Waris

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Muslim | Hadits No. : 3038

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا عِيسَى وَهُوَ ابْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِأَنَّ آخِرَ سُورَةٍ أُنْزِلَتْ تَامَّةً سُورَةُ التَّوْبَةِ وَأَنَّ آخِرَ آيَةٍ أُنْزِلَتْ آيَةُ الْكَلَالَةِحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ آدَمَ حَدَّثَنَا عَمَّارٌ وَهُوَ ابْنُ رُزَيْقٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ آخِرُ سُورَةٍ أُنْزِلَتْ كَامِلَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali} telah mengabarkan kepada kami {Isa} -yaitu Ibnu Yunus- telah menceritakan kepada kami {Zakaria} dari {Abu Ishaq} dari {Barra’}, bahwa surat terakhir yang diturunkan secara sempurna adalah surat Al Bara`ah, sedangkan ayat yang terakhir kali turun adalah ayat kalalah.” Telah menceritakan kepada kami {Abu Kuraib} telah menceritakan kepada kami {Yahya} -yaitu Ibnu Adam- telah menceritakan kepada kami {Ammar} -yaitu Ibnu Ruzaiq- dari {Abu Ishaq} dari {Barra’} seperti hadits di atas, namun dia berkata, “Surat terakhir kali yang diturunkan secara lengkap (kamil).”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3039

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ عَنْ أَبِي السَّفَرِ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَآخِرُ آيَةٍ أُنْزِلَتْ يَسْتَفْتُونَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Amru An Naqid} telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad Az Zubairi} telah menceritakan kepada kami {Malik bin Mighwal} dari {Abu Safar} dari {Barra’} dia berkata, “Ayat yang terakhir kali turun adalah YASTAFTUUNAKA (surat An Nisaa).”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3040

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو صَفْوَانَ الْأُمَوِيُّ عَنْ يُونُسَ الْأَيْلِيِّ ح و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِالرَّجُلِ الْمَيِّتِ عَلَيْهِ الدَّيْنُ فَيَسْأَلُ هَلْ تَرَكَ لِدَيْنِهِ مِنْ قَضَاءٍ فَإِنْ حُدِّثَ أَنَّهُ تَرَكَ وَفَاءً صَلَّى عَلَيْهِ وَإِلَّا قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْفُتُوحَ قَالَ أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ فَمَنْ تُوُفِّيَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَعَلَيَّ قَضَاؤُهُ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَهُوَ لِوَرَثَتِهِحَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ كُلُّهُمْ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ هَذَا الْحَدِيثَ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Abu Shafwan Al Amari} dari {Yunus Al Aila}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku {Harmalah bin Yahya} dan ini adalah lafadznya, dia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {Abu Hurairah}, bahwa jenazah seorang laki-laki yang berhutang dibawa ke hadapan Rasulullah saw., beliau bertanya: “Apakah dia meninggalkan sesuatu untuk melunasi hutangnya?”, jika dijawab bahwa dia memiliki harta peninggalan untuk melunasi hutangnya, maka beliau menshalatkannya, namun jika dijawab tidak, maka beliau bersabda: ‘Shalatkanlah saudara kalian ini.” Tatkala Allah menaklukkan berbagai negeri, beliau bersabda: “Aku lebih berhak atas kaum Muslimin dari diri mereka sendiri. Barangsiapa meninggal sedangkan dia masih memiliki tanggungan hutang, maka sayalah yang akan melunasinya. Dan barangsiapa masih meninggalkan harta warisan, maka harta tersebut untuk ahli warisnya.” Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Syu’aib bin Laits} telah menceritakan kepadaku {Ayahku} dari {Kakekku} telah menceritakan kepadaku {‘Uqail}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Akhi bin Syihab}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi’b} semuanya dari {Az Zuhri} dengan isnad hadits ini.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3041

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ قَالَ حَدَّثَنِي وَرْقَاءُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنْ عَلَى الْأَرْضِ مِنْ مُؤْمِنٍ إِلَّا أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِهِ فَأَيُّكُمْ مَا تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا فَأَنَا مَوْلَاهُ وَأَيُّكُمْ تَرَكَ مَالًا فَإِلَى الْعَصَبَةِ مَنْ كَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Rafi’} telah menceritakan kepada kami {Syababah} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Warqa’} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak ada seorang mukmin di muka bumi ini, kecuali akulah orang yang berhak atas diri mereka dari diri mereka sendiri, maka siapa saja yang mati meninggalkan hutang atau anak yang butuh santunan maka akulah walinya. Dan siapa saja dari kalian yang meninggalkan harta, maka (harta tersebut) untuk ahli waris yang tersisa.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3042

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَاوَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِالْمُؤْمِنِينَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَأَيُّكُمْ مَا تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيْعَةً فَادْعُونِي فَأَنَا وَلِيُّهُ وَأَيُّكُمْ مَا تَرَكَ مَالًا فَلْيُؤْثَرْ بِمَالِهِ عَصَبَتُهُ مَنْ كَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rafi’} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Hammam bin Munabbih} dia berkata Ini seperti yang di ceritakan {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., kemudian dia menyebutkan beberapa hadits yang di antaranya adalah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Dalam Kitabullah, akulah orang yang paling berhak atas diri seorang Mukmin dari diri mereka sendiri, maka siapa saja di antara kalian mati meninggalkan hutang atau anak yang butuh santunan maka undanglah aku, karena aku adalah walinya. Dan siapa saja di antara kalian yang mati meninggalkan harta benda, hendaknya ia membagikan hartanya kepada ahli warisnya yang masih ada.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3043

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيٍّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِلْوَرَثَةِ وَمَنْ تَرَكَ كَلًّا فَإِلَيْنَاو حَدَّثَنِيهِ أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ مَهْدِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ غُنْدَرٍ وَمَنْ تَرَكَ كَلًّا وَلِيتُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Mu’adz Al ‘Anbari} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Adi} bahwa dia mendengar {Abu Hazim} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa mati dengan meninggalkan harta, maka (harta tersebut) untuk ahli warisnya, dan barangsiapa mati dengan meninggalkan keluarga yang butuh santunan, maka akulah yang menjadi penanggungnya.” Dan telah menceritakan kepadaku {Abu Bakar bin Nafi’} telah menceritakan kepada kami {Ghundar}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} -yaitu Ibnu Mahdi- dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dengan sanad ini, hanya saja dalam hadits Ghundar disebutkan, “Barangsiapa mati meninggalkan keluarga yang butuh santunan, maka akulah walinya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3028

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ وَهُوَ النَّرْسِيُّ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul A’la bin Hammad} -yaitu An Narsi- telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} dari {Ibnu Thawus} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Abbas} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Berikanlah harta warisan kepada yang berhak mendapatkannya, sedangkan sisanya untuk laki-laki yang paling dekat garis keturunannya.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3029

حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ الْعَيْشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا تَرَكَتْ الْفَرَائِضُ فَلِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Umayyah bin Bistham Al ‘Aisi} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} telah menceritakan kepada kami {Rauh bin Al Qasim} dari {Abdullah bin Thawus} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Abbas} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Berikanlah harta warisan kepada yang berhak menerimanya, sedangkan sisanya untuk keluarga laki-laki yang terdekat.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3030

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ رَافِعٍ قَالَ إِسْحَقُ حَدَّثَنَا وَقَالَ الْآخَرَانِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْسِمُوا الْمَالَ بَيْنَ أَهْلِ الْفَرَائِضِ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ فَمَا تَرَكَتْ الْفَرَائِضُ فَلِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍو حَدَّثَنِيهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَبُو كُرَيْبٍ الْهَمْدَانِيُّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَ حَدِيثِ وُهَيْبٍ وَرَوْحِ بْنِ الْقَاسِمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dan {Muhammad bin Rafi’} dan {Abd bin Humaid}, dan ini adalah lafadz Ibnu Rafi’. Ishaq berkata telah menceritakan kepada kami, sedangkan yang dua mengatakan telah mengabarkan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Ibnu Thawus} dari {Ayahnya} dari {Ibnu Abbas} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Bagikanlah harta warisan di antara orang-orang yang berhak (Dzawil furudl) sesuai dengan Kitabullah, sedangkan sisa dari harta warisan untuk keluarga laki-laki yang terdekat.” Dan telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Al ‘Ala’ Abu Kuraib Al Hamdani} telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Hubab} dari {Yahya bin Ayyub} dari {Ibnu Thawus} dengan isnad ini, seperti hadits Wuhaib dan Rauh bin Qasim.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3031

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بُكَيْرٍ النَّاقِدُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَمَرِضْتُ فَأَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ يَعُودَانِي مَاشِيَيْنِ فَأُغْمِيَ عَلَيَّ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ صَبَّ عَلَيَّ مِنْ وَضُوئِهِ فَأَفَقْتُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَقْضِي فِي مَالِي فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ شَيْئًا حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ{ يَسْتَفْتُونَكَ قُلْ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Amru bin Muhammad bin Bukair An Naqid} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Muhammad bin Al Munkadir} dia mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata, “Saat aku sakit Rasulullah saw. dan Abu Bakar menjengukku dengan berjalan kaki, dan saat itu aku sedang pingsan. Lalu beliau berwudlu dan memercikkan air wudlunya kepadaku sehingga aku pun sadar. Kemudian aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana seharusnya saya mengatur hartaku?” Sedikitpun beliau tidak menjawabnya, hingga turunlah ayat tentang waris: ‘(Mereka meminta fatwa kepadamu (wahai Muhammad) tentang kalalah (yaitu seseorang yang meninggal dunia tanpa meninggalkan ayah dan anak), katakanlah, Allah lah yang memberi fatwa kepadamu tentang kalalah…) ‘ (Qs. An Nisaa: 176).