Jual-Beli
Sunan Darimi | Hadits No. : 2493
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَلَهُ فِيهَا أَجْرٌ وَمَا أَكَلَتْ الْعَافِيَةُ مِنْهَا فَلَهُ فِيهَا صَدَقَةٌ قَالَ أَبُو مُحَمَّد الْعَافِيَةُ الطَّيْرُ وَغَيْرُ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Hisyam bin ‘Urwah}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Ubaidullah bin Abdurrahman bin Rafi’}, bahwa {Jabir bin Abdullah} telah mengabarkan kepadanya dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Barangsiapa menghidupkan lahan yang mati, maka ia mendapatkan pahala apa yang dimakan oleh segala (makhluq) yang mencari rizqi, dan baginya sedekah dari lahan tersebut.” Abu Muhammad berkata “Al ‘Afiyah adalah burung dan yang lainnya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2494
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا الْفَرَجُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ عَلْقَمَةَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ السَّبَائِيُّ الْمَأْرِبِيُّ حَدَّثَنِي عَمِّي ثَابِتُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبْيَضَ أَنَّ أَبَاهُ سَعِيدَ بْنَ أَبْيَضَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ أَنَّهُ اسْتَقْطَعَ الْمِلْحَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يُقَالُ لَهُ مِلْحُ شَذَّا بِمَأْرِبَ فَأَقْطَعَهُ ثُمَّ إِنَّ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ التَّمِيمِيَّ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي قَدْ وَرَدْتُ الْمِلْحَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَهُوَ بِأَرْضٍ لَيْسَ بِهَا مَاءٌ وَمَنْ وَرَدَهُ أَخَذَهُ وَهُوَ مِثْلُ مَاءِ الْعِدِّ فَاسْتَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَبْيَضَ فِي قَطِيعَتِهِ فِي الْمِلْحِ فَقُلْتُ قَدْ أَقَلْتُهُ عَلَى أَنْ تَجْعَلَهُ مِنِّي صَدَقَةً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ مِنْكَ صَدَقَةٌ وَهُوَ مِثْلُ مَاءِ الْعِدِّ مَنْ وَرَدَهُ أَخَذَهُ قَالَ وَقَطَعَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْضًا وَكَذَا بِالْجَوْفِ جَوْفِ مُرَادٍ مَكَانَهُ حِينَ أَقَالَهُ مِنْهُ قَالَ الْفَرَجُ فَهُوَ عَلَى ذَلِكَ مَنْ وَرَدَهُ أَخَذَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Az Zubair Al Humairi} telah menceritakan kepada kami {Al Faraj bin Sa’id bin ‘Alqamah bin Sa’id bin Abyadh bin Hammal As Saba`i Al Ma`ribi} telah menceritakan kepadaku pamanku yaitu {Tsabit bin Sa’id bin Abyadh} bahwa ayahnya yaitu {Sa’id bin Abyadh} menceritakan kepadanya dari {Abyadh bin Hammal}, bahwa ia pernah meminta lahan garam dari Rasulullah saw. yang disebut garam Syadzdza di Ma`rib. Lalu beliau memberi lahan tersebut, lalu Al Aqra` bin Habis At Taimi berkata “Wahai Nabiyullah, sesungguhnya aku telah mendatangi garam itu pada masa Jahiliyah, yaitu dilahan yang tidak ada airnya, lalu orang-orangpun datang dan mengambilnya. Garam tersebut seperti air yang tidak habis-habisnya.” Nabi saw. lalu meminta agar pemberian garam kepadanya dibatalkan, aku berkata “Akupun membatalkannya dengan syarat lahan tersebut sebagai sedekah dariku.” Rasulullah saw. bersabda: “Garam itu merupakan sedekah darimu, seperti air yang tidak habisnya, dan orang datang boleh mengambilnya.” Sa’id bin Al Abyadh berkata Rasulullah saw. pernah memberinya lahan, begitu juga di Al Jauf (lembah di Yaman) yaitu Jauf Murad Makanah, ketika ia menggagalkan pemberian tersebut dari Nabi saw.” Al Faraj berkata “Atas hal itu, maka orang yang datang, boleh mengambilnya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2495
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْطَعَهُ أَرْضًا قَالَ فَأَرْسَلَ مَعِي مُعَاوِيَةَ قَالَ أَعْطِهَا إِيَّاهُ قَالَ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ بِهَذَا الْحَدِيثِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Basyar} telah menceritakan kepada kami {Ghundar} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Simak bin Harb} dari {‘Alqamah bin Wail} dari {Ayahnya} bahwa Rasulullah saw. pernah memberinya lahan. Wail berkata kemudian beliau mengirim Mu’awiyah bersamaku dan mengatakan: “Berikan lahan itu kepadanya.” Yahya berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ghundar dengan hadits ini.
Sunan Darimi | Hadits No. : 2496
أَخْبَرَنَا الْمُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا أَبُو سُفْيَانَ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ حَدَّثَتْنِي أُمُّ مُبَشِّرٍ امْرَأَةُ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَائِطٍ لِي فَقَالَ يَا أُمَّ مُبَشِّرٍ أَمُسْلِمٌ غَرَسَ هَذَا أَمْ كَافِرٌ قُلْتُ مُسْلِمٌ فَقَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ دَابَّةٌ أَوْ طَيْرٌ إِلَّا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Mu’alla bin Asad} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid bin Ziyad} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman Al A’masy} telah menceritakan kepada kami {Abu Sufyan}, ia berkata aku mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata telah menceritakan kepadaku {Ummu Mubasysyir} isteri Zaid bin Haritsah, ia berkata Rasulullah saw. menemuiku di suatu kebun milikku, kemudian beliau bersabda: “Wahai Ummu Mubasysyir, apakah orang yang menanam ini seorang muslim ataukah kafir?” Aku menjawab “Seorang muslim.” Beliau bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman, kemudian sebagiannya dimakan manusia atau binatang melata atau burung, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2497
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ حَدَّثَنَا الْفَرَجُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمِّي ثَابِتُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ سَعِيدٍ عَنْ جَدِّهِ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ حِمَى الْأَرَاكِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حِمَى فِي الْأَرَاكِ فَقَالَ أَرَاكَةٌ فِي حِظَارِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حِمَى فِي الْأَرَاكِ قَالَ فَرَجٌ يَعْنِي أَبْيَضُ بِحِظَارِي الْأَرْضَ الَّتِي فِيهَا الزَّرْعُ الْمُحَاطُ عَلَيْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Az Zubair} telah menceritakan kepada kami {Al Faraj bin Sa’id}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku pamanku yaitu {Tsabit bin Sa’id} dari ayahnya yaitu {Sa’id} dari kakeknya yaitu {Abyadh bin Hammal}, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai lahan Syiwak yang dilindungi. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada lahan syiwak yang dilindungi.” Ia berkata lagi “(pohon) Syiwak ada dalam lahanku telah dipagari.” Nabi saw. bersabda: “Tidak ada lahan syiwak yang dilindungi.” Faraj berkata “Yang dimaksud Abyadh dengan hazhari adalah lahan yang terdapat tanaman yang mengelilingi lahan tersebut.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2498
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ قَالَ سَمِعْتُ إِيَاسَ بْنَ عَبْدٍ الْمُزَنِيَّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَبِيعُوا الْمَاءَ فَإِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ بَيْعِ الْمَاءِ وَقَالَ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ لَا نَدْرِي أَيَّ مَاءٍ قَالَ يَقُولُ لَا أَدْرِي مَاءً جَارِيًا أَوْ الْمَاءَ الْمُسْتَقَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} dari {‘Amr bin Dinar} dari {Abu Al Minhal} ia berkata aku mendengar {Iyas bin Abdul Muzani} -ia termsuk di antara para sahabat Nabi saw.- ia berkata “Janganlah kalian menjual air, sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi saw. melarang menjual air.” ‘Amr bin Dinar berkata “Kami tidak mengetahui air apakah itu.” Abu Al Minhal berkata Iyas berkata “Aku tidak tahu, apakah yang dimaksud air yang mengalir ataukah air yang ditimba?.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2499
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنْ سَيَّارٍ رَجُلٍ مِنْ فَزَارَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ بُهَيْسَةَ عَنْ أَبِيهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فَدَخَلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَمِيصِهِ وَقَدْ قَالَ عُثْمَانُ فَالْتَزَمَهُ فَقَالَ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ فَقَالَ الْمِلْحُ وَالْمَاءُ قَالَ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ إِنْ تَفْعَلْ الْخَيْرَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ إِنْ تَفْعَلْ الْخَيْرَ خَيْرٌ لَكَ وَانْتَهَى إِلَى الْمِلْحِ وَالْمَاءِ قِيلَ لِعَبْدِ اللَّهِ تَقُولُ بِهِ فَأَوْمَأَ بِرَأْسِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Kahmas} dari {Sayyar} seorang laki-laki dari Fazarah dari {Ayahnya} dari {Buhaisah} dari {Ayahnya} dari Nabi saw. bahwa, ayahnya pernah meminta izin kepada Nabi saw., kemudian ia memasuki jubah beliau -Utsman mengatakan lalu ia terus menyertai beliau- Kemudian berkata “Wahai Rasulullah, sesuatu apakah yang tidak boleh untuk dihalangi?” Beliau bersabda: “Garam dan air.” Ia berkata “Wahai Rasulullah, sesuatu apakah yang tidak boleh untuk dihalangi?” Beliau bersabda: “Engkau melakukan kebaikan adalah lebih baik bagimu.” Beliau berhenti dengan menyebutkan garam dan air saja. Abdullah ditanya “Apakah engkau berpendapat dengan hadits itu?” Abdullah menganggukkan kepalanya.
Sunan Darimi | Hadits No. : 2500
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَلَ خَيْبَرَ بِشَطْرِ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ أَوْ زَرْعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {‘Ubaidullah} telah menceritakan kepadaku {Nafi’} dari {Abdullah} bahwa Rasulullah saw. pernah mempekerjakan (penduduk) Khaibar dengan upah setengah dari hasil buminya yaitu berupa buah atau tanaman.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2501
أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ عَنْ زَكَرِيَّا بْنِ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُولُ كُنَّا نُخَابِرُ قَبْلَ أَنْ يَنْهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخِبْرِ بَسَنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثٍ عَلَى الثُّلُثِ وَالشَّطْرِ وَشَيْءٍ مِنْ تِبْنٍ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَحْرُثْهَا فَإِنْ كَرِهَ أَنْ يَحْرُثَهَا فَلْيَمْنَحْهَا أَخَاهُ فَإِنْ كَرِهَ أَنْ يَمْنَحَهَا أَخَاهُ فَلْيَدَعْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Hasan} dari {Zakariya bin Ishaq}, telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zubair} bahwa ia mendengar {Jabir} berkata Kami pernah melakukan mukhabarah sebelum Rasulullah saw. melarang kami selama dua atau tiga tahun dengan bagian sepertiga, setengah, atau dengan jerami. Lalu Rasulullah saw. mengatakan kepada kami, “Barangsiapa yang memiliki lahan hendaklah ia menanaminya. Jika ia tidak berkenan, hendaklah ia menyerahikan kepada saudaranya (untuk ditanami tanpa kompensasi). Dan jika ia tidak berkenan menyerahkan kepada saudaranya, hendaklah ia membiarkan lahan tersebut (tidak ditanami).”
Sunan Darimi | Hadits No. : 2502
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ مُسْهِرٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّائِبِ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَعْقِلٍ عَنْ الْمُزَارَعَةِ فَقَالَ أَخْبَرَنِي ثَابِتُ بْنُ الضَّحَّاكِ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُزَارَعَةِ قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ تَقُولُ بِهِ قَالَ لَا أَقُولُ بِالْأَوَّلِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Uyainah} dari {Ali bin Mushir} dari {Abu Ishaq Asy Syaibani} dari {Abdullah bin As Sa`ib} ia berkata aku bertanya kepada {Abdullah bin Ma’qil} tentang muzara’ah, lalu ia menjawab telah mengabarkan kepadaku {Tsabit bin Adl Dhahak Al Anshari} bahwa Rasulullah saw. melarang melakukan muzara’ah. Ia bertanya kepada Abdullah Engkau berpendapat seperti itu? ia menjawab Tidak, aku berpendapat seperti yang pertama.