Pengobatan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3484

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّنَافِسِيُّ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَمَرِضَ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ مَرَضًا فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَبِيبًا فَكَوَاهُ عَلَى أَكْحَلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Rafi’} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ubaid At Thanafisi} dari {Al A’masy} dari {Abu Sufyan} dari {Jabir} dia berkata, “Ubay bin Ka’b tengah menderita sakit, lantas Nabi saw. mendatangkan seorang tabib untuknya, kemudian tabib itu mengobatinya dengan membakarkan besi panas di alisnya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3485

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي الْخَصِيبِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَوَى سَعْدَ بْنَ مُعَاذٍ فِي أَكْحَلِهِ مَرَّتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abu Al Khashib} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah}, bahwa Rasulullah saw. mengobati Sa’d bin Mu’adz dengan menggunakan besi panas pada alisnya hingga dua kali.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3486

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالْإِثْمِدِ فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah Yahya bin Khalaf} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} telah menceritakan kepadaku {‘Utsman bin Abdul Malik} dia berkata saya mendengar {Salim bin Abdullah} menceritakan dari {Ayahnya} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Hendaknya kalian menggunakan itsmid (semacam tumbuhan untuk celak), sesungguhnya ia dapat memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3487

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِالْإِثْمِدِ عِنْدَ النَّوْمِ فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahim bin Sulaiman} dari {Isma’il bin Muslim} dari {Muhammad bin Al Munkadir} dari {Jabir} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Hendaknya kalian menggunakan itsmid (semacam tumbuhan untuk celak), sesungguhnya ia dapat memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3488

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ أَكْحَالِكُمُ الْإِثْمِدُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} dari {Sufyan} dari {Ibnu Khutsaim} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik celak kalian adalah itsmid (semacam tumbuhan), sebab ia dapata memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3489

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الصَّبَّاحِ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ حُصَيْنٍ الْحِمْيَرِيِّ عَنْ أَبِي سَعْدِ الْخَيْرِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اكْتَحَلَ فَلْيُوتِرْ مَنْ فَعَلَ فَقَدْ أَحْسَنَ وَمَنْ لَا فَلَا حَرَجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Ash Shabah} dari {Tsaur bin Yazid} dari {Hushain Al Himyari} dari {Abu Sa’d Al Khair} dari {Abu Hurairah}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa memakai celak, maka hendaknya dengan bilangan yang ganjil, barangsiapa melakukannya maka dia telah berbuat baik dan barangsiapa tidak melakukannya, maka tidak ada dosa baginya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3490

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ مَنْصُورٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَكَانَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُكْحُلَةٌ يَكْتَحِلُ مِنْهَا ثَلَاثًا فِي كُلِّ عَيْنٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} dari {‘Abbad bin Manshur} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} dia berkata, “Nabi saw. memiliki tempat celak, dan beliau bercelak darinya tiga kali di tiap-tiap matanya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3491

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَنْبَأَنَا سِمَاكُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ طَارِقِ بْنِ سُوَيْدٍ الْحَضْرَمِيِّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ بِأَرْضِنَا أَعْنَابًا نَعْتَصِرُهَا فَنَشْرَبُ مِنْهَا قَالَ لَا فَرَاجَعْتُهُ قُلْتُ إِنَّا نَسْتَشْفِي بِهِ لِلْمَرِيضِ قَالَ إِنَّ ذَلِكَ لَيْسَ بِشِفَاءٍ وَلَكِنَّهُ دَاءٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah memberitakan kepada kami {Simak bin Harb} dari {‘Alqamah bin Wa`il Al Hadlrami} dari {Thariq bin Suwaid Al Hadlrami} dia berkata saya berkata, “Wahai Rasulullah, di negeri kami banyak perasan anggur, apakah kami boleh meminumnya?” beliau menjawab: “Tidak.” Aku lalu berkata, “Kami memakainya untuk menyembuhkan orang sakit! ” Beliau bersabda: “Sesungguhnya perasan anggur itu bukanlah penyembuh (obat), namun ia adalah penyakit.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3492

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكِنْدِيُّ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ ثَابِتٍ حَدَّثَنَا سَعَّادُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ الدَّوَاءِ الْقُرْآنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ubaid bin ‘Utbah bin Abdurrahman Al Kindi} telah menceritakan kepada kami {Ali bin Tsabit} telah menceritakan kepada kami {Sa’ad bin Sulaiman} dari {Abu Ishaq} dari {Al Harits} dari {Ali ra.} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik obat adalah Al-Qur’an.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3493

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا فَائِدٌ مَوْلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي رَافِعٍ حَدَّثَنِي مَوْلَايَ عُبَيْدُ اللَّهِ حَدَّثَتْنِي جَدَّتِي سَلْمَى أُمُّ رَافِعٍ مَوْلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْكَانَ لَا يُصِيبُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرْحَةٌ وَلَا شَوْكَةٌ إِلَّا وَضَعَ عَلَيْهِ الْحِنَّاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubbab} telah menceritakan kepada kami {Fa`id} bekas budak ‘Ubaidullah bin Ali bin Abu Rafi’, telah menceritakan kepadaku mantan budakku {‘Ubaidullah} telah menceritakan kepadaku nenekku {Salma Ummu Rafi’} mantan budak Rasulullah saw., dia berkata, “Apabila Rasulullah saw. terluka atau terkena koreng, maka beliau memolesinya dengan inai.”