Penikahan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3185

أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَّامٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ شَرَاحِيلَ الشَّعْبِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ فَاطِمَةَ بِنْتَ قَيْسٍ وَكَانَتْ مِنْ الْمُهَاجِرَاتِ الْأُوَلِ قَالَتْخَطَبَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخَطَبَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَوْلَاهُ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ وَقَدْ كُنْتُ حُدِّثْتُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّنِي فَلْيُحِبَّ أُسَامَةَ فَلَمَّا كَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ أَمْرِي بِيَدِكَ فَانْكِحْنِي مَنْ شِئْتَ فَقَالَ انْطَلِقِي إِلَى أُمِّ شَرِيكٍ وَأُمُّ شَرِيكٍ امْرَأَةٌ غَنِيَّةٌ مِنْ الْأَنْصَارِ عَظِيمَةُ النَّفَقَةِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ عَلَيْهَا الضِّيفَانُ فَقُلْتُ سَأَفْعَلُ قَالَ لَا تَفْعَلِي فَإِنَّ أُمَّ شَرِيكٍ كَثِيرَةُ الضِّيفَانِ فَإِنِّي أَكْرَهُ أَنْ يَسْقُطَ عَنْكِ خِمَارُكِ أَوْ يَنْكَشِفَ الثَّوْبُ عَنْ سَاقَيْكِ فَيَرَى الْقَوْمُ مِنْكِ بَعْضَ مَا تَكْرَهِينَ وَلَكِنْ انْتَقِلِي إِلَى ابْنِ عَمِّكِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ وَهُوَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي فِهْرٍ فَانْتَقَلْتُ إِلَيْهِمُخْتَصَرٌ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Abdur Rahman bin Muhammad bin Sallam}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Abdush Shamad bin Abdul Warits}, ia berkata saya pernah mendengar {ayahku} berkata telah menceritakan kepada kami {Husain Al Mu’allim}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Buraidah}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {‘Amir bin Syarahil Asy Sya’bi} bahwa ia pernah mendengar {Fathimah binti Qais} dan ia termasuk wanita pertama yang berhijrah berkata Abdur Rahman bin ‘Auf melamarku diantara beberapa orang sahabat Muhammad saw., dan Rasulullah saw. melamarku untuk maulanya yaitu Usamah bin Zaid, dan telah diceritakan kepadaku bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang mencintaiku maka hendaknya ia mencintai Usamah.” Tatkala Rasulullah saw. mengajakku berbicara maka saya katakan urusanku ada ditanganmu, maka nikahkanlah saya dengan orang yang engkau kehendaki. Kemudian beliau bersabda: “Pergilah kepada Ummu Syarik.” Dan Ummu Syarik adalah orang yang kaya dari kalangan Anshar, banyak memberikan infak di jalan Allah ‘azza wajalla. Banyak tamu yang singgah di rumahnya, lalu saya mengatakan saya akan melakukannya. Beliau bersabda: “Jangan engkau lakukan, karena Ummu Syarik banyak tamunya, saya tidak ingin terjatuh darimu penutup kepalamu atau pakaianmu tersingkap dari betismu sehingga orang-orang akan melihat sebagian apa yang tidak engkau suka. Akan tetapi pindahlah ke tempat pamanmu Abdullah bin ‘Amr bin Ummi Maktum.” Ia adalah seorang laki-laki dari Bani Fahr, kemudian saya pindah ke rumahnya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3186

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَخْطُبُ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ بَعْضٍ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Qutaibah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah seseorang diantara kalian meminang di atas pinangan sebagian yang lainnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3187

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ مُحَمَّدٌ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَنَاجَشُوا وَلَا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ وَلَا يَبِعْ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلَا يَخْطُبْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ وَلَا تَسْأَلْ الْمَرْأَةُ طَلَاقَ أُخْتِهَا لِتَكْتَفِئَ مَا فِي إِنَائِهَا
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Muhammad bin Manshur} dan {Sa’id bin Abdur Rahman} mereka berdua berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id} dari {Abu Hurairah}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: … Dan (dari redaksi Muhammad, ia berkata) dari Nabi saw.: “Janganlah saling menawar agar orang lain memberikan penawaran, janganlah orang kota menjualkan untuk orang desa, janganlah seseorang menjual diatas jual beli saudaranya, dan janganlah meminang diatas pinangan saudaranya. Dan janganlah seorang wanita meminta cerai saudaranya agar ia dapat menguasai bagian saudaranya tersebut.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3188

أَخْبَرَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ ح وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَخْطُبْ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Harun bin Abdullah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’an}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Malik} dan {Al Harits bin Miskin} dengan membacakan riwayat dan saya mendengar, dari {Ibnu Al Qasim}, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Malik} dari {Muhammad bin Yahya bin Habban} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} bahwa Nabi saw. bersabda: “Janganlah seseorang diantara kalian meminang diatas pinangan saudaranya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3189

أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَخْطُبْ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَنْكِحَ أَوْ يَتْرُكَ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Yunus bin Abdul A’la}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb}, ia berkata telah mengkhabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab}, ia berkata telah mengkhabarkan kepadaku {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah seseorang diantara kalian meminang di atas pinangan saudaranya hingga ia menikah atau meniggalkan pinangan tersebut.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3190

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَخْطُبْ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {QUtaibah}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ghundur} dari {Hisyam} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah seseorang diantara kalian meminang di atas pinangan saudaranya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3191

أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ سَمِعْتُ نَافِعًا يُحَدِّثُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَلَا يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ الرَّجُلِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Ibrahim bin Al Hasan}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Hajjaj bin Muhammad}, ia berkata berkata {Ibnu Juraij} saya pernah mendengar {Nafi’} menceritakan bahwa {Abdullah bin Umar} pernah berkata Rasulullah saw. melarang sebagian kalian menjual di atas jual beli sebagian yang lain, dan janganlah seseorang meminang di atas pinangan orang lain hingga orang yang meminang sebelumnya meninggalkan pinangannya atau mengizinkan memberikan izin.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3192

أَخْبَرَنِي حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَيَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَعَنْ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَأَنَّهُمَا سَأَلَا فَاطِمَةَ بِنْتَ قَيْسٍ عَنْ أَمْرِهَا فَقَالَتْ طَلَّقَنِي زَوْجِي ثَلَاثًا فَكَانَ يَرْزُقُنِي طَعَامًا فِيهِ شَيْءٌ فَقُلْتُ وَاللَّهِ لَئِنْ كَانَتْ لِي النَّفَقَةُ وَالسُّكْنَى لَأَطْلُبَنَّهَا وَلَا أَقْبَلُ هَذَا فَقَالَ الْوَكِيلُ لَيْسَ لَكِ سُكْنَى وَلَا نَفَقَةٌ قَالَتْ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لَيْسَ لَكِ سُكْنَى وَلَا نَفَقَةٌ فَاعْتَدِّي عِنْدَ فُلَانَةَ قَالَتْ وَكَانَ يَأْتِيهَا أَصْحَابُهُ ثُمَّ قَالَ اعْتَدِّي عِنْدَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ فَإِنَّهُ أَعْمَى فَإِذَا حَلَلْتِ فَآذِنِينِي قَالَتْ فَلَمَّا حَلَلْتُ آذَنْتُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ خَطَبَكِ فَقُلْتُ مُعَاوِيَةُ وَرَجُلٌ آخَرُ مِنْ قُرَيْشٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَإِنَّهُ غُلَامٌ مِنْ غِلْمَانِ قُرَيْشٍ لَا شَيْءَ لَهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَإِنَّهُ صَاحِبُ شَرٍّ لَا خَيْرَ فِيهِ وَلَكِنْ انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَتْ فَكَرِهْتُهُ فَقَالَ لَهَا ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَنَكَحَتْهُ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Hajib bin Sulaiman}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Az Zuhri} dan {Yazid bin Abdullah bin Qusaith} dari {Abu Salamahbin Abdur Rahman} dan dari {Al Harits bin Abdur Rahman} dan {Muhammad bin Abdur Rahman bin Tsauban} bahwa keduanya bertanya kepada {Fathimah binti Qais} mengenai perkaranya, kemudian ia berkata suamiku telah menceraikanku tiga kali, dan dia dahulu memberiku makan. Kemudian saya katakan demi Allah seandainya saya mendapatkan nafkah dan tempat tinggal niscaya saya akan memintanya, dan tidak menerima hal ini. Kemudian wakilnya mengatakan engkau tidak mendapatkan tempat tinggal dan nafkah. Fathimah berkata kemudian saya datang kepada Nabi saw. dan menyebutkan hal tersebut kepadanya. Lalu beliau bersabda: “Engkau tidak mendapatkan tempat tinggal dan nafkah, maka ber’iddahlah di rumah Fulanah.” Ia berkata ia sering didatangi para sahabat beliau, kemudian beliau bersabda: “Ber’iddahlah di rumah Ibnu Ummi Maktum karena sesungguhnya ia adalah orang yang buta, kemudian apabila engkau telah halal maka beritahu saya.” Ia berkata kemudian setelah saya halal maka saya beritahu beliau. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Siapakah yang melamarmu?” kemudian saya katakan Mu’awiyah dan seorang laki-laki lain dari kalangan Quraisy. Kemudian Nabi saw. bersabda: “Adapun Mu’awiyah maka ia adalah seorang pemuda dari pemuda-pemuda Quraisy yang tidak memiliki apa-apa, adapun yang lain sesungguhnya ia adalah orang yang berperangai buruk dan tidak ada kebaikan padanya. Akan tetapi menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” Ia berkata maka saya tidak menyukainya. Kemudian beliau mengucapkan hal tersebut kepadanya sebanyak tiga kali, sehingga saya menikah dengannya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3193

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ وَاللَّفْظُ لِمُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍأَنَّ أَبَا عَمْرِو بْنَ حَفْصٍ طَلَّقَهَا الْبَتَّةَ وَهُوَ غَائِبٌ فَأَرْسَلَ إِلَيْهَا وَكِيلُهُ بِشَعِيرٍ فَسَخِطَتْهُ فَقَالَ وَاللَّهِ مَا لَكِ عَلَيْنَا مِنْ شَيْءٍ فَجَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لَيْسَ لَكِ نَفَقَةٌ فَأَمَرَهَا أَنْ تَعْتَدَّ فِي بَيْتِ أُمِّ شَرِيكٍ ثُمَّ قَالَ تِلْكَ امْرَأَةٌ يَغْشَاهَا أَصْحَابِي فَاعْتَدِّي عِنْدَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ أَعْمَى تَضَعِينَ ثِيَابَكِ فَإِذَا حَلَلْتِ فَآذِنِينِي قَالَتْ فَلَمَّا حَلَلْتُ ذَكَرْتُ لَهُ أَنَّ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ وَأَبَا جَهْمٍ خَطَبَانِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ وَلَكِنْ انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ فَكَرِهْتُهُ ثُمَّ قَالَ انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ فَنَكَحْتُهُ فَجَعَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ خَيْرًا وَاغْتَبَطْتُ بِهِ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dan {Al Harits bin Miskin} dengan membacakan riwayat dan saya mendengar, lafazhnya adalah lafazh Muhammad, dari {Ibnu Al Qasim} dari {Malik} dari {Abdullah bin Yazid} dari {Abu Salamah bin Abdur Rahman} dari {Fathimah binti Qais} bahwa Abu ‘Amr bin Hafsh menceraikannya sama sekali, dan ia tidak hadir. Kemudian wakilnya mengirimkan gandum kepadanya, lalu iapun marah. Kemudian wakil tersebut berkata demi Allah, engkau tidak memiliki hak sedikitpun atas kami. Kemudian ia datang kepada Rasulullah saw. dan menyebutkan hal tersebut kepadanya. Kemduian beliau bersabda: “Engkau tidak mendapatkan nafkah.” Kemudian beliau memerintahkannya agar ber’iddah di rumah Ummu Syarik, kemudian beliau bersabda: “Orang itu adalah wanita yang sering didatangi para sahabatku, maka ber’iddahlah di rumah Ibnu Ummi Maktum, karena ia adalah laki-laki yang buta, engkau dapat meletakkan pakaianmu. Kemudian apabila engkau telah halal maka beritahu saya.” Ia berkata kemudian setelah halal, saya menyebutkan kepada beliau bahwa Mu’awiyah bin Sufyan dan Abu Jahm telah melamarnya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Adapun Abu Jahm maka ia tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundak, adapun Mu’awiyah maka ia adalah orang yang miskin tidak memiliki harta. Akan tetapi menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” Lalu saya membencinya, kemudian beliau bersabda: “Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” Maka saya menikah dengannya. Lalu Allah ‘azza wajalla menjadikan padanya kebaikan dan sayapun iri kepadanya.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 3194

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمِ بْنِ الْبَرِيدِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الْأَنْصَارِ شَيْئًاقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَجَدْتُ هَذَا الْحَدِيثَ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَ وَالصَّوَابُ أَبُو هُرَيْرَةَ
Terjemahan: Telah mengkhabarkan kepada kami {Muhammad bin Adam}, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Ali bin Hasyim bin Al Barid} dari {Yazid bin Kaisan} dari {Abu Hazim} dari {Abu Hurairah}, ia berkata telah datang seorang laki-laki dari kalangan Anshar kepada Rasulullah saw. seraya berkata sesungguhnya saya telah menikah dengan seorang wanita. Kemudian Nabi saw. bersabda: “Tidakkah engkau melihat kepadanya? Karena sesungguhnya pada mata orang-orang Anshar terdapat sesuatu.” Abu Abdur Rahman berkata saya mendapatkan hadits ini pada tempat yang lain dari Yazid bin Kaisan bahwa Jabir bin Abdullah telah menceritakan…. Dan yang benar adalah Abu Hurairah.