Jihad
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3045
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَا حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Harun bin Abdillah} serta {Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim} mereka berdua berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Humaid} dari {Anas} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Perangilah orang-orang musyrik dengan harta, tangan dan lisan kalian.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3046
أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ أَنْبَأَنَا وُهَيْبٌ يَعْنِي ابْنَ الْوَرْدِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِغَزْوٍ مَاتَ عَلَى شُعْبَةِ نِفَاقٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdah bin Abdur Rahim}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Salamah bin Sulaiman}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Ibnu Al Mubarak}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Wuhaib yaitu Ibnu Al Ward}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Umar bin Muhammad bin Al Munkadir} dari {Sumai} dari {Abu Shaleh} dari {Abu Hurairah} dari nabi saw. beliau bersabda: “Barangsiapa yang meninggal dan ia belum berperang, dan tidak berniat untuk perang, ia mati pada salah satu cabang kemunafikan.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3047
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ الْوَزِيرِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ ابْنِ عُفَيْرٍ عَنْ اللَّيْثِ عَنْ ابْنِ مُسَافِرٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلَا أَنَّ رِجَالًا مِنْ الْمُؤْمِنِينَ لَا تَطِيبُ أَنْفُسُهُمْ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنِّي وَلَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُهُمْ عَلَيْهِ مَا تَخَلَّفْتُ عَنْ سَرِيَّةٍ تَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنِّي أُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Yahya bin Al Wazir bin Sulaiman} dari {Ibnu ‘Ufair} dari {Al Laits} dari {Ibnu Musafir} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah bin Abdur Rahman} serta {Sa’id bin Al Musayyab} bahwa {Abu Hurairah} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalaulah tidak karena mempertimbangkan orang-orang beriman yang jiwanya sangat keberatan tertinggal dariku, sedang aku sendiri tidak mendapatkan kendaraan untuk membawa mereka, saya tidak akan tertinggal dari mengikuti pasukan perang di jalan Allah ‘azza wajalla. Dan demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh saya berharap terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3048
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ رَأَيْتُ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ جَالِسًا فَجِئْتُ حَتَّى جَلَسْتُ إِلَيْهِ فَحَدَّثَنَا أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ حَدَّثَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنْزِلَ عَلَيْهِ{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }{ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ }فَجَاءَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ وَهُوَ يُمِلُّهَا عَلَيَّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ أَسْتَطِيعُ الْجِهَادَ لَجَاهَدْتُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَفَخِذُهُ عَلَى فَخِذِي فَثَقُلَتْ عَلَيَّ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنْ سَتُرَضُّ فَخِذِي ثُمَّ سُرِّيَ عَنْهُ{ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ }قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَقَ هَذَا لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَقَ يَرْوِي عَنْهُ عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَعَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَعْدٍ لَيْسَ بِثِقَةٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Bazi’}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Bisyr yaitu Ibnu Al Mufadhdhal}, ia berkata telah memberitakan kepada kami {Abdur Rahman bin Ishaq} dari {Az Zuhri} dari {Sahl bin Sa’d}, ia berkata saya melihat {Marwan bin Al Hakam} duduk, lalu saya datang dan duduk di sampingnya. Kemudian ia menceritakan kepada kami bahwa {Zaid bin Tsabit} menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah saw. telah diturunkan kepadanya ayat LAA YASTAWIL QAA’IDUUNA MINAL MUKMINIINA WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH ‘Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang dan mereka yang berjihad fii sabilillah’. Lalu Ibnu Ummi Maktum datang dan beliau sedang mendiktekan ayat tersebut kepadaku, lalu ia berkata wahai Rasulullah saw. seandainya saya mampu untuk berjihad, niscaya saya berjihad. Kemudian Allah ‘azza wajalla menurunkan wahyu dan paha beliau berada di atas pahaku, sehingga terasa berat bagiku hingga saya menyangka kalau pahaku akan pecah, kemudian terhilangkan kesusahannya, yaitu ayat GHAIRU ULIDHDHARAR ‘Kecuali orang-orang yang mempunyai halangan’, Abu Abdur Rahman berkata Abdur Rahman bin Ishaq ini tidak mendapat celaan. Dan Abdur Rahman bin Ishaq telah meriwayatkan darinya Ali bin Mushir, Abu Mu’awiyah, Abdul Wahid bin Ziyad dan An Nu’man bin Sa’d bukan orang yang tsiqah.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3049
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ رَأَيْتُ مَرْوَانَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فَأَقْبَلْتُ حَتَّى جَلَسْتُ إِلَى جَنْبِهِ فَأَخْبَرَنَا أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ أَخْبَرَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْلَى عَلَيْهِ{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }{ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ }قَالَ فَجَاءَهُ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ وَهُوَ يُمِلُّهَا عَلَيَّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ أَسْتَطِيعُ الْجِهَادَ لَجَاهَدْتُ وَكَانَ رَجُلًا أَعْمَى فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفَخِذُهُ عَلَى فَخِذِي حَتَّى هَمَّتْ تَرُضُّ فَخِذِي ثُمَّ سُرِّيَ عَنْهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yahya bin Abdullah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {ayahku} dari {Shaleh} dari {Ibnu Syihab}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Sahl bin Sa’d}, ia berkata saya melihat {Marwan} duduk di masjid, kemudian saya datang hingga duduk di sampingnya. Lalu ia mengabarkan kepada kami bahwa {Zaid bin Tsabit} telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah saw. mendektekan kepadanya ayat LAA YASTAWIL QAA’IDUUNA MINAL MUKMINIINA WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH’ ‘Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang dan mereka yang berjihad fii sabilillah’. Kemudian datang kepadanya Ibnu Ummi Maktum dan beliau mendektekannya kepadaku. Lalu ia berkata wahai Rasulullah saw. seandainya saya mampu untuk berjihad, niscaya saya akan berjihad. Dan ia adalah orang yang buta, kemudian Allah menurunkan kepada Rasul-Nya saw. dan pahanya berada di atas pahaku hingga hampir pahaku pecah, kemudian terhilangkan kesusahannya, dan Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat GHAIRU ULIDHDHARAR’ ‘Kecuali orang-orang yang mempunyai halangan’.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3050
أَخْبَرَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ ذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا قَالَ ائْتُونِي بِالْكَتِفِ وَاللَّوْحِ فَكَتَبَ{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }وَعَمْرُو بْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ خَلْفَهُ فَقَالَ هَلْ لِي رُخْصَةٌ فَنَزَلَتْ{ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Nashr bin Ali}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} dari {ayahnya} dari {Abu Ishaq} dari {Al Barra`} bahwa Nabi saw. ….kemudian ia menyebutkan sebuah kalimat yang maknanya adalah beliau bersabda datanglah kepadaku membawa tulang pundak serta sebuah papan, kemudian beliau menulis LAA YASTAWIL QAA’IDUUNA MINAL MUKMINIIN, dan ‘Amr bin Ummi Maktum dibelakang beliau, kemudian ia berkata apakah saya mendapatkan keringanan? Lalu turunlah ayat GHAIRU ULIDHDHARAR.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3051
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَلَمَّا نَزَلَتْ{ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ }جَاءَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ وَكَانَ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ فِيَّ وَأَنَا أَعْمَى قَالَ فَمَا بَرِحَ حَتَّى نَزَلَتْ{ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ }
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin ‘Ubaid}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin ‘Iyyasy} dari {Abu Ishaq} dari {Al Barra`}, ia berkata tatkala turun ayat LAA YASTAWIL QAA’IDUUNA MINAL MUKMINIIN, datanglah Ibnu Ummi Maktum dan ia adalah orang yang buta, kemudian berkata wahai Rasulullah bagaimana mengenai diriku sedang saya adalah orang yang buta? Al Barra` berkata tidak lama kemudian turunlah ayat GHAIRU ULIDHDHARAR.
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3052
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ وَشُعْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} serta {Syu’bah} mereka berdua berkata telah menceritakan kepada kami {Habib bin Abi Tsabit} dari {Abu Al Abbas} dari {Abdullah bin ‘Amr}, ia berkata telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. meminta izin kepadanya untuk berjihad, lalu beliau bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Ia berkata ya. Beliau bersabda: “Berjihadlah pada keduanya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3053
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْحَكَمِ الْوَرَّاقُ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ طَلْحَةَ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ طَلْحَةَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّأَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Abdul Wahhab bin Abdul Hakam Al Warraq}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dari {Ibnu Juraij}, ia berkata telah memberitakan kepadaku {Muhammad bin Thalhah yaitu Ibnu Abdullah bin Abdur Rahman} dari ayahnya yaitu {Thalhah} dari {Muawiyah bin Jahimah As Salami} bahwa Jahimah datang kepada Nabi saw. dan berkata wahai Rasulullah, saya ingin berperang dan datang untuk minta petunjukmu, beliau bertanya: “Apakah engkau masih memiliki ibu?” ia menjawab ya, beliau bersabda: “Jagalah ia, karena surga itu dibawah kakinya.”
Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3054
أَخْبَرَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ الزُّبَيْدِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّأَنَّ رَجُلًا أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ جَاهَدَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ مُؤْمِنٌ فِي شِعْبٍ مِنْ الشِّعَابِ يَتَّقِي اللَّهَ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Katsir bin ‘Ubaid}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} dari {Az Zubaidi} dari {Az Zuhri} dari {‘Atho` bin Yazid} dari {Abu Sa’id Al Khudri} bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata wahai Rasulullah siapakah orang yang paling utama? Beliau menjawab: “Orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah.” Orang tersebut berkata kemudian siapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Kemudian orang mukmin yang berada di puncak-puncak bukit, ia takut kepada Allah dan meninggalkan manusia karena keburukannya.”