Thaharah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 978

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى وَأَبُو نُعَيْمٍ قَالَا أَخْبَرَنَا السَّائِبُ بْنُ عُمَرَ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ عَائِشَةَ كَانَتْ تَرْقِي أَسْمَاءَ وَهِيَ عَارِكٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah bin Musa} dan {Abu Nu’aim} keduanya berkata: Telah mengabarkan kepada kami {As Sa`ib bin Umar} dari {Ibnu Abu Mulaikah}: {Aisyah} radliallahu ‘anha pernah meruqyah Asma` radliallahu ‘anha, sedang ia (dalam keadaan) haid”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 979

أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ قَالَ الْجُنُبُ يَذْكُرُ اسْمَ اللَّهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muslim} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} ia berkata: “Orang junub (dibolehkan) menyebut nama Allah subhanallahu wa ta’ala”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 980

أَخْبَرَنَا سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَيَّارٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ كَانَ يُقَالُ لَا يَقْرَأُ الْجُنُبُ وَلَا الْحَائِضُ وَلَا يُقْرَأُ فِي الْحَمَّامِ وَحَالَانِ لَا يَذْكُرُ الْعَبْدُ فِيهِمَا اللَّهَ عِنْدَ الْخَلَاءِ وَعِنْدَ الْجِمَاعِ إِلَّا أَنَّ الرَّجُلَ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ بَدَأَ فَسَمَّى اللَّهَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sahl bin Hammad} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sayyar} dari {Abu Wa`il} ia berkata: “Pernah dikatakan bahwa orang junub dan wanita yang sedang haid tidak boleh membaca (Al Qur`an) dan Al Qur`an tidak boleh dibaca dalam kamar mandi, dan ada dua kondisi yang seorang hamba tidak boleh menyebut nama Allah subhanallahu wa ta’ala: ketika berada di khala` (tempat buang hajat) dan ketika sedang bersenggama, kecuali seorang laki-laki yang hendak menggauli isterinya, maka ia memulai dengan menyebut nama Allah subhanallahu wa ta’ala”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 981

أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ فِي الْمَرْأَةِ الْحَائِضِ تَقْرَأُ قَالَ لَا إِلَّا طَرَفَ الْآيَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik} dari {‘Atha`} tentang seorang wanita yang sedang haid, apakah ia (boleh) membaca (Al Qur`an)? ‘, ia menjawab: “Tidak boleh, kecuali ujung ayat (saja) “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 982

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي عَطَّافٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَرْبَعٌ لَا يَحْرُمْنَ عَلَى جُنُبٍ وَلَا حَائِضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ سُئِلَ أَبُو مُحَمَّد عَبْد اللَّهِ يَقْرَأُ الْجُنُبُ آيَةً آيَةً قَالَ لَا يُعْجِبُنِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah} dari {Al Jurairi} dari {Abu ‘Aththaf} dari {Abu Hurairah} radliallahu ‘anhu ia berkata: “Empat (bacaan) yang tidak diharamkan atas orang yang junub dan yang sedang haid: Subhanallahu (Maha Suci Allah), Alhamdu lillahi (Segala Puji bagi Allah), Lailaaha illa Allah (tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah), dan Allahu Akbar) (Allah Maha Besar) “.

Sunan Darimi | Hadits No. : 983

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ صُبَيْحٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ الْحَائِضِ تَسْمَعُ السَّجْدَةَ قَالَ لَا تَسْجُدُ لِأَنَّهَا صَلَاةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Humaid} telah menceritakan kepada kami {Abdur Rahim bin Sulaiman} telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ubaidullah} dari {Muslim bin Shubaih} dari {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu: Ia ditanya tentang wanita yang haid dan mendengar (bacaan ayat) sajdah, ia berkata: “Ia tidak perlu sujud, karena hal itu terhitung shalat”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 984

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ وَأَبِي الضُّحَى قَالَا لَا تَسْجُدُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Humaid} telah menceritakan kepada kami {Hafsh Ibnu Ghiyats}, dari {Al Hasan bin Ubaidullah} dari {Ibrahim} dan {Abu Adh Dhuha} keduanya berkata: ” (wanita haid) Tidak perlu sujud”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 985

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ وَسَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَا لَيْسَ عَلَيْهَا ذَاكَ الصَّلَاةُ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Humaid} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} dari {Hajjaj} dari {Hammad} dari {Ibrahim} dan {Sa’id bin Jubair} keduanya berkata: ‘Wanita tidak ada keharusan sujud dalam ayat sajdah, sedang shalat lebih besar dari hal itu”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 986

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ مُنِعَتْ خَيْرًا مِنْ ذَلِكَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Humaid} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Al Mubarak} dari {Ibnu Juraij} dari {‘Atha`} ia berkata: “Wanita haidh dilarang mengerjakan suatu hal yang lebih baik dari sujud tilawah, yaitu shalat wajib”.

Sunan Darimi | Hadits No. : 987

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ لَا تَسْجُدُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Humaid} telah menceritakan kepada kami {Ghundar} dari {`Asy’ats} dari {Al Hasan} ia berkata: “Wanita haidh tidak perlu sujud (tilawah) “.