Manasik Haji
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2572
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ الْمُخَرِّمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ وَاسْمُهُ الْمُغِيرَةُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَخَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ فَرَضَ عَلَيْكُمْ الْحَجَّ فَقَالَ رَجُلٌ فِي كُلِّ عَامٍ فَسَكَتَ عَنْهُ حَتَّى أَعَادَهُ ثَلَاثًا فَقَالَ لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَوْ وَجَبَتْ مَا قُمْتُمْ بِهَا ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِالشَّيْءِ فَخُذُوا بِهِ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ
Terjemahan: Telah? mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Al Mubarak Al Makhzumi}, ia berkata telah? menceritakan kepada kami {Abu Hisyam namanya adalah Al Mughirah bin Salamah}, ia berkata telah? menceritakan kepada kami {Ar Rabi’ bin Muslim}, ia berkata telah? menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ziyad} dari {Abu Hurairah}, ia berkata Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada kalian untuk melakukan haji.” Lalu terdapat seorang laki-laki yang bertanya apakah setiap tahun? Maka beliau terdiam hingga orang tersebut mengulangnya sebanyak tiga kali. Lalu beliau bersabda: “Jika saya katakan “ya”, niscaya akan menjadi wajib, dan jika telah wajib maka kalian tidak mampu melakukannya. Biarkan saya, tidaklah saya meninggalkan kalian, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena banyak bertanya, dan sering menyelisihi para nabi. Maka apabila saya perintahkan sesuatu kepada kalian, lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, dan jika saya melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2573
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ النَّيْسَابُورِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ أَنْبَأَنَا مُوسَى بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْجَلِيلِ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سِنَانٍ الدُّؤَلِيِّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى كَتَبَ عَلَيْكُمْ الْحَجَّ فَقَالَ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ كُلُّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ فَقَالَ لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ ثُمَّ إِذًا لَا تَسْمَعُونَ وَلَا تُطِيعُونَ وَلَكِنَّهُ حَجَّةٌ وَاحِدَةٌ
Terjemahan: Telah? mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yahya bin Abdullah An Naisaburi}, ia berkata telah? menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu Maryam}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Musa bin Salamah}, ia berkata telah? menceritakan kepada kami {Abdul Jalil bin Humaid} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Sinan Ad Duali} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. pernah berdiri seraya bersabda: “Allah ta’ala telah mewajibkan haji kepada kalian.” Lalu Al Aqra’ bin Habis At Taimi berkata “Apakah setiap tahun wahai Rasulullah?” beliau terdiam, lalu bersabda: “Jika saya katakan “ya”, niscaya menjadi wajib, kemudian jika demikian maka kalian tidak akan mendengar dan mentaati, akan tetapi haji hanyalah sekali.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2574
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ سَالِمٍ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ أَوْسٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي رَزِينٍ أَنَّهُ قَالَيَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي شَيْخٌ كَبِيرٌ لَا يَسْتَطِيعُ الْحَجَّ وَلَا الْعُمْرَةَ وَلَا الظَّعْنَ قَالَ فَحُجَّ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ
Terjemahan: Telah? mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdul A’la}, ia berkata telah? menceritakan kepada kami {Khalid}, ia berkata telah? menceritakan kepada kami {Syu’bah}, ia berkata saya pernah mendengar {An Nu’man bin Salim} berkata saya pernah mendengar {‘Amr bin Aus} menceritakan dari {Abu Razin} bahwa ia berkata wahai Rasulullah, ayahku adalah orang yang telah tua, tidak mampu melakukan haji serta umrah, serta bersafar. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Lakukanlah haji untuk ayahmu dan berumrahlah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2575
أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَّارِ الْبَصْرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُوَيْدٌ وَهُوَ ابْنُ عَمْرٍو الْكَلْبِيُّ عَنْ زُهَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَجَّةُ الْمَبْرُورَةُ لَيْسَ لَهَا جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ وَالْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdah bin Abdullah Ash Shaffar Al Bashri}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Suwaid yaitu Ibnu ‘Amr Al Kalbi} dari {Zuhair}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Suhail} dari {Sumay} dari {Abu Shaleh} dari {Abu Hurairah}, ia berkata Rasulullah saw. telah bersabda: “Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali Surga, dan umrah satu hingga umrah yang lain merupakan penghapus dosa diantara keduanya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2576
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي سُهَيْلٌ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَجَّةُ الْمَبْرُورَةُ لَيْسَ لَهَا ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةُ مِثْلَهُ سَوَاءً إِلَّا أَنَّهُ قَالَ تُكَفِّرُ مَا بَيْنَهُمَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin Manshur}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Suhail} dari {Sumay} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. bersabda: “Haji mabrur tidak mendatangkan pahala kecuali Surga.” Persis seperti itu, hanya saja beliau bersabda: “Menghapuskan dosa diantara keduanya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2577
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ الْحَجُّ الْمَبْرُورُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Rafi’}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah}, ia berkata terdapat seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi saw., ia berkata “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling baik? Beliau menjawab: “Beriman kepada Allah.” Orang tersebut berkata kemudian apa? Beliau menjawab: “Berjihad di jalan Allah.” Laki-laki tersebut berkata kemudian apa? beliau menjawab: “Haji mabrur.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2578
أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَثْرُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ مَخْرَمَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ سُهَيْلَ بْنَ أَبِي صَالِحٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفْدُ اللَّهِ ثَلَاثَةٌ الْغَازِي وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Isa bin Ibrahim bin Matsrud}, ia berkarta telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dari {Makhramah} dari {Bapaknya}, ia berkata saya mendengar {Suhail bin Abi Shaleh} berkata aku mendengar {ayahku} berkata aku mendengar {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Utusan Allah itu ada tiga, yaitu: orang yang berjuang, orang yang melakukan haji dan orang yang melakukan umrah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2579
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ عَنْ شُعَيْبٍ عَنْ اللَّيْثِ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ ابْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جِهَادُ الْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالضَّعِيفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam} dari {Syu’aib} dari {Al Laits}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Ibnu Abi Hilal} dari {Yazid bin Abdullah}, dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Jihad orang yang sudah tua, anak kecil, orang yang lemah dan seorang wanita adalah melakukan haji dan umrah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2580
أَخْبَرَنَا أَبُو عَمَّارٍ الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ وَهُوَ ابْنُ عِيَاضٍ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ammar Al Husaini bin Huwairits Al Maruzi}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Fudhail yaitu Ibnu ‘Iyadh}, dari {Manshur}, dari {Abu Hazim}, dari {Abu Hurairah}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang melakukan haji ke Ka’bah ini, lantas tidak berkata-kata kotor serta tidak melakukan tindakan kefasikan, ia kembali seperti dilahirkan ibunya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2581
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ حَبِيبٍ وَهُوَ ابْنُ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ قَالَتْ أَخْبَرَتْنِي أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةُ قَالَتْقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَخْرُجُ فَنُجَاهِدَ مَعَكَ فَإِنِّي لَا أَرَى عَمَلًا فِي الْقُرْآنِ أَفْضَلَ مِنْ الْجِهَادِ قَالَ لَا وَلَكُنَّ أَحْسَنُ الْجِهَادِ وَأَجْمَلُهُ حَجُّ الْبَيْتِ حَجٌّ مَبْرُورٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Jarir} dari {Hubaib yaitu Ibnu Abu ‘Amrah} dari {Aisyah binti Thalhah}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Ummul mukminin Aisyah}, ia berkata aku pernah mengatakan “Wahai Rasulullah, tidakkah kami boleh berangkat berjihad bersamamu, karena aku tidak melihat suatu amalan didalam Alquran yang lebih utama daripada jihad?. Maka beliau bersabda: ” Tapi sebaik-baik jihad dan yang paling indah adalah haji di Ka’bah atau haji mabrur.”