Shalat

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 671

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو وَسَمِعَهُ مِنْ جَابِرٍ قَالَكَانَ مُعَاذٌ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَرْجِعُ فَيَؤُمُّنَا قَالَ مَرَّةً ثُمَّ يَرْجِعُ فَيُصَلِّي بِقَوْمِهِ فَأَخَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً الصَّلَاةَ وَقَالَ مَرَّةً الْعِشَاءَ فَصَلَّى مُعَاذٌ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ جَاءَ يَؤُمُّ قَوْمَهُ فَقَرَأَ الْبَقَرَةَ فَاعْتَزَلَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَصَلَّى فَقِيلَ نَافَقْتَ يَا فُلَانُ فَقَالَ مَا نَافَقْتُ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ مُعَاذًا يُصَلِّي مَعَكَ ثُمَّ يَرْجِعُ فَيَؤُمُّنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّمَا نَحْنُ أَصْحَابُ نَوَاضِحَ وَنَعْمَلُ بِأَيْدِينَا وَإِنَّهُ جَاءَ يَؤُمُّنَا فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ فَقَالَ يَا مُعَاذُ أَفَتَّانٌ أَنْتَ أَفَتَّانٌ أَنْتَ اقْرَأْ بِكَذَا اقْرَأْ بِكَذَا قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىفَذَكَرْنَا لِعَمْرٍو فَقَالَ أُرَاهُ قَدْ ذَكَرَهُ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا طَالِبُ بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جَابِرٍ يُحَدِّثُ عَنْ حَزْمِ بْنِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّهُ أَتَى مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ وَهُوَ يُصَلِّي بِقَوْمٍ صَلَاةَ الْمَغْرِبِ فِي هَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مُعَاذُ لَا تَكُنْ فَتَّانًا فَإِنَّهُ يُصَلِّي وَرَاءَكَ الْكَبِيرُ وَالضَّعِيفُ وَذُو الْحَاجَةِ وَالْمُسَافِرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Amru} dan dia mendengarnya dari {Jabir} dia berkata “Mu’adz biasa shalat bersama Nabi saw., kemudian dia kembali dan menjadi imam (shalat) bagi kami’ -di lain kali Jabir mengatakan kemudian dia kembali dan menjadi imam (shalat) bagi kaumnya-, pada suatu malam, Nabi saw. mengakhirkan shalat -di lain kali Jabir mengatakan shalat Isya’- Mu’adz mengerjakan shalat bersama Nabi saw., lalu kembali (ke kaumnya) menjadi imam (shalat) bagi kaumnya dengan membaca surat Al Baqarah, (karena panjangnya) maka salah seorang laki-laki memisahkan diri dari Jama’ah dan mengerjakan shalat sendirian, hingga di katakan kepadanya “kamu telah berbuat nifak wahai fulan.” Laki-laki itu menimpali “aku tidak munafik.” Lantas laki-laki itu pergi menghadap Rasulullah saw. seraya berkata “Sesungguhnya Mu’adz biasa mengerjakan shalat bersama anda, kemudian ia kembali (ke kaumnya) dan menjadi imam (shalat) bagi kami, wahai Rasulullah, kami hanya pemilik unta pengangkut air dan kami harus bekerja keras, sesungguhnya dia datang mengimami kami dengan membaca surat Al Baqarah.” Maka beliau bersabda: “Wahai Mu’adz, apakah kamu hendak menyebarkan fitnah, apakah kamu hendak menyebarkan fitnah, bacalah surat ini, bacalah surat ini.” Abu Zubair mengatakan “(cukup) dengan membaca ‘sabbihisma rabbikal a’la dan wallaili idzaa yaghsyaa.” Kemudian aku sebutkan perkara itu kepada ‘amru, maka dia berkata “Aku telah melihat Jabir telah menyebutkan hadits tersebut.” Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Thalib bin Habib} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Jabir} dia menceritakan dari {Hazm bin Ubay bin Ka’b} bahwa dia menemui Mu’adz bin Jabal yang sedang mengerjakan shalat maghrib (menjadi imam) bersama kaumnya…” dalam hadits ini perawi mengatakan “Maka Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Mu’adz, janganlah kamu menjadi penyebar fitnah, karena yang mengerjakan shalat di belakangmu terdapat orang tua, orang yang lemah, orang yang memiliki keperluan dan musafir.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 672

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ كَيْفَ تَقُولُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ أَتَشَهَّدُ وَأَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ أَمَا إِنِّي لَا أُحْسِنُ دَنْدَنَتَكَ وَلَا دَنْدَنَةَ مُعَاذٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَوْلَهَا نُدَنْدِنُحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِقْسَمٍ عَنْ جَابِرٍ ذَكَرَ قِصَّةَ مُعَاذٍ قَالَ وَقَالَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْفَتَى كَيْفَ تَصْنَعُ يَا ابْنَ أَخِي إِذَا صَلَّيْتَ قَالَ أَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَأَسْأَلُ اللَّهَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِهِ مِنْ النَّارِ وَإِنِّي لَا أَدْرِي مَا دَنْدَنَتُكَ وَلَا دَنْدَنَةُ مُعَاذٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي وَمُعَاذًا حَوْلَ هَاتَيْنِ أَوْ نَحْوَ هَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Husain bin Ali} dari {Za`idah} dari {Sulaiman} dari {Abu Shalih} dari {sebagian sahabat Nabi saw.} katanya Nabi saw. pernah bertanya kepada seorang laki-laki: “Bagaimana kamu berdo’a dalam shalat?” laki-laki tersebut menjawab “Aku membaca tasyahud dan mengucapkan “ALLAHUMMA INNI AS`ALUKAL JANNATA WA A’UUDZUBIKA MINANNAAR (Ya Allah, aku memohon kepada Engkau surga dan berlindung kepada Engkau dari api neraka). (Ma’af) kami tidak dapat memahami dengan baik gumam anda gumam Mu’adz (ketika berdo’a).” maka Nabi saw. bersabda: “Seputar itulah kami bergumam (ketika berdo’a).” Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Habib} telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Al Harits} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ajlan} dari {‘Ubaidullah bin Miqsam} dari {Jabir} -dia menyebutkan kisahnya Mu’adz- katanya “Nabi saw. bertanya kepada seorang pemuda: “Wahai anak saudaraku, apa yang kamu perbuat (baca) ketika mengerjakan shalat?” pemuda itu menjawab “Aku membaca surat Al Fatihah dan memohon surga-Nya Allah dan berlindung dari api nerakanya Allah, sesungguhnya aku tidak dapat mendengar gumam anda begitu juga dengan gumam Mu’adz.” Lantas Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya aku dan Mu’adz (juga berdo’a) sekitar dua hal itu atau seperti itu.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 673

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِلنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ فِيهِمْ الضَّعِيفَ وَالسَّقِيمَ وَالْكَبِيرَ وَإِذَا صَلَّى لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Qa’nabi} dari {Malik} dari {Abu Az Zinnad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} bahwa Nabi saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian mengerjakan shalat dengan orang banyak, maka peringanlah, karena di antara mereka terdapat orang yang lemah, sakit dan lanjut usia, namun apabila dia shalat sendirian, maka ia boleh memanjangkan sesuka hati.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 674

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيِّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِلنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ فِيهِمْ السَّقِيمَ وَالشَّيْخَ الْكَبِيرَ وَذَا الْحَاجَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnu Musayyib} dan {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} bahwa Nabi saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian shalat bersama orang banyak, hendaknya ia meringankannya, karena di antara mereka ada orang yang sakit, usia lanjut dan orang yang memiliki keperluan.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 675

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ مُضَرَ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَنَمَةَ الْمُزَنِيِّ عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُ صَلَاتِهِ تُسْعُهَا ثُمْنُهَا سُبْعُهَا سُدْسُهَا خُمْسُهَا رُبْعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dari {Bakr yaitu ibnu mudlar} dari {Ibnu ‘Ajlan} dari {Sa’id Al Maqburi} dari {‘Umar bin Hakam} dari {Abdullah bin ‘Anamah Al Muzanni} dari {‘Ammar bin Yasir} dia berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya ada seseorang yang benar-benar mengerjakan shalat, namun pahala shalat yang tercatat baginya hanyalah sepersepuluh (dari) shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepetujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, dan seperduanya saja.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 676

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ وَعُمَارَةَ بْنِ مَيْمُونٍ وَحَبِيبٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَفِي كُلِّ صَلَاةٍ يُقْرَأُ فَمَا أَسْمَعَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْمَعْنَاكُمْ وَمَا أَخْفَى عَلَيْنَا أَخْفَيْنَا عَلَيْكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Qais bin Sa’d} dan {‘Umarah bin Maimun} serta {Habib} dari {‘Atha` bin Abu Rabah} bahwa {Abu Hurairah} berkata “Di dalam shalat itu ada yang di baca, dan apa yang Rasulullah saw. perdengarkan kepada kami, maka kami pun akan perdengarkan kepada kalian, dan apa yang beliau samarkan (dalam bacaan) kepada kami, maka kami pun akan menyamarkan kepada kalian.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 677

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ الْحَجَّاجِ وَهَذَا لَفْظُهُ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى وَأَبِي سَلَمَةَ ثُمَّ اتَّفَقَا عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِنَا فَيَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَتَيْنِ وَيُسْمِعُنَا الْآيَةَ أَحْيَانًا وَكَانَ يُطَوِّلُ الرَّكْعَةَ الْأُولَى مِنْ الظُّهْرِ وَيُقَصِّرُ الثَّانِيَةَ وَكَذَلِكَ فِي الصُّبْحِ قَالَ أَبُو دَاوُد لَمْ يَذْكُرْ مُسَدَّدٌ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةًحَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ وَأَبَانُ بْنُ يَزِيدَ الْعَطَّارُ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ بِبَعْضِ هَذَا وَزَادَ فِي الْأُخْرَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَزَادَ عَنْ هَمَّامٍ قَالَ وَكَانَ يُطَوِّلُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى مَا لَا يُطَوِّلُ فِي الثَّانِيَةِ وَهَكَذَا فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ وَهَكَذَا فِي صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ فَظَنَنَّا أَنَّهُ يُرِيدُ بِذَلِكَ أَنْ يُدْرِكَ النَّاسُ الرَّكْعَةَ الْأُولَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Hisyam bin Abu Abdullah}, dan telah di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Al Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu ‘Adi} dari {Al Hajjaj} -dan ini adalah lafadz hadits darinya- dari {Yahya} dari {Abdullah bin Abu Qatadah}, berkata {Ibnu Al Mutsanna} dan {Abu Salamah}, kemudian keduanya sepakat dari {Abu Qotadah} dia berkata “Rasulullah saw. shalat mengimami kami, beliau membaca Al Fatihah dan dua surat pada dua raka’at pertama dalam shalat Dhuhur dan Ashar. Kadang-kadang beliau memperdengarkan bacaan ayat kepada kami, dan biasanya beliau memanjangkan raka’at pertama pada shalat dzuhur dan memperpendek pada raka’at keduanya, begitu juga pada waktu shalat subuh.” Abu Daud berkata Musaddad tidak menyebutkan Al Fatihah dan surat. Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Hammam} dan {Aban bin Yazid Al ‘Atthar} dari {Yahya} dari {Abdullah bin Abu Qatadah} dari {ayahnya} dengan menambahkan pada sebagian hadits ini “… Pada dua raka’at terakhir dengan membaca Al Fatihah…” Dan dia menambahkan dari Hammam katanya “… Dan beliau memanjangkan berdirinya pada raka’at pertama, tidak sepanjang pada raka’at kedua, demikian juga pada shalat Ashar dan shalat subuh…” Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya} dari {Abdullah bin Abu Qatadah} dari {ayahnya} dia berkata “Hingga kami menyangka beliau memanjangkan bacaannya karena ingin menunggu supaya orang-orang mendapatkan raka’at pertama.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 678

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ قَالَ قُلْنَا لِخَبَّابٍهَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ قَالَ نَعَمْ قُلْنَا بِمَ كُنْتُمْ تَعْرِفُونَ ذَاكَ قَالَ بِاضْطِرَابِ لِحْيَتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid bin Ziyad} dari {Al A’masy} dari {‘Umarah bin ‘Umair} dari {Abu Ma’mar} dia berkata kami bertanya kepada {Khabbab} “Apakah Rasulullah saw. membaca (surat al Fatihah) dalam shalat dluhur dan Ashar?” jawabnya “Ya, benar.” Kami bertanya “Dengan apa kalian mengetahuinya?” jawabnya “Dengan gerakan jenggot beliau.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 679

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جُحَادَةَ عَنْ رَجُلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَىأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُومُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى مِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ حَتَّى لَا يُسْمَعَ وَقْعُ قَدَمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Juhadah} dari {seorang laki-laki} dari {Abdullah bin Abu Aufa} bahwa Nabi saw. berdiri pada raka’at pertama dalam shalat dluhur hingga tidak terdengar suara pijakan kaki.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 680

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَبِي عَوْنٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَقَالَ عُمَرُ لِسَعْدٍ قَدْ شَكَاكَ النَّاسُ فِي كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى فِي الصَّلَاةِ قَالَ أَمَّا أَنَا فَأَمُدُّ فِي الْأُولَيَيْنِ وَأَحْذِفُ فِي الْأُخْرَيَيْنِ وَلَا آلُو مَا اقْتَدَيْتُ بِهِ مِنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَاكَ الظَّنُّ بِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Muhammad bin ‘Ubaidullah Abu ‘Aun} dari {Jabir bin Samurah} dia berkata Umar berkata kepada Sa’d “Orang-orang mengadukan segala sesuatu kepadamu sampai dalam masalah shalat, {Sa’d} menjawab “Aku suka memanjangkan shalatku pada dua raka’at pertama dan memendekkannya pada dua raka’at yang terakhir, aku tidak akan mengurangi sedikitpun apa yang telah aku dapatkan dari tata cara shalat Rasulullah saw.” Umar berkata “Demikianlah dugaan saya tentang dirimu!.”