Qiyamul Lail dan Shalat Sunnah Siang Hari

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1665

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ فَضَالَةَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدٌ وَهُوَ ابْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ وَهُوَ ابْنُ سَلَّامِ بْنِ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو نَضْرَةَ الْعَوَقِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْوِتْرِ فَقَالَ أَوْتِرُوا قَبْلَ الصُّبْحِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Fadlalah bin Ibrahim} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Al Mubarak} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Sallam bin Abu Sallam} dari {Yahya bin Abu Katsir} dia berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Nadlrah Al ‘Awaqi} bahwasanya ia mendengar {Abu Sa’id Al Khudri} berkata “Rasulullah saw. pernah ditanya tentang shalat witir? Lalu beliau menjawab: ‘Shalatlah witir sebelum datang Subuh’.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1666

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ دُرُسْتَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَعِيلَ الْقَنَّادُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَوْتِرُوا قَبْلَ الْفَجْرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Durusta} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Isma’il Al Qannad} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Nadlrah} dari {Abu Sa’id} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Shalatlah witir sebelum Subuh.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1667

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عِديٍّ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْتَشِرِ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ كَانَ فِي مَسْجِدِ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَجَعَلُوا يَنْتَظِرُونَهُ فَجَاءَ فَقَالَ إِنِّي كُنْتُ أُوتِرُ قَالَ وَسُئِلَ عَبْدُ اللَّهِ هَلْ بَعْدَ الْأَذَانِ وِتْرٌ قَالَ نَعَمْ وَبَعْدَ الْإِقَامَةِ وَحَدَّثَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَامَ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى طَلَعَتْ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Hakim} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu ‘Adi} dari {Syu’bah} dari {Ibrahim bin Muhammad bin Al Muntasyir} dari {Bapaknya} bahwa dia pernah berada di masjid Amru bin Syurahbil, lalu dikumandangkanlah adzan untuk shalat, maka mereka pun menunggunya (Abdullah). Kemudian dia datang dan berkatas “Aku tadi sedang shalat witir.” la (Muntasyir) berkata {‘Abdullah} pun ditanya ‘Apakah ada shalat witir setelah adzan? ‘ la menjawab `Ya, ada. Juga setelah iqamah’. Kemudian ia menyampaikan hadits dari Nabi saw., bahwa beliau pernah tertidur dari shalat (Subuh) hingga matahari terbit, kemudian beliau mengerjakan shalat.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1668

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَخْنَسِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ عَلَى الرَّاحِلَةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Sa’id} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {‘Ubaidullah bin Al Akhnas} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} bahwa Nabi saw. melaksanakan witir di atas unta tunggangannya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1669

أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ عَنْ نَافِعٍأَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يُوتِرُ عَلَى بَعِيرِهِ وَيَذْكُرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Ya’qub} dia berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Ali} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Al Hasan bin Al Hurr} dari {Nafi’} bahwasanya {Ibnu ‘Umar} melaksanakan witir di atas untanya, dan dia berkata Bahwa Nabi saw. pernah melakukan demikian.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1670

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ عَلَى الْبَعِيرِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Abu Bakr bin ‘Umar bin ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab} dari {Sa’id bin Yasar} dia berkata {Ibnu ‘Umar} berkata kepadaku “Rasulullah saw. pernah melaksanakan witir di atas untanya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1671

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yahya bin ‘Abdullah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Jarir} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu At Tayyah} dari {Abu Mijlaz} dari {Ibnu ‘Umar} bahwa Nabi saw. bersabda: “Witir itu satu raka? t pada akhir malam.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1672

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَمُحَمَّدٌ قَالَا حَدَّثَنَا ثُمَّ ذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dan {Muhammad}, mereka berkata telah menceritakan kepada kami -kemudian dia menyebutkan kalimat yang maknanya- {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Abu Mijlaz} dari {Ibnu ‘Umar} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Witir itu satu raka? t (yang dilaksanakan) pada akhir malam.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1673

أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَفَّانَ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ قَالَ مَثْنَى مَثْنَى وَالْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Hasan bin Muhammad} dari {‘Affan} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Hammam} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {‘Abdullah bin Syaqiq} dari {Ibnu ‘Umar} bahwa seorang badui bertanya kepada Rasulullah saw. tentang shalat malam? Lalu beliau bersabda: “Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat, sedangkan shalat witir satu rakaat pada akhir malam.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 1674

أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَنْصَرِفَ فَارْكَعْ بِوَاحِدَةٍ تُوتِرُ لَكَ مَا قَدْ صَلَّيْتَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ar Rabi’ bin Sulaiman} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Ibrahim} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dari {‘Amru bin Al Harits} dari {‘Abdurrahman bin Al Qasim}, telah menceritakan kepadanya {bapaknya} dari {‘Abdullah bin ‘Umar} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Shalat malam dua rakaat-dua rakaat. jika kamu hendak menyelesaikan maka shalatlah satu rakaat, sebagai witir bagi shalat yang telah kamu kerjakan.”