Thaharah
Muwattha Malik | Hadits No. : 34
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَإِذَا نَامَ أَحَدُكُمْ مُضْطَجِعًا فَلْيَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam}, {Umar bin Al Khatthab} berkata “Jika salah seorang dari kalian tidur dengan berbaring terlentang maka hendaklah dia berwudhu.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 35
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَأَنَّ تَفْسِيرَ هَذِهِ الْآيَةِ{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ }أَنَّ ذَلِكَ إِذَا قُمْتُمْ مِنْ الْمَضَاجِعِ يَعْنِي النَّوْمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam}, tentang tafsir ayat: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mendirikan shalat maka basuhlah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian hingga ke siku, dan usaplah kepala dan kaki kalian hingga kedua mata kaki” yang demikian itu adalah apabila kalian telah bangun dari tidur.
Muwattha Malik | Hadits No. : 36
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَكَانَ يَنَامُ جَالِسًا ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku, dari Malik dari {Nafi’}, bahwa {Ibnu Umar} pernah tidur dengan duduk kemudian dia shalat dan tidak berwudhu.
Muwattha Malik | Hadits No. : 37
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ بَنِي الْأَزْرَقِ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُجَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنْ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Shafwan bin Sulaim} dari {Sa’id bin Salamah} kalangan bani Al Arzaq, dari {Al Mughirah bin Abu Burdah} kalangan Bani Abdud Dar, bahwa dia mendengar {Abu Hurairah} berkata seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata “Wahai Rasulullah, kami berlayar di laut sedangkan kami hanya membawa air sedikit. Jika kami berwudhu dengannya maka kami akan kehausan, apakah kami boleh berwudhu dengannya?” Rasulullah saw. bersabda: “Air laut itu suci, halal bangkainya.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 38
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ حُمَيْدَةَ بِنْتِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ خَالَتِهَا كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَتْ تَحْتَ ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهَاأَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ عَلَيْهَا فَسَكَبَتْ لَهُ وَضُوءًا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ لِتَشْرَبَ مِنْهُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا ابْنَةَ أَخِي قَالَتْ فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ أَوْ الطَّوَّافَاتِ
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Humaidah binti Ubaid bin Rifa’ah} dari bibinya – {Kabsyah binti Ka’ab bin Malik} – dan dia dibawah asuhan Abu Qatadah Al Anshari, dia mengabarkan kepadanya bahwa {Abu Qatadah} mengunjunginya, Kabsyah pun menuangkan air wudhu kepadanya, tiba-tiba datang seekor kucing yang minum dari air wudhunya, maka dia mendekatkan bejana sehingga kucing itu meminumnya. Kabsyah berkata Lalu dia melihatku yang sedang memperhatikannya dan berkata “Apakah kamu heran Wahai putri saudaraku?” Dia berkata lalu saya menjawab, “Ya.” Abu Qatadah menerangkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Kucing itu tidak najis, karena dia adalah hewan yang berada di sekitar kita.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 39
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَاطِبٍأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ خَرَجَ فِي رَكْبٍ فِيهِمْ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ حَتَّى وَرَدُوا حَوْضًا فَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ لِصَاحِبِ الْحَوْضِ يَا صَاحِبَ الْحَوْضِ هَلْ تَرِدُ حَوْضَكَ السِّبَاعُ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَا صَاحِبَ الْحَوْضِ لَا تُخْبِرْنَا فَإِنَّا نَرِدُ عَلَى السِّبَاعِ وَتَرِدُ عَلَيْنَا
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Said} dari {Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At Taimi} dari {Yahya bin Abdurrahman bin Hathib}, bahwa {Umar bin Al Khathab} pernah keluar bersama rombongan di dalamnya ada ‘Amru bin Al Ash, ketika mereka sampai pada sebuah telaga, ‘Amru bin Al Ash berkata kepada pemilik telaga itu “Wahai penjaga telaga, apakah ada binatang buas yang minum dari telagamu?” maka Umar bin Al Khatthab menyela “Wahai penjaga telaga, jangan kau kabari kami, kami minum dari air yang telah diminum oleh binatang buas dan binatang buas juga minum dari air yang telah kami minum.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 40
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُإِنْ كَانَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَتَوَضَّئُونَ جَمِيعًا
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’} Bahwasanya {Abdullah bin Umar} berkata “kaum laki-laki dan wanita di masa Rasulullah saw. berwudhu bersamaan.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 41
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُمَارَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أُمِّ وَلَدٍ لِإِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهَا سَأَلَتْ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْإِنِّي امْرَأَةٌ أُطِيلُ ذَيْلِي وَأَمْشِي فِي الْمَكَانِ الْقَذِرِ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُطَهِّرُهُ مَا بَعْدَهُ
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Muhammad bin Umarah} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Ibunya Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf}, bahwa dia bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabi saw. “saya seorang wanita yang panjang bajunya dan berjalan di tempat yang kotor.” Maka {Ummu Salamah} menjawab Rasulullah saw. bersabda: “tempat yang dilewati sesudahnya yang akan mensucikannya.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 42
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِكأَنَّهُ رَأَى رَبِيعَةَ بْنَ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقْلِسُ مِرَارًا وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَلَا يَنْصَرِفُ وَلَا يَتَوَضَّأُ حَتَّى يُصَلِّيَ
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku dari Malik, bahwa dia melihat {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman} muntah berulang kali ketika sedang berada di dalam masjid, tetapi dia tidak beranjak keluar dan tidak berwudhu sampai dia melaksanakan shalat.
Muwattha Malik | Hadits No. : 43
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَحَنَّطَ ابْنًا لِسَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ وَحَمَلَهُ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Perawi menerangkan telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’} Bahwasanya {Abdullah bin Umar} memberi wewangian kepada jenazah anak Sa’id bin Zaid dan dia mengusungnya juga, kemudian dia masuk masjid dan shalat tanpa berwudhu.