Makanan
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3352
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَرْحَبِيُّ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي الْيَعْفُورِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَدَخَلَ عَلَيْهِ عُمَرُ وَهُوَ عَلَى مَائِدَتِهِ فَأَوْسَعَ لَهُ عَنْ صَدْرِ الْمَجْلِسِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدِهِ فَلَقِمَ لُقْمَةً ثُمَّ ثَنَّى بِأُخْرَى ثُمَّ قَالَ إِنِّي لَأَجِدُ طَعْمَ دَسَمٍ مَا هُوَ بِدَسَمِ اللَّحْمِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنِّي خَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ أَطْلُبُ السَّمِينَ لِأَشْتَرِيَهُ فَوَجَدْتُهُ غَالِيًا فَاشْتَرَيْتُ بِدِرْهَمٍ مِنْ الْمَهْزُولِ وَحَمَلْتُ عَلَيْهِ بِدِرْهَمٍ سَمْنًا فَأَرَدْتُ أَنْ يَتَرَدَّدَ عِيَالِي عَظْمًا عَظْمًا فَقَالَ عُمَرُ مَا اجْتَمَعَا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطُّ إِلَّا أَكَلَ أَحَدَهُمَا وَتَصَدَّقَ بِالْآخَرِ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ خُذْ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ فَلَنْ يَجْتَمِعَا عِنْدِي إِلَّا فَعَلْتُ ذَلِكَ قَالَ مَا كُنْتُ لِأَفْعَلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abdurrahman Al Arhabi} telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Abu Al Ya’fur} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Umar} mengatakan, bahwa Umar datang kepadanya saat ia berada di meja makannya. Ia lalu memberi tempat duduk kepadanya, Umar lalu mengucapkan ‘Bismillah’ seraya mengambil satu suapan dan mengambil lagi. Kemudian Umar berkata, “Sesungguhnya aku merasakan rasa lemak, tetapi bukan lemak daging.” Abdullah berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tadi aku keluar ke pasar untuk membeli minyak samin, namun aku mendapatkan harganya terlalu mahal, maka aku membeli tulang yang ada sedikit daging dengan harga satu dirham dan mencampurnya dengan sedirham samin, karena aku ingin anak-anakku bergantian mendapatkan satu tulang-satu tulang.” Maka {Umar} berkata, “Tidak pernah sama sekali Rasulullah saw. mendapatkan ini kecuali beliau memakan salah satunya dan bersedekah dengan yang lainnya.” Maka Abdullah berkata, “Ambillah wahai Amirul Mukminin, sekali-kali tidak akan menjadi satu di hadapanku kecuali aku akan melakukan seperti itu.” Umar berkata, “Aku tidak akan melakukannya.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3353
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْخَزَّازُ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا عَمِلْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَاغْتَرِفْ لِجِيرَانِكَ مِنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Abu Amir Al Khazzaz} dari {Abu Imran Al Jauni} dari {Abdullah bin Ash Shamit} dari {Abu Dzar} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika kamu masak sayur perbanyaklah kuahnya, lalu bagikanlah kepada tetanggamu, ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3354
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ الْغَطَفَانِيِّ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَامَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ خَطِيبًا فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَأْكُلُونَ شَجَرَتَيْنِ لَا أُرَاهُمَا إِلَّا خَبِيثَتَيْنِ هَذَا الثُّومُ وَهَذَا الْبَصَلُ وَلَقَدْ كُنْتُ أَرَى الرَّجُلَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوجَدُ رِيحُهُ مِنْهُ فَيُؤْخَذُ بِيَدِهِ حَتَّى يُخْرَجَ بِهِ إِلَى الْبَقِيعِ فَمَنْ كَانَ آكِلَهُمَا لَا بُدَّ فَلْيُمِتْهُمَا طَبْخًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ulayyah} dari {Sa’id bin Abu ‘Arubah} dari {Qatadah} dari {Salim bin Abu Al Ja’d Al Ghathafani} dari {Ma’dan bin Abu Thalhah Al Ya’mari}, bahwa {Umar bin Al Khaththab} berkhutbah pada hari Jum’at, setelah memuji Allah dan mengagungkan-Nya dia berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian kerap memakan dua pohon yang aku kira keduanya adalah pohon yang buruk. Pohon tersebut adalah bawang putih dan bawang merah. Dan aku pernah menyaksikan seorang laki-laki pada masa Rasulullah saw. yang tercium darinya aroma pohon tersebut, sehingga ia ditarik dan dikeluarkan dari Baqi’. Oleh sebab itu, barangsiapa hendak makan keduanya, hendaknya ia memasaknya terlebih dahulu hingga keduanya benar-benar masak, ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3355
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أُمِّ أَيُّوبَ قَالَتْصَنَعْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا فِيهِ مِنْ بَعْضِ الْبُقُولِ فَلَمْ يَأْكُلْ وَقَالَ إِنِّي أَكْرَهُ أَنْ أُوذِيَ صَاحِبِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {‘Ubaidullah bin Abu Yazid} dari {Ayahnya} dari {Ummu Ayyub} dia berkata, “Aku membuatkan makanan yang di dalamnya ada beberapa kubis untuk Nabi saw., namun beliau tidak memakannya. Beliau bersabda: “Aku tidak ingin menyakiti sahabatku (yaitu Jibril), ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3356
حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَنْبَأَنَا أَبُو شُرَيْحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نِمْرَانَ الْحَجْرِيِّ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍأَنَّ نَفَرًا أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَ مِنْهُمْ رِيحِ الْكُرَّاثِ فَقَالَ أَلَمْ أَكُنْ نَهَيْتُكُمْ عَنْ أَكْلِ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الْإِنْسَانُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Yahya} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} telah memberitakan kepada kami {Abu Syuraih} dari {Abdurrahman bin Nimran Al Hajri} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir}, bahwa sekelompok orang datang menemui Nabi saw., lantas beliau mendapati aroma bawang bakung (barang perai) dari mereka, beliau lalu bersabda: “Bukankah aku telah melarang kalian untuk memakan pohon ini? Sesungguhnya para Malaikat terganggu sebagaimana manusia terganggu dari bau aromanya, ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3357
حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يُحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ نُعَيْمٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ دُخَيْنٍ الْحَجْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَصْحَابِهِ لَا تَأْكُلُوا الْبَصَلَ ثُمَّ قَالَ كَلِمَةً خَفِيَّةً النِّيءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Yahya} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Lahi’ah} dari {Utsman bin Nu’aim} dari {Al Mughirah bin Nahik} dari {Dukhain Al Hajri} bahwa dia mendengar {‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhani} berkata, “Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya: “Janganlah kalian makan bawang merah.” Kemudian beliau berkata dengan suara lirih: “Yang mentah.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3358
حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى السُّدِّيُّ حَدَّثَنَا سَيْفُ بْنُ هَارُونَ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ قَالَسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ السَّمْنِ وَالْجُبْنِ وَالْفِرَاءِ قَالَ الْحَلَالُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ وَالْحَرَامُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فَهُوَ مِمَّا عَفَا عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Musa As Suddi} telah menceritakan kepada kami {Saif bin Harun} dari {Sulaiman At Taimi} dari {Abu Utsman An Nahdi} dari {Salman Al Farisi} dia berkata, “Rasulullah saw. ditanya tentang minyak samin dan keju serta bulu binatang, beliau menjawab: “Yang halal adalah apa yang dihalalkan Allah di dalam kitab-Nya, dan yang haram adalah apa yang diharamkan Allah di dalam kitab-Nya, dan apa yang Dia diamkan adalah sesuatu yang Dia maafkan.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3359
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ كَثِيرِ بْنِ دِينَارٍ الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عِرْقٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَأُهْدِيَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنَبٌ مِنْ الطَّائِفِ فَدَعَانِي فَقَالَ خُذْ هَذَا الْعُنْقُودَ فَأَبْلِغْهُ أُمَّكَ فَأَكَلْتُهُ قَبْلَ أَنْ أُبْلِغَهُ إِيَّاهَا فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ لَيَالٍ قَالَ لِي مَا فَعَلَ الْعُنْقُودُ هَلْ أَبْلَغْتَهُ أُمَّكَ قُلْتُ لَا فَسَمَّانِي غُدَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Utsman bin Sa’id bin Katsir bin Dinar Al Himshi} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdurrahman bin ‘Irq} dari {Ayahnya} dari {An Nu’man bin Basyir} dia berkata, “Nabi saw. diberi hadiah anggur dari negeri Tha`if, kemudian beliau memanggilku dan bersabda: “Ambilah setangkai ini, dan berikan kepada ibumu.” Maka aku memakannya sebelum aku menyampaikan kepada ibuku. Setelah lewat beberapa malam, beliau bertanya kepadaku: “Apa yang terjadi dengan setangkai anggur itu? Apakah sudah kamu berikan kepada ibumu.” Aku menjawab, “Belum, ” maka beliau pun menyebutku Ghudar (penghianat), ”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3360
حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الطَّلْحِيُّ حَدَّثَنَا نُقَيْبُ بْنُ حَاجِبٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ الزُّبَيْرِيِّ عَنْ طَلْحَةَ قَالَدَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِيَدِهِ سَفَرْجَلَةٌ فَقَالَ دُونَكَهَا يَا طَلْحَةُ فَإِنَّهَا تُجِمُّ الْفُؤَادَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Muhammad At Thalhi} telah menceritakan kepada kami {Nuqaib bin Hajib} dari {Abu Sa’id} dari {Abdul Malik Az Zubairi} dari {Thalhah} dia berkata, “Aku menemui Nabi saw., dan di tangannya ada buah safarjal (sejenis jambu), beliau lalu bersabda: “Ambillah buah ini wahai Thalhah, sesungguhnya ia membuat hati bahagia.”
Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3361
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْكُلَ الرَّجُلُ وَهُوَ مُنْبَطِحٌ عَلَى وَجْهِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} telah menceritakan kepada kami {Katsir bin Hisyam} telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin Burqan} dari {Az Zuhri} dari {Salim} dari {Ayahnya} dia berkata, “Rasulullah saw. melarang seseorang makan sambil telungkup.”