Makanan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3327

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ بَكْرَ بْنَ سَوَادَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا النَّجِيبِ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ حَدَّثَهُأَنَّهُ ذُكِرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الثُّومُ وَالْبَصَلُ وَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَشَدُّ ذَلِكَ كُلُّهُ الثُّومُ أَفَتُحَرِّمُهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوهُ وَمَنْ أَكَلَهُ مِنْكُمْ فَلَا يَقْرَبْ هَذَا الْمَسْجِدَ حَتَّى يَذْهَبَ رِيحُهُ مِنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} bahwa {Bakr bin Sawadah} telah menceritakan kepadanya, bahwa {Abu An Najib} mantan budak Abdullah bin Sa’d menceritakan kepadanya, bahwa {Abu Sa’id Al Khudri} menceritakan kepadanya, bahwa disebutkan bawang putih dan bawang merah di hadapan Rasulullah saw. Dikatakan, “Wahai Rasulullah, di antara yang ada, yang paling keras baunya adalah bawang putih. Apakah anda mengharamkannya?” Nabi saw. bersabda: “Makanlah, siapa di antara kalian yang telah memakannya, maka janganlah ia mendekati masjid kami hingga baunya hilang.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3328

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ حُذَيْفَةَأَظُنُّهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَفَلَ تُجَاهَ الْقِبْلَةِ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَفْلُهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَمَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ الْخَبِيثَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا ثَلَاثًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Asy Syaibani} dari {Adi bin Tsabit} dari {Zirr bin Khubaisy} dari {Hudzaifah} aku mengira dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Barangsiapa meludah ke arah kiblat, maka pada hari kiamat ia akan datang sementara ludahnya ada di antara kedua matanya. Dan barangsiapa makan sebagian dari sayur yang berbau busuk ini, maka janganlah ia mendekati masjid kami!” Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3329

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ الْمَسَاجِدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {‘Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa makan sebagian dari pohon ini, maka janganlah ia mendekati masjid-masjid!”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3330

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أبُو هِلَالٍ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَأَكَلْتُ ثُومًا فَأَتَيْتُ مُصَلَّى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ سُبِقْتُ بِرَكْعَةٍ فَلَمَّا دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ وَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِيحَ الثُّومِ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ قَالَ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّا حَتَّى يَذْهَبَ رِيحُهَا أَوْ رِيحُهُ فَلَمَّا قُضِيَتْ الصَّلَاةُ جِئْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ لَتُعْطِيَنِّي يَدَكَ قَالَ فَأَدْخَلْتُ يَدَهُ فِي كُمِّ قَمِيصِي إِلَى صَدْرِي فَإِذَا أَنَا مَعْصُوبُ الصَّدْرِ قَالَ إِنَّ لَكَ عُذْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Syaiban bin Farrukh} telah menceritakan kepada kami {Abu Hilal} telah menceritakan kepada kami {Humaid bin Hilal} dari {Abu Burdah} dari {Al Mughirah bin Syu’bah} ia berkata, “Aku pernah makan bawang putih kemudian mendatangi mushalla Nabi saw., dan aku telah ketinggalan satu rakaat. Saat aku masuk masjid Nabi saw. mencium bau bawang putih, selesai shalat Rasulullah saw. pun bersabda: “Barangsiapa makan sebagian dari pohon ini maka janganlah ia mendekati kami, hingga hilang baunya.” Selesai shalat aku datang menemui Rasulullah saw. dan aku katakan, “Wahai Rasulullah, demi Allah! Berikanlah tanganmu kepadaku.” Aku lalu memasukkan tangan beliau ke dalam lubang pergelangan bajuku hingga menyentuh dadaku. Sementara aku telah mengikat perut bagian dada dengan kain (karena lapar), maka beliau pun bersabda: “Sesungguhnya engkau memiliki udzur.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3331

حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَيْسَرَةَ يَعْنِي الْعَطَّارَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ هَاتَيْنِ الشَّجَرَتَيْنِ وَقَالَ مَنْ أَكَلَهُمَا فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا وَقَالَ إِنْ كُنْتُمْ لَا بُدَّ آكِلِيهِمَا فَأَمِيتُوهُمَا طَبْخًاقَالَ يَعْنِي الْبَصَلَ وَالثُّومَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abbas bin Abdul ‘Azhim} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir Abdul Malik bin ‘Amru} telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Maisarah Al ‘Aththar} dari {Mu’awiyah bin Qurrah} dari {Ayahnya} bahwa Nabi saw. telah melarang dari dua pohon ini, beliau bersabda: “Barangsiapa memakan keduanya maka janganlah ia mendekati masjid kami!” Dan beliau bersabda: “Apabila kalian harus memakannya maka hilangkan bau keduanya dengan dimasak!” Qurrah berkata, “Yaitu bawang merah dan bawang putih.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3332

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا الْجَرَّاحُ أَبُو وَكِيعٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ شَرِيكٍ عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَنُهِيَ عَنْ أَكْلِ الثُّومِ إِلَّا مَطْبُوخًاقَالَ أَبُو دَاوُد شَرِيكُ بْنُ حَنْبَلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Al Jarrah Abu Waki’} dari {Abu Ishaq} dari {Syarik} dari {Ali} radliallahu ‘anhu, ia berkata, “Telah dilarang makan bawang putih kecuali dalam keadaan dimasak.” Abu Daud berkata, “Syarik bin Hanbal.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3333

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا ح و حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ بَحِيرٍ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَبِي زِيَادٍ خِيَارِ بْنِ سَلَمَةَأَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنْ الْبَصَلِ فَقَالَتْ إِنَّ آخِرَ طَعَامٍ أَكَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامٌ فِيهِ بَصَلٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Musa} telah mengabarkan kepada kami. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} dari {Bahir} dari {Khalid} dari {Abu Ziyad Khiyar bin Salamah} bahwa ia pernah bertanya kepada {Aisyah} mengenai bawang merah, lalu ia menjawab, “Sesungguhnya makanan terakhir yang dimakan Rasulullah saw. adalah makanan yang padanya terdapat bawang merah.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3334

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى عَنْ يَزِيدَ الْأَعْوَرِ عَنْ يُوسُفَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ قَالَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ كِسْرَةً مِنْ خُبْزِ شَعِيرٍ فَوَضَعَ عَلَيْهَا تَمْرَةً وَقَالَ هَذِهِ إِدَامُ هَذِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Hafsh} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} dari {Muhammad bin Abu Yahya} dari {Yazid Al A’war} dari {Yusuf bin Abdullah bin Salam} ia berkata, “Aku melihat Nabi saw. mengambil pecahan roti yang terbuat dari gandum lalu meletakkan kurma di atasnya, dan beliau bersabda: ‘Kurma ini adalah lauk untuk roti ini.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3335

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ عُتْبَةَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْتٌ لَا تَمْرَ فِيهِ جِيَاعٌ أَهْلُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin ‘Utbah} telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Bilal} telah menceritakan kepadaku {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Ayahnya} dari {Aisyah} radliallahu ‘anha, ia berkata, “Nabi saw. bersabda: “Rumah yang tidak ada kurma padanya maka penghuninya adalah orang-orang yang lapar.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3336

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ جَبَلَةَ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ أَبُو قُتَيْبَةَ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرٍ عَتِيقٍ فَجَعَلَ يُفَتِّشُهُ يُخْرِجُ السُّوسَ مِنْهُحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِالتَّمْرِ فِيهِ دُودٌ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Amru bin Jabalah} telah menceritakan kepada kami {Salm bin Qutaibah Abu Qutaibah} dari {Hammam} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Anas bin Malik} ia berkata, “Nabi saw. diberi kurma ‘Atiq, lalu beliau memeriksanya untuk mengeluarkan kutu darinya.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Katsir} telah mengabarkan kepada kami {Hammam} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} bahwa Nabi saw. pernah diberi kurma yang padanya terdapat ulat… lalu Abdullah bin Abu Thalhah menyebutkan makna hadits tersebut.”