Thaharah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 938

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ النِّفَاسُ حَيْضٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {‘Atha`} ia berkata: “Nifas adalah haid”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 939

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ تَنْتَظِرُ النُّفَسَاءُ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ نَحْوَهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid Ath Thayalisi} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abu Bisyr} dari {Yusuf bin Mahak} dari {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Para wanita yang mengalami nifas (mereka) harus menunggu (masa suci) selama empat puluh hari atau kisarannya”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 940

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ أَبِي سَهْلٍ الْبَصْرِيِّ عَنْ مُسَّةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَتْ النُّفَسَاءُ تَجْلِسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً وَكَانَتْ إِحْدَانَا تَطْلِي الْوَرْسَ عَلَى وَجْهِهَا مِنْ الْكَلَفِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Abu Khaitsamah} telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdul A’la} dari {Abu Sahl Al Bashri} dari {Mussah} dari {Ummu Salamah} radliallahu ‘anha ia berkata: “Dahulu para wanita yang mengalami nifas pada masa Rasulullah saw. (mereka) duduk (tidak mengerjakan shalat) selama empat puluh hari atau empat puluh malam, dan salah seorang dari kami (biasanya) mengolesi wajahnya dengan al waras (tumbuhan berwarna kuning dan beraroma wangi) untuk menutupi bercak hitam di wajahnya”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 941

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ جَلْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ أَنَّ امْرَأَةً لِعَائِذِ بْنِ عَمْرٍو نُفِسَتْ فَجَاءَتْ بَعْدَمَا مَضَتْ عِشْرُونَ لَيْلَةً فَدَخَلَتْ فِي لِحَافِهِ فَقَالَ مَنْ هَذِهِ قَالَتْ أَنَا فُلَانَةُ إِنِّي قَدْ تَطَهَّرْتُ فَرَكَضَهَا بِرِجْلِهِ فَقَالَ لَا تُغَرِّنِي عَنْ دِينِي حَتَّى تَمْضِيَ أَرْبَعُونَ لَيْلَةً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Hisyam} dari {Jald} dari {Mu’awiyah bin Qurrah} Bahwa isteri ‘A`idz bin ‘Amr mengalami nifas, ia mendatangi (suaminya) ketika baru lewat dua puluh malam (masa nifasnya), ia masuk ke dalam selimutnya. {‘A`idz} bertanya: “Ini siapa?”, ia menjawab: “Aku isterimu, aku sudah suci”, lalu ‘A`idz menendangnya dengan kakinya, lantas ia berkata: “Jangan kamu cemarkan agamaku hingga kamu melewati (masa nifas) empat puluh malam”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 942

أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ النُّفَسَاءُ تَجْلِسُ نَحْوًا مِنْ أَرْبَعِينَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abu Bisyr} dari {yusuf bin Mahak} dari {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Para wanita yang mengalami nifas, ia harus duduk (tidak mengerjakan shalat) sekitar empat puluh hari”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 943

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ النُّفَسَاءُ تَنْتَظِرُ نَحْوًا مِنْ أَرْبَعِينَ يَوْمًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abu Bisyr} dari {Yusuf bin Mahak} dari {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Para wanita yang mengalami nifas, ia menunggu empat puluh hari”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 944

أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ الْحَسَنَ قَالَ فِي النُّفَسَاءِ الَّتِي تَرَى الدَّمَ تَرَبَّصُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ تُصَلِّي وَقَالَ الشَّعْبِيُّ شَهْرَيْنِ ثُمَّ هِيَ بِمَنْزِلَةِ الْمُسْتَحَاضَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Musa bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} dari {ayahnya} Bahwa {Al hasan} pernah berkata tentang para wanita yang mengalami nifas sedang ia melihat darah (keluar dari kemaluannya): “Ia harus menunggu (masa sucinya) empat puluh malam, kemudian (ia boleh) shalat”. {As Sya’bi} pernah berkata: “(Wanita itu harus menunggu selama) dua bulan, kemudian (jika melebihi batas itu) berarti ia mengalami istihadhah”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 945

أَخْبَرَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَفْطَسُ قَالَ سَمِعْتُ الْعَلَاءَ بْنَ الْحَارِثِ عَنْ مَكْحُولٍ قَالَ الْمَرْأَةُ تَنْتَظِرُ مِنْ الْغُلَامِ ثَلَاثِينَ يَوْمًا وَمِنْ الْجَارِيَةِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا يَعْنِي النُّفَسَاءَ قَالَ مَرْوَانُ هُوَ قَوْلُ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ و قَالَ الْأَوْزَاعِيُّ هُمَا سَوَاءٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Marwan bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Syu’aib} telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Sulaiman Al `Afthas} ia berkata: Aku pernah mendengar {Al ‘Ala` bin Al Harits} dari {Makhul} ia berkata: “Seorang wanita harus menunggu selama tiga puluh hari (selepas melahirkan) anak laki-laki, dan menunggu selama empat puluh hari (selepas melahirkan) anak perempuan, yaitu para wanita yang mengalami nifas”. Marwan mengatakan: “Itu juga pendapat Sa’id bin Abdul Aziz”. Al ‘Auza’i pernah berkata: “Keduanya (laki-laki dan perempuan) adalah sama”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 946

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنِي يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ إِذَا رَأَتْ الدَّمَ عِنْدَ الطَّلْقِ يَوْمًا أَوْ يَوْمَيْنِ فَهُوَ مِنْ النِّفَاسِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Ar Raqqasyi} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepadaku {Yunus} dari {Al Hasan} ia berkata: “Apabila ia (wanita) melihat darah (keluar dari kemaluannya) sehari atau dua hari setelah ia melahirkan, itu termasuk darah nifas”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 947

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ فِي الْحَامِلِ تَرَى الدَّمَ وَهِيَ تَطْلُقُ قَالَ تَصْنَعُ مَا تَصْنَعُ الْمُسْتَحَاضَةُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Al Mubarak} dari {Ibnu Juraij} dari {‘Atha`} tentang seorang wanita hamil yang melihat darah (keluar dari kemaluannya) sedang ia (saat itu sedang) melahirkan, ia berkata: “Ia harus melakukan seperti apa yang dilakukan oleh wanita yang mengalami istihadhah”.