Thaharah
Muwattha Malik | Hadits No. : 69
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك أَنَّهُ سَأَلَ ابْنَ شِهَابٍعَنْ الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ كَيْفَ هُوَ فَأَدْخَلَ ابْنُ شِهَابٍ إِحْدَى يَدَيْهِ تَحْتَ الْخُفِّ وَالْأُخْرَى فَوْقَهُ ثُمَّ أَمَرَّهُمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik, dia bertanya kepada {Ibnu Syihab} tentang membasuh dua khuf, bagaimana caranya? Maka Ibnu Syihab meletakkan satu tangannya di bawahnya dan yang lain di atasnya, kemudian dia menyapukan keduanya.
Muwattha Malik | Hadits No. : 70
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَكَانَ إِذَا رَعَفَ انْصَرَفَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَجَعَ فَبَنَى وَلَمْ يَتَكَلَّمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Nafi’} bahwa jika {Abdullah bin Umar} mimisan, dia keluar, lalu berwudhu kemudian kembali dan melanjutkan shalatnya dengan tidak berbicara sedikitpun.
Muwattha Malik | Hadits No. : 71
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ اللَّيْثِيِّ أَنَّهُ رَأَى سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِرَعَفَ وَهُوَ يُصَلِّي فَأَتَى حُجْرَةَ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَجَعَ فَبَنَى عَلَى مَا قَدْ صَلَّى
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yazid bin Abdullah bin Qusaith Al Laitsi}, dia melihat {Sa’id bin Musayyab} mimisan ketika sedang shalat. Kemudian ia mendatangi ruangan Ummu Salamah, istri Nabi saw., maka diberikan kepadanya air wudhu, kemudian dia berwudhu dan kembali melanjutkan shalatnya.
Muwattha Malik | Hadits No. : 72
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ الْأَسْلَمِيِّ أَنَّهُ قَالَ رَأَيْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِيَرْعُفُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الدَّمُ حَتَّى تَخْتَضِبَ أَصَابِعُهُ مِنْ الدَّمِ الَّذِي يَخْرُجُ مِنْ أَنْفِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abdurrahman bin Harmalah Al Aslami} berkata “Saya melihat {Sa’id bin Musayyab} mimisan, darah keluar dari hidungnya, hingga tangannya berlumuran darah yang keluar dari hidungnya, namun dia tetap shalat dan tidak berwudhu.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 73
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمُجَبَّرِ أَنَّهُ رَأَى سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِيَخْرُجُ مِنْ أَنْفِهِ الدَّمُ حَتَّى تَخْتَضِبَ أَصَابِعُهُ ثُمَّ يَفْتِلُهُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Abdurrahman bin Al Mujabbar} dia melihat {Salim bin Abdullah} mimisan hingga tangannya berlumuran darah. Dia menyumbatnya, lalu shalat tanpa berwudhu.
Muwattha Malik | Hadits No. : 74
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ الْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ أَخْبَرَهُأَنَّهُ دَخَلَ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ مِنْ اللَّيْلَةِ الَّتِي طُعِنَ فِيهَا فَأَيْقَظَ عُمَرَ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ فَقَالَ عُمَرُ نَعَمْ وَلَا حَظَّ فِي الْإِسْلَامِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ فَصَلَّى عُمَرُ وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ دَمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Hisyam bin Urwah} dari {bapaknya} bahwa {Al Miswar bin Makhramah} mengabarinya, dia menemui {Umar bin Khatthab} di malam ketika ditikam, kemudian membangunkan Umar untuk shalat subuh, lalu dia berkata “Ya. Tidak ada bagian dalam Islam bagi siapa saja yang meninggalkan shalat, ” lalu Umar shalat dan lukanya masih mengeluarkan darah.
Muwattha Malik | Hadits No. : 75
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ قَالَمَا تَرَوْنَ فِيمَنْ غَلَبَهُ الدَّمُ مِنْ رُعَافٍ فَلَمْ يَنْقَطِعْ عَنْهُ قَالَ مَالِك قَالَ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ ثُمَّ قَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَرَى أَنْ يُومِئَ بِرَأْسِهِ إِيمَاءًقَالَ يَحْيَى قَالَ مَالِك وَذَلِكَ أَحَبُّ مَا سَمِعْتُ إِلَيَّ فِي ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Yahya bin Sa’id} bahwa {Sa’id bin Musayyab} bertanya “Apa pendapatmu tentang seseorang yang berlumuran darah karena mimisan dan terus mengalir darinya, ” Malik berkata, Yahya bin Sa’id berkata Sa’id bin Musayyab berkata “Saya berpendapat hendaknya dia berisyarat dengan kepalanya.” Yahya berkata, Malik berkata “Itulah sebaik-baik pendapat yang aku dengar dalam permasalahan ini.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 76
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِأَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ أَمَرَهُ أَنْ يَسْأَلَ لَهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّجُلِ إِذَا دَنَا مِنْ أَهْلِهِ فَخَرَجَ مِنْهُ الْمَذْيُ مَاذَا عَلَيْهِ قَالَ عَلِيٌّ فَإِنَّ عِنْدِي ابْنَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَسْتَحِي أَنْ أَسْأَلَهُ قَالَ الْمِقْدَادُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَنْضَحْ فَرْجَهُ بِالْمَاءِ وَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari {Abu Nadlr} mantan budak Umar bin ‘Ubaidullah, dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Al Miqdad bin Al Aswad} bahwa Ali bin Abu Thalib menyuruhnya untuk bertanya kepada Rasulullah saw. tentang laki-laki yang mendekati istrinya, lalu keluar air madzi darinya. Apa yang harus dilakukannya? Ali berkata “Karena istriku adalah anak Rasulullah saw., maka saya malu bertanya kepada beliau.” Miqdad berkata Lalu saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hal itu, beliau menjawab “Jika salah satu dari kalian mendapatkan hal itu, maka percikilah kemaluannya dengan air lalu berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat.”
Muwattha Malik | Hadits No. : 77
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَإِنِّي لَأَجِدُهُ يَنْحَدِرُ مِنِّي مِثْلَ الْخُرَيْزَةِ فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَغْسِلْ ذَكَرَهُ وَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ يَعْنِي الْمَذْيَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari {bapaknya} bahwa {Umar bin Al Khattab} berkata “Aku mendapatinya seperti butiran-butiran kristal, maka jika salah satu dari kalian mengalami hal itu, hendaklah dia membasuh kemaluannya dan berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, ” -dan yang dimaksud adalah madzi-.
Muwattha Malik | Hadits No. : 78
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ جُنْدُبٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَيَّاشٍ أَنَّهُ قَالَسَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ عَنْ الْمَذْيِ فَقَالَ إِذَا وَجَدْتَهُ فَاغْسِلْ فَرْجَكَ وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari {Zaid bin Aslam} dari {Jundub} mantan budak Abdullah bin ‘Ayyasy, bahwa dia berkata Saya bertanya pada {Abdullah bin Umar} tentang madzi, maka dia menjawab ‘Apabila kamu mendapatinya maka cucilah kemaluanmu, berwudhulah sebagaimana wudhu kamu untuk shalat.”