Manasik Haji

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2969

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحْرِزُ بْنُ الْوَضَّاحِ عَنْ إِسْمَعِيلَ يَعْنِي ابْنَ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِي غَطَفَانَ بْنِ طَرِيفٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُلَمَّا دَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَنَقَ نَاقَتَهُ حَتَّى أَنَّ رَأْسَهَا لَيَمَسُّ وَاسِطَةَ رَحْلِهِ وَهُوَ يَقُولُ لِلنَّاسِ السَّكِينَةَ السَّكِينَةَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ali bin Harb}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhriz bin Al Wadhdhah} dari {Isma’il yaitu Ibnu Umayyah} dari {Abu Ghathafan bin Tharif} ia telah menceritakan kepadanya bahwa ia mendengar {Ibnu Abbas} berkata tatkala Rasulullah saw. menarik tali kekang untanya hingga kepalanya menyentuh bagian tengah kantong pelananya, beliau bersabda kepada manusia: “Tenanglah, tenanglah pada sore Hari Arafah.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2970

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَكَانَ رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي عَشِيَّةِ عَرَفَةَ وَغَدَاةِ جَمْعٍ لِلنَّاسِ حِينَ دَفَعُوا عَلَيْكُمْ السَّكِينَةَ وَهُوَ كَافٌّ نَاقَتَهُ حَتَّى إِذَا دَخَلَ مُحَسِّرًا وَهُوَ مِنْ مِنًى قَالَ عَلَيْكُمْ بِحَصَى الْخَذْفِ الَّذِي يُرْمَى بِهِ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Abu Az Zubair} dari {Abu Ma’bad sahaya Ibnu Abbas} dari {Ibnu Abbas} dari {Al Fadhl bin Abbas} dan ia adalah orang yang membonceng Rasulullah saw., bahwa Rasulullah saw. bersabda pada sore Hari Arafah serta pagi hari tanggal 9 Dzul Hijjah kepada manusia tatkala mereka bertolak: “Hendaknya kalian tenang.” Dan beliau menahan untanya hingga ketika beliau telah memasuki Muhassir yaitu bagian dari Mina beliau bersabda: “Ambillah kerikil untuk melempar yang digunakan untuk melempar.” Dan senantiasa Rasulullah saw. mengucapkan talbiyah hingga melempar jumrah.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2971

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَأَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَأَمَرَهُمْ بِالسَّكِينَةِ وَأَوْضَعَ فِي وَادِي مُحَسِّرٍ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَرْمُوا الْجَمْرَةَ بِمِثْلِ حَصَى الْخَذْفِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Manshur}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir}, ia berkata Rasulullah saw. bertolak dalam keadaan tenang dan beliau memerintahkan manusia untuk bersikap tenang, dan mempercepat kendaraannya di Bukit Muhassir dan memerintahkan mereka untuk melempar jumrah dengan kerikil untuk melempar.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2972

أَخْبَرَنِي أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ وَجَعَلَ يَقُولُ السَّكِينَةَ عِبَادَ اللَّهِ يَقُولُ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ أَيُّوبُ بِبَاطِنِ كَفِّهِ إِلَى السَّمَاءِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Daud}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Harb}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Ayyub} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} bahwa Nabi saw. bertolak dari ‘Arafah dan bersabda: “Tenanglah wahai hamba Allah.” Dan beliau berbicara dengan tangannya demikian, dan Ayyub memberikan isyarat dengan bagian dalam telapak tangannya menuju langit.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2973

أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّهُ سُئِلَ عَنْ مَسِيرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ قَالَ كَانَ يَسِيرُ الْعَنَقَ فَإِذَا وَجَدَ فَجْوَةً نَصَّ وَالنَّصُّ فَوْقَ الْعَنَقِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Hisyam} dari {ayahnya} dari {Usamah bin Zaid} bahwa ia ditanya mengenai perjalanan Nabi saw. dalam melakukan haji wada’, ia berkata beliau berjalan sedang, kemudian apabila mendapati kelonggaran maka beliau berjalan lebih cepat dari itu.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2974

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ مَالَ إِلَى الشِّعْبِ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ أَتُصَلِّي الْمَغْرِبَ قَالَ الْمُصَلَّى أَمَامَكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Ibrahim bin ‘Uqbah} dari {Kuraib} dari {Usamah bin Zaid} bahwa Nabi saw. ketika bertolak dari Arafah beliau condong ke jalan bukit. Usamah berkata maka saya katakan kepadanya apakah anda melakukan shalat Maghrib? Beliau menjawab: “Mushalla ada di depanmu.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2975

أَخْبَرَنَا مُحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَزَلَ الشِّعْبَ الَّذِي يَنْزِلُهُ الْأُمَرَاءُ فَبَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءًا خَفِيفًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ قَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ فَلَمَّا أَتَيْنَا الْمُزْدَلِفَةَ لَمْ يَحُلَّ آخِرُ النَّاسِ حَتَّى صَلَّى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Mahmud bin Ghailan}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibrahim bin ‘Uqbah} dari {Kuraib} dari {Usamah bin Zaid} bahwa Rasulullah saw. pernah singgah di jalan bukit yang menjadi tempat singgah para pemimpin, kemudian beliau kencing, kemudian berwudhu ringan. Lalu saya katakan wahai Rasulullah saw., apakah anda akan melakukan shalat? Beliau menjawab: “Shalat ada di depanmu.” Kemudian tatkala kami sampai di Muzdalifah tidak berhenti orang yang paling terakhir hingga ia melakukan shalat.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2976

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي أَيُّوبَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِجَمْعٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Habib bin ‘Arabi} dari {Hammad} dari {Yahya} dari {‘Adi bin Tsabit} dari {Abdullah bin Yazid} dari {Abu Ayyub} bahwa Rasulullah saw. menggabung antara Maghrib dan Isya’ dengan shalat jama’.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2977

أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا قَالَ حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ الْمِقْدَامِ عَنْ دَاوُدَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِجَمْعٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Qasim bin Zakariya}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Mush’ab bin Al Miqdam} dari {Daud} dari {Al A’masy} dari {‘Umarah} dari {Abdur Rahman bin Yazid} dari {Ibnu Mas’ud} bahwa Nabi saw. menggabung shalat Maghrib dan Isya’ dengan shalat jama’.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 2978

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِجَمْعٍ بِإِقَامَةٍ وَاحِدَةٍ لَمْ يُسَبِّحْ بَيْنَهُمَا وَلَا عَلَى إِثْرِ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin Ali}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Abi Dzi`b}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Az Zuhri} dari {Salim} dari {ayahnya} bahwa Rasulullah saw. menggabungkan antara Maghrib dan Isya` dengan satu iqamah, dan tidak mengucapkan tasbih diantara keduanya juga tidak setelah keduanya.