Keutamaan Al-Quran
Sunan Darimi | Hadits No. : 3286
حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى قَالَ أُخْبِرْتُ أَنَّهُ مَنْ قَرَأَ حم الدُّخَانَ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِيمَانًا وَتَصْدِيقًا بِهَا أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Abdullah bin Isa} ia berkata Telah dikabarkan kepadaku bahwa barangsiapa yang membaca HAA MIIM (surat Ad Dukhan) pada malam Jum’at karena keimanan dan membenarkan surat tersebut niscaya ia berada di waktu pagi dalam keadaan telah diampuni.
Sunan Darimi | Hadits No. : 3287
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَ مَنْ قَرَأَ الدُّخَانَ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ وَزُوِّجَ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mubarak} telah menceritakan kepada kami {Shadaqah bin Khalid} dari {Yahya bin Al Harits} dari {Abu Rafi’} ia berkata Barangsiapa yang membaca surat Ad Dukhan pada malam Jum’at niscaya ia berada di waktu pagi dalam keadaan telah diampuni dan ia akan dikawinkan dengan bidadari.
Sunan Darimi | Hadits No. : 3288
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ كُنَّ الْحَوَامِيمُ يُسَمَّيْنَ الْعَرَائِسَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin ‘Aun} dari {Mis’ar} dari {Sa’d bin Ibrahim} ia berkata Surat-surat yang diawali dengan (bacaan) HAA MIIM dinamakan dengan Al ‘Ara`is (para pengantin).
Sunan Darimi | Hadits No. : 3289
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ مَنْ قَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ إِذَا أَصْبَحَ فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ ذَلِكَ طُبِعَ بِطَابَعِ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ قَرَأَ إِذَا أَمْسَى فَمَاتَ مِنْ لَيْلَتِهِ طُبِعَ بِطَابَعِ الشُّهَدَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Amir} dari {Hisyam} dari {Al Hasan} ia berkata Barangsiapa yang membaca tiga ayat dari akhir surat Al Hasyr ketika berada di waktu pagi, lalu ia meninggal di hari itu maka ia dicap sebagai syahid. jika ia membacanya ketika berada di waktu sore, lalu ia meninggal pada malam itu maka ia dicap sebagai syahid.
Sunan Darimi | Hadits No. : 3290
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ عِيسَى عَنْ مَعْنٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ الْمُسَبِّحَاتِ عِنْدَ النَّوْمِ وَيَقُولُ إِنَّ فِيهِنَّ آيَةً تَعْدِلُ أَلْفَ آيَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} dari {Ma’n} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Bahir bin Sa’d} dari {Khalid bin Ma’dan} dari Nabi saw. bahwa beliau selalu membaca surat-surat yang diawali dengan tasbih ketika hendak tidur. Beliau bersabda: “Sesungguhnya pada surat-surat itu ada satu ayat yang menyamai seribu ayat.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 3291
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ طَهْمَانَ أَبُو الْعَلَاءِ الْخَفَّافُ حَدَّثَنِي نَافِعُ بْنُ أَبِي نَافِعٍ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ وَكَّلَ اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ قَالَهَا مَسَاءً فَمِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Faraj Al Baghdadi} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Az Zubair} telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Thahman Abu Al ‘Ala` Al Khaffaf} telah menceritakan kepadaku {Nafi’ bin Abu Nafi’} dari {Ma’qil bin Yasar} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan ketika berada di waktu pagi A’UDZUBILLAHIS SAMI’IL ‘ALIM MINASY SYAITHANIR RAJIM dan tiga ayat dari akhir surat Al Hasyr, maka Allah akan menugaskan tujuh puluh ribu malaikat untuk memintakan ampun untuknya hingga ia berada di waktu sore. Dan jika ia membacanya di waktu sore, maka Allah akan menugaskan tujuh puluh ribu malaikat untuk memintakan ampun untuknya juga hingga ia berada di waktu pagi.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 3292
حَدَّثَنَا أَبُو زَيْدٍ سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ مُهَاجِرٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ زَمَنَ زِيَادٍ إِلَى الْكُوفَةِ فَسَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسِيرٍ لَهُ قَالَ وَرُكْبَتِي تُصِيبُ أَوْ تَمَسُّ رُكْبَتَهُ فَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ قَالَ بَرِئَ مِنْ الشِّرْكِ وَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ قَالَ غُفِرَ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Zaid Sa’id bin Ar Rabi’} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al Hasan Muhajir} ia berkata {Ada seorang laki-laki} datang ke Kufah pada masa pemerintahan Ziyad. Lalu aku mendengar orang itu menceritakan bahwa ia pernah bersama Rasulullah saw. pada sebuah perjalanan. Ia berkata Lututku mengenai atau menyentuh lutut beliau, lalu beliau mendengar seseorang membaca QUL YA AYYUHAL KAFIRUN (surat Al Kafirun). Beliau bersabda: “Ia bebas dari syirik.” Dan beliau mendengar seseorang membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas). Beliau bersabda: “Ia telah diampuni.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 3293
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَجِيءٌ مَا جَاءَ بِكَ قَالَ جِئْتُ لِتُعَلِّمَنِي شَيْئًا أَقُولُهُ عِنْدَ مَنَامِي قَالَ فَإِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَاقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنْ الشِّرْكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Abu Ishaq} dari {Farwah bin Naufal} dari {ayahnya} bahwa Rasulullah saw. pernah bertanya: “Apa yang membuatmu datang ke sini?” Ia menjawab Aku datang agar engkau mengajariku sesuatu yang harus aku baca ketika hendak tidur. Beliau menjawab: “Jika engkau telah berada di tempat pembaringan maka bacalah “QUL YA AYYUHAL KAFIRUN (surat Al Kafirun) kemudian tidurlah setelah selesai membacanya, sebab surat itu merupakan jaminan kebebasan dari syirik.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 3294
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنَا إِيَاسٌ الْبِكَالِيُّ عَنْ نَوْفٍ الْبِكَالِيِّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَزَّأَ الْقُرْآنَ عَلَى ثَلَاثَةِ أَجْزَاءٍ فَجَعَلَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Shafwan} telah menceritakan kepada kami {Iyas Al Bikali} dari {Nauf Al Bikali} ia berkata Sesungguhnya Allah telah membagi Al-Quran menjadi tiga bagian, lalu Dia menjadikan QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) sepertiga dari Al-Quran.
Sunan Darimi | Hadits No. : 3295
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو عَقِيلٍ أَنَّهُ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ بُنِيَ لَهُ بِهَا قَصْرٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْ قَرَأَ عِشْرِينَ مَرَّةً بُنِيَ لَهُ بِهَا قَصْرَانِ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْ قَرَأَهَا ثَلَاثِينَ مَرَّةً بُنِيَ لَهُ بِهَا ثَلَاثَةُ قُصُورٍ فِي الْجَنَّةِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَنْ لَتَكْثُرَنَّ قُصُورُنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ أَوْسَعُ مِنْ ذَلِكَ قَالَ أَبُو مُحَمَّد أَبُو عَقِيلٍ زُهْرَةُ بْنُ مَعْبَدٍ وَزَعَمُوا أَنَّهُ كَانَ مِنْ الْأَبْدَالِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid} telah menceritakan kepada kami {Haiwah} ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu ‘Aqil} bahwa ia mendengar {Sa’id bin Al Musayyab} berkata Sesungguhnya Nabiyullah saw. pernah bersabda: “Barangsiapa yang membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) sepuluh kali, niscaya akan dibangunkan sebuah istana untuknya di surga, barangsiapa yang membacanya dua puluh kali, niscaya akan dibangunkan dua buah istana untuknya di surga dan barangsiapa yang membacanya tiga puluh kali, niscaya akan dibangunkan tiga buah istana untuknya di surga.” Lalu Umar bin Al Khaththab bertanya Demi Allah, wahai Rasulullah, kalau begitu kami dapat memperbanyak istana kami? Rasulullah saw. menjawab: “Allah lebih luas kekayaannya dari itu.” Abu Muhammad berkata Abu ‘Aqil adalah Zuhrah bin Ma’bad dan mereka menganggap bahwa ia termasuk abdal.