Pakaian
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3584
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَرْوَزِيُّ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ يَزِيدَ النَّحْوِيِّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ{ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ }الْآيَةَ فَنُسِخَ وَاسْتَثْنَى مِنْ ذَلِكَ{ وَالْقَوَاعِدُ مِنْ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا }الْآيَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Muhammad Al Marwazi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ali Ibnul Husain bin Waqid} dari {Bapaknya} dari {Yazid An Nahwi} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} berkata, “Tentang ayat: (Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya..) ‘ telah dihapus, namun ada yang dikecualikan: ‘(dan wanita-wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung), yang tidak ingin kawin (lagi)..) ‘.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3585
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي نَبْهَانُ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْكُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ مَيْمُونَةُ فَأَقْبَلَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ وَذَلِكَ بَعْدَ أَنْ أُمِرْنَا بِالْحِجَابِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجِبَا مِنْهُ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ أَعْمَى لَا يُبْصِرُنَا وَلَا يَعْرِفُنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَعَمْيَاوَانِ أَنْتُمَا أَلَسْتُمَا تُبْصِرَانِهِقَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا لِأَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاصَّةً أَلَا تَرَى إِلَى اعْتِدَادِ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ عِنْدَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ قَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ اعْتَدِّي عِنْدَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ أَعْمَى تَضَعِينَ ثِيَابَكِ عِنْدَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Ibnul ‘Ala`} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnul Mubarak} dari {Yunus} dari {Az Zuhri} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Nabhan} -mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Ummu Salamah- dari {Ummu Salamah} ia berkata, “Aku berada di sisi Rasulullah saw. ketika Maimunah sedang bersamanya. Lalu masuklah Ibnu Ummi Maktum -yaitu ketika perintah hijab telah turun-. Maka Nabi saw. pun bersabda: “Berhijablah kalian berdua darinya.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah ia buta sehingga tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Nabi saw. balik bertanya: “Apakah kalian berdua buta? Bukankah kalian berdua dapat melihat dia?” Abu Dawud berkata, “Ini hanya khusus untuk isteri-isteri Nabi saw., tidakkah engkau lihat bagaimana Fatimah binti Qais di sisi Ibnu Ummi Maktum! Nabi saw. pernah berkata kepada Fatimah binti Qais, ‘Bukalah hijabmu di sisi Ibnu Ummi Maktum, sebab ia adalah seorang laki-laki buta, maka tidak mengapa engkau letakkan pakaianmu di sisinya.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3586
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمَيْمُونِ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا زَوَّجَ أَحَدُكُمْ عَبْدَهُ أَمَتَهُ فَلَا يَنْظُرْ إِلَى عَوْرَتِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Ibnul Maimun} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Walid} dari {Al Auza’i} dari {Amru bin Syu’aib} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian menikahkan budak lelakinya dengan budak wanitanya, maka janganlah ia melihat aurat budak wanita tersebut.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3587
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ سَوَّارٍ الْمُزَنِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا زَوَّجَ أَحَدُكُمْ خَادِمَهُ عَبْدَهُ أَوْ أَجِيرَهُ فَلَا يَنْظُرْ إِلَى مَا دُونَ السُّرَّةِ وَفَوْقَ الرُّكْبَةِقَالَ أَبُو دَاوُد وَصَوَابُهُ سَوَّارُ بْنُ دَاوُدَ الْمُزَنِيُّ الصَّيْرَفِيُّ وَهِمَ فِيهِ وَكِيعٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata, telah menceritakan kepadaku {Dawud bin Sawwar Al Muzani} dari {Amru bin Syu’aib} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian menikahkan pembantunya (budak wanita) dengan budak laki-lakinya atau pekerjanya, maka janganlah ia melihat apa yang ada di bawah pusar dan di atas lutut.” Abu Dawud berkata, “Yang benar adalah Sawwar bin Dawud Al Muzani Ash Shairafi, namun Waki’ masih merasa ragu.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3588
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ وَهْبٍ مَوْلَى أَبِي أَحْمَدَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَهِيَ تَخْتَمِرُ فَقَالَ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِقَالَ أَبُو دَاوُد مَعْنَى قَوْلِهِ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ يَقُولُ لَا تَعْتَمُّ مِثْلَ الرَّجُلِ لَا تُكَرِّرُهُ طَاقًا أَوْ طَاقَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Abdurrahman}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan} dari {Habib bin Abu Tsabit} dari {Wahb} -mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abu Ahmad- dari {Ummu Salamah} Bahwasanya Nabi saw. pernah masuk menemuinya, sementara ia sedang mengenakan kerudung. Maka beliau bersabda: “Lilitkanlah sekali saja, jangan dua kali lilitan.” Abu Dawud berkata “Makna sabda Nabi, ‘Lilitkanlah sekali saja, jangan dua kali lilitan’ adalah janganlah engkau seperti lelaki memakai imamah (surban yang dililitkan pada kepala), jangan engkau ulangi berkali-kali.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3589
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ وَأَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الْهَمْدَانِيُّ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ جُبَيْرٍ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ حَدَّثَهُ عَنْ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ دِحْيَةَ بْنِ خَلِيفَةَ الْكَلْبِيِّ أَنَّهُ قَالَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبَاطِيَّ فَأَعْطَانِي مِنْهَا قُبْطِيَّةً فَقَالَ اصْدَعْهَا صَدْعَيْنِ فَاقْطَعْ أَحَدَهُمَا قَمِيصًا وَأَعْطِ الْآخَرَ امْرَأَتَكَ تَخْتَمِرُ بِهِ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ وَأْمُرْ امْرَأَتَكَ أَنْ تَجْعَلَ تَحْتَهُ ثَوْبًا لَا يَصِفُهَاقَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ فَقَالَ عَبَّاسُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Amru bin As Sarh} dan {Ahmad bin Sa’id Al Hamdani} keduanya berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Musa bin Jubair} bahwa {Ubaidullah bin Abbas} menceritakan kepadanya dari {Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah} dari {Dihyah bin Khalifah Al Kalbi} Bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw. diberi beberapa potong kain Qubthiyah (kain mesir yang tipis dan berwarna putih), lalu memberikan satu potong kepadaku. Beliau bersabda: “Bagilah menjadi dua bagian. Sebagian buatlah baju dan sebagian yang lain berikanlah kepada isterimu untuk dijadikan kerudung.” Ketika telah berlalu, beliau berbalik dan bersabda: “Perintahkanlah isterimu agar ia melapisi pada bagian bawahnya agar tidak membentuk tubuhnya.” Abu Dawud berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh {Yahya bin Ayyub}, dan ia berkata {Abbas bin Ubaidullah bin Abbas}.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3590
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ أَبِي عُبَيْدٍ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُأَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ ذَكَرَ الْإِزَارَ فَالْمَرْأَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُرْخِي شِبْرًا قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِذًا يَنْكَشِفُ عَنْهَا قَالَ فَذِرَاعًا لَا تَزِيدُ عَلَيْهِحَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا عِيسَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ ابْنُ إِسْحَقَ وَأَيُّوبُ بْنُ مُوسَى عَنْ نَافِعٍ عَنْ صَفِيَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Maslamah} dari {Malik} dari {Abu Bakr bin Nafi’} dari {bapaknya} bahwasanya {Shafiyah binti Abu Ubaid} mengabarkan kepadanya, bahwa {Ummu Salamah} isteri Nabi saw. berkata kepada Rasulullah saw. ketika beliau menyebutkan tentang kain sarung, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan wanita?” beliau menjawab: “Lebihkanlah satu jengkal.” Ummu Salamah berkata lagi, “Bagaimana jika masih terlihat?” beliau menjawab: “Lebihkanlah satu hasta dan jangan lebih.” Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Musa} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Isa} dari {Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Ummu Salamah} dari Nabi saw. dengan hadits ini.” Abu Dawud berkata, ” {Ibnu Ishaq} dan {Ayyub bin Musa} juga menceritakan dari {Nafi’} dari {Shafiyah}.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3591
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ أَخْبَرَنِي زَيْدٌ الْعَمِّيُّ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ النَّاجِيِّ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَرَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ فِي الذَّيْلِ شِبْرًا ثُمَّ اسْتَزَدْنَهُ فَزَادَهُنَّ شِبْرًا فَكُنَّ يُرْسِلْنَ إِلَيْنَا فَنَذْرَعُ لَهُنَّ ذِرَاعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Zaid Al ‘Ammi} dari {Abu Ash Shiddiq An Naji} dari {Ibnu Umar} ia berkata, “Rasulullah saw. memberi keringanan para Ummahatul Mukminin (isteri-isteri Nabi) untuk memanjangkan kain mereka satu jengkal, lalu mereka minta untuk ditambah dan beliau menambahkan satu jengkal lagi. Maka, mereka kemudian memanjangkan kainnya hingga satu hasta.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3592
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَوَهْبُ بْنُ بَيَانٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ أَبِي خَلَفٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مُسَدَّدٌ وَوَهْبٌ عَنْ مَيْمُونَةَ قَالَتْأُهْدِيَ لِمَوْلَاةٍ لَنَا شَاةٌ مِنْ الصَّدَقَةِ فَمَاتَتْ فَمَرَّ بِهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا دَبَغْتُمْ إِهَابَهَا وَاسْتَنْفَعْتُمْ بِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا مَيْتَةٌ قَالَ إِنَّمَا حُرِّمَ أَكْلُهَاحَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْحَدِيثِ لَمْ يَذْكُرْ مَيْمُونَةَ قَالَ فَقَالَ أَلَا انْتَفَعْتُمْ بِإِهَابِهَا ثُمَّ ذَكَرَ مَعْنَاهُ لَمْ يَذْكُرْ الدِّبَاغَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} dan {Wahb bin Bayan} dan {Utsman bin Abu Syaibah} dan {Ibnu Abu Khalaf} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Ubaidullah bin Abdullah} dari {Ibnu Abbas}. {Musaddad} dan {Wahb} berkata dari {Maimunah} ia berkata, “Pelayan kami mendapat hadiah seekor kambing, kemudian kambing itu mati. Ketika Nabi saw. melewatinya, beliau bersabda: “Kenapa kalian tidak menyamak kulitnya hingga kalian dapat memanfaatkannya?” orang-orang menjawab, “Kambing itu telah mati.” Beliau bersabda: “Yang diharamkan itu memakannya.” Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Yazid} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} seperti hadits ini, namun ia tidak menyebut nama Maimunah. Ia berkata, “Rasulullah bersabda: “Kenapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya?” Ia lalu menyebutkan makna hadits tersebut, namun tidak menyebutkan kata ‘menyamak’.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 3593
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ قَالَ مَعْمَرٌ وَكَانَ الزُّهْرِيُّيُنْكِرُ الدِّبَاغَ وَيَقُولُ يُسْتَمْتَعُ بِهِ عَلَى كُلِّ حَالٍقَالَ أَبُو دَاوُد لَمْ يَذْكُرْ الْأَوْزَاعِيُّ وَيُونُسُ وَعُقَيْلٌ فِي حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ الدِّبَاغَ وَذَكَرَهُ الزُّبَيْدِيُّ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَحَفْصُ بْنُ الْوَلِيدِ ذَكَرُوا الدِّبَاغَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yahya bin Faris} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} ia berkata {Ma’mar} berkata {Az Zuhri} mengingkari bolehnya kulit yang disamak, ia mengatakan, “Ia bisa dimanfaatkan dalam setiap keadaan.” Abu Dawud berkata, “Al Auza’I, Yunus dan Uqail dalam hadits Az Zuhri tidak menyebutkan kata ‘samak’. Sedangkan Az Zubaidi, Sa’id bin Abdul Aziz dan Hafsh Ibnul Walid, mereka menyebutkan kata ‘samak’.”