Pakaian
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3570
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَأَلْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ عَنْ الْإِزَارِ فَقَال عَلَى الْخَبِيرِ سَقَطْتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِزْرَةُ الْمُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلَا حَرَجَ أَوْ لَا جُنَاحَ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Umar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al ‘Ala bin ‘Abdurrahman} dari {Bapaknya} ia berkata, “Aku bertanya kepada {Abu Sa’id Al Khudri} tentang kain sarung, lalu ia berkata, “Engkau bertanya kepada orang yang tepat. Rasulullah saw. bersabda: “Kain sarung seorang muslim sebatas setengah betis, dan tidak berdosa antara batas setengah betis hingga dua mata kaki. Adapun apa yang ada di bawah kedua mata kaki adalah di neraka. Dan barangsiapa menjulurkan kain sarungnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3571
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْجُعْفِيُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِسْبَالُ فِي الْإِزَارِ وَالْقَمِيصِ وَالْعِمَامَةِ مَنْ جَرَّ مِنْهَا شَيْئًا خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hannad bin As Sari} berkata, telah menceritakan kepada kami {Husain Al Ju’fi} dari {Abdul Aziz bin Abu Rawwad} dari {Salim bin Abdullah} dari {Bapaknya} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Isbal (menjulurkan kain) itu ada pada sarung, baju dan surban. Siapa yang memanjangkan salah satu darinya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya kelak pada hari kiamat.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3572
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ أَبِي الصَّبَّاحِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي سُمَيَّةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْإِزَارِ فَهُوَ فِي الْقَمِيصِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hannad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnul Mubarak} dari {Abu Ash Shabbah} dari {Yazid bin Abu Sumayyah} ia berkata Aku mendengar {Ibnu Umar} berkata, “Apa yang Rasulullah saw. sabdakan dalam (isbalnya) sarung maka juga berlaku pada gamis.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3573
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنِي عِكْرِمَةُأَنَّهُ رَأَى ابْنَ عَبَّاسٍ يَأْتَزِرُ فَيَضَعُ حَاشِيَةَ إِزَارِهِ مِنْ مُقَدَّمِهِ عَلَى ظَهْرِ قَدَمَيْهِ وَيَرْفَعُ مِنْ مُؤَخَّرِهِ قُلْتُ لِمَ تَأْتَزِرُ هَذِهِ الْإِزْرَةَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتَزِرُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Muhammad bin Abu Yahya} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Ikrimah} Bahwasanya ia pernah melihat {Ibnu Abbas} mengenakan sarung, ia meletakkan ujung sarungnya mulai dari arah depan hingga ujung telapak kakinya dengan meninggikan bagian belakang. Aku lalu bertanya, “Kenapa engkau memakai sarung seperti ini?” ia menjawab, “Aku melihat Rasulullah saw. memakai sarung seperti ini.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3574
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ لَعَنَ الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ وَالْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Mu’adz} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} dari Nabi saw., Bahwasanya beliau melakanat para wanita yang menyurupai laki-laki, dan melaknat laki-laki yang menyerupai wanita.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3575
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَلَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Amir} dari {Sulaiman bin Hilal} dari {Suhail} dari {Bapaknya} dari {Abu Hurairah} ia berkata, “Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3576
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ لُوَيْنٌ وَبَعْضُهُ قِرَاءَةً عَلَيْهِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَقِيلَ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا إِنَّ امْرَأَةً تَلْبَسُ النَّعْلَ فَقَالَتْ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَةَ مِنْ النِّسَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Sulaiman Luwain} -dan sebagiannya dengan cara dibacakan kepadanya- dari {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {Ibnu Abu Mulaikah} ia berkata, “Dikatakan kepada {‘Aisyah radliallahu ‘anhu}, “Bagaimana dengan wanita yang memakai sandal?” ia menjawab, “Rasulullah saw. melaknat wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3577
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَاأَنَّهَا ذَكَرَتْ نِسَاءَ الْأَنْصَارِ فَأَثْنَتْ عَلَيْهِنَّ وَقَالَتْ لَهُنَّ مَعْرُوفًا وَقَالَتْ لَمَّا نَزَلَتْ سُورَةُ النُّورِ عَمِدْنَ إِلَى حُجُورٍ أَوْ حُجُوزٍ شَكَّ أَبُو كَامِلٍ فَشَقَقْنَهُنَّ فَاتَّخَذْنَهُ خُمُرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Ibrahim bin Muhajir} dari {Shafiyah binti Syaibah} dari {‘Aisyah radliallahu ‘anha} Bahwasanya ia menyebut-nyebut wanita Anshar, ia memuji dan mengatakan kebaikan kepada mereka. ‘Aisyah berkata, “Ketika turun surat An Nuur, mereka masuk ke dalam kamar, atau tempat pakaian -Abu Kamil ragu-, lalu mereka membelah dan menjadikannya sebagai kerudung.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3578
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْرٍ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْلَمَّا نَزَلَتْ{ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ }خَرَجَ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنْ الْأَكْسِيَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Tsaur} dari {Ma’mar} dari {Ibnu Khutsaim} dari {Shafiyah binti Syaibah} dari {Ummu Salamah} ia berkata, “Ketika turun ayat: ‘(Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya) ‘, wanita-wanita Anshar keluar seakan di atas kepala mereka ada burung gagak -karena tertutup kerudung hitam-.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3579
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ ح و حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ وَابْنُ السَّرْحِ وَأَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الْهَمْدَانِيُّ قَالُوا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي قُرَّةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَعَافِرِيُّ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْيَرْحَمُ اللَّهُ نِسَاءَ الْمُهَاجِرَاتِ الْأُوَلَ لَمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ{ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ }شَقَقْنَ أَكْنَفَ قَالَ ابْنُ صَالِحٍ أَكْثَفَ مُرُوطِهِنَّ فَاخْتَمَرْنَ بِهَاحَدَّثَنَا ابْنُ السَّرْحِ قَالَ رَأَيْتُ فِي كِتَابِ خَالِي عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud Al Mahri} dan {Ibnu As Sarh} dan {Ahmad bin Sa’id Al Hamdani} mereka berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata telah mengabarkan kepadaku {Qurrah bin ‘Abdurrahman Al Ma’arifi} dari {Ibnu Syihab} dari {Urwah bin Az Zubair} dari {‘Aisyah} radliallahu ‘anha, Bahwasanya ia pernah berkata, “Semoga Allah merahmati wanita-wanita muhajirat (wanita-wanita yang berhijrah ke Madinah) yang terdahulu, ketika Allah menurunkan ayat: (Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung ke dadanya..), mereka memotong (kain) lengan, {Ibnu Shalih} menyebutkan, “(mereka memotong) kelebihan kain mereka untuk menutupi wajah mereka.” Telah menceritakan kepada kami {Ibnu As Sarh} ia berkata, “Aku melihat dalam buku {pamanku} dari {Uqail} dari {Ibnu Syihab} dengan sanad dan maknanya.”