Manasik Haji
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2902
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرٍو وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُ مِنْ أَرْكَانِ الْبَيْتِ إِلَّا الرُّكْنَ الْأَسْوَدَ وَالَّذِي يَلِيهِ مِنْ نَحْوِ دُورِ الْجُمَحِيِّينَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin ‘Amr} serta {Al Harits bin Miskin} dengan membacakan riwayat dan saya mendengar dari {Ibnu Wahb}, ia berkata telah memberitakan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Salim} dari {ayahnya}, ia berkata Rasulullah saw. tidak meng-istilami bagian dari rukun Ka’bah kecuali rukun aswad serta setelahnya dari arah rumah orang-orang Jumah.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2903
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا تَرَكْتُ اسْتِلَامَ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ مُنْذُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُهُمَا الْيَمَانِيَ وَالْحَجَرَ فِي شِدَّةٍ وَلَا رَخَاءٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Sa’id}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {‘Ubaidullah} dari {Nafi’}, ia berkata {Abdullah} radliallahu ‘anhu berkata saya tidak berhenti meng-istilami dua rukun ini semenjak melihat Rasulullah saw. meng-istilami keduanya yaitu rukun yamani dan Hajar Aswad, baik dalam keadaan sulit maupun lapang.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2904
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَمَا تَرَكْتُ اسْتِلَامَ الْحَجَرِ فِي رَخَاءٍ وَلَا شِدَّةٍ مُنْذُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Imran bin Musa}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Warits}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, ia berkata saya tidak berhenti meng-istilami Hajar Aswad baik dalam keadaan lapang maupun sulit sejak melihat Rasulullah saw. meng-istilaminya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2905
أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى وَسُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ عَنْ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ عَلَى بَعِيرٍ يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ بِمِحْجَنٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yunus bin Abdul A’la} serta {Sulaiman bin Daud} dari {Ibnu Wahb}, ia berkata telah memberitakan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah} dari {Abdullah bin Abbas} bahwa Rasulullah saw. melakukan thawaf pada waktu haji wada’ di atas unta meng-istilami rukun menggunakan tongkat.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2906
أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ خَالِدٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عَلَى رَاحِلَتِهِ فَإِذَا انْتَهَى إِلَى الرُّكْنِ أَشَارَ إِلَيْهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Bisyr bin Hilal}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdul Warits} dari {Khalid} dari {‘Ikrimah} dari {Abdullah bin Abbas} bahwa Rasulullah saw. melakukan thawaf di Ka’bah di atas kendaraan, apabila telah sampai di rukun beliau memberi isyarat kepadanya.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2907
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ مُسْلِمًا الْبَطِينَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَكَانَتْ الْمَرْأَةُ تَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَهِيَ عُرْيَانَةٌ تَقُولُ الْيَوْمَ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُوَمَا بَدَا مِنْهُ فَلَا أُحِلُّهُقَالَ فَنَزَلَتْ{ يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Basysyar}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad} ia berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Salamah}, ia berkata saya mendengar {Muslim Al Bathin} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata dahulu terdapat seorang wanita yang melakukan thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang, ia berkata pada hari ini terlihat sebagiannya atau seluruhnya, dan apa yang terlihat darinya maka aku tidak akan menghalalkannya. Ibnu Abbas berkata lalu turunlah ayat YAA BANII AADAMA KHUDZUU ZIINATAKUM ‘INDA KULLI MASJID. (Al A’raaf: 31)
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2908
أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ حُمَيْدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُأَنَّ أَبَا بَكْرٍ بَعَثَهُ فِي الْحَجَّةِ الَّتِي أَمَّرَهُ عَلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ فِي رَهْطٍ يُؤَذِّنُ فِي النَّاسِ أَلَا لَا يَحُجَّنَّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ya’qub}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {ayahku} dari {Shaleh} dari {Ibnu Syihab} bahwa {Humaid bin Abdur Rahman} telah mengabarkan kepadanya bahwa {Abu Hurairah} mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Bakr pernah mengutusnya saat musim haji, tepatnya saat Rasulullah saw. menunjuk Abu Bakar sebagai amiirul hajj. Itu terjadi sebelum haji wada’. Abu bakar mengutus Abu Hurairah bersama beberapa orang untuk mengumumkan kepada manusia bahwa “Tidak boleh orang musyrik melakukan haji setelah tahun tersebut, dan tidak boleh orang telanjang melakukan thawaf di Ka’bah.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2909
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْمُغِيرَةِ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْمُحَرَّرِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَجِئْتُ مَعَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ حِينَ بَعَثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أَهْلِ مَكَّةَ بِبَرَاءَةَ قَالَ مَا كُنْتُمْ تُنَادُونَ قَالَ كُنَّا نُنَادِي إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُؤْمِنَةٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ وَمَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهْدٌ فَأَجَلُهُ أَوْ أَمَدُهُ إِلَى أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ فَإِذَا مَضَتْ الْأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ فَإِنَّ{ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ }وَلَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ فَكُنْتُ أُنَادِي حَتَّى صَحِلَ صَوْتِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Basysyar}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad} serta {Utsman bin Umar} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Mughirah} dari {Asy Sya’bi} dari {Al Muaharrar bin Abu Hurairah} dari {ayahnya}, ia berkata saya pernah datang bersama Ali bin Abi Thalib ketika Rasulullah saw. mengirimnya kepada penduduk Mekkah untuk membacarakan ayat Bara-ah. Al Muharrar berkata apa yang dahulu kalian serukan? Abu Hurairah berkata kami menyeru bahwa tidak akan masuk Surga kecuali jiwa yang beriman, dan tidak boleh melakukan thawaf di Ka’bah orang yang telanjang, dan barang siapa yang antara dirinya dan Rasulullah saw. terdapat perjanjian maka masanya hingga empat bulan, kemudian apabila telah berlalu empat bulan maka Allah dan Rasulullah -Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Dan tidak boleh orang musyrik melakukan haji setelah tahun ini. Saya menyeru hingga suaraku menjadi serak.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2910
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ يَحْيَى عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَبِي وَدَاعَةَ قَالَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ فَرَغَ مِنْ سُبُعِهِ جَاءَ حَاشِيَةَ الْمَطَافِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الطَّوَّافِينَ أَحَدٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} dari {Yahya} dari {Ibnu Juraij} dari {Katsir bin Katsir} dari {ayahnya} dari {Al Muththalib bin Abi Wada’ah}, ia berkata saya pernah melihat Nabi saw. ketika telah selesai dari seperti tujuhnya datang ke sisi tempat thawaf kemudian melakukan shalat dua rakaat, dan tidak ada seorangpun antara dirinya dan orang-orang melakukan thawaf.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2911
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو قَالَ يَعْنِي ابْنَ عُمَرَقَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعًا وَصَلَّى خَلْفَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ وَطَافَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَقَالَ{ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Amr}, {Ibnu Umar} berkata Rasulullah saw. datang kemudian melakukan thawaf di Ka’bah tujuh kali, dan melakukan shalat di belakang Maqam dua rakaat, serta melakukan thawaf antara Shafa dan Marwah. Dan Ibnu Umar berkata “Sungguh bagi kalian dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik.”