Shalat
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 741
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا صَالِحٍ ذَكْوَانَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih}, {Ahmad bin ‘Amru bin As Sarh} dan {Muhammad bin Salamah} mereka mengatakan telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepada kami {‘Amru yaitu Ibnu Al Harits} dari {‘Umarah bin Ghaziyah} dari {Sumayya bekas budak Abu Bakr} bahwa dia mendengar {Abu Shalih Dzakwan} menceritakan dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Saat paling dekat bagi seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sujud, karena itu perbanyaklah berdo’a ketika sujud.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 742
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ سُحَيْمٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَشَفَ السِّتَارَةَ وَالنَّاسُ صُفُوفٌ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مِنْ مُبَشِّرَاتِ النُّبُوَّةِ إِلَّا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْمُسْلِمُ أَوْ تُرَى لَهُ وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا الرَّبَّ فِيهِ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Sulaiman bin Suhaim} dari {Ibrahim bin Abdullah bin Ma’bad} dari {ayahnya} dari {Ibnu Abbas} bahwa Nabi saw. menyingkap tirai (kamarnya) sementara orang-orang sedang berbaris di belakang Abu Bakar, maka beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya berita gembira kenabian telah tiada, kecuali mimpi yang shalih (benar) yang di mimpikan oleh seorang muslim atau yang di perlihatkan kepadanya, ketahuilah aku di larang membaca Al Qur’an ketika ruku’ dan sujud, oleh karena itu, ketika ruku’, hendaklah kalian mengagungkan Rabb (Allah), sedangkan ketika sujud, hendaklah kalian bersungguh-sungguh dalam berdo’a, karena besar kemungkinan do’a kalian akan di kabulkan oleh Allah.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 743
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي الضُّحَى عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ
Terjemahan: telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Manshur} dari {Abu Adl Dluha} dari {Masruq} dari {Aisyah} dia berkata “Dalam ruku’ dan sujudnya Rasulullah saw. sering memperbanyak bacaan “Subhaanaka Allahumma Rabbana wa bihamdika Allahummaghfir li” (Maha suci Engkau ya Allah wahai Rabb kami segala puji bagi-Mu, ya Allah ampunilah aku).” beliau menta’wilkan Al Qur’an.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 744
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ زَادَ ابْنُ السَّرْحِ عَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dan telah di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin As Sarh} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Yahya bin Ayyub} dari {‘Umarah bin Ghaziyah} dari {Sumayya bekas budak Abu Bakar} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} bahwa Nabi saw. dalam sujudnya membaca: “Allahummaghfir li dzanbi kulluhu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa akhirahu” (ya Allah ampunilah dosaku semuanya, baik yang kecil maupun yang besar, dan dari yang pertama sampai yang terakhir).” Ibnu Siraj menambahkan “Alaniyatahu wa sirrahu” (baik yang nampak ataupun yang tersembunyi).”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 745
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْفَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَلَمَسْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ سَاجِدٌ وَقَدَمَاهُ مَنْصُوبَتَانِ وَهُوَ يَقُولُ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Sulaiman Al Anbari} telah menceritakan kepada kami {‘Abdah} dari {‘Ubaidullah} dari {Muhammad Ibnu Yahya bin Habban} dari {Abdurrahman Al A’raj} dari {Abu Huraiah} dari {Aisyah radliallahu ‘anha} dia berkata “Suatu malam aku kehilangan Rasulullah saw., maka tersentuhlah beliau olehku di masjid, ternyata beliau sedang sujud dengan kedua telapak kakinya yang tegak ke atas, dan beliau mengucapkan “A’uudzu biridlaaka min sukhtika wa a’uudzu bi mu’aafatika min ‘uquubatika wa a’uudzubika minka laa uhshii tsanaa’a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika (Aku berlindung dengan keridlaan-Mu dari murka-Mu, aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari pada-Mu, tidaklah terhitung puji-pujianku kepada-Mu, engkau adalah Dzat sebagaimana di pujikan oleh diri-Mu sendiri).”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 746
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنْ الْمَغْرَمِ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Utsman} telah menceritakan kepada kami {Baqiyah} telah menceritakan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} dari {‘Urwah} bahwa {Aisyah} telah mengabarkan kepadanya bahwa dalam shalatnya, Rasulullah saw. sering berdo’a “Allahumma inni ‘auudzubika min ‘adzaabil qabri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjal wa a’uudzubika min fitnatil mahya wal mamaati, allahumma inni a’uudzubika minal ma`tsmi wal maghrami (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung dari fitnah Dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan lilitan hutang).” Maka seseorang bertanya kepada beliau ‘alangkah seringnya anda memohon perlindungan diri dari lilitan hutang.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya apabila seseorang sudah sering berhutang, maka dia akan berbicara dan berbohong, dan apabila berjanji, maka dia akan mengingkari.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 747
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَبِيهِ قَالَصَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ تَطَوُّعٍ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ النَّارِ وَيْلٌ لِأَهْلِ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Daud} dari {Ibnu Abu Laila} dari {Tsabit Al Banani} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {ayahnya} dia berkata “Aku shalat sunnah di samping Rasulullah saw., dan terdengar olehku beliau memohon perlindungan kepada Allah dari api neraka dan kesengsaraan penduduk Neraka.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 748
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ وَقُمْنَا مَعَهُ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا فَلَمَّا سَلَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْأَعْرَابِيِّ لَقَدْ تَحَجَّرْتَ وَاسِعًا يُرِيدُ رَحْمَةَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} bahwa {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. berdiri untuk mengerjakan shalat, lantas kami pun berdiri bersama beliau, tiba-tiba seorang arab badui berkata dalam shalatnya “Allahummar hamnii wa muhammadan walaa tarham ma’adaa ahadan (Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad dan janganlah Engkau merahmati seorang pun yang bersama kami).” Setelah Rasulullah saw. salam, beliau bersabda kepada arab badui tersebut: ‘Kamu telah mempersempit sesuatu yang luas.” Maksud beliau adalah rahmat Allah Azza Wa Jalla.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 749
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ مُسْلِمٍ الْبَطِينِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَرَأَ{ سَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى }قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىقَالَ أَبُو دَاوُد خُولِفَ وَكِيعٌ فِي هَذَا الْحَدِيثِ وَرَوَاهُ أَبُو وَكِيعٍ وَشُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ مَوْقُوفًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin harb} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Isra’il} dari {Abu Ishaq} dari {Muslim Al Bathin} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} bahwa apabila Nabi saw. membaca “Sabbihisma rabbikal a’la.” Maka beliau mengucapkan “Subhaana rabbiyal a’la (Maha suci Rabbku yang Maha tinggi.” Abu Daud mengatakan riwayat Waki’ di perselisihkan dalam hadits ini, hadits ini juga di riwayatkan oleh {Abu Waki’} dan {Syu’bah} dari {Abu Ishaq} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} secara mauquf.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 750
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ قَالَكَانَ رَجُلٌ يُصَلِّي فَوْقَ بَيْتِهِ وَكَانَ إِذَا قَرَأَ{ أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى }قَالَ سُبْحَانَكَ فَبَكَى فَسَأَلُوهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ أَحْمَدُ يُعْجِبُنِي فِي الْفَرِيضَةِ أَنْ يَدْعُوَ بِمَا فِي الْقُرْآنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Musa bin Abu Aisyah} dia berkata ” {Seseorang} shalat diatas rumahnya, apabila ia selesai membaca ayat “alaisa dzaalika bi qaadirin ‘ala an yuhyiyal mauta” (Bukankah Dzat yang demikian itu lebih mampu untuk menghidupkan yang mati)?” maka dia mengucapkan “subhanaka” lalu menangis. Mereka bertanya kepada laki-laki tersebut tentang perbuatannya itu, dia menjawab bahwa dirinya pernah mendengarnya dari Rasulullah saw.” Abu Daud berkata: Ahmad berkata: “Aku lebih suka dalam shalat wajib membaca do’a-do’a yang ada dalam Al Qur’an.”