Qiyamul Lail dan Shalat Sunnah Siang Hari

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1635

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ سَلْمٍ الْبَلْخِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا النَّضْرُ قَالَ أَنْبَأَنَا يُونُسُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْمَا قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ جَالِسًا إِلَّا الْمَكْتُوبَةَخَالَفَهُ شُعْبَةُ وَسُفْيَانُ وَقَالَا عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sulaiman bin Salim Al Balkhi} dia berkata telah menceritakan kepada kami {An Nadlar} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Yunus} dari {Abu Ishaq} dari {Al Aswad} dari {Ummu Salamah} dia berkata “Tidaklah Rasulullah saw. wafat hingga kebanyakan shalatnya adalah dilaksanakan sambil duduk, kecuali shalat wajib.” Syu’bah dan Sufyan menyelisihi Hadits tersebut, mereka berdua berkata ‘Dari Abu Ishaq dari Abu Salamah dari Ummu Salamah.’

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1636

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْمَا مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ قَاعِدًا إِلَّا الْفَرِيضَةَ وَكَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَيْهِ أَدْوَمَهُ وَإِنْ قَلَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Mas’ud} telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Syu’bah} dari {Abu Ishaq} dia berkata Aku mendengar {Abu Salamah} dari {Ummu Salamah} dia berkata “Tidaklah Rasulullah saw. wafat hingga kebanyakan shalatnya adalah sambil duduk, kecuali shalat fardlu. Perbuatan yang paling dicintai adalah yang dilakukan secara kontinyu, walaupun sedikit.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1637

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ قَاعِدًا إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ وَكَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَيْهِ مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّخَالَفَهُ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ فَرَوَاهُ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdullah bin ‘Abdush Shamad} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Abu Salamah} dari {Ummu Salamah} dia berkata “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah Rasulullah saw. wafat hingga shalatnya sering dilakukan sambil duduk, kecuali shalat wajib. Perbuatan yang sangat dicintai beliau adalah yang dilakukan secara kontinyu, walaupun- jumlahnya- sedikit.” Utsman bin Abu Sulaiman menyelisihinya, dia meriwayatkan dari Abu Salamah, dari Aisyah.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1638

أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَمُتْ حَتَّى كَانَ يُصَلِّي كَثِيرًا مِنْ صَلَاتِهِ وَهُوَ جَالِسٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan bin Muhammad} dari {Hajjaj} dari {Ibnu Juraij} dia berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Utsman bin Abu Sulaiman} {Abu Salamah} mengabarkan kepadanya bahwasanya {‘Aisyah} mengabarkan kepadanya Rasulullah saw. tidak wafat hingga sering melakukan shalatnya sambil duduk.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1639

أَخْبَرَنَا أَبُو الْأَشْعَثِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ زُرَيْعٍ قَالَ أَنْبَأَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَقُلْتُ لِعَائِشَةَ هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَهُوَ قَاعِدٌ قَالَتْ نَعَمْ بَعْدَ مَا حَطَمَهُ النَّاسُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abul Asy’ats} dari {Yazid bin Zurai’} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Al Jurairi} dari {‘Abdullah bin Syaqiq} dia berkata “Aku bertanya kepada {Aisyah}, `Apakah Rasulullah saw. pernah shalat sambil duduk? ‘ lalu Aisyah menjawab `Ya, ketika beliau telah lanjut usia’.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1640

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَبِي وَدَاعَةَ عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي سُبْحَتِهِ قَاعِدًا قَطُّ حَتَّى كَانَ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِعَامٍ فَكَانَ يُصَلِّي قَاعِدًا يَقْرَأُ بِالسُّورَةِ فَيُرَتِّلُهَا حَتَّى تَكُونَ أَطْوَلَ مِنْ أَطْوَلَ مِنْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dari {Malik} dari {Ibnu Syihab} dari {As Saib bin Yazid} dari {Al Muththalib bin Abu Wada’ah} dari {Hafshah} dia berkata “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. shalat sunnah sambil duduk, hingga menjelang setahun sebelum beliau walat, (saat itu) beliau sering shalat sambil duduk, membaca surah Al Qur’an dengan tartil, sampai-sampai beliau memperlama dalam membacanya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1641

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ أَبِي يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي جَالِسًا فَقُلْتُ حُدِّثْتُ أَنَّكَ قُلْتَ إِنَّ صَلَاةَ الْقَاعِدِ عَلَى النِّصْفِ مِنْ صَلَاةِ الْقَائِمِ وَأَنْتَ تُصَلِّي قَاعِدًا قَالَ أَجَلْ وَلَكِنِّي لَسْتُ كَأَحَدٍ مِنْكُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Sa’id} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Manshur} dari {Hilal bin Yasaf} dari {Abu Yahya} dari {‘Abdullah bin ‘Amru} dia berkata “Aku pernah melihat Rasulullah saw. shalat sambil duduk, maka aku berkata kepada beliau ‘Aku pernah mendapatkan hadits dari engkau, bahwa engkau bersabda: “Shalat orang sambil duduk (mendapatkan) setengah (pahala) dari shalat yang dilakukan sambil berdiri. Dan engkau shalat sambil duduk.” Beliau saw. menjawab: `Ya, tetapi aku tidak seperti salah satu dari kalian.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1642

أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الَّذِي يُصَلِّي قَاعِدًا قَالَ مَنْ صَلَّى قَائِمًا فَهُوَ أَفْضَلُ وَمَنْ صَلَّى قَاعِدًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَائِمِ وَمَنْ صَلَّى نَائِمًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَاعِدِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Humaid bin Mas’adah} dari {Sufyan bin Habib} dari {Husain Al Mu’allim} dari {‘Abdullah bin Buraidah} dari {‘Imran bin Hushain} dia berkata “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang orang yang shalat sambil duduk, lalu beliau bersabda: “Barangsiapa shalat dengan berdiri maka itu lebih utama. Barangsiapa shalat dengan duduk maka baginya setengah pahala dari pahala shalat yang dilakukan dengan berdiri. Barangsiapa shalat dengan tiduran maka baginya setengah pahala dari pahala shalat Yang dilakukan dengan duduk.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1643

أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ عَنْ حَفْصٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مُتَرَبِّعًاقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ لَا أَعْلَمُ أَحَدًا رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ وَهُوَ ثِقَةٌ وَلَا أَحْسِبُ هَذَا الْحَدِيثَ إِلَّا خَطَأً وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Harun bin ‘Abdullah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Dawud Al Ja’fari} dari {Hafsh} dari {Humaid} dari {‘Abdullah bin Syaqiq} dari {‘Aisyah} dia berkata ‘Aku pernah melihat Rasulullah saw. shalat sambil duduk dengan kaki bersilang di bawah paha (mutarabi’).” Abu Abdurrahman berkata ‘Aku tidak mengetahui seorangpun yang meriwayatkan hadits ini selain Abu Dawud dan ia adalah terpercaya dan aku menganggap hadits salah. Wallahu Ta’ala A’lam.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1644

أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَسَأَلْتُ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ يَجْهَرُ أَمْ يُسِرُّ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا جَهَرَ وَرُبَّمَا أَسَرَّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib bin Yusuf} dia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {‘Abdullah bin Abu Qais} dia berkata “Aku pernah bertanya kepada {Aisyah} tentang cara Rasulullah saw. membaca (Al Qur’an) di malam hari, `Beliau membacanya dengan bersuara keras atau pelan (tanpa bersuara)? ‘ Aisyah menjawab ‘Semuanya pernah dilakukan beliau. Kadang beliau membacanya dengan suara keras dan kadang membacanya dengan pelan (tanpa bersuara) ‘.”