Puasa

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2133

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ صَاحِبِ الزِّيَادِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَدَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَسَحَّرُ فَقَالَ إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمْ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Manshur} dia berkata telah memberitakan kepada kami {‘Abdurrahman} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Abdul Hamid} -sahabat Az Ziyadi- dia berkata aku mendengar {‘Abdullah bin Al Harits} menceritakan dari {seorang sahabat Nabi saw.} Aku pernah masuk menemui Nabi saw. saat beliau sedang makan sahur, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya itu adalah berkah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2134

أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ يُوسُفَ بَصْرِيٌّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ يُونُسَ بْنِ سَيْفٍ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي رُهْمٍ عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَدْعُو إِلَى السَّحُورِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَقَالَ هَلُمُّوا إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib bin Yusuf Al Bashri} dia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Yunus bin Saif} dari {Al Harits bin Ziyad} dari {Abu Ruhm} dari {Al ‘Irbadh bin Sariyah} dia berkata “Aku mendengar Rasulullah saw. di mana beliau mengajak makan sahur di bulan Ramadlan, beliau bersabda: “Kemarilah kalian menuju makan yang diberkahi.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2135

أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ بَقِيَّةَ بْنِ الْوَلِيدِ قَالَ أَخْبَرَنِي بَحِيرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِ يكَرِبَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَيْكُمْ بِغَدَاءِ السُّحُورِ فَإِنَّهُ هُوَ الْغَدَاءُ الْمُبَارَكُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Suwaid bin Nashr} dia berkata telah memberitakan kepada kami {‘Abdullah} dari {Baqiyyah bin Al Walid} dia berkata telah mengabarkan kepadaku {Bahir bin Sa’d} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Al Miqdam bin Ma’dikarib} dari Nabi bersabda: “Hendaknya kalian makan sahur karena ia adalah makan yang diberkahi.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2136

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ هَلُمَّ إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ يَعْنِي السَّحُورَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin ‘Ali} dia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Tsaur} dari {Khalid bin Ma’dan} dia berkata Rasulullah saw. bersabda kepada seseorang, “Kemarilah kamu menuju makan yang diberkahi.” -yaitu sahur.-

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2137

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ مُوسَى بْنِ عُلَيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي قَيْسٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فَصْلَ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السُّحُورِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Musa bin ‘Ali} dari {bapaknya} dari {Abu Qais} dari {‘Amru bin Al ‘Ash} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2138

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَلِكَ عِنْدَ السُّحُورِ يَا أَنَسُ إِنِّي أُرِيدُ الصِّيَامَ أَطْعِمْنِي شَيْئًا فَأَتَيْتُهُ بِتَمْرٍ وَإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ وَذَلِكَ بَعْدَ مَا أَذَّنَ بِلَالٌ فَقَالَ يَا أَنَسُ انْظُرْ رَجُلًا يَأْكُلْ مَعِي فَدَعَوْتُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ فَجَاءَ فَقَالَ إِنِّي قَدْ شَرِبْتُ شَرْبَةَ سَوِيقٍ وَأَنَا أُرِيدُ الصِّيَامَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أُرِيدُ الصِّيَامَ فَتَسَحَّرَ مَعَهُ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia berkata telah memberitakan kepada kami {‘Abdurrazzaq} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Ma’mar} dari {Qatadah} dari {Anas} dia berkata Rasulullah saw. bersabda -ketika sahur-: “Wahai Anas, aku ingin berpuasa, berilah sedikit makanan.” Lalu aku datang dengan membawa kurma dan wadah yang berisi air -yaitu setelah Bilal adzan-. Lalu beliau bersabda: “Wahai Anas, lihatlah seorang yang -mau- makan bersamaku.” Maka aku memenggil Zaid bin Tsabit, lalu ia datang dan berkata “Aku sudah minum seteguk minuman yang terbuat dari tepung dan aku ingin berpuasa.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Aku juga ingin berpuasa.” Lalu beliau sahur bersamanya, kemudian berdiri lalu shalat dua rakaat, kemudian keluar untuk melaksanakan shalat.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2139

أَخْبَرَنِي هِلَالُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ هِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍأَنَّ أَحَدَهُمْ كَانَ إِذَا نَامَ قَبْلَ أَنْ يَتَعَشَّى لَمْ يَحِلَّ لَهُ أَنْ يَأْكُلَ شَيْئًا وَلَا يَشْرَبَ لَيْلَتَهُ وَيَوْمَهُ مِنْ الْغَدِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ حَتَّى نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا إِلَى الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ }قَالَ وَنَزَلَتْ فِي أَبِي قَيْسِ بْنِ عَمْرٍو أَتَى أَهْلَهُ وَهُوَ صَائِمٌ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فَقَالَ هَلْ مِنْ شَيْءٍ فَقَالَتْ امْرَأَتُهُ مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ وَلَكِنْ أَخْرُجُ أَلْتَمِسُ لَكَ عَشَاءً فَخَرَجَتْ وَوَضَعَ رَأْسَهُ فَنَامَ فَرَجَعَتْ إِلَيْهِ فَوَجَدَتْهُ نَائِمًا وَأَيْقَظَتْهُ فَلَمْ يَطْعَمْ شَيْئًا وَبَاتَ وَأَصْبَحَ صَائِمًا حَتَّى انْتَصَفَ النَّهَارُ فَغُشِيَ عَلَيْهِ وَذَلِكَ قَبْلَ أَنْ تَنْزِلَ هَذِهِ الْآيَةُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepadaku {Hilal bin Al ‘Ala bin Hilal} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Husain bin ‘Ayyasy} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Al Barra’ bin ‘Azib} bahwa salah seorang dari mereka jika tidur sebelum makan malam, maka tidak boleh baginya makan apapun, dan tidak boleh minum pada malam itu serta pada hari itu, mulai pagi sampai matahari terbenam. Hingga turun ayat ini: “Dan makan serta minumlah.” Sampai firman Allah “benang hitam.” Dia mengatakan “Ayat ini turun berkenaan dengan masalah Abu Qais bin Amru, saat ia menemui istrinya setelah maghrib, sedangkan ia dalam keadaan berpuasa, lalu ia bertanya “Apakah ada sesuatu?” Istrinya menjawab “Kita tidak memiliki apa-apa, tetapi aku keluar mencari makan malam untukmu”, lalu ia keluar, sementara Abu Qais merebahkan kepalanya lalu tidur. Kemudian istrinya pulang dan mendapatinya sedang tidur, lalu ia membangunkannya, namun ia tidak makan sedikitpun, ia melalui waktu malam dan pagi dalam keadaan berpuasa, hingga pertengahan siang, lalu ia pingsan. Kejadian tersebut sebelum ayat ini turun, lalu Allah menurunkan ayat tersebut tentang dirinya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2140

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍأَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَوْلِهِ تَعَالَى{ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمْ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنْ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ }قَالَ هُوَ سَوَادُ اللَّيْلِ وَبَيَاضُ النَّهَارِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ali bin Hujr} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Mutharrif} dari {Asy Sya’bi} dari {‘Adi bin Hatim} bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang firman Allah Ta’ala: ” Hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam.” (Qs. Al Baqarah 2: 187) Beliau bersabda: “Yaitu hitamnya malam dan putihnya siang.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2141

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ لِيُنَبِّهَ نَائِمَكُمْ وَيُرْجِعَ قَائِمَكُمْ وَلَيْسَ الْفَجْرُ أَنْ يَقُولَ هَكَذَا وَأَشَارَ بِكَفِّهِ وَلَكِنْ الْفَجْرُ أَنْ يَقُولَ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَتَيْنِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amru bin ‘Ali} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dia berkata telah menceritakan kepada kami {At Taimi} dari {Abu ‘Utsman} dari {Ibnu Mas’ud} dari Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Bilal adzan di waktu malam untuk membangunkan orang yang tidur di antara kalian, dan mengembalikan orang yang sedang shalat di antara kalian -agar beristirahat dan mempersiapkan segala sesuatu sebelum masuknya waktu fajar-. Saat fajar bukanlah mengatakan begini -beliau mengisyaratkan dengan telapak tangannya, sebab kemunculan fajar tidak seperti itu- tetapi waktu fajar ialah dengan mengatakan begini -beliau mengisyaratkan dengan dua jari telunjuk-.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2142

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَنْبَأَنَا سَوَادَةُ بْنُ حَنْظَلَةَ قَالَ سَمِعْتُ سَمُرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغُرَّنَّكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ وَلَا هَذَا الْبَيَاضُ حَتَّى يَنْفَجِرَ الْفَجْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا يَعْنِي مُعْتَرِضًاقَالَ أَبُو دَاوُدَ وَبَسَطَ بِيَدَيْهِ يَمِينًا وَشِمَالًا مَادًّا يَدَيْهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Dawud} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah memberitakan kepada kami {Sawadah bin Hanzhalah} dia berkata aku mendengar {Samurah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian tertipu adzan Bilal dan juga warna putih ini, hingga fajar bersinar begini dan begini.” Artinya: cahaya yang melintang.” Abu Daud (salah seorang perawi hadits ini) berkata: “Dan beliau membentangkan kedua tangannya ke arah kanan dan ke arah kiri dengan memenjangkan kedua tangannya.”