Buruan
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3231
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَنَادَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ حِينَ انْصَرَفَ مِنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَرْضَنَا أَرْضٌ مَضَبَّةٌ فَمَا تَرَى فِي الضِّبَابِ قَالَ بَلَغَنِي أَنَّهُ أُمَّةً مُسِخَتْ فَلَمْ يَأْمُرْ بِهِ وَلَمْ يَنْهَ عَنْهُ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Abu Kuraib} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahim bin Sulaiman} dari {Daud bin Abu Hind} dari {Abu Nadlrah} dari {Abu Sa’id Al Khudri} dia berkata, “Seorang laki-laki dari kalangan ahli shuffah memanggil Rasulullah saw. selepas shalat, katanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya negeri kami adalah negeri yang banyak biawaknya, lantas bagaimanakah pendapat anda mengenai (daging) biawak? ‘ beliau menjawab: ‘Telah sampai kepadaku bahwa biawak adalah jelmaan dari suatu ummat yang telah di ubah bentuknya.’ Namun beliau tidak memerintahkan (memakannya) dan tidak pula melarangnya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3232
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ الزُّبَيْدِيُّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِضَبٍّ مَشْوِيٍّ فَقُرِّبَ إِلَيْهِ فَأَهْوَى بِيَدِهِ لِيَأْكُلَ مِنْهُ فَقَالَ لَهُ مَنْ حَضَرَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَحْمُ ضَبٍّ فَرَفَعَ يَدَهُ عَنْهُ فَقَالَ لَهُ خَالِدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَرَامٌ الضَّبُّ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ فَأَهْوَى خَالِدٌ إِلَى الضَّبِّ فَأَكَلَ مِنْهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ
Terjemahan: Telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Al Mushaffa Al Himshi} telah memberitakan kepada kami {Muhammad bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Walid Az Zubaidi} dari {Az Zuhri} dari {Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif} dari {Abdullah bin ‘Abbas} dari {Khalid bin Walid}, bahwa telah di hidangkan untuk Rasulullah saw. daging biawak yang di panggang, kemudian beliau mendekatinya dan merentangkan tangan untuk memakannya, lalu salah seorang yang ikut serta berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya itu adalah daging biawak.’ Maka beliau menarik kembali tangannya. Khalid lalu berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah daging biawak itu haram?” beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi di negeriku tidak ada biawak sehingga aku enggan memakannya.” Abdullah bin Abbas berkata, “Kemudian Khalid mendekati daging biawak tersebut dan memakannya, sementara Rasulullah saw. melihat kepadanya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3233
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أُحَرِّمُ يَعْنِي الضَّبَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mushaffa} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Abdullah bin Dinar} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: ‘Saya tidak mengharamkannya.’ Yaitu daging biawak.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3234
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَمَرَرْنَا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَأَنْفَجْنَا أَرْنَبًا فَسَعَوْا عَلَيْهَا فَلَغَبُوا فَسَعَيْتُ حَتَّى أَدْرَكْتُهَا فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا فَبَعَثَ بِعَجُزِهَا وَوَرِكِهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبِلَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basyar} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Abdurrahman bin Mahdi} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Hisyam bin Zaid} dari {Anas bin Malik} dia berkata, “Kami pergi melewati Marra Dzahran, kemudian kami di kejutkan dengan lompatan seekor kelinci, maka orang-orang berusaha menangkapnya namun tidak mendapatkannya. Maka aku pun ikut menangkapnya dan berhasil, lalu kelinci itu kuserahkan kepada Abu Thalhah, dia menyembelihnya dan mengirim daging paha depan dan paha belakang kepada Nabi saw., dan beliau pun menerimanya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3235
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ صَفْوَانَأَنَّهُ مَرَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَرْنَبَيْنِ مُعَلِّقَهُمَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ هَذَيْنِ الْأَرْنَبَيْنِ فَلَمْ أَجِدْ حَدِيدَةً أُذَكِّيهِمَا بِهَا فَذَكَّيْتُهُمَا بِمَرْوَةٍ أَفَآكُلُ قَالَ كُلْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah memberitakan kepada kami {Daud bin Abu Hind} dari {Asy Sya’bi} dari {Muhammad bin Shafwan}, bahwa dia lewat di hadapan Nabi saw. dengan membawa dua ekor kelinci yang di gantung seraya berkata, “Wahai Rasulullah, saya berhasil menangkap dua ekor kelinci, namun saya belum mendapatkan senjata tajam untuk menyembelihnya, lalu kelinci itu aku sembelih dengan batu tajam, bolehkah aku memakannya?” beliau menjawab: “Ya, makanlah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3236
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ وَاضِحٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ بْنِ أَبِي الْمُخَارِقِ عَنْ حِبَّانَ بْنِ جَزْءٍ عَنْ أَخِيهِ خُزَيْمَةَ بْنِ جَزْءٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ جِئْتُكَ لِأَسْأَلَكَ عَنْ أَحْنَاشِ الْأَرْضِ مَا تَقُولُ فِي الضَّبِّ قَالَ لَا آكُلُهُ وَلَا أُحَرِّمُهُ قَالَ قُلْتُ فَإِنِّي آكُلُ مِمَّا لَمْ تُحَرِّمْ وَلِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فُقِدَتْ أُمَّةٌ مِنْ الْأُمَمِ وَرَأَيْتُ خَلْقًا رَابَنِي قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَقُولُ فِي الْأَرْنَبِ قَالَ لَا آكُلُهُ وَلَا أُحَرِّمُهُ قُلْتُ فَإِنِّي آكُلُ مِمَّا لَمْ تُحَرِّمْ وَلِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نُبِّئْتُ أَنَّهَا تَدْمَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Wadlih} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Abdul Karim bin Abu Al Mukhariq} dari {Hibban bin Juz’in} dari sudaranya {Khuzaimah bin Ju’i} dia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, saya datang kepadamu hendak menanyakan tentang serangga bumi, apa pendapat anda tentang daging biawak?” Beliau menjawab: “Saya tidak memakannya dan tidak pula mengharamkannya.” Khuzaimah berkata, “Lalu aku berkata, “Sesungguhnya aku makan sesuatu yang tidak anda haramkan, memang kenapa wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Sekelompok ummat dari beberapa ummat telah menghilang, dan saya lihat makhluk yang membuatku ragu.” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda dengan daging kelinci?” beliau menjawab: “Aku tidak memakannya dan tidak pula mengharamkannya.” Aku berkata, “Sesungguhnya saya memakan sesuatu yang tidak anda haramkan, memang kenapa wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Saya telah di beritahu bahwa kelinci adalah (hewan) yang mengalirkan darah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3237
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَحْرُ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُقَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ بَلَغَنِي عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ الْجَوَادِ أَنَّهُ قَالَ هَذَا نِصْفُ الْعِلْمِ لِأَنَّ الدُّنْيَا بَرٌّ وَبَحْرٌ فَقَدْ أَفْتَاكَ فِي الْبَحْرِ وَبَقِيَ الْبَرُّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} telah menceritakan kepada kami {Malik bin Anas} telah menceritakan kepadaku {Shafwan bin Sulaim} dari {Sa’id bin Salamah} dari keluarga Ibnu Al Azraq, bahwa {Al Mughirah bin Abu Burdah} salah seorang dari Bani Abdud Daar, dia menceritakan kepadanya, bahwa dia mendengar {Abu Hurairah} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Lautan itu suci airnya dan halal bangkainya.” Abu Abdullah berkata, “Telah sampai (kabar) dari Abu ‘Ubaidah Al Jawwad kepadaku bahwa dia berkata, “Ini ibarat setengahnya ilmu, sebab dunia itu terdiri dari daratan dan lautan. Aku telah memberi fatwa kepadamu mengenai hewan laut, tinggal hewan darat.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3238
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ الطَّائِفِيُّ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَلْقَى الْبَحْرُ أَوْ جَزَرَ عَنْهُ فَكُلُوهُ وَمَا مَاتَ فِيهِ فَطَفَا فَلَا تَأْكُلُوهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin ‘Abdah} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sulaim Ath Tha`ifi} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Umayyah} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Apa yang hempaskan air laut atau mati karena surut maka makanlah, dan apa yang mati di laut kemudian mengapung maka janganlah kamu memakannya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3239
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ النَّيْسَابُورِيُّ حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ جَمِيلٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَمَنْ يَأْكُلُ الْغُرَابَ وَقَدْ سَمَّاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسِقًا وَاللَّهِ مَا هُوَ مِنْ الطَّيِّبَاتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Al Azhar An Naisaburi} telah menceritakan kepada kami {Al Haitsam bin Jamil} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Barangsiapa makan burung gagak -dan Rasulullah saw. telah menyebutnya dengan fasiq-, demi Allah, dia bukanlah makanan yang baik.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3240
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَيَّةُ فَاسِقَةٌ وَالْعَقْرَبُ فَاسِقَةٌ وَالْفَأْرَةُ فَاسِقَةٌ وَالْغُرَابُ فَاسِقٌفَقِيلَ لِلْقَاسِمِ أَيُؤْكَلُ الْغُرَابُ قَالَ مَنْ يَأْكُلُهُ بَعْدَ قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسِقًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} telah menceritakan kepada kami {Al Anshari} telah menceritakan kepada kami {Al Mas’udi} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakr Ash Shidiq} dari {Ayahnya} dari {Aisyah}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Ular adalah binatang yang fasik, kalajengking adalah binatang yang fasik, tikus adalah binatang fasik dan burung gagak juga binatang fasik.” Kemudian di tanyakan kepada Al Qasim, “Apakah burung gagak boleh di makan?” dia menjawab, “Adakah orang yang mau memakannya setelah sabda Rasulullah saw. (yang menyebutkan) bahwa dia adalah binatang yang fasik?”