Buruan
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3211
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ سَعْدٍ الْبَقَّالِ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُكُنَّ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَهَادَيْنَ الْجَرَادَ عَلَى الْأَطْبَاقِ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Ahmad bin Mani’} telah memberitakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Abu Sa’id Sa’d Al Baqqal} bahwa dia mendengar {Anas bin Malik} berkata, “Dahulu para isteri Nabi saw. saling memberi hadiah belalang di atas nampan.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3212
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَمَّالُ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُلَاثَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرٍ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَعَا عَلَى الْجَرَادِ قَالَ اللَّهُمَّ أَهْلِكْ كِبَارَهُ وَاقْتُلْ صِغَارَهُ وَأَفْسِدْ بَيْضَهُ وَاقْطَعْ دَابِرَهُ وَخُذْ بِأَفْوَاهِهَا عَنْ مَعَايِشِنَا وَأَرْزَاقِنَا إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَدْعُو عَلَى جُنْدٍ مِنْ أَجْنَادِ اللَّهِ بِقَطْعِ دَابِرهِ قَالَ إِنَّ الْجَرَادَ نَثْرَةُ الْحُوتِ فِي الْبَحْرِقَالَ هَاشِمٌ قَالَ زِيَادٌ فَحَدَّثَنِي مَنْ رَأَى الْحُوتَ يَنْثُرُهُ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Harun bin Abdullah Al Hammal} telah memberitakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} telah memberitakan kepada kami {Ziyad bin Abdullah bin ‘Ulasah} dari {Musa bin Muhammad bin Ibrahim} dari {Ayahnya} dari {Jabir} dan {Anas bin Malik}, bahwa apabila Nabi saw. mendo’akan belalang beliau berseru: “Ya Allah, musnahkan pembesarnya, bunuhlah yang kecilnya, rusaklah telurnya, putuskan belakangnya, ambil mulut-mulutnya sebagai penghidupan kami dan rizki-rizki kami, sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa.” Seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana anda mendoakan terhadap salah satu dari tentara Allah dengan memutus belakangnya?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya belalang adalah bersinnya ikan paus di lautan”. Hasyim berkata Ziyad berkata, “Dia menceritakan kepadaku orang yang pernah melihat ikan paus sedang bersin.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3213
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ ابْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَزِّمِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَخَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةٍ أَوْ عُمْرَةٍ فَاسْتَقْبَلَنَا رِجْلٌ مِنْ جَرَادٍ أَوْ ضَرْبٌ مِنْ جَرَادٍ فَجَعَلْنَا نَضْرِبُهُنَّ بِأَسْوَاطِنَا وَنِعَالِنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوهُ فَإِنَّهُ مِنْ صَيْدِ الْبَحْرِ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Ali bin Muhammad} telah memberitakan kepada kami {Waki’} telah memberitakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Abu Al Muhazzim} dari {Abu Hurairah} dia berkata, “Kami keluar bersama Nabi saw. dalam suatu ibadah haji atau ‘Umrah, tiba-tiba kami bertemu dengan sekumpulan belalang -atau segerombolan belalang-, kemudian kami memukulnya dengan tongkat dan sandal-sandal kami, maka Nabi saw. bersabda: “Makanlah belalang itu, sebab ia termasuk dari buruan laut.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3214
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْفَضْلِ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الصُّرَدِ وَالضِّفْدَعِ وَالنَّمْلَةِ وَالْهُدْهُدِ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} dan {Abdurrahman bin Abdul Wahab} keduanya berkata telah memberitakan kepada kami {Abu ‘Amir Al ‘Aqadi} telah memberitakan kepada kami {Ibrahim bin Al Fadll} dari {Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Hurairah} dia berkata, “Rasulullah saw. melarang membunuh Shurad (sejenis burung pipit), katak, semut dan Hudhud.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3215
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنْ الدَّوَابِّ النَّمْلَةِ وَالنَّحْلِ وَالْهُدْهُدِ وَالصُّرَدِ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Yahya} telah memberitakan kepada kami {Abdurrazaq} telah memberitakan kepada kami {Ma’mar} dari {Zubair Zuhri} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah} dari {Ibnu Abbas} dia berkata, “Rasulullah saw. melarang membunuh empat jenis binatang melata semut, lebah, hudhud dan Shurad (sejenis burung pipit).”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3216
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْمِصْرِيَّانِ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ نَبِيًّا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ قَرَصَتْهُ نَمْلَةٌ فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ فَأُحْرِقَتْ فَأَوْحَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ فِي أَنْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَهْلَكْتَ أُمَّةً مِنْ الْأُمَمِ تُسَبِّحُحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ وَقَالَ قَرَصَتْ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Ahmad bin ‘Amru bin As Sarh} dan {Ahmad bin Isa Al Mishriyani} keduanya berkata, telah memberitakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dan {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Dahulu ada di antara para Nabi yang digigit oleh seekor semut, kemudian dia memerintahkan untuk mendatangi kampung semut dan membakarnya. Maka Allah ‘azza wajalla mewahyukan kepada dirinya, ‘Apakah karena seekor semut mengigitmu, kemudian kamu hancurkan satu umat dari umat-umat yang berdzikir! ‘” Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Yahya} telah memberitakan kepada kami {Abu Shalih} telah memberitakan kepadaku {Al Laits} dari {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dengan sanadnya seperti hadits di atas, beliau berkata, “Qarashat (menggigit).”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3217
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍأَنَّ قَرِيبًا لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ خَذَفَ فَنَهَاهُ وَقَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْخَذْفِ وَقَالَ إِنَّهَا لَا تَصِيدُ صَيْدًا وَلَا تَنْكَأُ عَدُوًّا وَلَكِنَّهَا تَكْسِرُ السِّنَّ وَتَفْقَأُ الْعَيْنَ قَالَ فَعَادَ فَقَالَ أُحَدِّثُكَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهُ ثُمَّ عُدْتَ لَا أُكَلِّمُكَ أَبَدًا
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah memberitakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ulayyah} dari {Ayyub} dari {Sa’id bin Jubair}, bahwa kerabat dekat {Abdullah bin Mughaffal} melempar dengan batu (saat berburu) lantas ia melarangnya seraya berkata “Sesungguhnya Nabi saw. melarang (berburu) dengan melempar (batu), beliau bersabda: “Sesungguhnya melempar dengan batu tidak akan mengenai bintang buruan dan tidak dapat melumpuhkan musuh, tetapi ia hanya sekedar memecahkan gigi dan membuatakan mata.” Sa’id bin Jubair berkata, “Kemudian kerabat Abdullah mengulangi perbuatannya lagi, maka Abdullah pun berkata, “Aku telah memberitahukan kepadamu bahwa Nabi saw. melarang perbuatan tersebut namun kamu tetap mengulanginya, sungguh aku tidak akan lagi berbicara denganmu selamanya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3218
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ صُهْبَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ قَالَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَذْفِ وَقَالَ إِنَّهَا لَا تَقْتُلُ الصَّيْدَ وَلَا تَنْكِي الْعَدُوَّ وَلَكِنَّهَا تَفْقَأُ الْعَيْنَ وَتَكْسِرُ السِّنَّ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah memberitakan kepada kami {‘Ubaid bin Sa’id}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} keduanya berkata telah memberitakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {‘Uqbah bin Shuhban} dari {Abdullah bin Mughaffal} dia berkata, “Nabi saw. melarang (berburu) dengan melempar batu, beliau bersabda: “Sesungguhnya melempar dengan batu tidak akan mengenai bintang buruan dan tidak pula melumpuhkan musuh, akan tetapi ia hanya sekedar memecahkan gigi dan membuatakan mata.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3219
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أُمِّ شَرِيكٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهَا بِقَتْلِ الْأَوْزَاغِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah memberitakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Abdul Hamid bin Jubair} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Ummu Syarik}, bahwa Nabi saw. memerintahkan untuk membunuh cicak.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3220
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً وَمَنْ قَتَلَهَا فِي الثَّانِيَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا أَدْنَى مِنْ الْأُولَى وَمَنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً أَدْنَى مِنْ الَّذِي ذَكَرَهُ فِي الْمَرَّةِ الثَّانِيَةِ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Abdul Malik bin Abu As Syawarib} telah memberitakan kepada kami {Abdul Aziz bin Al Muhtar} telah memberitakan kepada kami {Suhail} dari {Ayahnya} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Barangsiapa membunuh cicak pada pukulan pertama maka ia akan mendapatkan kebaikan sekian dan sekian, barangsiapa membunuh pada pukulan kedua maka baginya sekian dan sekian -kurang sedikit dari yang pertama-, barangsiapa membunuhnya di pukulan ketiga maka baginya sekian dan sekian -kurang sedikit dari kebaikan yang di sebutkan pada pukulan kedua-.”