Thaharah
Muwattha Malik | Hadits No. : 74
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ الْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ أَخْبَرَهُأَنَّهُ دَخَلَ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ مِنْ اللَّيْلَةِ الَّتِي طُعِنَ فِيهَا فَأَيْقَظَ عُمَرَ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ فَقَالَ عُمَرُ نَعَمْ وَلَا حَظَّ فِي الْإِسْلَامِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ فَصَلَّى عُمَرُ وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ دَمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Hisyam bin Urwah} dari {bapaknya} bahwa {Al Miswar bin Makhramah} mengabarinya, dia menemui {Umar bin Khatthab} di malam ketika ditikam, kemudian membangunkan Umar untuk shalat subuh, lalu dia berkata “Ya. Tidak ada bagian dalam Islam bagi siapa saja yang meninggalkan shalat, ” lalu Umar shalat dan lukanya masih mengeluarkan darah.
Muwattha Malik | Hadits No. : 75
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ قَالَمَا تَرَوْنَ فِيمَنْ غَلَبَهُ الدَّمُ مِنْ رُعَافٍ فَلَمْ يَنْقَطِعْ عَنْهُ قَالَ مَالِك قَالَ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ ثُمَّ قَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَرَى أَنْ يُومِئَ بِرَأْسِهِ إِيمَاءًقَالَ يَحْيَى قَالَ مَالِك وَذَلِكَ أَحَبُّ مَا سَمِعْتُ إِلَيَّ فِي ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} bahwa {Sa’id bin Musayyab} bertanya “Apa pendapatmu tentang seseorang yang berlumuran darah karena mimisan dan terus mengalir darinya, ” Malik berkata, Yahya bin Sa’id berkata Sa’id bin Musayyab berkata “Saya berpendapat hendaknya dia berisyarat dengan kepalanya.” Yahya berkata, Malik berkata “Itulah sebaik-baik pendapat yang aku dengar dalam permasalahan ini.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 76
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِأَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ أَمَرَهُ أَنْ يَسْأَلَ لَهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّجُلِ إِذَا دَنَا مِنْ أَهْلِهِ فَخَرَجَ مِنْهُ الْمَذْيُ مَاذَا عَلَيْهِ قَالَ عَلِيٌّ فَإِنَّ عِنْدِي ابْنَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَسْتَحِي أَنْ أَسْأَلَهُ قَالَ الْمِقْدَادُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَنْضَحْ فَرْجَهُ بِالْمَاءِ وَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Abu Nadlr} mantan budak Umar bin ‘Ubaidullah, dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Al Miqdad bin Al Aswad} bahwa Ali bin Abu Thalib menyuruhnya untuk bertanya kepada Rasulullah saw. tentang laki-laki yang mendekati istrinya, lalu keluar air madzi darinya. Apa yang harus dilakukannya? Ali berkata “Karena istriku adalah anak Rasulullah saw., maka saya malu bertanya kepada beliau.” Miqdad berkata Lalu saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hal itu, beliau menjawab “Jika salah satu dari kalian mendapatkan hal itu, maka percikilah kemaluannya dengan air lalu berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 77
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَإِنِّي لَأَجِدُهُ يَنْحَدِرُ مِنِّي مِثْلَ الْخُرَيْزَةِ فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَغْسِلْ ذَكَرَهُ وَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ يَعْنِي الْمَذْيَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari {bapaknya} bahwa {Umar bin Al Khattab} berkata “Aku mendapatinya seperti butiran-butiran kristal, maka jika salah satu dari kalian mengalami hal itu, hendaklah dia membasuh kemaluannya dan berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, ” -dan yang dimaksud adalah madzi-.
Muwattha Malik | Hadits No. : 78
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ جُنْدُبٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَيَّاشٍ أَنَّهُ قَالَسَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ عَنْ الْمَذْيِ فَقَالَ إِذَا وَجَدْتَهُ فَاغْسِلْ فَرْجَكَ وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari {Jundub} mantan budak Abdullah bin ‘Ayyasy, bahwa dia berkata Saya bertanya pada {Abdullah bin Umar} tentang madzi, maka dia menjawab ‘Apabila kamu mendapatinya maka cucilah kemaluanmu, berwudhulah sebagaimana wudhu kamu untuk shalat.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 79
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ سَمِعَهُ وَرَجُلٌ يَسْأَلُهُ فَقَالَ إِنِّي لَأَجِدُ الْبَلَلَ وَأَنَا أُصَلِّي أَفَأَنْصَرِفُ فَقَالَ لَهُ سَعِيدٌلَوْ سَالَ عَلَى فَخِذِي مَا انْصَرَفْتُ حَتَّى أَقْضِيَ صَلَاتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} dari {Sa’id bin Musayyab} dia mendengar bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya padanya, lalu dia berkata “Saya mendapati pada diriku sesuatu yang basah ketika aku sedang shalat, apakah aku harus batalkan?” Sa’id berkata “Meskipun mengalir di atas pahaku, aku tidak akan membatalkan hingga selesai shalatku.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 80
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ الصَّلْتِ بْنِ زُيَيْدٍ أَنَّهُ قَالَ سَأَلْتُ سُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍعَنْ الْبَلَلِ أَجِدُهُ فَقَالَ انْضَحْ مَا تَحْتَ ثَوْبِكَ بِالْمَاءِ وَالْهُ عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ash shalt bin Zubaid dia berkata Saya bertanya kepada {Sulaiman bin Yasar} tentang sesuatu yang basah yang saya dapatkan, maka dia berkata “Percikilah apa yang ada di balik bajumu dengan air dan berpalinglah darinya.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 81
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ أَنَّهُ سَمِعَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُدَخَلْتُ عَلَى مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ فَتَذَاكَرْنَا مَا يَكُونُ مِنْهُ الْوُضُوءُ فَقَالَ مَرْوَانُ وَمِنْ مَسِّ الذَّكَرِ الْوُضُوءُ فَقَالَ عُرْوَةُ مَا عَلِمْتُ هَذَا فَقَالَ مَرْوَانُ بْنُ الْحَكَمِ أَخْبَرَتْنِي بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr Bin Hazm}, dia telah mendengar {Urwah bin Zubair} berkata Saya menemui Marwan bin Al Hakam, maka kami saling tukar pengetahuan tentang permasalahan wudhu. {Marwan} berkata “Menyentuh kemaluan wajib berwudhu, ” Urwah berkata “aku tidak tahu itu.” Maka Marwan bin Al Hakam berkata telah mengabarkan kepadaku {Busrah binti Shafwan}, dia telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya maka berwudhulah! ”
Muwattha Malik | Hadits No. : 82
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّهُ قَالَكُنْتُ أُمْسِكُ الْمُصْحَفَ عَلَى سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ فَاحْتَكَكْتُ فَقَالَ سَعْدٌ لَعَلَّكَ مَسِسْتَ ذَكَرَكَ قَالَ فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ قُمْ فَتَوَضَّأْ فَقُمْتُ فَتَوَضَّأْتُ ثُمَّ رَجَعْتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Isma’il bin Muhammad bin Sa’d bin Abu Waqash} dari {Mush’ab bin Sa’d bin Abu Waqash} dia berkata Saya memegang mushaf di depan Sa’d bin Waqash, lalu saya terlihat olehnya menggaruk-garuk, maka {Sa’d} berkata “mungkin saja kamu telah menyentuh kemaluanmu?” (Mush’ab) berkata saya menjawab “Ya. ‘” Maka dia berkata “Berdirilah dan berwudhu, ” lalu saya berdiri dan berwudhu, kemudian kembali lagi.
Muwattha Malik | Hadits No. : 83
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُإِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ فَقَدْ وَجَبَ عَلَيْهِ الْوُضُوءُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Nafi’}, bahwa {Abdullah bin Umar} berkata “Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya, maka wajib baginya berwudhu.”