Jual Beli

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 2794

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُبَارَكٍ عَنْ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ تَلَقِّي الْبُيُوعِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abi Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Mubarak} dari {At Taimi} dari {Abu Utsman} dari {Abdullah} dari Nabi saw. bahwa beliau melarang seseorang menghadang barang dagangan (sebelum sampai pasar).

Sahih Muslim | Hadits No. : 2795

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَلَقَّى الْجَلَبُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Husyaim} dari {Hisyam} dari {Ibnu Sirin} dari {Abu Hurairah} dia berkata Rasulullah saw. melarang seseorang mencegat rombongan dagang. (yaitu, mencegat rombongan pedagang sebelum sampai ke pasar dengan maksud menjual barang dagangan mereka dengan harga berlipat-lipat).

Sahih Muslim | Hadits No. : 2796

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي هِشَامٌ الْقُرْدُوسِيُّ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُاإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَلَقَّوْا الْجَلَبَ فَمَنْ تَلَقَّاهُ فَاشْتَرَى مِنْهُ فَإِذَا أَتَى سَيِّدُهُ السُّوقَ فَهُوَ بِالْخِيَارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Umar} telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sulaiman} dari {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Hisyam Al Qurdusi} dari {Ibnu Sirin} dia berkata saya mendengar {Abu Hurairah} berkata sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mencegat rombongan dagang. Barangsiapa yang mencegat rombongan dagang lalu membeli dagangan darinya, sementara pemiliknya telah sampai kepasar, maka ada khiyar baginya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 2797

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَيَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍو قَالَ زُهَيْرٌ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abi Syaibah} dan {Amru An Naqid} serta {Zuhair bin Harb} mereka berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id bin Musayyab} dari {Abu Hurairah} yang riwayat ini dia sampaikan kepada Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah orang kota memborong dagangan orang desa.” Zuhair berkata Dari Nabi saw. bahwa beliau melarang orang kota memborong dagangan orang desa.

Sahih Muslim | Hadits No. : 2798

و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُتَلَقَّى الرُّكْبَانُ وَأَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍقَالَ فَقُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ مَا قَوْلُهُ حَاضِرٌ لِبَادٍ قَالَ لَا يَكُنْ لَهُ سِمْسَارًا
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dan {Abd bin Humaid} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Abdur Razzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Ibnu Thawus} dari {ayahnya} dari {Ibnu Abbas} dia berkata Rasulullah saw. melarang mencegat rombongan dagang (sebelum sampai ke pasar), dan orang kota memborong dagangan orang dusun.” Thawus berkata Saya bertanya kepada Ibnu Abbas “Kenapa seseorang tidak diperbolehkan memborong dagangan orang dusun?” Dia menjawab “Dilarang menjadi makelar.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 2799

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ دَعُوا النَّاسَ يَرْزُقْ اللَّهُ بَعْضَهُمْ مِنْ بَعْضٍغَيْرَ أَنَّ فِي رِوَايَةِ يَحْيَى يُرْزَقُ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya At Tamimi} telah mengabarkan kepada kami {Abu Khaitsamah} dari {Abu Zubair} dari {Jabir}. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Yunus} telah menceritakan kepada kami {Zuhair} telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zubair} dari {Jabir} dia berkata Rasulullah saw. bersabda “Janganlah orang kota memborong barang dagangan orang dusun, biarkanlah Allah memberikan rizki kepada sebagian mereka dari sebagian yang lain.” Namun dalam riwayatnya Yahya dikatakan “Diberi rizki”. Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abi Syaibah} dan {‘Amru An Naqid} keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} dari Nabi saw. seperti hadits di atas.

Sahih Muslim | Hadits No. : 2800

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَنُهِينَا أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ أَوْ أَبَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Husyaim} dari {Yunus} dari {Ibnu Sirin} dari {Anas bin Malik}, dia berkata “Kami diperingatkan agar orang kota tidak memborong barang dagangan orang dusun walaupun ia adalah saudaranya atau ayahnya sendiri.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 2801

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذٌ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍنُهِينَا عَنْ أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Adi} dari {Ibnu ‘Aun} dari {Muhammad} dari {Anas}. Dan dari jalur lain telah menceritakan kepada kami {Ibnu Al Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {Mu’adz} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Aun} dari {Muhammad} dia berkata {Anas bin Malik} berkata “Kami dilarang agar orang kota tidak menjual barang dagangan kepada orang pedalaman (badui).”

Sahih Muslim | Hadits No. : 2802

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ عَنْ مُوسَى بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اشْتَرَى شَاةً مُصَرَّاةً فَلْيَنْقَلِبْ بِهَا فَلْيَحْلُبْهَا فَإِنْ رَضِيَ حِلَابَهَا أَمْسَكَهَا وَإِلَّا رَدَّهَا وَمَعَهَا صَاعٌ مِنْ تَمْرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdulah bin Maslamah bin Qa’nab} telah menceritakan kepada kami {Daud bin Qais} dari {Musa bin Yasar} dari {Abu Hurairah} dia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membeli kambing yang diikat puting susunya, maka ia boleh menahannya dan mengambil air susunya, jika ia berkenan dengan air susunya maka ia boleh memilikinya, tapi jika ia berkenan mengembalikannya (ia boleh mengembalikannya) dengan menyertakan satu sha’ kurma.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 2803

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيَّ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ابْتَاعَ شَاةً مُصَرَّاةً فَهُوَ فِيهَا بِالْخِيَارِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِنْ شَاءَ أَمْسَكَهَا وَإِنْ شَاءَ رَدَّهَا وَرَدَّ مَعَهَا صَاعًا مِنْ تَمْرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ya’qub yaitu Ibnu Abdirrahman Al Qari} dari {Suhail} dari {ayahnya} dari {Abu Hurairah} bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membeli kambing yang puting susunya diikat (agar terlihat berisi), maka ia berhak memilih selama tiga hari, jika ia berkenan menahannya maka ia boleh menahannya, dan jika ia berkenan mengembalikannya maka ia boleh mengembalikannya dengan menyertakan satu sha’ kurma.”