Pakaian

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3600

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ وَكِيعٍ عَنْ أَبِي الْمُعْتَمِرِ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَرْكَبُوا الْخَزَّ وَلَا النِّمَارَقَالَ وَكَانَ مُعَاوِيَةُ لَا يُتَّهَمُ فِي الْحَدِيثِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَنَا أَبُو سَعِيدٍ قَالَ لَنَا أَبُو دَاوُدَ أَبُو الْمُعْتَمِرِ اسْمُهُ يَزِيدُ بْنُ طَهْمَانَ كَانَ يَنْزِلُ الْحِيَرَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hannad bin As Sari} dari {Waki’} dari {Abu Al Mu’tamir} dari {Ibnu Sirin} dari {Mu’awiyah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mengendarai dengan pelana dari sutera dan kulit harimau.” Ia berkata, “Mu’awiyah bukan termasuk orang-orang yang dituduh sebagai orang yang membuat-buat hadits dari Rasulullah saw.” Abu Sa’id berkata kepada kami, “Abu Dawud berkata kepada kami, “Abu Al Mu’tamir nama aslinya adalah Yazid bin Thahman, ia pernah singgah di daerah Al Hiyarah.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3601

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَصْحَبُ الْمَلَائِكَةُ رُفْقَةً فِيهَا جِلْدُ نَمِرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Dawud} berkata, telah menceritakan kepada kami {Imran} dari {Qatadah} dari {Zurarah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di dalamnya terdapat kulit harimau.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3602

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ بَحِيرٍ عَنْ خَالِدٍ قَالَوَفَدَ الْمِقْدَامُ بْنُ مَعْدِي كَرِبَ وَعَمْرُو بْنُ الْأَسْوَدِ وَرَجُلٌ مِنْ بَنِي أَسَدٍ مِنْ أَهْلِ قِنَّسْرِينَ إِلَى مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ لِلْمِقْدَامِ أَعَلِمْتَ أَنَّ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ تُوُفِّيَ فَرَجَّعَ الْمِقْدَامُ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ أَتَرَاهَا مُصِيبَةً قَالَ لَهُ وَلِمَ لَا أَرَاهَا مُصِيبَةً وَقَدْ وَضَعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حِجْرِهِ فَقَالَ هَذَا مِنِّي وَحُسَيْنٌ مِنْ عَلِيٍّ فَقَالَ الْأَسَدِيُّ جَمْرَةٌ أَطْفَأَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَقَالَ الْمِقْدَامُ أَمَّا أَنَا فَلَا أَبْرَحُ الْيَوْمَ حَتَّى أُغَيِّظَكَ وَأُسْمِعَكَ مَا تَكْرَهُ ثُمَّ قَالَ يَا مُعَاوِيَةُ إِنَّ أَنَا صَدَقْتُ فَصَدِّقْنِي وَإِنْ أَنَا كَذَبْتُ فَكَذِّبْنِي قَالَ أَفْعَلُ قَالَ فَأَنْشُدُكَ بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ الذَّهَبِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَنْشُدُكَ بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَنْشُدُكَ بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ جُلُودِ السِّبَاعِ وَالرُّكُوبِ عَلَيْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَوَاللَّهِ لَقَدْ رَأَيْتُ هَذَا كُلَّهُ فِي بَيْتِكَ يَا مُعَاوِيَةُ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ قَدْ عَلِمْتُ أَنِّي لَنْ أَنْجُوَ مِنْكَ يَا مِقْدَامُ قَالَ خَالِدٌ فَأَمَرَ لَهُ مُعَاوِيَةُ بِمَا لَمْ يَأْمُرْ لِصَاحِبَيْهِ وَفَرَضَ لِابْنِهِ فِي الْمِائَتَيْنِ فَفَرَّقَهَا الْمِقْدَامُ فِي أَصْحَابِهِ قَالَ وَلَمْ يُعْطِ الْأَسَدِيُّ أَحَدًا شَيْئًا مِمَّا أَخَذَ فَبَلَغَ ذَلِكَ مُعَاوِيَةُ فَقَالَ أَمَّا الْمِقْدَامُ فَرَجُلٌ كَرِيمٌ بَسَطَ يَدَهُ وَأَمَّا الْأَسَدِيُّ فَرَجُلٌ حَسَنُ الْإِمْسَاكِ لِشَيْئِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Amru bin Utsman bin Sa’id Al Himshi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} dari {Bahira} dari {Khalid} ia berkata, ” {Al Miqdam bin Ma’di Karib}, Amru bin Al Aswad dan seorang laki-laki dari bani Asad, dari penduduk Qinnasrin datang kepada {Mu’awiyah bin Abu Sufyan}. Mu’awiyah lalu berkata kepada Al Miqdam, “Tidakkah kamu tahu bahwa Al Hasan bin Ali telah wafat?” Al Miqdam pun mengucapkan istirja’ (ucapan inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun). Lalu ada seorang laki-laki berkata kepadanya, “Apakah kamu menganggapnya sebagai musibah?” Al Miqdam balik berkata, “Kenapa aku tidak menganggapnya sebagai musibah, padahal ia adalah orang yang pernah berada dalam pangkuan Rasulullah saw.? beliau juga telah bersabda: “Ini (Hasan) dariku, dan Husain dari Ali.” Al Asadi lantas berkata, “Bara api ini (Hasan) telah Allah matikan (kalimat untuk membuat Mu’awiyah senang).” Maka Al Miqdam pun berkata, “Pada hari ini aku tidak akan bisa gembira sehingga aku dapat membuatmu marah, dan akan aku perdengarkan kepadamu sesuatu yang membuatmu benci.” Kemudian ia berkata, “Wahai Mu’awiyah! Jika aku benar maka benarkanlah, dan jika aku dusta maka dustakanlah aku.” Mu’awiyah berkata, “Akan aku lakukan.” Al Miqdam lalu berkata, “Aku bersumpah kepada Allah atas kamu, tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah saw. melarang untuk mengenakan emas?” Mu’awiyah menjawab, “Benar.” Al Miqdam berkata, “Aku bersumpah kepada Allah atas kamu, tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah saw. melarang mengenakan sutera?” Mu’awiyah menjawab, “Benar.” Al Miqdam berkata, “Aku bersumpah kepada Allah atas kamu, tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah saw. melarang mengenakan kulit binatang buas dan mengendarainya?” Mu’awiyah menjawab, “Benar.” Al Miqdam berkata, “Wahai Mu’awiyah, demi Allah semua ini telah aku lihat di rumahmu!” Al Miqdam berkata, “Wahai Al Miqdam, aku tahu bahwa aku tidak akan selamat dari kamu.” Khalid berkata, “Mu’awiyah memerintahkan (untuk memberikan sesuatu) yang belum pernah ia perintahkan kepada dua sahabatnya, dan ia juga memberikan kepada anak Al Miqdam sebanyak dua ratus (dinar). Maka Al Miqdam membagikannya kepada kawan-kawannya, tetapi ia tidak memberikan kepada Al Asadi sedikit pun dari apa yang ia ambil. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Mu’awiyah hingga ia berkata, “Al Miqdam itu seorang yang mulia lagi dermawan, adapun Al Asadi adalah orang baik tetapi pelit.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3603

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ أَنَّ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ وَإِسْمَعِيلَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَاهُمْ الْمَعْنَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ بْنِ أُسَامَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ جُلُودِ السِّبَاعِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad bin Musarhad} bahwa {Yahya bin Sa’id} dan {Isma’il bin Ibrahim} keduanya menceritakan kepada mereka secara makna, dari {Sa’id bin Abu Arubah} dari {Qatadah} dari {Abu Al Malih bin Usamah} dari {Bapaknya} berkata, “Rasulullah saw. melarang memakai kulit binatang buas.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3604

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ قَالَكُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ أَكْثِرُوا مِنْ النِّعَالِ فَإِنَّ الرَّجُلَ لَا يَزَالُ رَاكِبًا مَا انْتَعَلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ash Shabbah Al Bazzaz} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Az Zinad} dari {Musa bin Uqbah} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} ia berkata, “Kami pernah bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan, beliau lalu bersabda: “Perbanyaklah mengenakan sandal, karena seseorang masih disebut pengendara selama ia mengenakan sandal.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3605

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ نَعْلَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَهَا قِبَالَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muslim bin Ibrahim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Anas} bahwa sandal Nabi saw. mempunyai dua tali (sandal).”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3606

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ أَبُو يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْتَعِلَ الرَّجُلُ قَائِمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdurrahim Abu Yahya} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu Ahmad Az Zubairi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Thahman} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} ia berkata, “Rasulullah saw. melarang seorang mengenakan sandal sambil berdiri.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3607

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَمْشِي أَحَدُكُمْ فِي النَّعْلِ الْوَاحِدَةِ لِيَنْتَعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Maslamah} dari {Malik} dari {Abu Az Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian memakai satu sandal. Hendaklah ia memakai semuanya atau melepaskan semuanya.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3608

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْقَطَعَ شِسْعُ أَحَدِكُمْ فَلَا يَمْشِ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ حَتَّى يُصْلِحَ شِسْعَهُ وَلَا يَمْشِ فِي خُفٍّ وَاحِدٍ وَلَا يَأْكُلْ بِشِمَالِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Walid Ath Thayalisi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Zuhair} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zubair} dari {Jabir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jika tali sandal salah seorang dari kalian putus maka janganlah ia berjalan dengan mengenakan satu sandal hingga membetulkannya, dan jangan pula berjalan dengan satu khuf (sepatu, slop), serta jangan makan dengan tangan kiri.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3609

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا عبْدُ اللَّهِ بْنُ هَارُونَ عَنْ زِيَادِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي نَهِيكٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَمِنْ السُّنَّةِ إِذَا جَلَسَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْلَعَ نَعْلَيْهِ فَيَضَعَهُمَا بِجَنْبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} berkata, telah menceritakan kepada kami {Shofwan bin Isa} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Harun} dari {Ziyad bin Sa’d} dari {Abu Nahik} dari {Ibnu Abbas} ia berkata, “Termasuk dari sunah adalah, jika seseorang duduk hendaklah ia melepas kedua sandalnya dan meletakkan di sebelahnya.”