Pakaian

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3543

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَكُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ رِدَاءٌ نَجْرَانِيٌّ غَلِيظُ الْحَاشِيَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Abdul A’la} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} Telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Anas bin Malik} dia berkata, “Aku bersama Nabi saw. sedangkan beliau mengenakan kain Najrani yang pinggirnya tebal.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3544

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَسْوَدِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسُبُّ أَحَدًا وَلَا يُطْوَى لَهُ ثَوْبٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Quddus bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Bisyr bin ‘Umar} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Aswad} dari {‘Ashim bin Umar bin Qatadah} dari {Ali bin Al Husain} dari {Aisyah} dia berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. mencaci maki seseorang dan juga tidak melipat bajunya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3545

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّأَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبُرْدَةٍ قَالَ وَمَا الْبُرْدَةُ قَالَ الشَّمْلَةُ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَسَجْتُ هَذِهِ بِيَدِي لِأَكْسُوَكَهَا فَأَخَذَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْتَاجًا إِلَيْهَا فَخَرَجَ عَلَيْنَا فِيهَا وَإِنَّهَا لَإِزَارُهُ فَجَاءَ فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ رَجُلٌ سَمَّاهُ يَوْمَئِذٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَحْسَنَ هَذِهِ الْبُرْدَةَ اكْسُنِيهَا قَالَ نَعَمْ فَلَمَّا دَخَلَ طَوَاهَا وَأَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ فَقَالَ لَهُ الْقَوْمُ وَاللَّهِ مَا أَحْسَنْتَ كُسِيَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْتَاجًا إِلَيْهَا ثُمَّ سَأَلْتَهُ إِيَّاهَا وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّهُ لَا يَرُدُّ سَائِلًا فَقَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا سَأَلْتُهُ إِيَّاهَا لِأَلْبَسَهَا وَلَكِنْ سَأَلْتُهُ إِيَّاهَا لِتَكُونَ كَفَنِي فَقَالَ سَهْلٌ فَكَانَتْ كَفَنَهُ يَوْمَ مَاتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Ammar} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Abu Hazim} dari {Ayahnya} dari {Sahl bin Sa’d As Sa’idi}, bahwa seorang wanita datang kepada Nabi saw. dengan membawa kain burdah -perawai berkata, ‘Apakah kain burdah itu? Ia Dijawab, ‘Yaitu kain mantel.’- Wanita itu berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh aku telah merajut sendiri jubah ini supaya anda memakainya.” Kemudian Rasulullah saw. mengambilnya karena beliau butuh jubah tersebut, kemudian beliau memperlihatkan jubah tersebut kepada kami yang bentuknya seperti kain. Lalu datanglah fulan bin fulan -seorang laki-laki yang di kenal masa itu- seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh sangat indah jubah ini, pakaikanlah untukku! ” Beliau menjawab: “Baiklah.” Beliau kemudian masuk dan melipat kain tersebut, lalu mengirimkannya kepada laki-laki tersebut, orang-orang lalu berkata kepadanya, “Demi Allah, sungguh beruntung kamu, (padahal) Nabi saw. memakainya karena butuh terhadap jubah itu, kemudian kamu memintanya. Kamu sebenarnya sangat tahu bahwa beliau tidak pernah bisa menolak orang yang meminta.” Laki-laki itu berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidaklah meminta jubah itu untuk aku pakai, tetapi aku minta itu untuk aku pakai sebagai kain kafanku.” Sahl berkata, “Maka jubah itu pun menjadi kain kafan lelaki tersebut ketika ia meninggal dunia.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3546

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ كَثِيرِ بْنِ دِينَارٍ الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ يُوسُفَ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ نُوحِ بْنِ ذَكْوَانَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَنَسٍ قَالَلَبِسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّوفَ وَاحْتَذَى الْمَخْصُوفَ وَلَبِسَ ثَوْبًا خَشِنًا خَشِنًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin ‘Utsman bin Sa’id bin Katsir bin Dinar Al Himshi} Telah menceritakan kepada kami {Baqiyah bin Al Walid} dari {Yusuf bin Abu Katsir} dari {Nuh bin Dzakwan} dari {Al Hasan} dari {Anas} dia berkata, “Rasulullah saw. mengenakan kain shuf (wol) dan mengenakan terompah yang di tambal, beliau juga mengenakan pakaian yang kasar.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3547

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا أَصْبَغُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَلَاءِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَلَبِسَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ ثَوْبًا جَدِيدًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ لَبِسَ ثَوْبًا جَدِيدًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ عَمَدَ إِلَى الثَّوْبِ الَّذِي أَخْلَقَ أَوْ أَلْقَى فَتَصَدَّقَ بِهِ كَانَ فِي كَنَفِ اللَّهِ وَفِي حِفْظِ اللَّهِ وَفِي سِتْرِ اللَّهِ حَيًّا وَمَيِّتًا قَالَهَا ثَلَاثًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} dia berkata Telah menceritakan kepada kami {Ashbagh bin Zaid} Telah menceritakan kepada kami {Abu Al ‘Ala} dari {Abu Umamah} dia berkata, ” {Umar bin Al Khaththab} memakai baju baru, kemudian dia mengucapkan, ‘ALHAMDULILLAHILLADZII KASAANI MAA UWAARIBIHI ‘AURATII WA ATAJAMMALU BIHI FII HAYAATI (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian untuk menutupi ‘auratku dan menghiasi diriku didalam kehidupanku) ‘. Kemudian dia berkata, “Aku mendengar RAsulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memakai baju baru lalu mengucapkan ‘ALHAMDULILLAHILLADZII KASAANI MAA UWAARIBIHI ‘AURATII WA ATAJAMMALU BIHI FII HAYAATI (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian untuk menutupi auratku dan menghiasi diriku didalam kehidupanku) ‘, kemudian dia mengambil pakaian yang telah usang atau yang sudah di tinggalkan, dan menyedekahkannya, maka hidup dan matinya, ia akan selalu berada dalam naungan Allah dan perlindungan Allah serta di dalam penjagaan Allah baik.” Beliau mengulanginya hingga tiga kali.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3548

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى عَلَى عُمَرَ قَمِيصًا أَبْيَضَ فَقَالَ ثَوْبُكَ هَذَا غَسِيلٌ أَمْ جَدِيدٌ قَالَ لَا بَلْ غَسِيلٌ قَالَ الْبَسْ جَدِيدًا وَعِشْ حَمِيدًا وَمُتْ شَهِيدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Husain bin Mahdi} Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} Telah memberitakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Salim} dari {Ibnu Umar}, bahwa Rasulullah saw. melihat Umar mengenakan pakaian putih, maka beliau pun bertanya, “Apakah pakaianmu ini habis di cuci atau benar-benar baru?” dia menjawab, “Tidak, akan tetapi bajuku habis di cuci.” Beliau bersabda: “ILBAS JADIDAN WA ‘ISY HAMIDAN WA MUT SYAHIDAN (Pakailah baju baru dan hiduplah dengan terhormat serta matilah sebagai syahid) ‘.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3549

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لِبْسَتَيْنِ فَأَمَّا اللِّبْسَتَانِ فَاشْتِمَالُ الصَّمَّاءِ وَالِاحْتِبَاءُ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى فَرْجِهِ مِنْهُ شَيْءٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Az Zuhri} dari {‘Atha bin Zaid Al Laitsi} dari {Abu Sa’id Al Khudri}, bahwa Nabi saw. melarang mengenakan dua cara berpakaian memakai pakaian shama` dan ihtiba` dengan satu kain sehingga tidak ada sesuatu yang menutupi kemaluannya.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3550

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُو أُسَامَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لِبْسَتَيْنِ عَنْ اشْتِمَالِ الصَّمَّاءِ وَعَنْ الِاحْتِبَاءِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ يُفْضِي بِفَرْجِهِ إِلَى السَّمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Numair} dan {Abu Usamah} dari {‘Ubaidillah bin Umar} dari {Khubaib bin Abdurrahman} dari {Hafsh bin ‘Ashim} dari {Abu Hurairah}, bahwa Rasulullah saw. melarang mengenakan dua jenis pakaian pakaian shama` dan ikhtiba` dengan satu kain seraya menengadahkan kemaluannya ke langit.”

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3551

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُو أُسَامَةَ عَنْ سَعْدِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لِبْسَتَيْنِ اشْتِمَالِ الصَّمَّاءِ وَالِاحْتِبَاءِ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَأَنْتَ مُفْضٍ فَرْجَكَ إِلَى السَّمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Numair} dan {Abu Usamah} dari {Sa’id bin Sa’id} dari {‘Amrah} dari {Aisyah} dia berkata, “Rasulullah saw. telah melarang dua jenis pakaian shama` dan ikhtiba` dengan satu kain seraya menengadahkan kemaluannya ke langit.” Ket shama` adalah seseorang yang menyelimutui seluruh tubuhnya dan tidak ada yang terlihat dan ihtiba` adalah duduk di atas bokong sementara kedua tangan mendekap kedua lututnya menempel dada.

Sunan Ibnu Madjah | Hadits No. : 3552

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى عَنْ شَيْبَانَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ لِي يَا بُنَيَّ لَوْ شَهِدْتَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَصَابَتْنَا السَّمَاءُ لَحَسِبْتَ أَنَّ رِيحَنَا رِيحُ الضَّأْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Musa} dari {Syaiban} dari {Qatadah} dari {Abu Burdah} dari {Ayahnya} dia berkata, “Ayahku berkata kepadaku, “Wahai anakku, sekiranya kamu menyaksikan saat kami bersama Rasulullah saw. ketika terkena angin, niscaya kamu akan mengira bahwa bau tubuh kami adalah bau domba.”