Meminta Ijin

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 2525

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ هُوَ ابْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ حِينَ قَضَى صَلَاتَهُ فَكُنْتُ أَوَّلَ مَنْ حَيَّا بِتَحِيَّةِ الْإِسْلَامِ قَالَ عَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ مِمَّنْ أَنْتَ قَالَ قُلْتُ مِنْ غِفَارٍ قَالَ فَأَهْوَى بِيَدِهِ قُلْتُ فِي نَفْسِي كَرِهَ أَنِّي انْتَمَيْتُ إِلَى غِفَارٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Maslamah} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman}, ia adalah Ibnu Al Mughirah, dari {Humaid bin Hilal} dari {Abdullah bin Ash Shamit} dari {Abu Dzarr} ia berkata Rasulullah saw. sedang melakukan shalat, lalu aku menghampirinya ketika beliau telah menyelesaikan shalat. Akulah orang pertama yang mengucapkan ucapan selamat yang Islami. Beliau menjawab: ‘ALAIKASSALAM WA RAHMATULLAH (semoga keselamatan dan rahmat Allah juga tercurah untukmu) dari golongan mana engkau?” ia mengatakan Aku menjawab Aku dari Ghifar. Ia melanjutkan Lalu beliau menurunkan tangannya, aku berkata dalam hati Beliau tidak suka aku bergabung ke kabilah Ghifar.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2526

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَوْفٍ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَرَدَّ عَلَيْهِ وَقَالَ عَشْرٌ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ فَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ وَقَالَ عِشْرُونَ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ فَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ فَرَدَّ عَلَيْهِ وَقَالَ ثَلَاثُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Katsir} telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin Sulaiman} dari {‘Auf} dari {Abu Raja`} dari {Imran bin Hushain} ia berkata Ada seseorang datang kepada Nabi saw. memberi salam dengan mengucapkan ASSALAMU ‘ALAIKUM, beliau membalasnya dan mengatakan: “Sepuluh.” Kemudian seseorang datang lagi seraya memberi salam dengan mengucapkan ASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAH, beliau membalasnya dan mengatakan: “Dua puluh.” Kemudian datang lagi seseorang memberi salam dengan mengucapkan ASSALAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH WA BARAKATUH, beliau membalasnya dan mengatakan: “Tiga puluh.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2527

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ الْحُضَيْنِ عَنْ الْمُهَاجِرِ بْنِ قُنْفُذٍ أَنَّهُ سَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ حَتَّى تَوَضَّأَ فَلَمَّا تَوَضَّأَ رَدَّهُ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} telah menceritakan kepadaku {ayahku} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Hudhain} dari {Al Muhajir bin Qunfudz} bahwa ia pernah memberi salam kepada Nabi saw., saat itu beliau sedang buang air kecil, namun beliau tidak membalas salamnya hingga beliau berwudhu`, setelah selesai berwudhu` beliau membalas ucapan salamnya.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2528

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ بِسْطَامَ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُوا عَلَى النِّسَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا الْحَمْوُ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ قَالَ يَحْيَى الْحَمْوُ يَعْنِي قَرَابَةَ الزَّوْجِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Bistham} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’ad} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Al Khair} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menemui kaum perempuan.” Dikatakan Wahai Rasulullah, hanya Al Hamwu. Beliau menjawab: “Al Hamwu adalah kematian.” Yahya mengatakan Al Hamwu adalah kerabat dekat suami.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2529

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ وَأَبُو نُعَيْمٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ يُونُسَ عَنْ عَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ عَنْ جَرِيرٍ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجْأَةِ فَقَالَ اصْرِفْ بَصَرَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dan {Abu Nu’aim} dari {Sufyan} dari {Yunus} dari {Amr bin Sa’id} dari {Abu Zur’ah bin Amr bin Jarir} dari {Jarir} ia berkata Aku pernah bertanya kepada Nabi saw. tentang melihat dengan pandangan sekilas tanpa sengaja. Beliau menjawab: “Palingkanlah pandanganmu.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2530

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ إِسْحَقَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَيْلِ الْمَرْأَةِ فَقَالَ شِبْرًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَنْ تَبْدُوَ أَقْدَامُهُنَّ قَالَ قَدْرَ ذِرَاعٍ لَا يَزِدْنَ عَلَيْهِ قَالَ عَبْد اللَّهِ النَّاسُ يَقُولُونَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Muhammad}, ia adalah Ibnu Ishaq, dari {Nafi’} dari {Shafiyyah bintu Abu Ubaid} dari {Ummu Salamah}, isteri Nabi saw., ia berkata Nabi saw. pernah ditanya tentang panjang baju (yang menjulur ke tanah) bagi kaum wanita. Beliau menjawab: “Satu jengkal.” Lalu aku bertanya Wahai Rasulullah, jika demikian, telapak kaki mereka akan terlihat. Beliau menjawab: “Satu hasta, tidak lebih dari itu.” Abdullah berkata Orang-orang mengatakan dari Nafi’ dari Sulaiman bin Yasar.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2531

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ حَدَّثَنِي رِبْعِيُّ بْنُ حِرَاشٍ عَنْ امْرَأَتِهِ عَنْ أُخْتٍ لِحُذَيْفَةَ قَالَتْ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ أَمَا لَكُنَّ فِي الْفِضَّةِ مَا تَحَلَّيْنَ بِهِ أَمَا إِنَّهُ لَيْسَتْ مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تَحَلَّى الذَّهَبَ فَتُظْهِرَهُ إِلَّا عُذِّبَتْ بِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} telah menceritakan kepadaku {Rib’i bin Hirasy} dari {isterinya} dari {saudari Hudzaifah}, ia berkata Rasulullah saw. pernah menyampaikan khutbah kepada kami, beliau mengatakan: “Wahai kaum wanita, ketahuilah, perak itu dapat dijadikan perhiasan oleh kalian. Tidaklah seseorang dari kalian mengenakan emas sebagai perhiasan, kemudian ia menampakkannya, kecuali ia akan disiksa karena hal itu.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 2532

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُمَارَةَ عَنْ غُنَيْمِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي مُوسَى أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ ثُمَّ خَرَجَتْ لِيُوجَدَ رِيحُهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ وَكُلُّ عَيْنٍ زَانٍ وَقَالَ أَبُو عَاصِمٍ يَرْفَعُهُ بَعْضُ أَصْحَابِنَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Tsabit bin Umarah} dari {Ghunaim bin Qais} dari {Abu Musa} “Wanita manapun yang memakai wewangian (parfum), lalu keluar rumah agar tercium aroma wewangian (parfum) nya, maka ia adalah wanita pezina dan setiap mata (yang memandang) adalah penyakit.” Abu ‘Ashim berkata Sebagian sahabat kami memarfu’kannya.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2533

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ فَبَلَغَ ذَلِكَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي أَسَدٍ يُقَالُ لَهَا أُمُّ يَعْقُوبَ فَجَاءَتْ فَقَالَتْ بَلَغَنِي أَنَّكَ لَعَنْتَ كَيْتَ وَكَيْتَ فَقَالَ وَمَا لِي لَا أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَقَالَتْ لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ اللَّوْحَيْنِ فَمَا وَجَدْتُ فِيهِ مَا تَقُولُ قَالَ لَئِنْ كُنْتِ قَرَأْتِيهِ لَقَدْ وَجَدْتِيهِ أَمَا قَرَأْتِ { مَا آتَاكُمْ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا } فَقَالَتْ بَلَى قَالَ فَإِنَّهُ قَدْ نَهَى عَنْهُ فَقَالَتْ فَإِنِّي أَرَى أَهْلَكَ يَفْعَلُونَهُ قَالَ فَادْخُلِي فَانْظُرِي فَدَخَلَتْ فَنَظَرَتْ فَلَمْ تَرَ مِنْ حَاجَتِهَا شَيْئًا فَقَالَ لَوْ كَانَتْ كَذَلِكِ مَا جَامَعْتُهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {‘Alqamah} dari {Abdullah} ia berkata Allah melaknat para wanita yang menato dan yang minta ditato, wanita yang mencukur alisnya dan yang merenggangkan gigi agar terlihat cantik, yang dapat merubah ciptaan Allah. Berita itu sampai kepada seorang wanita dari Banu Asad yang dipanggil Ummu Ya’qub. Ia kemudian datang dan berkata Telah sampai berita kepadaku bahwa engkau telah melaknat ini dan itu. Ia menjawab Bagaimana aku tidak melaknat siapa yang telah dilaknat oleh Rasulullah saw. sedangkan hal itu terdapat di dalam Kitabullah. Ia mengatakan Aku telah membaca kandungan (Al Qur`an), namun aku tidak menemukan apa yang engkau katakan. Ia mengatakan Jika engkau membacanya, tentu engkau akan menemukannya. Tidakkah engkau membaca: (Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarang olehnya maka tinggalkanlah). Maka ia menjawab Benar. Ia mengatakan Sesungguhnya beliau telah melarang hal itu. Maka wanita itu berkata Sesungguhnya keluargamu melakukan hal itu. Ia mengatakan Masuk dan lihatlah. Ia pun masuk dan melihatnya, namun ia tidak mendapat melihat dari sesuatu yang diperlukannya. (Abdullah) berkata Seandainya ia (isteri Abdullah) seperti engkau, niscaya aku tidak akan menggaulinya.

Sunan Darimi | Hadits No. : 2534

أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْحَضْرَمِيُّ أَخْبَرَنِي عَيَّاشُ بْنُ عَبَّاسٍ الْحِمْيَرِيُّ عَنْ أَبِي الْحُصَيْنِ الْحَجْرِيِّ عَنْ أَبِي عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا رَيْحَانَةَ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ عَشْرِ خِصَالٍ مُكَامَعَةِ الرَّجُلِ الرَّجُلَ فِي شِعَارٍ وَاحِدٍ لَيْسَ بَيْنَهُمَا شَيْءٌ وَمُكَامَعَةِ الْمَرْأَةِ الْمَرْأَةَ فِي شِعَارٍ وَاحِدٍ لَيْسَ بَيْنَهُمَا شَيْءٌ وَالنَّتْفِ وَالْوَشْمِ وَالنُّهْبَةِ وَرُكُوبِ النُّمُورِ وَاتِّخَاذِ الدِّيبَاجِ هَا هُنَا عَلَى الْعَاتِقَيْنِ وَفِي أَسْفَلِ الثِّيَابِ قَالَ عَبْد اللَّهِ أَبُو عَامِرٍ شَيْخٌ لَهُمْ وَالْمُكَامَعَةُ الْمُضَاجَعَةُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Utsman bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubab} telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Ayyub Al Hadhrami} telah mengabarkan kepadaku {‘Ayyasy bin Abbas Al Himyari} dari {Abu Al Hushain Al Hajari} dari {Abu Amir} ia berkata Aku mendengar {Abu Raihanah}, sahabat Rasulullah saw., berkata Rasulullah saw. melarang sepuluh perkara Tidur berdua antara seorang laki-laki dengan laki-laki lain dalam satu tempat tidur tanpa ada penghalang antara keduanya, tidur berdua antara seorang wanita dengan wanita lain dalam satu tempat tidur tanpa ada penghalang antara keduanya, mencabut (bulu alis), tato, harta rampasan (berkhianat terhadap kaum muslimin dalam harta rampasan perang), menggunakan kulit harimau, memakai sutra kasar, mengenakan sutra di sini yakni di atas kedua bahu dan di bagian bawah baju. Abdullah berkata Abu Amir adalah guru mereka dan mukama’ah adalah tidur.