Pengobatan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3537

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وَهْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيمٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا نَزَلَ مَنْزِلًا قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْمَنْزِلِ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wahb} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ajlan} dari {Ya’qub bin Abdullah bin Al Asyaj} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Sa’d bin Malik} dari {Khaulah binti Hakim}, bahwa Nabi saw. bersabda “Sekiranya salah seorang dari kalian singgah di suatu tempat tinggal lalu mengucapkan ‘A’UUDZU BIKALIMATIT TAAMMAAT MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-nya) ‘, niscaya dia tidak akan di celakai oleh sesuatu di tempat persinggahannya tersebut sampai ia meninggalkannya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3538

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنِي عُيَيْنَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ قَالَلَمَّا اسْتَعْمَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الطَّائِفِ جَعَلَ يَعْرِضُ لِي شَيْءٌ فِي صَلَاتِي حَتَّى مَا أَدْرِي مَا أُصَلِّي فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ رَحَلْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ابْنُ أَبِي الْعَاصِ قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا جَاءَ بِكَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَرَضَ لِي شَيْءٌ فِي صَلَوَاتِي حَتَّى مَا أَدْرِي مَا أُصَلِّي قَالَ ذَاكَ الشَّيْطَانُ ادْنُهْ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَجَلَسْتُ عَلَى صُدُورِ قَدَمَيَّ قَالَ فَضَرَبَ صَدْرِي بِيَدِهِ وَتَفَلَ فِي فَمِي وَقَالَ اخْرُجْ عَدُوَّ اللَّهِ فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ الْحَقْ بِعَمَلِكَقَالَ فَقَالَ عُثْمَانُ فَلَعَمْرِي مَا أَحْسِبُهُ خَالَطَنِي بَعْدُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Al Anshari} telah menceritakan kepadaku {‘Uyainah bin Abdurrahman} telah menceritakan kepadaku {Ayahku} dari {Utsman bin Abu Al ‘Ash} dia berkata, “Tatkala Rasulullah saw. menugaskan aku di Tha`if, tiba-tiba ada sesuatu yang selalu menggangguku di dalam shalat sehingga aku tidak menyadari shalat yang aku kerjakan. Ketika aku sadari, maka aku lekas pergi kembali menemui Rasulullah saw., beliau lalu bertanya: “Ibnu Abu Al ‘Ash?” Aku menjawab, Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya lagi: “Kabar apa yang kamu bawa?” Aku menjawab, “Ada sesuatu yang mengganguku di dalam shalat, sehingga aku tidak menyadari shalat yang aku kerjakan.” Beliau bersabda: “Itu adalah setan, mendekatlah kamu.” Maka aku pun mendekat kepada beliau, dan aku duduk di atas kedua telapak kakiku. Dia melanjutkan, “Kemudian beliau menyentuh dadaku dengan tangannya, lalu meludah di mulutku dan bersabda: “Keluarlah wahai musuh Allah.” Beliau melakukan hal itu hingga tiga kali, kemudian bersabda: “Kembalilah kepada tugasmu semula.” (Perawi) berkata, “Utsman berkata, “Demi Dzat yang menghidupkan aku, aku tidak pernah lagi merasakan ada yang menggangguku.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3539

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَنْبَأَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا أَبُو جَنَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَبِيهِ أَبِي لَيْلَى قَالَكُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ إِنَّ لِي أَخًا وَجِعًا قَالَ مَا وَجَعُ أَخِيكَ قَالَ بِهِ لَمَمٌ قَالَ اذْهَبْ فَأْتِنِي بِهِ قَالَ فَذَهَبَ فَجَاءَ بِهِ فَأَجْلَسَهُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَسَمِعْتُهُ عَوَّذَهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَأَرْبَعِ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ الْبَقَرَةِ وَآيَتَيْنِ مِنْ وَسَطِهَا{ وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ }وَآيَةِ الْكُرْسِيِّ وَثَلَاثِ آيَاتٍ مِنْ خَاتِمَتِهَا وَآيَةٍ مِنْ آلِ عِمْرَانَ أَحْسِبُهُ قَالَ{ شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ }وَآيَةٍ مِنْ الْأَعْرَافِ{ إِنَّ رَبَّكُمْ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ }الْآيَةَ وَآيَةٍ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ{ وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ }وَآيَةٍ مِنْ الْجِنِّ{ وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا }وَعَشْرِ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ الصَّافَّاتِ وَثَلَاثِ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْحَشْرِ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ فَقَامَ الْأَعْرَابِيُّ قَدْ بَرَأَ لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Hayyan} telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Musa} telah memberitakan kepada kami {‘Abdah bin Sulaiman} telah menceritakan kepada kami {Abu Janab} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari ayahnya {Abu Laila} dia berkata, “Ketika aku sedang duduk di samping Nabi saw., tiba-tiba datang seorang Arab Badui seraya berkata, ‘Sesungguhnya aku mempunyai saudara yang menderita sakit.” Beliau bertanya: “Apa sakit yang meninmpa saudaramu?” Dia menjawab, “Dia terserang ayan.” Beliau bersabda: “Pergi dan bawalah dia kesini.” Maka dia pergi dan kembali (kepada beliau) bersama saudaranya dan mendudukkannya di depan beliau, maka aku mendengar beliau memberikan perlindungan kepadanya dengan Al Fatihah, empat ayat dari permulaan surat Al Baqarah, dua ayat dari tengahnya dan (ayat) WA ILAAHUKUM ILAAHUWWAAHID (dan tuhan kalian adalah tuhan yang satu), ayat kursi, tiga ayat dari penghujung surat Al Baqarah, dan satu ayat dari surat Ali ‘Imran. Aku yakin beliau mengucapkan: “SYAHIDALLAHU ANNAHU LAA ILAAHA ILLA HUWA (Allah bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia) ‘. Beliau juga membaca satu ayat dari surat Al A’raaf: INNA RABBAKUMULLAHULLADZI KHALAQ (sesungguhnya Rabb kalian adalah yang menciptakan) ‘, satu ayat dari surat Al MuKminun: WA MAN YADA’U MA’ALLAHI ILAAHNA AAKHAR LAA BURHAANA LAHU BIHI ‘(Dan barang siapa yang menyeru bersama dengan Allah yaitu ilah yang lain, maka tidak ada petunjuk baginya), satu ayat dari surat Al Jin: WA ANNAHU TA’ALA JADDU RABBINAA MATTAKHADZA SHAAHIBATAN WA LAA WALADA (Dan bahwasannya Maha Tinggi kebesaran Rabb kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak) ‘. Sepuluh ayat dari surat Ash Shaffaat, tiga ayat dari akhir surat Al Hasyr, dan QULHUWALLAHU AHAD, dan dua mu’awidzatain. Kemudian orang Arab Badui itu bangun dan sembuh seakan-akan tidak menderita sakit.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3427

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَهِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ قَالَشَهِدْتُ الْأَعْرَابَ يَسْأَلُونَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعَلَيْنَا حَرَجٌ فِي كَذَا أَعَلَيْنَا حَرَجٌ فِي كَذَا فَقَالَ لَهُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَضَعَ اللَّهُ الْحَرَجَ إِلَّا مَنْ اقْتَرَضَ مِنْ عِرْضِ أَخِيهِ شَيْئًا فَذَاكَ الَّذِي حَرِجَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ عَلَيْنَا جُنَاحٌ أَنْ لَا نَتَدَاوَى قَالَ تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ مَعَهُ شِفَاءً إِلَّا الْهَرَمَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا خَيْرُ مَا أُعْطِيَ الْعَبْدُ قَالَ خُلُقٌ حَسَنٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Hisyam bin ‘Ammar} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Ziyad bin ‘Ilaqah} dari {Usamah bin Syarik} dia berkata, “Saya menyaksikan beberapa orang Arab badui bertanya kepada Nabi saw., “Berdosakah kami jika melakukan ini? Berdosakah kami jika melakukan seperti ini?” Beliau lalu bersabda kepada mereka: “Wahai hamba Allah, Allah akan menghapus dosa kecuali orang yang menyebarluaskan (aib) saudaranya, itulah dosa.” Mereka bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, berdosakah kami jika kami tidak berobat?” beliau menjawab: “Wahai hamba Allah, berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah Subhaanahu tidak menurunkan penyakit melainkan kecuali Dia juga menurunkan obatnya, kecuali sakit pikun.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kebaikan yang paling baik di berikan kepada seorang hamba?” beliau menjawab: “Akhlak yang mulia.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3428

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي خِزَامَةَ عَنْ أَبِي خِزَامَةَ قَالَسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ أَدْوِيَةً نَتَدَاوَى بِهَا وَرُقًى نَسْتَرْقِي بِهَا وَتُقًى نَتَّقِيهَا هَلْ تَرُدُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ شَيْئًا قَالَ هِيَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ash Shabah} telah memberitakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Az Zuhri} dari {Ibnu Abu Khizamah} dari {Abu Khizamah} dia berkata, “Rasulullah saw. ditanya, “Bagaimana pendapatmu terhadap obat-obatan yang kami gunakan untuk berobat, ruqyah yang kami amalkan dan ketakwaan yang kami jalankan, apakah ia dapat menolak dari ketentuan Allah?” beliau menjawab: “Itu semua termasuk dari takdir Allah.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3429

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ دَوَاءً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Atha bin As Sa`ib} dari {Abu Abdurrahman} dari {Abdullah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali Allah juga akan menurunkan baginya obat.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3430

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad} dari {Umar bin Sa’id bin Abu Husain} telah menceritakan kepada kami {‘Atha} dari {Abu Hurairah} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali menurunkan obat baginya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3431

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ هُبَيْرَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مَكِينٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَ رَجُلًا فَقَالَ لَهُ مَا تَشْتَهِي فَقَالَ أَشْتَهِي خُبْزَ بُرٍّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ عِنْدَهُ خُبْزُ بُرٍّ فَلْيَبْعَثْ إِلَى أَخِيهِ ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اشْتَهَى مَرِيضُ أَحَدِكُمْ شَيْئًا فَلْيُطْعِمْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali Al Khallal} telah menceritakan kepada kami {Shafwan bin Hubairah} telah menceritakan kepada kami {Abu Makin} dari {‘Ikrimah} dari {Ibnu Abbas}, bahwa Nabi saw. menjenguk seorang laki-laki, beliau lalu bersabda kepadanya: “Apa yang kamu inginkan?” laki-laki itu menjawab, “Saya menginginkan roti gandum.” Maka Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa memiliki roti gandum, hendaknya ia memberikan kepada saudaranya.” Kemudian Nabi saw. bersabda: “Jika ada salah seorang di antara kalian sakit dan menginginkan sesuatu, hendaknya ia memberinya makan apa yang ia inginkan.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3432

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ يَزِيدَ الرَّقَاشِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ قَالَ أَتَشْتَهِي شَيْئًا قَالَ أَشْتَهِي كَعْكًا قَالَ نَعَمْ فَطَلَبُوا لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abu Yahya Al Himmani} dari {Al A’masy} dari {Yazid Ar Raqasyi} dari {Anas bin Malik} dia berkata, “Nabi saw. menjenguk seseorang yang sakit, beliau bersabda: “Apakah kamu menginginkan sesuatu?” orang itu menjawab, “Aku ingin kue.” Beliau bersabda: “Baiklah.” Kemudian orang-orang mencarikan kue untuknya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3433

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ وَأَبُو دَاوُدَ قَالَا حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ أَبِي يَعْقُوبَ عَنْ أُمِّ الْمُنْذِرِ بِنْتِ قَيْسٍ الْأَنْصَارِيَّةِ قَالَتْدَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَعَلِيٌّ نَاقِهٌ مِنْ مَرَضٍ وَلَنَا دَوَالِي مُعَلَّقَةٌ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ مِنْهَا فَتَنَاوَلَ عَلِيٌّ لِيَأْكُلَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَهْ يَا عَلِيُّ إِنَّكَ نَاقِهٌ قَالَتْ فَصَنَعْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِلْقًا وَشَعِيرًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَلِيُّ مِنْ هَذَا فَأَصِبْ فَإِنَّهُ أَنْفَعُ لَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Fulaih bin Sulaiman} dari {Ayyub bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abu Sha’sha’ah}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Basysyar} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir} dan {Abu Daud} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Fulaih bin Sulaiman} dari {Ayyub bin Abdurrahman} dari {Ya’qub bin Abu Ya’qub} dari {Ummu Al Mundzir binti Qais Al Anshariyah} dia berkata, “Rasulullah saw. pernah mengunjungi kami bersama Ali bin Abu Thalib, saat itu Ali baru saja sembuh dari sakitnya. Dan kami memiliki hasil petikan buah kurma yang masih menggantung, Nabi saw. makan beberapa buah darinya. Kemudian Ali juga ikut mengambilnya dan memakannya, maka Nabi saw. bersabda: “Jangan wahai Ali, sebab kamu baru saja sembuh.” Ummu Al Mundzir berkata, “Kemudian aku membuatkan makanan dari ubi dan gandum untuk Nabi saw., Nabi saw. lalu bersabda: “Wahai Ali, makanlah makanan ini, karena ia sangat bermanfaat bagimu.”