Thaharah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 958

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا ضَمْرَةُ حَدَّثَنَا السَّيْبَانِيُّ وَهُوَ يَحْيَى بْنُ أَبِي عَمْرٍو مِنْ أَهْلِ الرَّمْلَةِ حَدَّثَنَا مَكْحُولٌ قَالَ تُؤْمَرُ الْحَائِضُ تَتَوَضَّأُ عِنْدَ مَوَاقِيتِ الصَّلَاةِ وَتَسْتَقْبِلُ الْقِبْلَةَ وَتَذْكُرُ اللَّهَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yazid} telah meneritakan kepada kami {Dhamrah} telah menceritakan kepada kami {As Saibani Yahya bin Abu ‘Amr} dari penduduk Ramlah-, telah menceritakan kepada kami {Makhul} ia berkata: “Seorang wanita yang mengalami haid ia diperintahkan untuk berwudhu di setiap waktu shalat, kemudian menghadap qiblat dan berdzikir kepada Allah subhanallahu wa ta’ala”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 959

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِذَا سَمِعَ الْحَائِضُ وَالْجُنُبُ السَّجْدَةَ يَغْتَسِلُ الْجُنُبُ وَيَسْجُدُ وَلَا تَقْضِي الْحَائِضُ لِأَنَّهَا لَا تُصَلِّي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Hammad} dari {Ibrahim} ia berkata: “Apabila seorang wanita haid dan junub mendengar (bacaan ayat) sajdah, hendaknya yang junub mandi dan bersujud, sedang yang haid tidak perlu melakukannya, karena ia tidak wajib shalat (saat itu) “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 960

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ فِي الْحَائِضِ تَسْمَعُ السَّجْدَةَ قَالَ لَا تَقْضِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Mughirah} dari {Ibrahim} tentang wanita haid yang mendengar (bacaan ayat) sajdah, ia berkata: “Ia tidak perlu melakukan (sujud) “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 961

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَ لَيْسَ عَلَيْهَا شَيْءٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dan {Ja’far bin ‘Aun} dari {Sa’id} dari {Abu Ma’syar} dari {Ibrahim} ia berkata: “(Wanita haid yang mendengar ayat sajdah) tidak ada keharusan apa-apa”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 962

أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا عُبَيْدَةُ بْنُ مُعَتِّبٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا يَأْمُرُ امْرَأَةً مِنَّا بِرَدِّ الصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada Kami {‘Ubaidah bin Mu’attib} dari {Ibrahim} dari {Al `Aswad} dari {Aisyah} raddhiallahu ‘anha berkata: “Dahulu kami pernah mengalami haid pada masa Rasulullah saw., beliau tidak memerintahkan seorang (wanita pun) diantara kami untuk mengerjakan shalat (yang tertinggal ketika masa haid) “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 963

أَخْبَرَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ مُعَاذَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْ عَائِشَةَ أَتَقْضِي إِحْدَانَا صَلَاةَ أَيَّامِ حَيْضِهَا فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قَدْ كَانَتْ إِحْدَانَا تَحِيضُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا تُؤْمَرُ بِقَضَاءٍ أَخْبَرَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ عَنْ مُعَاذَةَ قَالَ أَبُو النُّعْمَانِ كَأَنَّ حَمَّادًا فَرِقَ حَدِيثَ أَيُّوبَ فَجَاءَ بِهَذَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu An Nu’man} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Mu’adzah}: Ada seorang wanita bertanya kepada {Aisyah} radliallahu ‘anha: “Apakah salah seorang dari kami wajib mengqadha` shalatnya pada hari-hari haid?”, ia menjawab: “Apakah kamu orang Haruriyah?, sungguh salah seorang dari kami pernah mengalami haid pada zaman Rasulullah saw., beliau tidak memerintahkannya untuk mengqadha` (shalatnya) “. Telah mengabarkan kepada kami {Abu An Nu’man} telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Yazid Ar Rasyk} dari {Mu’adzah}. Abu An Nu’man berkata: “Sepertinya Hammad memisahkan antara hadits Ayyub dan lebih memilih hadits ini”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 964

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَامِرٍ قَالَ إِذَا سَمِعَتْ الْحَائِضُ السَّجْدَةَ فَلَا تَسْجُدْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} dari {Khalid bin Abdullah} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {‘Amir} ia berkata: “Apabila seorang wanita haid mendengar (bacaan ayat) sajdah, tidak perlu sujud”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 965

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ لَا تَسْجُدُ الْمَرْأَةُ الْحَائِضُ إِذَا سَمِعَتْ السَّجْدَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} dari {Khalid bin Abdullah} dari {Khalid Al Hadzdza`} dari {Abu Qilabah} ia berkata: “Seorang wanita yang sedang haid tidak perlu sujud ketika mendengar (bacaan ayat) sajdah”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 966

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ عَنْ خَالِدٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ أَنَّهُ كَانَ يَكْرَهُ لِلْحَائِضِ أَنْ تَسْجُدَ إِذَا سَمِعَتْ السَّجْدَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} dari {Khalid} dari {Al Hasan bin Ubaidullah} dari {Ibrahim}: ia membenci seorang wanita haid untuk sujud ketika ia mendengar (bacaan ayat) sajdah.

Sunan Darimi | Hadits No. : 967

أَخْبَرَنَا يَعْلَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَوْنٍ عَنْ أَبِي غَالِبٍ عَجْلَانَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ النُّفَسَاءِ وَالْحَائِضِ هَلْ تَقْضِيَانِ الصَّلَاةَ إِذَا تَطَهَّرْنَ قَالَ هُوَ ذَا أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَوْ فَعَلْنَ ذَلِكَ أَمَرْنَا نِسَاءَنَا بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’la} dari {Muhammad bin ‘Aun} dari {Abu Ghalib ‘Ajlan} ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu tentang para wanita yang mengalami nifas dan haid, apakah mereka harus mengqadha` shalat mereka jika telah suci?”, ia menjawab: “Lihatlah para isteri Nabi saw., sekiranya mereka mengerjakan, niscaya kami perintahkan isteri-isteri kami untuk (melakukan) hal itu”.