Iman

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 209

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَالْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ الْأَعْرَجُ قَالَا حَدَّثَنَا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ الْعُمَرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ وَهُوَ يَأْرِزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ فِي جُحْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rafi’} dan {al-Fadll bin Sahl al-A’raj} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Syababah bin Sawwar} telah menceritakan kepada kami {Ashim} -yaitu Ibnu Muhammad al-Umari- dari {bapaknya} dari {Ibnu Umar} dari Nabi saw., beliau bersabda: ” Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing seperti semula, ia akan masuk di antara dua masjid sebagaimana ular yang masuk ke dalam lubangnya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 210

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُو أُسَامَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Numair} dan {Abu Usamah} dari {Ubaidullah bin Umar}. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {bapakku} telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah} dari {Khubaib bin Abdirrahman} dari {Hafsh bin Ashim} dari {Abu Hurairah} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya iman itu masuk pada Madinah, sebagaimana ular masuk di dalam sarangnya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 211

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ اللَّهُ اللَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah mengabarkan kepada kami {Tsabit} dari {Anas} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi hingga di bumi tidak diucapkan lagi ‘Allah, Allah’.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 212

حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ عَلَى أَحَدٍ يَقُولُ اللَّهُ اللَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abd bin Humaid} telah mengabarkan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Tsabit} dari {Anas} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi pada seseorang yang (masih) mengucapkan, ‘Allah, Allah’.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 213

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَاللَّفْظُ لِأَبِي كُرَيْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحْصُوا لِي كَمْ يَلْفِظُ الْإِسْلَامَ قَالَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَخَافُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ مَا بَيْنَ السِّتِّ مِائَةٍ إِلَى السَّبْعِ مِائَةٍ قَالَ إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ لَعَلَّكُمْ أَنْ تُبْتَلَوْاقَالَ فَابْتُلِيَنَا حَتَّى جَعَلَ الرَّجُلُ مِنَّا لَا يُصَلِّي إِلَّا سِرًّا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin Abdullah bin Numair} serta {Abu Kuraib} dan lafazh tersebut milik Abu Kuraib, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Mua’wiyah} dari {al-A’masy} dari {Syaqiq} dari {Hudzaifah} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda ketika kami bersamanya: “Kumpulkan untukku beberapa orang sahabat yang bisa menyatakan Islam.” Hudzaifah berkata, “Kami menjawab, “Wahai Rasulullah! Apakah tuan meragukan kami, sedangkan kami berjumlah antara enam hingga tujuh ratus orang? ‘ Rasulullah saw. bersabda: “Kamu tidak dapat menyangka bahwa suatu hari nanti kamu akan diuji.” Hudzaifah berkata, “Ujilah kami walaupun hingga sahabat-sahabat kami terpaksa mendirikan shalat secara sembunyi.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 214

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْمًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْطِ فُلَانًا فَإِنَّهُ مُؤْمِنٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مُسْلِمٌ أَقُولُهَا ثَلَاثًا وَيُرَدِّدُهَا عَلَيَّ ثَلَاثًا أَوْ مُسْلِمٌ ثُمَّ قَالَ إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ وَغَيْرُهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُ مَخَافَةَ أَنْ يَكُبَّهُ اللَّهُ فِي النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Umar} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {az-Zuhri} dari {Amir bin Sa’ad} dari {bapaknya} dia berkata, “Rasulullah saw. membagikan sesuatu pembagian.” Lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah! Berilah kepada lelaki itu karena dia juga seorang mukmin.” Beliau bertanya dengan bersabda: “(Atau bahkan) ia hanya seorang Muslim?” Aku menjawabnya sebanyak tiga kali tetapi beliau tetap juga meminta kepastian dariku sebanyak tiga kali dengan pertanyaan, “Betulkah dia juga Muslim?” Kemudian Beliau bersabda: “Aku sungguh akan memberikan (bagian) kepada orang tersebut, padahal ada orang lain (dari kalangan muallaf) yang lebih aku sukai daripadanya karena khawatir Allah akan menyungkurkannya ke dalam neraka.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 215

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ سَعْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَى رَهْطًا وَسَعْدٌ جَالِسٌ فِيهِمْ قَالَ سَعْدٌ فَتَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ مَنْ لَمْ يُعْطِهِ وَهُوَ أَعْجَبُهُمْ إِلَيَّ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مُسْلِمًا قَالَ فَسَكَتُّ قَلِيلًا ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَعْلَمُ مِنْهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مُسْلِمًا قَالَ فَسَكَتُّ قَلِيلًا ثُمَّ غَلَبَنِي مَا عَلِمْتُ مِنْهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مُسْلِمًا إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ وَغَيْرُهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُ خَشْيَةَ أَنْ يُكَبَّ فِي النَّارِ عَلَى وَجْهِهِحَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ سَعْدٍ أَنَّهُ قَالَ أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَهْطًا وَأَنَا جَالِسٌ فِيهِمْ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ وَزَادَ فَقُمْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ فَسَارَرْتُهُ فَقُلْتُ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ سَعْدٍ يُحَدِّثُ هَذَا فَقَالَ فِي حَدِيثِهِ فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ بَيْنَ عُنُقِي وَكَتِفِي ثُمَّ قَالَ أَقِتَالًا أَيْ سَعْدُ إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Akhi Ibnu Syihab} dari {pamannya} dia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Amir bin Sa’d bin Abu Waqqash} dari bapaknya {Sa’d} bahwa Rasulullah saw. memberikan (pembagian) kepada sekelompok kaum, saat itu sedang Sa’d duduk di antara mereka. Sa’d berkata, ‘Lalu Rasulullah saw. meninggalkan sebagian dari mereka yang belum beliau beri sedekah, tindakan itu adalah yang paling membuat saya terkejut, maka saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa kamu berpaling (dari bersedekah) kepada fulan. Demi Allah, sesungguhnya aku melihatnya sebagai seorang mukmin.’ Maka Rasulullah saw. bersabda: ‘Ataukah dia (hanya) seorang muslim.’ Sa’d berkata, ‘Lalu aku terdiam sebentar, namun aku lebih yakin dengan apa yang aku ketahui, maka aku pun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa tuan berpaling (dari bersedekah) kepada fulan. Demi Allah, sesungguhnya aku melihatnya sebagai seorang mukmin.’ Maka Rasulullah saw. bersabda: “Atau dia (hanya) seorang muslim.’ Sa’d berkata, ‘Lalu aku terdiam sebentar, namun aku lebih yakin dengan apa yang aku ketahui, maka aku pun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa tuan berpaling (dari bersedekah) kepada fulan. Demi Allah, sesungguhnya aku melihatnya sebagai seorang mukmin.’ Maka Rasulullah saw. bersabda: “Atau dia (hanya) seorang muslim? Sungguh aku akan memberikan sedekah kepada seorang tersebut, namun ada orang lain yang aku lebih sukai untuk tidak memberikan kepadanya, karena khawatir Alah akan melemparkan wajahnya ke neraka’.” Telah menceritakan kepada kami {al-Hasan bin Ali al-Hulwani} dan {Abd bin Humaid} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa’d- telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Shalih} dari {Ibnu Syihab} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Amir bin Sa’ad} dari {bapaknya, Sa’ad} bahwa dia berkata, ‘Rasulullah saw. memberikan sedekah kepada sekelompok kaum, sedangkan aku duduk di antara mereka’ sebagaimana hadits Ibnu Akhi Ibnu Syihab, dari pamannya, dan dia menambahkan, ‘Lalu aku mendatangi Rasulullah seraya membisikinya, lalu aku bertanya kepadanya, ‘Mengapa tuan berpaling (dari bersedekah) kepada fulan’.” Dan telah menceritakan kepada kami {al-Hasan al-Hulwani} telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Shalih} dari {Ismail bin Muhammad} dia berkata, saya mendengar {Muhammad bin Sa’ad} menceritakan ini seraya menyebutkan dalam haditsnya, ‘Lalu Rasulullah saw. memukul dengan tangannya antara leher dan pundakku, kemudian beliau bersabda: “Apakah karena peperangan wahai Sa’ad, sesungguhnya aku (berkehendak) memberikan sedekah kepada laki-laki tersebut’.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 216

و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَحْنُ أَحَقُّ بِالشَّكِّ مِنْ إِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ{ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَى قَالَ أَوَ لَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي }قَالَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ لُوطًا لَقَدْ كَانَ يَأْوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ وَلَوْ لَبِثْتُ فِي السِّجْنِ طُولَ لَبْثِ يُوسُفَ لَأَجَبْتُ الدَّاعِيَو حَدَّثَنِي بِهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ وَأَبَا عُبَيْدٍ أَخْبَرَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَفِي حَدِيثِ مَالِكٍ{ وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي }قَالَ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ حَتَّى جَازَهَا حَدَّثَنَاه عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ يَعْنِي ابْنَ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ كَرِوَايَةِ مَالِكٍ بِإِسْنَادِهِ وَقَالَ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ حَتَّى أَنْجَزَهَا
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahab} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} dan {Sa’id bin al-Musayyab} dari {Abu Hurairah} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kami lebih berhak merasa ragu daripada Nabi Ibrahim Alaihissalam ketika dia berkata: ‘(Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku bagaimana Kamu menghidupkan orang mati? ‘ Allah berfirman, ‘Apakah kamu tidak percaya kepada kekuasaanKu? ‘ Nabi Ibrahim menjawab, ‘Aku tetap percaya dan yakin, tetapi agar hatiku tenteram) ‘ (Qs. Al Baqarah: 260). Rasulullah saw. terus bersabda: “Semoga Allah memberikan rahmat kepada Nabi Lut’. Dia benar-benar telah berlindung kepada suatu kuasa yang kuat (Allah subhanahu wata’ala). Andaikata aku tinggal di penjara selama masa yang dilalui Nabi Yusuf berada di dalamnya niscaya aku akan memenuhi keinginan orang yang meminta’.” Dan telah menceritakan kepada kami insya Allah {Abdullah bin Muhammad bin Asma’ adl-Dluba’i} telah menceritakan kepada kami {Juwairiyah} dari {Malik} dari {az-Zuhri} bahwa {Sa’id bin al-Musayyab} dan {Abu Ubaid} telah mengabarkan kepadanya, dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw. dengan semisal hadits Yunus dari az-Zuhri. Dan dalam hadits Malik disebutkan, ‘(Akan tetapi agar hatiku menjadi tenang) ‘ (Qs. Al Baqarah: 260). Perawi berkata, “Kemudian beliau membaca ayat ini hingga selesai.” Dan telah menceritakan kepada kami {Abd bin Humaid} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa’d- telah menceritakan kepada kami {Abu Uwais} dari {az-Zuhri} seperti riwayat Malik dengan sanadnya, dia menyebutkan, ‘Kemudian beliau membaca ayat ini hingga menyelesaikan-Nya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 217

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أُعْطِيَ مِنْ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Sa’id bin Abu Sa’id} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah setiap Nabi melainkan dia pasti diberi tanda (sebagai bukti kenabian mereka) semisalnya, yang mana manusia beriman kepadanya. Sedangkan yang diberikan kepadaku hanyalah wahyu yang diturunkan oleh Allah. Oleh karena itu, aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya (dibandingkan dengan) mereka pada Hari Kiamat.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 218

حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ أَبَا يُونُسَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Abdul A’la} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahab} dia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Amru} bahwa {Abu Yunus} telah menceritakan kepadanya, dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.”