembalikan anak tersebut kepada ibunya sambil berkata “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, maka Allah akan memisahkan antara dirinya dengan orang-orang yang dicintainya pada Hari Kiamat.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2369
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيُّ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ صَخْرِ بْنِ الْعَيْلَةِ قَالَ أَبُو مُحَمَّد وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ الْعِيلَةِ قَالَ أَخَذْتُ عَمَّةَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ فَقَدِمْتُ بِهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمَّتَهُ فَقَالَ يَا صَخْرُ إِنَّ الْقَوْمَ إِذَا أَسْلَمُوا أَحْرَزُوا أَمْوَالَهُمْ وَدِمَاءَهُمْ فَادْفَعْهَا إِلَيْهِ وَكَانَ مَاءٌ لِبَنِي سُلَيْمٍ فَأَسْلَمُوا فَأَتَوْهُ فَسَأَلُوهُ ذَلِكَ فَدَعَانِي فَقَالَ يَا صَخْرُ إِنَّ الْقَوْمَ إِذَا أَسْلَمُوا أَحْرَزُوا أَمْوَالَهُمْ وَدِمَاءَهُمْ فَادْفَعْهُ إِلَيْهِمْ فَدَفَعْتُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Aban bin Abdullah Al Bajali} dari {Utsman bin Abu Hazim} dari {Shakhr bin Al ‘Ailah}, -Abu Muhammad berkata Diantara mereka (hali hadits) ada yang mengatakan Al ‘Ilah- Ia berkata “Aku membawa bibi Al Mughirah bin Syu’bah mengahdap Rasulullah saw., setelah itu Nabi saw. bertanya kepada bibinya, lalu beliau bersabda: “Wahai Shakhr, sesungguhnya apabila suatu kaum telah masuk Islam, maka harta dan darah mereka telah terjaga, oleh karena itu serahkanlah ia kepada Mughirah.” Dahulu Bani Sulaim memiliki mata air, kemudian mereka masuk Islam dan memintanya kembali kepada beliau. Beliau pun bersabda: “Wahai Shakhr, sesungguhnya jika suatu kaum telah masuk Islam, maka harta dan darah mereka telah terjaga, oleh karena itu serahkanlah (mata air tyersebut) kepada mereka.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2370
أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابِنِ عُمَرَ قَالَ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَرِيَّةً فِيهَا ابْنُ عُمَرَ فَغَنِمُوا إِبِلًا كَثِيرَةً فَكَانَتْ سِهَامُهُمْ اثْنَيْ عَشَرَ بَعِيرًا أَوْ أَحَدَ عَشَرَ بَعِيرًا وَنُفِّلُوا بَعِيرًا بَعِيرًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Khalid bin Makhlad} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, ia berkata “Rasulullah saw. pernah mengutus satuan pasukan, dalam pasukan tersebut terdapat Ibnu Umar, kemudian mereka memperoleh harta rampasan berupa beberapa ekor unta. Maka setiap pasukan memperoleh bagian dua belas unta atau sebelas unta, ditambah lagi satu unta, satu unta.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2371
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ الْفَزَارِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَيَّاشٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَغَارَ فِي أَرْضِ الْعَدُوِّ نَفَّلَ الرُّبُعَ وَإِذَا أَقْبَلَ رَاجِعًا وَكَلَّ النَّاسُ نَفَّلَ الثُّلُثَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin ‘Uyainah} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq Al Fazari} dari {Abdurrahman bin ‘Ayyasy} dari {Sulaiman bin Musa} dari {Abu Sallam} dari {Abu Umamah Al Bahili} dari {‘Ubadah bin Ash Shamit} ia berkata “Apabila Rasulullah saw. menyerang di negeri musuh, maka beliau akan memberikan tambahan (ghanimah) seperempat bagian, apabila kembali, beliau memberikan tambahan (ghanimah) kepada setiap pasukan sepertiga bagian.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2372
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ زِيَادِ بْنِ جَارِيَةَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ مَسْلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَّلَ الثُّلُثَ بَعْدَ الْخُمُسِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Sufyan} dari {Yazid bin Jabir} dari {Makhul} dari {Ziyad bin Jariyah} dari {Habib bin Maslamah} bahwa Nabi saw. memberikan tambahan (ghanimah) sepertiga bagian (kepada setiap pasukan) setelah bagian seperlima dibagikan.
Sunan Darimi | Hadits No. : 2373
أَخْبَرَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَتَلَ كَافِرًا فَلَهُ سَلَبُهُ فَقَتَلَ أَبُو طَلْحَةَ يَوْمَئِذٍ عِشْرِينَ وَأَخَذَ أَسْلَابَهُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Hajjaj bin Minhal} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Anas bin Malik} bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa membunuh orang kafir, maka baginya (boleh mengambil) apa yang melekat pada orang tersebut.” Pada saat itu Abu Thalhah sempat membunuh dua puluh orang, lalu ia mengambil barang yang melekat pada dua orang tersebut.
Sunan Darimi | Hadits No. : 2374
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ هُوَ عُمَرُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ بَارَزْتُ رَجُلًا فَقَتَلْتُهُ فَنَفَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَبَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Katsir bin Aflah yaitu ‘Umar bin Katsir} dari {Abu Muhammad} mantan budak Abu Qatadah, dari {Abu Qatadah} ia berkata “Aku pernah perang tanding dengan seorang laki-laki, lalu aku berhasil membunuhnya. Kemudian Rasulullah saw. memberikan barang yang melekat pada orang tersebut kepadaku.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2375
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ الْفَزَارِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَيَّاشٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ الْأَنْفَالَ وَيَقُولُ لِيَرُدَّ قَوِيُّ الْمُسْلِمِينَ عَلَى ضَعِيفِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Uyainah} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq Al Fazari} dari {Abdurrahman bin ‘Ayyasy} dari {Sulaiman bin Musa} dari {Abu Sallam} dari {Abu Umamah Al Bahili} dari {‘Ubadah bin Ash Shamit} bahwa Nabi saw. tidak menyukai nafal dan beliau bersabda: “Hendaknya orang yang kuat memberikan kepada orang yang lemah dari kaum Muslimin.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2376
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ أَدُّوا الْخِيَاطَ وَالْمَخِيطَ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُولَ فَإِنَّهُ عَارٌ عَلَى أَهْلِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Dan dengan sanad ini, bahwa Nabi saw. bersabda: “Serahkanlah (walau hanya) benang dan jarum, dan berhati-hatilah kalian dengan ghulul, karena hal itu merupakan aib atas pelakunya pada Hari Kiamat.”